
pov ica
hari ini kami pergi kerumah mertuaku untuk mengunjungi nya seperti biasa,disana kami bertemu dengan kak erni dan anak anaknya,seperti biasa sikap mereka menatapku dengan sinis seolah olah aku pengganggu dirumah itu,tapi aku cuek menanggapi nya
anak anak ku bermain seperti biasa hanya saja mereka tidak bermain dengan anak kak erni,anak kak erni pun begitu
aku pergi keluar dan duduk diteras sambil memainkan ponselku,aku tidak lagi seperti biasa yang suka membantu di dapur aku seperti tamu yang datang kerumah itu,beginilah sekarang aku dengan keluarga suamiku,aku lebih banyak diam dan menyendiri,suamiku datang menghampiriku
aku melihat nya sambil berkata,kenapa?tanya ku
__ADS_1
ndak,kenapa duduk di disini tanya bang adi
memangnya apa yang mau dilakukan jika bukan duduk disini jawab ku
kenapa tidak bantu di dapur tanya nya
terserah kamu aja jawab nya
bang Adi pun memainkan ponsel nya dan aku pun membuka ponsel ku mencari film kesukaan ku,anak anak ku bermain diteras
__ADS_1
bosan juga rasa nya hanya duduk dan nonton film tak lama ku dengar mertuaku marah marah,tidak terlalu jelas apa yang dimarahkannya dan ternyata dia memarahi aku dan anak anakku karena anak anak tidak menemuinya seperti biasa dan aku tidak seperti biasanya yang ceria dan kumpul bersama iparku
aku memilih diam dan melanjutkan memainkan ponselku dan menonton semua film kesukaan ku
bosan menonton film aku membuka story dan aku berhenti di story ipar ku ku buka dan ku baca story nya yang penuh sindiran tentang ku menurut ku ke siapa lagi mereka membuat selain aku karna mereka tidak memiliki banyak kontak yang disimpan selain hanya keluarga,tak ku hiraukan hanya ingin mengetahui apa yang mereka lakukan,susah juga kalau tidak disukai sama ipar sendiri apalagi ada rasa iri kepada kita
setelah selesai mertuaku marah dan amarahnya sudah tenang aku memilih untuk pulang,kecewa itu yang aku rasakan hanya karna hal sepele sampai seperti itu,padahal aku hanya menjauhi mereka agar aku bisa lebih tenang,sudah cukup selama ini aku merendahkan diri agar disukai dan tidak dibenci tapi apa yang ku dapatkan tidak ada mereka akan mendekatiku hanya ketika mereka membutuhkan bantuan ku,setelah mereka tidak memerlukan diriku mereka akan mencampakkan ku seperti sampah,sudah cukup yang ku lakukan untuk mereka,sekarang aku akan menjadi diriku sendiri dan menjalani hidupku dengan bahagia bersama keluarga kecilku
sebenarnya aku tidak tega melihat kondisi mertuaku,wajahnya penuh dengan beban tapi aku tidak bisa sedekat dulu lagi atau saling curhat,jika di ingat ingat aku dan mertua seperti anak dan orangtua nya,mertuaku sangat sayang padaku,jika aku tidak ada uang dia memberiku uang meskipun aku tidak memberitahu nya bahwa aku tidak punya uang,dia juga suka membelikan anak anak dan aku baju apapun yang aku inginkan mereka akan memenuhi nya jika bisa,tapi anak anak nya merasa iri kepadaku dan suka membanding bandingkan aku dan mereka padahal bapak dan ibu tidak pernah kurang memenuhi kebutuhan mereka,yang diberikan kepadaku hanya beberapa persen dari mereka tapi mereka merasa aku selalu disayang ibu dan bapak ( panggilan untuk mertuaku)
__ADS_1