Di Paksa Menjadi Pacar Bad Boy

Di Paksa Menjadi Pacar Bad Boy
BAB 20 Jarak dekat


__ADS_3

Nayya sudah terduduk manis di dalam mobil dengan ekspresi diam,termenung dan bingung tentunya.Ia bingung kenapa kakak kelas yang galak menjemputnya?kemana kak gael?


Jujur saja,ia saat ini sangat kesal dengan kakak kelas di sampingnya ini.Ia sudah berdandan tipis berlapis-lapis,selalu becermin dan berusaha perfect tentunya.


Dan apa ini?kenapa bukan ka gael yang menjemputnya?Apa bundanya berbohong kepada nayya?Bukankah bohong itu dosa?


Flashback On


Elvan menjentikkan jarinya di hadapan nayya yang sedang bengong itu.Nayya menggelengkan kepalanya untuk sadar dengan keadaan sekarang.Ia menatap elvan yang sedang menatap ke arahnya juga,apalagi jarak mereka sangat dekat.


Nayya menurunkan jari elvan di dagunya,ia memundurkan 2 langkah ke belakang agar ia masih bisa bernafas lega.


"Nay ingat kamu suka sama ka gael bukan sama ka elvan.Tapi wangi parfum ka elvan bikin nayya hilap ya Allah."Batin nayya


Nayya mengatur nafasnya agar ia bisa tenang dan mengubah ekspresi wajahnya.


"Ka elvan ngapain ke rumah nay?"Tanya nayya sesantai mungkin.


"Jemput"


"Jemput siapa?"Tanya nayya polos sambil memendongakkan kepalanya karna elvan telah berdiri dengan sempurna.


"Gadis cerewet."


"Ihhh naya gak cerewet tau ka!"Ucap nayya kesal sambil memukul lengan elvan sekuat tenaga.


Elvan yang melihat kelakuan nayya hanya menggelengkan kepalanya.Gadis di depannya ini sudah remaja tapi kenapa sifatnya masih seperti anak kecil?


"Yaampun,kenapa ka elvan malah bengong sih!ini udah siang tau."Ucap nayya kesal sambil mengehentakkan kakinya.


"Lama."Ucap elvan datar dan berjalan ke arah mobilnya tanpa mengajak nayya.


Nayya berlari kecil untuk menysul elvan.etika dia akan membuka pintu mobil elvan,nayya melihat orang serba hitam yang sedang menatap ke arahnya.


"Cepet."


Nayya pun langsung masuk ke mobil elvan!tanpa memikirkan orang yang serba hitam itu.


Flashback off


Nayya terus saja menatap jalanan dengan tatapan kosong dan pikiran yang selalu bertanya kemana ka gael? ia benar-benar bingung.


Nayya harus kesal dengan siapa?


Kalau ia kesal dengan bundanya apa dia tidak berdosa?


"Huft."Nayya berhembus kesal dengan keadaan ini.


Nayya melirik kearah elvan yang sedang serius mengemudi.Nayya baru sadar kakak kelasnya ini ganteng juga seperti ka gael.Tapi sayangnya ka elvan lebih dingin dan kejam dari pada ka gael.


Tunggu,apa ini?


Kenapa nayya deg-degan di samping ka elvan?


Jika ia deg-degan di samping elvan dan gael,artinya ia suka keduanya?


TIDAK!


Nayya menggelengkan kepalanya untuk sadar dari pikirannya yang tidak masuk akal itu.Nayya membuang muka ke arah jendela mobil sebelahnya.Nayya hanya suka,cinta dan ingin menjadi pacar ka gael.


Ya,Pacar ka gael!


Nayya harus bisa jadi pacarnya ka gael apapun nanti masalahnya.Nayya tersenyum senang ketika ia tidak lagi memikirkan ka elvan.Memang ia hanya menyukai ka gael bukan ka elvan.Tapi,soal deg-degannya?mungkin hanya reflek.


Elvan yang sedang menyetir melirik ke arah nayya yang sedang tersenyum seperti anak kecil di kasih permen.

__ADS_1


"Aneh."Gumam elvan ketika melihat nayya masih tersenyum dan bertepuk tangan dengan gembira.


Dari tadi elvan dan nayya terus saja terdiam tidak ada yang memulai percakapan.


Apakah kalian penasaran dengan nayya?


Ya,nayya masih seperti tadi tersenyum tidak jelas.Elvan yang melihatnya pun khawatir jika adik kelasnya ini ada kelainan jiwa.


