Different World

Different World
Chapter 10


__ADS_3

Soohyun menatap pelakunya kesal. "Oppa, kau bisa membunuh sang healer" kata soohyun kesal. "Sorry, aku hanya ingin melihat kecepatanmu" jelas pria itu keluar dengan seseorang yang lain. "Kau seperti tidak tahu Hwang Minhyun. Dia sangat suka bermain" kata pria lainnya. "Diamlah, Kim jonghyun" gerutu pria pemanah yang diketahui bernama minhyun itu.


Soohyun tersenyum. Soohyun melepaskan tangannya dari lay dan menghampiri panah cahaya itu. Perlahan tangan soohyun menyentuhnya sebelum panah itu hilang. "Siapa kalian?" Tanya Lay polos. "Aku minhyun dan ini jonghyun" kata minhyun memperkenalkan dirinya dan jonghyun. "Bukan nama tapi kalian dari klan mana?" Tanya lay lagi.


"Mereka dari pulau lain, Lay." Jelas soohyun. "Pulau lain?" Tanya lay bingung. "Sapphire Island" jawab jonghyun. "Sapphire Island? Itu pulau dari para exorcist yang ada didalam dongeng yang selalu diceritakan keluargaku. Exorcist para kaum yang terlahir dengan keahlian bertarung dan juga penyembuh" kata Lay semangat. "Ya, tidak semua terlahir seperti itu. Kecuali orang yang special" jelas minhyun.


"Tapi kenapa kalian ke sini?" Tanya lay excited. "Karena aku butuh bantuan mereka. Lalu lay aku butuh dirimu untuk membantu juga" jelas soohyun. "Apa itu?" Tanya lay bingung. "Aku butuh kekuatan healingmu" jelas soohyun. "Aku mengerti" kata lay setuju.


Festival


Semua nampak menikmati festival yang digelar baik murid day class maupun night class. Semua menikmati game yang ada disana. Baekhyun dan Chen berlomba mendapatkan perhatian Mijin. Kedua seakan bermain game untuk mengalahkan satu sama lain agar dapat point tertinggi. "Kalian lihat soohyun?" Tanya luhan pada chanyeol.


"Dari tadi pagi bahkan saat di dorm. Kami tidak melihatnya" jelas chanyeol. "Mungkin dia sedang pergi dengan dua teman barunya" jelas xiumin. "Teman baru?" Tanya luhan bingung. "Jonghyun dan minhyun." Jelas tao. "Anehnya dia memanggil mereka oppa" bisik sehun ditelinga luhan. "Apa?!" Teriak luhan tanpa sadar.


Sehun dan yang lainnya mengangguk membenarkan. Mereka tentu sudah tahu kalau sehun akan memberitahu hal yang membuat mereka aneh juga. Sebutan oppa yang disandangkan oleh minhyun dan jonghyun mengingat umur mereka nampaknya masih muda. "Kita harus mencari soohyun sekarang" kata luhan panik. Chen, baekhyun dan mijin tentunya. Keduanya masih bersaing sampai temannya sudah pergi pun mereka tidak sadar. Sedangkan mijin nampak kosentrasi menonton mereka berdua.


@atap sekolah


"Malam ini, kurasa kau akan mengalaminya jadi kuharap kau kembali ke dorm saja. Kalau kau ikut festival maka akan ketahuan" jelas jonghyun. "Aku juga merasa tidak terlalu baik hari ini" gumam soohyun terduduk diam sambil menyender tembok dibelakangnya.


"Ini karena hari ini bulan purnama. Ini tahap evolusi bagi kita semua" kata minhyun. "Kurasa kalian juga merasakannya dulu" kata soohyun tersenyum. "Iya, saat itu umur kami sangat muda tapi kami sudah berevolusi, lebih cepat dibanding yang lain" kata minhyun. "Itu sudah sangat lama sekali. Kau adalah satu satunya yang bukan keturunan darah murni tapi mampu berevolusi" kata jonghyun santai.


"Kurasa kau benar. Aku bahkan tidak tahu siapa aku sampai aku masuk dalam memories road. Kukira aku sepenuhnya vampire tapi kurasa tidak? Aku campuran" kata soohyun menerawang memandang langit. "Karena itu kau harus tetap dikamarmu. Kami akan menemanimu" tambah minhyun. "Ini akan menjadi lebih sakit dan menderita untukmu dibanding saat kami dulu. Karena kau berdarah campuran. Kau harus memenangkan ini" kata jonghyun ikut menatap langit biru yang nampak cerah.


Taklama pintu terbuka kasar. Semua yang datang menatap ke berbagai segala penjuru dan mereka berhenti di tempat soohyun, minhyun dan jonghyun duduk. Mereka semua berjalan ke arah mereka. Mijin nampak mengatur nafasnya karena berlari ke sini.

__ADS_1


"Manusia?" Gumam minhyun menaikkan alisnya. "Memangnya kenapa?" Tanya mijin kesal. "Bride of the Island? Huh?" Sindir jonghyun. Mijin menyerngit bingung. "Dari mana kau tahu?" Tanya baekhyun waspada. "Kami tidak tertarik dengan Bride of the Island dari pulau ini. Lagipula itu tidak ada hubungan dengan kami" jelas seorang pria berdiri diatas tembok pembatas atap.


