Di Paksa Menjadi Pacar Bad Boy

Di Paksa Menjadi Pacar Bad Boy
BAB 1 MURID BARU


__ADS_3

Seorang pria dengan seragam yang acak-acakan berdiri tegap dan hormat di depan tiang bendera.Tatapan tajamnya menatap lurus kearah bendera.Mengabaikan tatapan kagum dari siswi yang melewati lapangan ataupun yang melihat dirinya dari jendela kelas mereka.


Pria itu bernama Elvan Arka Bagaskara.Ketua basket SMA ANTARIKSA dan anak pemilik sekolahan yang dia tempati.Ini bukan yang pertama kalinya atau pun yang kedua kalinya,tapi ia memang sering melakukan sebuah kesalahan disekolahannya.


Toh,ini sekolahan milik orang tuanya jadi dia tidak akan dikeluarkan dari sekolah,pikirnya.


"ELVAN!" teriak seseorang dari arah belakangnya.


Elvan yang merasa dipanggil hanya menoleh sebentar kearah belakang dan kembali fokus kearah bendera.


"Hukuman lo selesai,lo nant-WOY ES SERUT GUE BELUM SELESAI NGOMONG ANJ-"pria itu melotot kearah sahabatnya yang meninggalkan dirinya sendiri tanpa mengucapkan terimakasih.


Dasar,namanya es serut ya gitu gak ada akhlak.


Elvan berjalan santai dikoridor dengan kedua tangannya dia simpan di saku celana.Tatapan tajam yang membuat cewe-cewe dikoridor tidak bisa berhenti mengaguminya.


"CAKRA!"


Pria yang dipanggil cakra itu diam,mengabaikan orang yang memanggilnya.Dia terus melanjutkan jalannya tanpa menoleh sedikitpun kearah yang memanggilnya.


"Lo punya telinga tuh dipake!bukan jadi pajangan doang bambang!"pria yang tadi memanggilnya menepuk bahu cakka keras.


"Mon maaf Rafael Delvin Widan anak bapak delpin dan ibu wifi yang ganteng tapi gantengan gue.Nama gue CAKKA! bukan CAKRA emang lagi tes ha?cakra cakra."ucap cakka penuh penekanan dan menginjak kaki rafael


"Anj-"ucapan rafael terpotong oleh cakka yang menutup mulutnya memakai buku matematika kesayangannya.


"Lo mau dipidana ha?otak belum pinter aja gaya-gayaan mau diem di penjara."


Rafael yang mendengar ocehan sahabatnya itu berusaha untuk tidak mengeluarkan kata pedasnya.


"Lo liat es serut kaga?"


cakka mengerutkan dahinya bingung.es serut?memangnya es serut bisa jalan?perasaan disekolahnya tidak ada yang jualan es serut.Apa temennya ini ngidam?tapi kan dia cowo bukan cewo.


"Elvan cakra!yaampun lo ya,matematika pinter tapi kalau ngobrol lemot lo."geram rafael


"Lah?mending gue lah pinter dimatematika dari pada lo pinter gosip ga ada faedahnya.Inget dosa lo tuh banyak,otak lu kecil harusnya lo tuh banyak belajar b-"rafael menutup mulut cakka yang gak bisa berhenti menghujatnya.Kesabaran dia sudah habis tidak bisa ditahan lagi.


"Lo tinggal jawab ya atau tidak. Bukannya ngehujat gue!"kesal rafael langsung meninggalkan cakka yang membuatnya ingin merobek buku kesanyangan sahabatnya itu.


Cakka yang merasa ditinggal begitu saja sama sahabatnya itupun hanya bisa mengelus dada sabar.


Ayolah yang ingin menjual akhlak boleh kontak cakka,dia sangat membutuhkannya.


cakka melihat sekitar koridor yang begitu ramai cewe-cewe yang melihat dirinya dengan tatapan yang menurutnya kagum terhadapnya.


"Apa gue jadi lebih ganteng ya?Ahh kalau tau gini gue bakal minta bantal yang di pake elvan tidur aja ah...senengnya diriku" ucap cakka senang dan melanjutkan jalannya ke pepustakaan dengan penuh kegembiraan diwajahnya.


Jangan lupakan senyum pepsodent yang menghiasi kegembiraannya tersebut yang membuat cewe-cewe disana menatapnya bingung.


