Di Fitnah

Di Fitnah
bab 29 sedih


__ADS_3

lanjut


pernah mereka marah kepada bapak dan ibu bahwa mereka lebih sayang kepadaku daripada mereka,Sampai mertuaku berkata " kalian iri dengan Ica,apa selama ini yang ku berikan untuk kalian semua kurang sampai kalian merasa bapak dan ibu lebih sayang kepada Ica tanya dan jawab bapak mertuaku


bapak memberi Ica uang karna Ica istrinya Adi sama seperti kalian,bukan kah Adi juga anak bapak?tanya bapak mertuaku kepada mereka

__ADS_1


tapi bapak tidak perlu ngasi Ica uang terus jawab kak Nita


bapak tidak ngasi Ica setiap saat bapak hanya memberikan Ica uang untuk anak anak nya jawab bapak


mereka pun tidak menjawab bapak mertua ku lagi

__ADS_1


terkadang aku heran sama kakak ipar ku,selalu ngurusi urusan rumah tangga adik adiknya suka ikut campur dalam urusan rumah tangga adiknya terkadang mereka menyebabkan kami bertengkar karna masalah kecil,tapi aku dan Adi sudah tau dan paham akan hal ini jadi tidak terpancing emosi saat mereka mengadu domba kami


memang pedas kata kata yang dikeluarkan nya dan sakit hati mendengar kata kata yang merendahkan diri ini dan menghina diri ini yang selalu dibilang cari muka atau biasa di bilang berwajah dua,terlebih lagi jika aku membersihkan rumah seperti ngepel nyapu kadang mereka sapu dan pel lagi karna aku tidak bersih nyapu dan ngepel,terkadang aku masak lauk pauk dan sayuran didapur lagi lagi mereka tidak mau makan masakan ku karna masakanku tidak enak,aku hanya bisa menabahkan hati ini dan menenangkan hati dan perasaan ini supaya tidak terbawa emosi


mulai dari waktu itu aku tidak pernah lagi mengerjakan pekerjaan rumah,jika masak aku hanya masak untuk aku,suami dan anak anak ku,lauk pauk dan sayur mayur pun aku beli sendiri tidak masak punya mereka karna aku sadar diri atas perilaku mereka,semua yang mereka beli mereka bawa masuk ke dalam kamar kecuali sayur dan lauk yang mereka simpan dikulkas luar,yang lain nya mereka simpan didalam kulkas kamar seperti susu buah dan lain lainnya

__ADS_1


Antara senang dan sedih di perlakukan seperti itu atau mungkin aku yang terlalu sensitif,senang nya aku tidak perlu menasehati dan melarang anak anakku untuk makan dan minum buah dan susu mereka,sedihnya seolah-olah kami mengemis dan menghabiskan semua yang mereka beli


masih terbayangkan kejadian waktu itu,ibu tidak sedih jika anaknya diperlakukan seperti itu sungguh menyayat hati melihat nya,pada waktu itu anaknya kak Erni datang kerumah mertuaku dan mereka banyak membeli barang aku pun tidak melihat apa saja yang mereka beli tapi kalau dilihat dari balik kantong plastik seperti kue,buah susu dll langsung dibawa ke kamar anakku yang ingin menyapa kakek dan Tante nya hanya berdiri mematung tidak berani menyapanya seperti paham akan keadaan yang ada,dia duduk kembali dipangkuan ku dan diam tak lama kemudian keluarlah anak kak Erni dari dalam kamar membawa buah dan susu untuk dia makan sampai habis makanan yang dibawa anak kak Erni tak kunjung juga mereka anakku sepotong buah atau sedikit susu,hati ku hancur melihatnya,ku gendong dan kubawa keluar anakku saat aku melintasi kamar nya aku melihat dia membeli 1 krat susu dan berbagai macam buah,sebanyak itu makanan yang dia beli sedikitpun dia tidak memberikan untuk anakku, setidaknya sebagai manusia mempunyai rasa iba kepada anak kecil,tapi tidak untuk mereka,aku yang masih berharap mereka menyayangi dan memperlakukan anak ku seperti keponakan nya yang lain


__ADS_2