"Hyung, kau tidak boleh begitu" nasehat pria disebelahnya. "Dongho ah, aku sudah bilang kau tunggu disana. Kenapa kau ikut datang?" Marah minhyun pada pria yang menjawab atau tepatnya menyindir perkataan baekhyun. "Bilang saja kau tidak suka dongho membawa guanlin ke sini juga" kata seorang pria yang baru saja datang. "Minki, kau juga datang?" Tanya jonghyun. "Perintah dari ketua" kata minki santai. "Benar, guanlin masih perlu banyak latihan. Aku tidak suka dia dibawah ke tempat para vampire dan werewolf" gerutu minhyun kesal.


Para vampire dan werewolf nampak kesal. Sedang Lay dengan santai duduk di samping minhyun tanpa merasa tersinggung. "Kau tidak marah?" Tanya chen bingung melihat sikap lay. "Kami teman" kata Lay santai. "Bukan itu maksudku .." perkataan chen terpotong. "Kurasa tujuan kita ke sini sudah melenceng" kata sehun memotong chen.


"Kenapa kita tidak saling berkenalan" kata minki santai. "Aku setuju" kata suho. "Baiklah" kata minki senang. "Aku Choi Minki, Pria yang tinggi disana Lai Guanlin, disampingnya Kang dongho, Lalu yang duduk disamping kanan soohyun itu jonghyun. Disamping kiri itu namanya minhyun." Jelas minki senang. "Dia suka membuat teman dengan siapa saja" jelas minhyun pada lay yang menatapnya dengan ekspresi bingung. Lay mengangguk paham.


"Kalau begitu ini giliranku .." perkataan suho dipotong. "Kau bisa menghentikan perkenalan jati dirimu. Tanpa kau sebut mereka sudah tahu" kata soohyun santai. Suho cemberut karena dipotong sedangkan yang lain nampak kaget. 'Mereka tahu? Siapa mereka?' Pikir semuanya.


"Baiklah, aku Kim joonmyeon biasanya dipanggil suho" jelas joonmyeon. "Aku Oh Luhan" kata luhan waspada. "Oh Sehun, adik kembar Luhan" jelas sehun. "Huang Zi Tao" kata Tao merasa waspada. "Aku Kris, ini chen, dan xiumin lalu lay" jelas kris memperkenalkan teman seteamnya. "Kim jong in atau orang memanggilku kai" jelas kai. "Aku chanyeol, salam kenal" kata chanyeol ramah. "Byun baekhyun dan ini mijin" kata baekhyun nampak protektif pada mijin. "Do kyungsoo, kalian bisa memanggilku D.O" jelas D.O nampak santai.


"Tujuan kalian ke sini apa?" Tanya Guanlin to the point. "Tujuan kalian ke sini untuk apa?" Jawab Chen balik dengan pertanyaan. "Yang jelas lebih penting dari kalian" sindir dongho pedas. "MWO?!" Teriak Chen merasa tersindir. "Kalian vampire?! Kami sudah punya bukti untuk itu?!" Teriak ketua murid day class, Kim Jaeyong. Soohyun memutar bola matanya malas. 'Jangan lagi' pikir yang lainnya.


Semuanya berantakan penuh dengan selembaran bertuliskan murid night class adalah vampire. Ketika soohyun dan teman temannya keluar, murid day class nampak ngeri melihat mereka semua.


"Apa yang bisa kau jelaskan lagi? Jelas jelas ada buktinya sekarang. Kalian memang bisa terkena sinar matahari tapi kulit kalian semua itu dingin walaupun terkena sinar matahari dan walaupun kalian terluka. Luka kalian bisa sembuh dengan cepat" kata jong min serius sambil membaca ciri ciri yang ada di lembar kertas setelah tulisan murid night class adalah vampire.


"Kalau apa yang tertulis disana tidak benar. Apa yang akan kau lakukan?" Tanya soohyun santai. "Kami tidak akan mencurigai atau mengusik murid night class lagi" kata jaeyong yakin. Para murid night class nampak geram. Soohyun menghentikan mereka. "Baiklah" kata soohyun maju. "Noona berhenti" kata guanlin berusaha menghentikan soohyun. Dongho menahan guanlin sambil menggelengkan kepalanya. Guanlin terdiam setelah melihatnya.


Minhyun, Jonghyun dan Minki, mereka bertiga memyeringgai. 'Kalian kalah' pikir mereka bertiga senang. "Pegang" kata soohyun. Jaeyong menyeringgai dan memegang tangan soohyun. Mata jaeyong melebar karena penasaran jong min ikut menyentuh tangan soohyun. "Hangat" kata jong min membuat murid day class menyerngit bingung.


Tapi jaeyong tidak menyerah. "Kau bisa saja menyamarkannya. Luka? Kalau kau terluka tapi lukamu tidak sembuh dengan cepat berarti kau manusia sama seperti kami" kata jaeyong santai. "Apa kau gila?" Tanya luhan marah. "Kenapa? Kau takut?" sindir dongmin lalu mengeluarkan pisau untuk soohyun. Soohyun mengambil pisau itu dan mengiris pergelangan tangan kirinya.


