
POV Ica
hari ini aku melihat story kakak ipar ku di handphone dia mengirimkan doa untuk almarhumah ibunya,kata suamiku akan ada acara yasinan untuk setahunnya ibu mertua tapi aku belum ada diberitahu sama mereka,biasanya mereka sudah memberitahukan seminggu sebelumnya acara dan menanyakan pendapat dan kami saling bertukar pendapat apa yang akan dimasak untuk acara yasinan tapi kali ini tidak ada hanya suamiku yang yang selalu menanyakan kapan aku pergi kerumah mertua,tetapi aku tidak peduli dan cuek dan paham bahwa sekarang mereka tidak membutuhkan bantuan orang lain.mereka sudah bisa mengerjakan nya sendiri,jujur sebenarnya membantu mereka agak malas karna cara kerja mereka yang membuat aku tidak suka,sudah tau banyak kerjaan masih sempat santai tidur main handphone dan sebagai nya,jika kita ingin mengerjakan pekerjaan ini itu di bilang nanti masih awal atau tunggu ini lah tunggu itulah kapan kerjaan selesai.
disaat aku sedang memainkan ponselku ada notifikasi chat dari birasku ( biras artinya istri atau suami dari adik atau kakak ipar ) kubuka pesan nya
"kapan pergi kesana"tanya nya
"mungkin hari Selasa"jawab ku
"kamu kapan pergi kesana"tanya ku balik
__ADS_1
"sama mungkin hari Selasa juga"jawabnya
"kalau aku pergi awal awal untuk apa tidak bisa bantu juga lagi keadaan kayak gini"pesan nya lagi
"sama dia juga tidak perlu bantuan lagi,kemaren aja udah selesai semua apalagi sekarang pasti sudah selesai juga mereka pun banyak orang juga"jawab ku
"iya,palingan aku bantu cuci piring malam nya,yang lainnya mungkin tidak bisa"jawab nya
"iya ya,boleh kita berdua nanti yang cuci piring"jawabnya
dan dia pun mulai menceritakan tentang kehamilannya yang sekarang bahwa dia tidak bisa mencium bau masakan dan hanya bisa makan nasi putih saja,bahkan dia sering muntah muntah dan berludah,dia juga menceritakan bahwa hamil yang ini lebih berat ngidamnya dari anak yang sebelumnya.
__ADS_1
aku pun memberi saran kepada nya dan memotivasi nya agar bisa makan dan tidak lemah lagi badan nya,seperti banyak makan buah atau makan diluar ( maksud makan diluar itu seperti makan di warung nasi dan sebagainya ) dia juga curhat tentang kakak ipar nya yang juga kakak ipar ku bahwa mereka mengatakan nya lebai atau disengaja dan dituruti ngidamnya terlalu berlebihan kata kakak ipar,aku pun menjawab nya bahwa setiap orang hamil tidak sama semuanya berbeda-beda.
dia pun menceritakan lagi teman satu kantornya jika hamil sampai masuk rumah sakit,amit amit jabang bayi kata nya jangan sampai seperti itu,aku pun membalasnya dan menceritakan tetangga ku dulu jika dia hamil tidak bisa makan nasi sedikit pun,jika dipaksakan akan muntah yang bisa dimakan nya hanya mie instan saja sama telur sampai dia melahirkan setelah melahirkan barulah bisa makan nasi jawab ku
sebab itulah tetangga ku tidak mau hamil lagi dan dia pun sudah mendapat sepasang anak,dia tidak mampu ngidam nya pesan ku
jangan sampai seperti itu ngidamnya nya,dan bisa ya dia tidak mau hamil lagi pesan nya
iya mau bagaimana lagi dia tidak mampu menjalani ngidamnya yang hanya bisa makan mie instan dan telur saja,dia juga sering pusing dan baring karna tidak ad tenaga untuk berdiri lama lama
semoga aku hanya sebentar yang seperti ini balasnya
__ADS_1
kami pun mengakhiri percakapan kami