Different World

Different World
Chapter 12


__ADS_3

"Nyawa mereka dalam bahaya karena mereka keras kepala" jawab pria itu keluar dari diagram. "Aron hyung?" Tanya minhyun menyerngit. "Woah, hyung" kata minki langsung menerjang aron karena sangking senangnya. Aron tersenyum melihat tingkah minki.


Chanyeol, Kai dan Lay terdiam mendengarnya. "Tapi tenang saja, aku rasa soohyun noona akan bisa membawa mereka pulang walaupun dalam kondisi sekarat" kata guanlin membuat wajah mereka tambah khawatir.


---Twilight Dorm---


@ruang santai


"Menurutmu East Forest itu berisi apa?" Tanya kris cemas. "Sesuatu yang tidak bisa di jamah oleh kaum vampire, werewolf maupun manusia" jawab Tao santai. "Tapi soohyun setengah vampire dan setengah manusia. Kalau dia ke sana tidak mungkin tempat itu kalau tidak bisa dijamah vampire ataupun manusia" jelas suho.


"Apa kalian tidak merasa aneh?" Tanya sehun membuat yang lain bingung. "Apa? Aneh bagaimana?" Tanya chen bingung. "Auranya lebih kental akan sesuatu yang lain. Yang jelas bukan manusia ataupun vampire. Aku dan xiumin sudah mendiskusikannya" jelas D.O menatap xiumin.


"Berarti bukan hanya aku dan Tao yang merasakannya." Kata sehun mengangguk. "Aura yang sama dengan teman baru soohyun yang datang" kata Tao diangguki oleh Xiumin, D.O dan Sehun. "Mungkin ada sesuatu terjadi? Ingat kemarin malam soohyun menjerit kesakitan" kata suho setujui oleh D.O yang juga mendengarnya.


"Kurasa ini ada hubungan dengan kejadian tadi malam ditambah teman soohyun mengusir siapapun yang datang." Jelas D.O diangguki Suho. "Jeritan itu mungkin memang ada hubungan dengan hal ini" kata sehun santai. "Kurasa ini akan jadi menarik" kata Tao menyeringgai.


---East Forest---


@ruang bawah tanah


Soohyun memimpin jalan dikuti luhan, baekhyun dan minji yang bergandengan tangan dan terakhir jonghyun. Awalnya mulus sampai soohyun mengangkat tangannya. Otomatis luhan dan yang lainnya berhenti.


"Ada apa?" Tanya luhan. "Jebakan" kata soohyun perlahan melihat lantai dengan seksama. "Ikuti aku" kata soohyun. Perlahan soohyun berjalan dengan hati hati di ikuti luhan dan baekhyun. Sayangnya sangat giliran mijin, mijin terpeleset dan terjatuh lantai turun seakan roboh. Jonghyun dengan cepat menarik tangan mijin sebelum mijin ikut jatuh.


"Hampir saja" kata jonghyun membantu mijin kembali ke pijakan semula. "Seperti yang kalian lihat, lantai selain yang kita pijak adalah jebakan. Karena seluruh lantainya sudah runtuh kalian bisa melihatnya sekarang" jelas jonghyun. Semuanya mengangguk mengerti.


Taklama mereka melewati pijakan tadi. "Terima kasih sudah menolong mijin" kata baekhyun tulus. "Tidak usah sungkan. Itu sudah tugas kami" jelas jonghyun. "Tapi bagaimanapun kau sudah menyelamatkanku terima kasih" kata mijin berterima kasih. Jonghyun mengangguk.


"Soohyun apa kau akan pergi?" Tanya luhan. Soohyun menatap luhan lalu mengangguk setelah menatap ke depan lagi. "Pulau ini milik kakakku." Kata soohyun singkat. "Tapi kau masih bisa tinggal kalau kau mau" jelas luhan. Soohyun menatap luhan kembali. "Kurasa aku tidak bisa. Ada sesuatu yang harus aku selesaikan" jelas soohyun. "Apa itu?" Tanya Luhan.


"Itu rahasia kami. Orang lain tidak boleh tahu" jelas soohyun menatap mijin dan baekhyun yang berbincang dengan jonghyun tentang berbagai macam hal. Soohyun tersenyum melihatnya. "Kau tahu? Orang datang dan pergi setiap hari. Orang immortal seperti kami tidak bisa memilih. Dan terus hidup sampai waktu yang bahkan tidak kami tentukan." Kata soohyun ambigu.

