Di Paksa Menjadi Pacar Bad Boy

Di Paksa Menjadi Pacar Bad Boy
BAB 18 Hari emosi Adit


__ADS_3

Rafael masih terdiam di tempat duduknya,pikiran ia terus saja ke arah elvan yang sangat aneh,adit yang sangat seperti monster sd,cakka tertidur seperti orang mati atau dia sudah mati?


Astagfirullah berdosa sekali pikiranmu rafael.


Gael?jangan tanyakan dia,rafael pun tidak tau ekpresi gael yang menunjukan kenapa.Ekspresi gael sangat susah di tebak seperti elvan.Apa karna mereka sama-sama es jadi seperti itu?


Yang menjadi tanda tanya besar adalah kenapa elvan dengan senang hati pahanya menjadi bantal untuk nayya.Ini sangat langka bagi rafael dan temannya melihat elvan seperti ini.


Jujur saja elvan pernah melakukan hal-hal romantis seperti ini di masa lalunya.Tapi semenjak sesuatu terjadi di masa lalunya,elvan tidak ingin di usik oleh perempuan.Tapi sekarang?


Apa dia beneran elvan?


Atau elvan terbentur kepalanya jadi seperti itu?


Rafael menggelengkan kepalanya agar sadar dari pikiran yang seharusnya ia tidak memikirkannya.Ingin rasanya rafael berdiri,sayangnya sangat susah.Seperti mendapatkan hati dia susah.


Jam sudah menunjukan pukul 21.00 wib,tapi mereka masih berada di ruangan rafael walaupun mereka saling diam.


"Van anterin dia."Singkat gael melirik sekilas ke arah elvan.


"Udah malam."Lanjutnya


Karna elvan dari tadi memainkan game kesukaannya,ia tidak sadar kalau sekarang sudah sangat malam.Apalagi ia tadi sudah bilang ke gael akan mengantarkan nayya.


Elvan menyimpan ponselnya di saku celana dan membelai rambut nayya dengan penuh kasih sayang.Entah dorangan darimana,dia tersenyum secara reflek sambil menatap dan memainkan rambut nayya gemas.


Rafael yang melihat senyuman elvan walau hanya tipis tapi masih bisa di lihat sangat jelas olehnya bergedik ngeri.


"Ya Allah keluarkan setan yang ada di dalam diri elvan.Ngeri gue lama2 dia kaya gini."Batin rafael


"No!gue yang anter dia pokonya."Tegas adit ketika melihat elvan berdiri.


"Gak."Singkat elvan


"Gue!"Ucap adit menghampiri nayya yangvmasih tertidur di sofa.Ia hendak menggendong nayya tapi legannya di tahan oleh seseorang.


"Napa sih!"Kesal adit ketika cakka menahan tangannya,mata cakka masih tertutup entah dia sudah bangun atau ngelindur.


Tukk...


"Lu tuh udah bangun atau masih di alam mimpi sih!"


Adit memukul kepala cakka gemas menggunakan buku majalah.Entahlah sekarang adit merasa ingin marah kesiapa pun.Dia juga bingung kenapa ia jadi gampang emosi? Apa dia kemasukan?Tidak mungkin lah dia kemasukan kan dia anak ustadz.


Cakka langsung menbuka matanya ketik kepalanya di pukul.Ia meringis kesakitan dan mengelus kepalanya yang masih sakit.


"Napa gue di pukul sih suradit!"


"Lu ganggu!"


"Lu yang ganggu!"


"Lu bocah!"

__ADS_1


"Lu jomblo."


"Lu juga dodol."


"Lu."


"Udah mending lu tidur sana hus hus."Ucap adit mengusir cakka.


"Udah ga mood gue."Ucap cakka sebelum pergi ke kamar mandi.


"Dasar bocah."Gumam adit


"Gue denger ya suradit dodol!"Teriak cakka ketika akan masuk kedalam kamar mandi.


"Buset itu telinga atau cctv cepet taunya."Batin adit


Adit langsung berbalik badan ke arah nayya dan elvan.Tapi ketika ia berbalik sofa yang tadi di duduki elvan dan nayya kosong.Kemana mereka berdua?


Elvan membawa nayya kemana?


Napa adit jadi selalu di sakiti?