Mobil elvan sudah berhenti di parkiran sekolah.Banyak siswi-siswi yang menatap mobil elvan penuh binar.Mereka sangat menunggu pemilik mobil tersebut keluar.


Elvan mendengus kesal ketika melihat banyak siswi-siswi mulai menatap mobilnya.Ayolah,buat apa mereka menatap mobil dirinya?atau menunggunya?sangat-sangat membuang waktu saja.


Elvan menatap ke arah nayya yang masih saja tersenyum senang sambil menatap jendela mobilnya.Elvan mengkerutkan dahinya bingung,apa yang adik kelasnya itu pikirkan?atau adik kelasnya itu sedang berkhayal yang aneh-aneh?


"Udah sampai."Ucap elvan tegas masih menatap nayya dengan tatapan teduhnya.


Tolong ingat elvan menatap nayya dengan teduh.


Sangat langka seorang elvan menatap seseorang dengan teduh,kecuali ibu dan adiknya.


Nayya menatap sekeliling parkiran sekolah yang sudah di penuhi oleh banyak siswi-siswi.Nayya menepuk pelan dahinya karna ia baru menyadari kecerobohannya.Seharusnya tadi ia minta ke ka elvam untuk turun di halte dekat sekolah saja agar ia tidak jadi bahan gosip anak sekolah.


Nayya menundukan kepalanya karna takut orang di luar melihatnya.Nayya terus saja berdoa agar ada seseorang yang membubarkan orang-orang di luar itu.


"Ya Allah nayya baru beberapa hari di sekolah baru masa harus punya musuh sih.Gak suka."Batin nayya kesal.


"Kaca gelap."Ucap elvan singkat karna ia tau kenapa nayya tiba-tiba menyembunyikan wajahnya.


Nayya mendongakkan kepalanya menatap elvan dengan mata puppy eyesnya dan bibir yang di buat manyun oleh nay.


Sial!


Elvan harus benar-benar menahan semuanya agar ia tidak khilaf terhadap adik kelasnya ini.Apalagi bibir adik kelasnya ini sangat merah dan menggoda imannya.Elvan membuang wajahnya ke arah kiri,ia mengatur nafasnya agar bisa tenang kembali.


"Turun."Ucap elvan datar yang sudah menatap nayya kembali.


"Nayya pengen turun sih ka,tapi di luar sana banyak orang.Gimana kalau nanti nayya di bu-"


Ketika akan menatap kakak kelasnya itu,ia kaget karna jarak antara dirinya dan elvan sekitar 6 cm cm.Menurut nayya ini sangat dekat sekali untungnya elvan menempelkan tisu di bibir nayya.Jika tidak,mungkin bibir nayya sudah tidak polos lagi.


Deg-Deg...


Ya,jantung nayya berdegup cepat seperti orang yang sedang dance ria.


"Ya Allah ini jarak ko deket banget sih.Tapi kalau dekat kaya gini nayya jadi tau kalau ka elvan ganteng."batin nayya


Nayya menatap polos wajah elvan yang sekarang ia akui jika elvan ganteng.Entah apa yang sekarang di bayangkan oleh nayya.Yang jelas,nayya tidak ingin menyianyiakan kesempatannya.


Elvan memajukan kepalanya sedikit,dia kira nayya akan mundur atau memberontak tapi gadis didepannya malah masih menatapnya.Elvan sudah yakin jika gadis di depannya sedang memujanya.Elvan langsung menhapus liptint nayya yang membuat elvan harus menahan godaan.Elvan tersenyum sangat tipis ketika liptint nayya mudah dihapus.


Elvan membuang tisu itu di tong sampah yang ada di dalam mobilnya.Ia menatap kembali nayya yang masih berkhayal dan menatap ke arahnya dengan wajah gembira.


Elvan mengikis jarak di antara mereka berdua menjadi 5 cm,elvan menempelkan jari tengahnya di bibir nayya yang sudah tidak merah sekali.Walaupun elvan sudah membersihkan liptint di bibir nayya,ternyata bibir gadis itu pink natural.


Sial!


Elvan mengumpat kesal karna bibir nayya yang sudah tidak di polesi apapun,masih saja membuat elvan tergoda.


"Kenapa bengong?"Tanya elvan lembut berusaha sesantai dan datar.


Nayya mengerjapkan matanya beberapa kali untuk sadar.Ia menatap ke arah elvan yang sedang menatap dirinya juga dan ia baru menyadari jika jarak diantara mereka sangat dekat.