Setelah sampai diperpustakan,dia menghampiri sahabatnya yang telah menunggu dirinya.


"Dit,"panggil cakka,dan duduk depan temannya itu


"Paan?"tanya temennya itu tanpa menatap lawan bicaranya.Buku fisikanya lebih menarik dari pada teman dihadapannya.


"Kegantengan gue sama kaya elvan ya?" tanya polos cakka yang menatap gembira ke arah kamera di hpnya.


Adit yang dari tadi fokus dengan buku kesayangnnya itu,melotot tajam kearah cakka.Menghampiri cakka dan menempelkan tangannya didahi cowo yang kurang ngaca itu.


"Gak panas,"gumam adit,yang terdengar jelas oleh cakka


"Gue ga sakit adit!"geram cakka


"Lo sih,nanya ko aneh sih cak."ucap adit geleng-geleng dengan kelakuan temannya itu dan meninggalkan cakka tanpa sepatah kata.


"Lah?bukannya dijawab malah ninggalin gue.Mungkin dia iri sama gue."

__ADS_1


.........


12 MIPA 1


"Rafael mana van?"tanya Gaelan heran,setaunya tadi rafael disuruh bu iem untuk memberitahu elvan.


"Jalan"


Elvan duduk disamping gaelan dan mengeluarkan hp disakunya.Memainkan game kesukaannya yang sudah dua hari ini tidak ia mainkan.


Gaelan tidak ambil pusing dengan kelakuan sahabatnya itu.Mau marah-marahpun percuma saja.Dia pun kembali menatap serius buku tugasnya yang belum ia isi.


"tugas udah?"


Elvan yang merasa ditanya,hanya mengangguk singkat tanpa melihat lawan bicara.


Untung saja Gaelan bukan Rafael,yang gampang emosi terhadap kelakuan sahabatnya itu.


"ASSALAMU'ALAIKUM WAHAI PENGHUNI KELAS INI!"teriak seorang pria dengan suara cemprengnya menghiasi kegundahan kelas tersebut.Masuk kekelasnya tanpa merasa bersalah karna ia lupa membuka sepatunya.


"Valentina Raditya Faresta!"Teriak cewe yang sudah menyimpan alat kebersihan dipojok kelas.


Cewe itu menghampiri adit dengan penuh emosi dan menjewer telinga adit tanpa rasa ampun.


"Gue udah bilang 3000 kali ke lu ya!lepas sepatu lu  adit!gak kasian lu sama yang ngepel hari ini ha?lepas sekarang adit!"teriak cewe tersebut di dekat telinga adit.


"***** vio lepas sakit woy!"


Viona pun melepas tangannya dari telinga adit dan  menyemprot handsanitizier yang selalu ia bawa ketangannya.Takutnya dosa-dosa adit menempel di tangannya.


"***** telinga gue jadi merah!"teriak heboh adit ketika melihat telinga yang begitu merah dari kamera hpnya.


"Salah lu lah!udah tau kelas ini itu dikenal kelas bersih.Malah lu seenak jidatnya masuk kelas tanpa buka sepatu!Buka sepatu sekarang!Atau gue laporin lo ke pak sean!"


Adit yang mendengarkan perkataan viona melotot tidak percaya.Jangan sampai cewe toa ini melaporkan kelakuan dia ke pak sean guru fisikanya.Adit membuka sepatunya kesal dan menyimpannya dirak sepatu.


Adit memutar bola matanya malas dengan kelakuan viona yang tidak bisa dikatakan kalau dia cewe.


"Gael!gue punya gosip woy!"


Gael yang merasa terpanggilpun menaikan alisnya heran.Dia tidak suka gosip dan sahabatnya itu ingin mengajak dia untuk bergosip?yang benar saja.


"Gosip apaan dit?"tanya pria di belakang adit menghampiri adit,gaelan dan elvan


"Tadikan gue ke perpuskan.Terus gue denger kata cewe-cewe yang diperpus ada siswa ba-" ucapan adit terpotong oleh teriakan yang sama-sama cempreng seperti dirinya.


"ADIT KO LO NINGGALIN GUE SIH!"teriak pria tersebut menghampiri mereka berempat dan langsung meminum minuman gael.


"Salah lo lah bikin gue kesel!"


