Di Paksa Menjadi Pacar Bad Boy

Di Paksa Menjadi Pacar Bad Boy
BAB 6 Diantar Oleh Es


__ADS_3

Suasana didalam mobil begitu terasa sangat canggung.Kedua sejoli itu saling terdiam dengan pikiran mereka masing-masing.Nayya merasa sangat tegang disamping pria itu.


Mau membuka obrolanpun takut dimakan,pikirnya.


"Tadi malam nay mimpi apa ya?ko bisa dianter macan versi manusia."


"Bunda nay suka ka gael."batin nayya lagi tersenyum manis kearah depan.


Pria disampingnya melirik malas kearah nayyaa yang sedang tersenyum bahagia.


Dia menaikan satu alisnya bingung apakah cewe disampingnya ini 'tidak waras?'


Pria itu terdiam menatap lurus je arah jalanan,dia bingung terhadap dirinya sendiri kenapa bisa ini terjadi?padahalkan dia selalu tidak peduli dengan perempuan.


Kenapa ia reflek mengantar nayya kerumahnya?


Kenapa tidak membiarkan nayya diantar cakka atau adit?


Oh..


Dia baru menyadari sesuatu lagi.


Nayya tadi menabrak pria itu,anggap saja naya dianter dia sebagai tanggung jawab.


Ya,walaupun bukan salah dia.


Tapi,wanita selalu bilang kalau dia selalu benar kan?


Ya sudahlah lupakan.


"Dimana?"Ucap pria itu datar.


Pertanyaan pria itu menyadarkan dari khayalan nayya,ia mengerutkan dahinya bingung kearah pria itu.


Pria itu yang melihat nayya kebingungan berdecak kesal harus mengahadapi cewe aneh.


"Rumah lo dimana!"Ketus pria itu.


"Oh...Rumah nay."Ucap nayya mengetuk pelan dagunya melihat kearah jalan didepannya.


"Nay gak tau nama jalan sama komplek nay."Ucap nayya polos tanpa melihat lawan bicaranya.


Argh...


Gadis bodoh rumah sendiri saja dia tidak tau?


Bagimana kalau dia tidak diantar oleh pria itu?


"Bodoh."Ketus pria itu menatap jalan didepannya dengan kesal.


Dia harus mengantar nayya kemana,rumahnya saja tidak tau.Apa ia harus mengantarkan gadis bodoh ini ke rumah sakit jiwa?


"Ihh...Nay gak bodoh ya ka!"Ucap nay sembari memukul pelan lengan pria itu.


Pria itu menatap tajam kearah naya.Beraninya cewe aneh ini menyentuhnya.


Apa dia tidak tau,jika pria ini tidak suka disentuh?


Naya yang tak menyadari dengan tatapan pria itu,mengambil hpnya di dalam tas.


"Bentar,nay tanya ke abang nay."


...Abangmblo...


^^^Abangkuh...^^^


^^^Nama jalan sama komplek rumah nay apa ya?^^^


^^^Abang!^^^


^^^Bales ihhhhh kalau nay dibawa kabur gimana?^^^


^^^Abang ih bales!^^^


^^^Jangan nyari uang mulu ihhh^^^


^^^Nayya ilang tau rasa!^^^


^^^Tapi nayya ga mau ilang hiks^^^


Nayya mendengus kesal setelah memberi pesan ke abangnya,pesan yang di kirim belum dibaca bahkan belum di terima oleh abangnya.

__ADS_1


Kalau abang naya tidak ngebalas,apa dia akan dibawa kabur oleh kakak kelasnya ini?


"Huwaaa bunda nay gak mau diculik."batin naya.


"Kalau yang nyulik nay ka gael sih nay mau hehe."Batinnya.


Kalau sudah mengenal cinta ya gini,keliatan kurnag pinternya.


Drttt....


3 menit kemudian hp nayya berbunyi,tanda notif dari seseorang.Nayya langsung mengecek siapa yang chat padanya.


Fans jungkook (600pesan)


Fans upin dan ipin (5235 pesan)


Fans nusa (68 pesan)


Pencari cogan komik (1077 pesan)


Abangmblo (10 pesan)


Lia digantung (4 pesan)


Pengemar cilung mang ucup (10 pesan)


Pengemar kripik terbaru (49 pesan)


...Abangmblo...


Abang kan udah bilang sama kamu dek


Masa lupa sih


Cek note di hp kamu yang paling atas


Itu alamatnya


Jangan malu-maluin abang!


^^^Uluh abang cayang^^^


^^^Ihhh naya kan gak pernah malu-maluin!^^^


^^^Makasih abangku^^^


^^^Nanti bawa martabak telor ya bang^^^


^^^Jadi sayang abang deh^^^


Nayya menghela nafas lega,membuka aplikasi note dan menunjukkan hpnya kepada pria itu.


Pria itu terdiam sebentar,beberapa detik kemudian dia mulai paham yang dimaksud naya.Dia menganggukan kepalanya ketika melihat hp naya yang berisi alamatnya.