"Yaampun bibir nayya di pegang ka elvan!hua bibir nayya ga suci hiks."Batin nayya sedih ketika melihat jari elvan di bibirnya.


Nayya menurunkan jari elvan dan memundurkan badannya.Ia berusaha mengatur nafasnya karna kejadian tadi yang snagat aneh menurutnya.

__ADS_1


"Tadi di mata nay gak ada belek kan?"


"-Ekak putar balik ya?"


Elvan menaikkan alisnya bingung dengan ucapan nayya.Kenapa harus putar balik?


"Diluarkan banyak orang,nayya takut di bul-"


Elvan langsung menjalankan mobilnya ke gerbang keluar.Ketika elvan keluar lagi dari sekolah,dia tidak di cegah oleh siapapun ya,karna dia anak pemilik sekolah itu.


Nayya tersenyum ketika kakak kelasnya ini tidak marah atau mengumpat.Mobil elvan berhenti di warung yang sangat asing bagi nayya.


Apa elvan mengajak nayya bolos?


Nayya melihat jam tangannya,ada 10 menit lagi sebelum bel masuk.Tapi,apa jarak dari sini ke sekolah dekat?


"Turun"Ucap elvan sudah turun terlbih dahulu dan berdiri di samping pintu mobil nayya.


Nayya mengatur nafas lagi,untuk bersikap normal dan tidak terlihat gugup.


Nayya berjalan di belakang elvan,ia berjalan sedikit bergesa-gesa karna nayya menyamakan jalannya dengan elvan.Kaki nayya yang pendek dan kaki elvan yang panjang membuat nayya sedikit susah untuk menyamakan jalannya.


Tukk...


Elvan tiba-tiba berhenti di depan nayya tanpa memberi aba-aba.Membuat dahi nayya membentur punggung elvan yang sangat keras itu.


"Ihh,ka elvan kalau mau berhenti bilang-bilang dong sakit tau!"Ucap nayya kesal sambil mengusap dahinya yang terasa sakit.


Adit dan cakka langsung menatap ke arah belakang elvan.Mereka berdua langsung berdiri dan menghampiri gadis yang di belakang elvan.


"Ade manis gapapa kan?"Ucap cakka khawatir sambil mengusap dahi nayya.


"Sakit banget gak?"


"Wih dahi lu merah dikit."


"Kebanyakan es sih jadi punggunya es juga."Ucap adit santai tanpa menyadari jika ada seseorang yang sedang menatapnya dengan penuh emosi.


Elvan langsung menarik nayya ke belakang tubuhnya.Adit dan cakka berkacak pinggang kesal karna kelakuan elvan yang membuat kebahagiannya luntur.


"Ka elvan,nayya mau sekolah bukan bolos ih!"Ucap nayya sambil menarik-narik ujung seragam elvan.Memang,elvan dan teman-temannya (kecuali gael) jarang memasukkan seragam ke celana.


"Nanti ada yang ngejemput."


Bukan,bukan elvan atau cakka dan adit yang mengucapkan itu.Tapi pria yang sedang duduk di pojok,pria itu memegang buku yang sangat tebal bagi nayya.Pria itu tersenyum lembut ke arah nayya yang sedang mentapnya juga.


Nayay tersenyum sennag ketika pria itu tersenyum sangat manis ke arahnya.


"Ka gael."Teriak nayya senang,ia ingin menghampiri gael yang duduk di pojom itu.Tapi,lengannya di tahan oleh elvan.


"Ihh ka elvan ngapain pegang tangan nay!"Teriak nayya kesal dan berusaha melepaskan tangan elvan tapi tetap saja susah.


Elvan menunduk dan mengikis jarak diantara mereka berdua lagi.Jarak mereka sangat dekat sekali sekitar 4 cm,.Elvan menempelkan jari telunjuknya di bibir nayya lagi.


"Diam."Ucap elvan dan menatap nayya sangat lembut.


Orang-orang disana termasuk nayya kaget dengan tindakan dan ucapan elvan.Mereka tidak percaya jika di depannya benar-benar elvan.


"Nayya!"


Teriak seseorang yang berlari ke arah nayya,seseorang itu tidak sendiri tapi bersama 2 temannya.


Elvan langsung memundurkan jarak antara mereka dan duduk di kursi samping nayya.Elvan berekspresi seperti tidak terjadi apa-apa,wajah dia seperti biasa datar dengan mata tajamnya.


Kira-kira siapa yang memanggil nayya?

__ADS_1


Kenapa elvan bersikap lembut?


__ADS_2