"Stt udah jangan ribut,lo mending diem cak dengerin gosip si adit.Lanjut dit buru!"ucap rafael penasaran


"Ckk dasar raja gosip."gumam cakka


"Tadikan gue ke perpustakaan.Terus gue denger kata cewe-cewe yang diperpus ada siswa baru dikelas 10 mipa 1."


"Anj-"ucapan rafael terpotong oleh cakka yang melemparkan buku catatan matematikanya kearah wajah rafael.


"Gue kan dah bilang ke lu jangan bilang itu,mau dipenjara lu? pinter kaga masuk penjara ya!"


Rafael mengepalkan tangannya kesal dengan ucapan cakka.Ingin rasanya ia merobek buku kesayangan cakka.Tapi sayangnya,buku itu sudah langsung di ambil oleh pemiliknya.


Elvan yang melihat kelakuan sahabatnya itu,memutar bola matanya malas.Sepenting itu kah untuk gosip?


"Sabar fael,jangan sampe kelepasan.Nanti lo gak dapat uang jajan dari orang tua lo."ucap adit berusaha menenangkan rafael


Rafael yang mendengarkan itu mendengus kesal.Dia sampai tidak ingin lagi membawa cakka kerumahnya,merasa dia anak angkat kalau ada cakka dirumahnya.

__ADS_1


"Cewe cowo?"tanya cakka


"Cewe,cantik pake banget!"ucap adit gembira


"Wih dede emes gue bertambah dong.Jadi penasaran gue."ucap rafael


"2"


"3"


"4"


"Lo ga penasaran van?"tanya rafael serius


Elvan yang ditanya,menatap sahabatnya satu persatu dan menyimpan hpnya keras dimeja membuat teman-teman dikelasnya kaget.


"Gak penting!"singkat elvan dan mengambil hpnya kembali melanjutkan permainannya.


"Lah lo mah kaya ga tau aja si elvan kaya gimana.Dia pedulinya cuma ke orang terdekatnya doang."ucap cakka yang diangguki oleh ketiga sahabatnya.


"Diam!"ucap elvan dengan penuh tekanan.


Cakka langsung menutupkan mulutnya kaget.Salah dirinya,seharusnya dia diam saja jangan banyak ngomong apalagi kalau menyinggung elvan yang sedang bermain game.


Cakka,Rafael dan adit berjalan ketempat duduknya dan menyibukkan diri masing-masing.


Cakka yang langsung terjun kedunia angka-angka yang disukai dari kecil.


Rafael yang sibuk bermain ig mencari gosip terbaru.


Adit yang langsung kedunia fisikanya.


Gael sedang membaca bukunya yang sedikit tebal.


Elvan?kalian pasti tahulah dia sedang apa kan?


Tak lama pun,guru indonesia datang dan mulailah pelajaran.


.........


10 MIPA 1


"Selamat pagi anak-anak."Sapa bu Elsa yang baru saja datang diikuti seorang perempuan dibelakang bu elsa


"Pagi Buk."Jawab para murid yang sudah duduk ditempatnya


"Kita kedatangan murid baru.Silahkan perkenalkan nama kamu."Ucap bu Elsa tersenyum kearah perempuan tersebut.Permepuan itu membalas senyuman gurunya.


"Hallo semuanya,perkenalkan nama aku Nayyara Kayla Sammira.kalian bisa manggil aku Nay.Aku pindahan dari Jogja.Salam kenal semua dan mohon bantuannya ya"ucap nay dengan senyuman manisnya.


"Yaampun senyumannya."


"Hati abang leleh neng."


"Gue cewe insecure lihat dia hiks."


"Wajahnya imut banget yaampun."


"Sudah-sudah jangan berisik.Nayyara kamu duduk dengan Faiza Aurelia Kinandita.Faiza angkat tanganmu."


Faiza pun langsung mengangkat tangannya sembari tersenyum hangat kepada Nayyara.


"Nayyara silahkan ketempat dudukmu."


Nayyara mengangguk sembari tersenyum kepada guru serta wali kelasnya.Nayyarapun menghampiri Faiza dan duduk disampingnya.


"Hai nama gue Faiza Aurelia Kinandita lu bisa manggil gue lia."

__ADS_1


Nayya tersenyum dan mengangguk paham kearah lia.


__ADS_2