"Elvan mana!"Teriak adit yang sekarang sudah benar-benar kesal dengan sikap elvan.Lama tidak ada yang menjawab ucapan adit,ia benar-benar sudah di puncak emosi ingin sekali ia berkelahi dengan elvan.Tapi,sayangnya ia masih sayang kepada diri sendiri,ia pun tidak ingin masuk rumah sakit seperti rafael.


"Napa lu berdua diem sih!"


"Dimana?"Ucap adit datar ke arah gael yang sedang menatap kearahnya dengan datar juga.


"Nayya?"


"Sama"


"Bareng?"


"Hm"


"Berdua?"


"Hm."


"Motor?"


"Truk."Bukan,itu bukan gael yang menjawab tapi rafael.Ia sudah duduk nyaman sambil menyender dan menatap datar ke arah adit.


Adit memutarkan bola matanya malas dengan ucapan dan ekspresi rafael yang sangat tidak cocok itu.Kalau buaya mau di ubah atau di apain pun tetap saja tidak cocok.Adit menghiraukan ucapan adit yang membuat ia ingin membawa adit bertemu dengan kembarannya.


"Mobil?"


"Hm."


"Kapan?"


Gael menatap tajam kearah adit yang sedang menatapnya dengan penuh tanda tanya.Ia menggeram kesal karna adit tak bisa berhenti untuk bertanya yang tidak penting.

__ADS_1


"Berisik!"Ucap gael singkat,ia menghampiri rafael yang sedang menatap ke arah mereka.Ia duduk di kursi dekat kasur rafael dan melanjutkan permainannya yang sempat tertunda.


"Gue kesel,kesel!"Ucap adit sedikit berteriak sambil memukul sofa yang tadi elvan duduki.Entahlah adit seperti kemasukan orang yang sedang jatuh cinta.


Cakka baru saja keluar dari kamar mandinya dan ia melihat kelakuan aneh adit yang memukul sofa dengan penuh emosi.Ia menghampiri adit dan mengambil segelas air sambil membacakan sesuatu yang tak didengar siapapun.


Rafael yang sudah yakin apa yang akan terjadi,langsung mengambil ponselnya dan sudah siap untuk merekam video yang akan seru ini.


1


2


3


Byurrr...


Cakka menyemburkan dan membasahi adit dengan air yang dia bawa ke arah adit.Adit sekarang sudah terdiam mematung dan membalikan badannya menghadap pelaku yang sudah membuat bajunya basah.


"Ya Allah apa salah hamba harus punya sahabat penuh dosa ini!"Batin adit


Cakka mengusap dadanya senang sembari mengucapkan alhamdulillah karna adit sudah sadar.Cakka yang menyadari dia di tatap oleh adit akhirnya menatap balik adit dengan cengiran yang ia buat semanis mungkin.


"Cakka."Ucap adit tersenyum paksa menahan emosinya.


"Ya aditkuhhh."Ucap cakka,awalnya ia akan memulik adit karna ia senang tapi adit menahan dirinya untuk diam di tempat.


"Lo sehat?"


"Sehat ko.Kan yang sakit rafael bukan gue."Balas cakka polos.


"Tadi lo ngapain gue?"Adit masih menahan emosinya ia berusaha untuk tidak berteriak lagi.


"Gue kan udah nyelamatin lo."


"Nyelamatin apaan dodol!"


Sudahlah adit tidak bisa lagi menahan emosinya yang sudah memuncak.Teman-temannya sama aja bikin dia emosi,tidak ada satu pun temannya yang bikin ia tenang.


"Baju gue jadi basah dodol!"


"Pengen gue berkata kasar sama l-"Ucapan adit terpotong oleh cakka yang tiba-tiba mengucapkan sesuatu yang membuat adit tambah emosi.


"Astagfirullah nak,sungguh berdosa sekali kamu dit.Ingat-"


"Lo diam woy.Emosi gue lama-lama disini.Bye!"


Adit mengambil tasnya dan menggunakan jaketnya untuk menutupi bajunya yang basah.Dia benar-benar heran kenapa sekarang ia merasa seperti rafael yang selalu emosi?


Ayolah adit tidak ingin cepat tua karna ia emosi terus!


Adit berjalan dengan penuh hentakan karna kesal dengan hari ini.Menurutnya hari ini adalah hari yang membuat dia sangat emosi.Dia tidak ingin hari ini terjadi lagi padanya,jika terjadi kepada temannya adit akan sangat bersyukur.


Siapa tau temannya langsung mempunyai akhlak ketika emosi terus.

__ADS_1


__ADS_2