
pov adi
Alhamdulillah akhirnya bisa beli rumah biar pun kredit,setidak nya tidak ngontrak lagi,semoga bisa membangun rumah tangga yang bahagia gumam ku dalam hati
ada rasa bahagia dan ada juga rasa sedih melihat saudara saudara ku yang selalu mengabaikan ku,apa aku ini bukan saudara mereka sampai mereka jalan pun tidak ngajak aku
saat diri ini membuka story aku berhenti di salah satu nama adik ku ya itu story andi adik kedua ku,mereka pergi ke pantai bersama yang lain nya hanya aku yang tidak ada disana,betapa sakit rasa hati ini melihat perilaku mereka terhadap ku,apa aku sejelek itu hingga mereka tak ingin jalan jalan bersama ku,selama ini bila jalan bersama keluarga tidak pernah minta di bayarkan sama mereka,beda dengan erni yang selalu saja mereka yang tanggung semua nya,kenapa dengan ku beda,dan bapak selalu saja membela mereka meskipun salah,sedangkan aku yang selalu disalahkan bapak
tangan dan hati ini tak bisa lagi menahan untuk menanyakan mereka,ku ambil ponsel yang ku letak kan di atas meja dan ku kirimkan pesan kepada andi
jalan jalan ndak ngajak ngajak pesan ku ke andi adik ku
__ADS_1
tak berapa lama andi pun membalas pesan ku
mana aku tau kalau kak nita tidak ngasi tau kamu jawab andi
takut benar ya aku merepotkan kalian kalau di bawa jalan jawab ku kesal
bukan gitu aku ndak tau kalau kak nita tidak ngasi tau kamu,aku kira udah dikasi tau,aku kira kamu ndak mau ikut maka nya aku ndak nanyak jelas andi
bukan gitu di aku benar benar ndak tau,tapi ya sudahlah dijelaskan pun percuma balas andi
aku pun tidak lagi membalas pesan andi,
__ADS_1
baiklah kalian begini dengan keluarga maka jangan salahkan aku bila aku berlaku sama kepada kalian gumam ku dalam hati
ingin ku cerita ke ica tentang keluarga ku,aku takut ica makin membenci kepada keluarga ku,karna ku tau ica sudah tidak suka dengan keluarga ku atas apa yang dia dapatkan dari keluarga ku,memang siapa yang tidak sakit hati diperlakukan dengan begitu,jika ada yang menyakiti mereka ica yang dislaahkan jika ada yang ngomong mereka ica juga yang disalahkan karna ica yang cerita padahal ica tak pernah keluar dari rumah,lebih lebih lagi jika mereka bertengkar hebat kakak ku langsung mengusir kami agar jeluar dari rumah bapak,dan bapak hanya diam saja3ntaksikan nya se olah olah aku dan ica yang salah itu sikap bapak yang aku tidak suka dia tak pernah adil terhadap ku jika berurusan dengan kak nita
aku tau ica pasti curiga bahwa aku lagi sedih maka nya dia selalu ngomong 6ang ndak nyambung seperti tadi tiba tiba dia bilang
kalau ada masalah tu ngomong jangan di pendam sendiri kata ica
lebih baik ku pendam sendiri dari pada harus mendengar ica mengatakan kenyataan tentang keluarga ku
sungguh menusuk hati jika melihat perilakuan mereka kepada anak anak ku sangat berbeda dari anak erni,terlihat sekali mereka sangat menyayangi anak erni dari pada anak ku,jika ada anak ku mereka hanya cuek saja palingan mereka hanya nanya udah makan belum itu yang biasa mereka tanya kan,sementara anak erni jika ingin jajan mereka yang nanya dan memberi uang sementara anak ku hanya di diamkan saja,jika mereka keluar pulang nya pasti membeli makanan untuk anak erni sementara anak ku tidak dibelikan apa apa,terlebih lagi jika anak erni ingin beli sesuatu mereka yang belikan apapun yang anak erni inginkan sementara anak ku tidak pernah mereka belikan kecuali ibu ku,dengan alasan karna ica tak pernah menghargai pemberian mereka maka nya mereka tidak pernah membelikan apapun untuk anak ku,tapi yang ku lihat ica selalu menyimpan dengan baik pemberian mereka bahkan sampai adik nya masih bisa memakai barang nya mulai dari mainan sampai dengan baju semua masih bagus bagus dan layak pakai
__ADS_1