Darah mengucur keluar dari pergelangan tangan kiri soohyun. Jaeyong dan jong min kaget. "Bagus kalian?! Puas setelah membuat teman kalian terluka seperti ini?" Marah yoochun. Dongho dengan sigap menahan soohyun yang hampir roboh dan mengangkatnya pergi diikuti guanlin dibelakang dongho. "Awas kalian, kami tidak akan melupakan hal ini. Setelah kalian dengan beraninya membuat ketua kami terluka" kata murid night class marah. Para murid night class memutuskan kembali ke twilight dorm. Festival sudah hancur karena murid day class itulah anggapan murid night class.

__ADS_1


"Kalian ini bahkan lebih buruk dari monster" sindir minki lalu pergi disusul minhyun dan jonghyun. "Apa yang harus kami lakukan padamu sekarang?" Kata suho marah besar. Semua murid day class terdiam terutama jongmin dan jaeyong. Keduanya tak berkutik. "Sudahlah, lebih baik kita kunjungi soohyun" kata luhan menarik suho pergi. Sebelum suho lepas kontrol dan menyerang mereka semua dengan mode vampirenya. Semuanya mengikuti suho dan luhan dalam diam termasuk mijin dan baekhyun.


@aula makan


Semua murid night class mendiskusikan keanehan soohyun dan menjadi heboh. Untung saja tempat mereka kedap suara sehingga tidak ada yang mendengar hal ini. Tapi untuk kalangan vampire, kedap suara tetap bisa terdengar. Setidaknya manusia tidak akan mendengar pembicaraan mereka.


"Sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya mijin bingung. "Kenapa vampire tidak bisa menyembuhkan lukanya sendiri?" Tanya sehun bingung. "Kurasa dia kekurangan stock darah" jelas baekhyun. "Kurasa lebih dari itu" kata kris serius. "Apa maksudmu?" Tanya chen. "Kalian tidak merasa orang orang yang datang tadi cukup aneh?" Tanya suho. "Soohyun bilang mereka tahu siapa kita tanpa di beritahu" jelas xiumin. "Kau benar? Siapa mereka?" Tanya chanyeol. "Apa mereka campuran vampire dan werewolf dengan begitu bukannya mereka bisa mengenali kalian?" Kata mijin. "Kurasa bukan melihat dirinya menyindir kedua kaum ini" jelas Tao.


"Mungkin saja mereka hunter. Bukan hal aneh mereka tahu origin kita tanpa bertanya?" Kata D.O serius. "Kurasa mereka bukan hunter" kata luhan. "Apa maksudmu?" Tanya kai bingung.


"Jati diri ..." kata luhan terpotong. "Luhan" kata suho dan kris menghentikan perkataan luhan. "Kurasa mereka pantas tahu kris suho ah" kata luhan. Kris dan suho terdiam. Luhan menceritakan semua tentang pertemuan mereka dengan kepala sekolah. "Aku akan ikut" kata mijin. "Aku juga" kata baekhyun. "Kalian tidak boleh" kata suho tegas. "Kenapa?" Protes baekhyun dan mijin kesal. "Bahkan vampire sekalipun kalian akan mati" kata kris serius.


"Soohyun sedang sakit dan kami harus membiarkannya pergi sendiri?" Kata mijin kesal. "Perkataan mijin benar. Kami akan ikut apapun yang terjadi" kata baekhyun. "Aku setuju dengan itu. Aku akan ikut" kata Luhan akhirnya.


malam harinya


@ruang perpustakaan


"ARGHHHHHHH" jeritan soohyun terdengar dari telinga para vampire. Jeritan memilukan dan mengerikan. Para vampire yang sedang melakukan aktivitasnya sudah diperingatkan oleh beberapa teman baru soohyun untuk tidak mendekat. Tepatnya soohyun yang memberi mereka perintah untuk tidak mengubris hal yang terjadi malam ini dan mereka percaya pada soohyun sebagai pemimpin mereka.


@depan pintu kamar soohyun


Baekhyun, Suho, Chanyeol, Kai dan D.O nampak berkumpul disana. "Biarkan kami masuk" kata suho tegas. "Tidak bisa" tolak minki. "Kalian tidak tahu? Soohyun sedang kesakitan" kata kai kesal. "Kami tahu" kata dongho datar. "Kalau begitu biarkan kami masuk" kata D.O berusaha bersabar. "Tidak boleh" kata Guanlin.


"Kalian bilang tahu dia kesakitan tapi kalian tidak peduli? Teman macam apa kalian? Soohyun butuh kami. Kalian tidak mengerti perasaannya?!" Kata chanyeol marah. "Dia harus mengalaminya dan berkembang. Sakit seperti ini juga pernah kami rasakan. Kalian yang tidak mengerti" kata minki kesal. "Pulanglah ke kamar kalian" kata dongho datar. "ARRRGGGGHHHH" Teriak soohyun makin memilukan.

__ADS_1


__ADS_2