Kenapa tidak dia ucapkan?


Dasar,gadis ini benar-benar menyusahkan.


Pria itu mengantarkan nayya menuju rumah naya.Pria itu menatap lurus kearah jalanan dengan suasana tenang dimobil.Ya,suasana di mobil sepi,sunyi dan damai tentunya.


Jujur saja,sedari tadi nayya ingin membuka mulutnya tapi,percuma saja hanya dia yang bersuara.


Nayya tidak suka suasana seperti ini,naya ingin segera keluar dari mobil ini.


"Kenapa pria disamping nay tidak ramah sedikitpun?apa dia bukan manusia?."batin nayya


Nayya terus menatap pria itu dengan pikiran heran apa dia manusia?atau robot?


Karna nayya terus memikirkan yang aneh-anaeh,dia tidak menyadari bahwa mereka berdua sudah sampai di rumah yang cukup besar.


"Turun!"Ketus pria itu,tanpa berminat menatap naya


Nayya yang sedari tadi melamun,mulai tersadar menatap kearah samping.


Ya,benar mereka telah sampai,kenapa nayya tidak menyadari?


Akhirnya,naya keluar dari mobil itu tersenyum senang kearah pria itu.


"Ter-"


Brumm...

__ADS_1


Mobil pria itu langsung meninggalkan nayya tanpa mendengarkan ucapan naya.


Nayyaa mendengus kesal,dia belum mengucapkan terimakasih malah ditinggal saja.


Seperti gebetan saja yang ditinggal pacaran sama orang lain.ehh


"Nay gak mau ketemu lagi sama kakak itu!"


"Nay ga suka sama ka elvan!jahat."teriak naya sembari masuk kegerbang rumahnya dengan kaki yang terus dihentakannya.


Ya,pria yang mengantarkan nayya adalah elvan bukan gaelan.


.........


Markas Tiger


Suasana markas tiger dibawah sungguh ramai,banyak orang tertawa bahagia entah menertawakan apa.


Berbeda dengan keadaan di lantai atas,anggota inti tiger.Tiga orang pria di sana bergelut dengan pikiran yang sama,kecuali satu orang.


"Tadi gue gak salah liatkan?"Ucap cakka,membuyarkan pikiran temannya.


"Mau gue tampar pantat lu?"Tanya sinis Rafael yang baru masuk ke ruangan tersebut.


Cakka dan adit melotot kearah sumber suara dan menyebunyikan diri dibalik badan Gael.


Gael berdecak menatap tajam kearah adit dan cakka yang sudah berada di belakang badannya.


Temannya ini sangat mengganggu dia yang sedang membaca buku Filsafat.


Udah ganteng,perhatian,pinter,dingin, idaman para cewe bukan?


"Kenapa?"Tanya gael datar kearah rafael


Bayangkan saja,rafael datang ke markas dengan keadaan jalan sedikit membungkuk dan dibantu oleh  2 orang anggota junior tiger.


Oh ya,jangan lupakan lebam dipipinya yang membuat kegantengan dia sedikut luntur.


"Anterin gue sampe sofa itu."Ucap rafael datar yang diangguki oleh 2 juniornya.


"***** pantat gue."Teriak rafael ketika akan duduk di sofa.


"Pelan-pelan woy."Ketus rafael


Setelah rafael bisa duduk dengan nyaman,2 juniornya pamit pergi untuk berkumpul dengan yang lain.


"Kenapa?"Tanya gael datar


"Tuh.."Ucap gael datar sambil menunjuk adit dan cakka dengan dagu.


"Eh...Apaan sih lu fal!"Ketus adit


"Mau alasan lu berdua?"Datar rafael yang sudah mengepalkan tangannya.


"Kenapa!"Ketus gael dengan ekspresi datarnya menatap kearah adit dan cakka yang sudah ada disampingnya.


"Elvan sama lu juga salah tau!bukan gue sama adit doang!"Ketus cakka menatap rafael dengan mata yang hampir menangis.


"Jangan nangis dodol!"Gumam adit kesal.


Bayangkan saja,keadaan lagi genting begini cakka malah ingin menangis.


Kaga malu apa sama jaket tiger?


Ko bisa ya,cakka masuk inti tiger?


Gaelan memutar bola matanya malas dan menghiraukan keributan itu.


Melanjutkan membaca buku yang tadi keganggu oleh temannya.Tidak lupa earphone kesayanganya dia pake.


"Gue ga nangis valen!"Ucap cakka sembari menjitak kepala adit pelan.


"nama gue A.D.I.T. bukan valen!emang gue cewe ha?"ucap adit penuh penekanan dikata 'adit'.


"Elvan mana?"Tanya rafael sembari memakan kirca yang entah punya siapa itu.


Adit melotot kearah rafael yang sedang memakan kircanya.


Kircanya bukan hanya sebagai cemilan kesukaan adit,tetapi sudah menjadi separuh jiwanya.


Bruk...

__ADS_1


__ADS_2