Di Fitnah

Di Fitnah
bab 22 ( menunggu )


__ADS_3

aku pun menunggu mereka untuk mengurus sumpah pocong,sementara aku menunggu mereka aku bertanya pada orang yang lebih mengenal agama tentang masalah sumpah pocong dan apa yang akan terjadi bila ku melakukan nya


assalamualaikum bude sapa ku


aku sering memanggilnya bude karna dia orang jawa


waalaikum salam warahmatullahi wabarakatu jawab nya


bude kalau kita melakukan sumpah pocong apa akibat nya?tanya ku


astaghfirullah jawab nya


memang masalah nya serumit apa sampai melakukan sumpah pocong?tanya nya


bukan nya menjawab pertanyaan ku malah balik bertanya bathin ku

__ADS_1


aku pun menceritakan masalah yang terjadi kepada bude,sebenar nya enggan rasa nya bercerita tentang aib sendiri tapi aku harus tau tentang sumpah pocong yang akan ku lakukan,bude hanya mengganggukan kepalanya mendengar cerita ku


sebenar nya masalah mu tak perlu sampai kayak gini,masih bisa di selesaikan baik baik atau secara kekeluargaan jawab bude


udah bude,kami bertanya ke semua orang tapi mereka masih tetap tidak percaya sama ica jawab ku


sebenarnya sumpah pocong itu bukan untuk main main,akibat nya fatal bila kita melakukan sumpah pocong baik yang berbuat atau yang tidak,biar pun kita benar tetap kena imbasnya apa lagi jika kita salah,semua orang yang melakukan sumpah pocong tetap kena dari melakukan sumpah pocong hanya bedanya berat dan ringan nya yang kita terima jelas bude


jadi kalau bisa jangan melakukan sumpah itu sebab anak anak juga ikut kena dari akibat nya jelas bude lagi


ya ica hanya pasrah aja bude dengan apa yang akan terjadi jika memang mereka tetap ingin melakukan nya,supaya mereka puas jawab ku


ada keraguan dalam hati ku untuk melakukan nya,bukan karna ku takut untuk diri ku tapi aku takut bila terkena anak anak ku juga,mereka yang berbuat tapi anak anak ku pun ikut merasakan nya


terima kasih bude atas penjelasan nya,kalau begitu ica pamit pulang dulu sudah sore ucap dan pamit ku

__ADS_1


ya sama sama kalau ada apa apa cerita aja sama bude,insya Allah kalau bisa bude bantu jelas nya


iya bude jawab ku sambil mencium tangan nya


aku pun pulang kerumah sambil memikirkan apa yang bude ucapkan


adzan berkumandang tanda nya waktu shalat Maghrib tiba aku pun segera mengambil wudhu dan melaksanakan tugas ku untuk menunaikan ibadah shalat Maghrib,aku berdoa dan berkeluh kesah kepada pemilik hidup ini untuk menunjukan jalan dan menuntun ku ke jalan yang benar atas apa yang sedang terjadi ku curah kan semua isi hati ku kepada pemiliknya,itu yang biasa ku lakukan jika ada masalah di rumah tangga ku dan hidup ku,karna Allah pasti memberikan cobaan kepada hamba nya tidak dari batas kemampuan nya


suami ku tau tentang masalah ini tetapi dia hanya diam tanpa bertanya atau menyalahkan ku,mungkin dia bingung mana yang harus di bela nya,tetapi waktu mereka datang kerumah untuk menyuruhku melakukan sumpah pocong dia yang menjawab


bagus lakukanlah biar kita tau mana yang salah dan yang benar jadi tidak ada penyesalan di lain hari jawab nya dengan marah


masih ku ingat dengan jelas,ada rasa lega di hati dia masih disampingku tapi ada rasa kecewa juga karna dia belum percaya sepenuh hati kepada ku,tapi ku serahkan semua nya kepada sang pencipta hanya itu yang bisa ku lakukan karna diriku hanya sebatang kara disini tanpa keluarga


ada keluarga ayah ku disini banyak sebenarnya,tapi mereka seperti tak mengenal diri ku ini mungkin karna ayah ku dan aku orang tak punya sedangkan mereka orang berada,hanya satu bude ku yang baik dan masih perhatian padaku dan juga ayah ku,tapi aku malu untuk mengeluh pada nya sementara dia wanita yang luar biasa bisa menghidupi anak anak nya tanpa se orang suami dan tanpa bantuan keluarga juga,mungkin dia simpati padaku karna dia pernah diposisi ku saat ini yang di kucilkan keluarga

__ADS_1


__ADS_2