__ADS_1


"Sekarang kau adalah exorcist. Kurasa kau bisa hidup normal layaknya manusia. Kau sudah normal sekarang" kata luhan. "Begitukah?" Tanya soohyun menatap jonghyun yang menghampirinya. "Kurasa kita harus berangkat sekarang" kata jonghyun. Soohyun mengangguk.


"Apa kita perlu buru buru?" Tanya mijin. "Sebelum bulan muncul, ini sudah hampir siang. Kita harus berangkat sekarang" jelas soohyun kembali berjalan. Kali ini jonghyun mengikuti soohyun. Diikuti baekhyun, mijin dan terakhir luhan. Luhan masih memikirkan perkataan soohyun.


Karena tidak kosentrasi luhan terus berjalan dan tanpa sengaja menginjak jebakan. Panah keluar mengarah ke luhan dan dihentikan jonghyun. "Kau mau mati?" Marah jonghyun. Soohyun nampak melihat ukiran di dinding balik menatap luhan. Mijin dan baekhyun yang ikut memperhatikan tindakan soohyun juga berbalik menatap luhan. "Maaf aku tidak kosentrasi" jujur luhan.


Semua orang berhenti karena soohyun berhenti melihat ukiran hanya luhan yang terus berjalan. "Jalan ini penuh dengan jebakan buatan ayahku dan melihat ada beberapa yang rusak kurasa para manusia pernah melewati tempat ini setelah menjadikan beberapa orang kambing hitam untuk melewati jebakan ini" kata soohyun menatap jonghyun.


"Aku tidak menyangka ada tempat dimana vampire ikut campur" kata jonghyun. "Kalau kau tahu bagaimana sifat ayahku, kau juga pasti menduga ada jebakan buatannya di sini" kata soohyun menaikkan bahunya. "Aku bisa memakai modeku?" Tanya baekhyun santai. "Karena disini buatan vampire, kurasa kau bisa tapi setelah lewat dari sini. Tidak ada yang tahu" kata jonghyun santai.


"Tepat sekali. Sebaiknya kita pergi" kata soohyun. Baekhyun berjongkok di depan minji. "Kenapa?" Tanya mijin. "Naik ke punggungku" kata baekhyun. "Kenapa? Aku bisa jalan sendiri" kata mijin bingung. "Kurasa lebih baik, kau naik ke punggung baekhyun. Kau akan aman di sana" kata jonghyun. "Naik, ini tempat buatan vampire. Ini akan bereaksi lebih cepat dari gerakan manusia. Kalau kalian salah pijak" jelas soohyun.


Mijin akhirnya naik, dia mengalungkan tangannya di bahu baekhyun. "Kita berangkat sekarang" kata baekhyun semangat membuat mijin sedikit malu. "Tentu saja" kata jonghyun santai. Mereka perlahan berjalan dengan waspada. Luhan salah pijakan membuat dirinya terkena panah disaat terakhir. Soohyun langsung menarik luhan ke dalam zona aman.


"Panah?" Kata mijin ngeri setelah baekhyun menurunkannya. "Baekhyun, kau pegang luhan. Aku akan mencabut panahnya" kata jonghyun. Baekhyun menurut. Baekhyun memegang luhan dan jonghyun mencabut panahnya. Soohyun hanya menatap luka luhan dengan pandangan dingin. "Kenapa kau diam saja?" Kata mijin pada soohyun kesal.


Tidak ada tanda soohyun membantu luhan membuat mijin kesal. "Itu hanya panah biasa tanpa racun" kata soohyun santai. "Tapi kau bisa membantu luhan. Kau tahu baekhyun tidak terlalu akrab dengan darah?" Marah mijin. "Hentikan!" Kata jonghyun membalut luka luhan. Soohyun menatap lurus pada lorong tidak mengubris perkataan mijin.


@pinggir sungai


"Apa seserius itu?" Tanya kai pada aron. "Kurasa akan ada sesuatu yang tidak bisa kalian bayangan disana." Kata aron santai. "Seperti apa?" Tanya chanyeol. "Racun, jebakan, tipuan dan berbagai macam. Itu adalah tempat dimana para manusia tidak boleh datang bahkan werewolf dan vampire walaupun kalian cepat tanpa tahu. Kurasa para manusia yang pernah datang dalam rombongan besar banyak yang mati disana" jelas minhyun santai.


"Maksudmu pelaku pembakaran vampire village?" Tanya lay. "Bisa dibilang begitu. Mereka tidak tahu, mereka justru tidak boleh melukai orang yang tidak bersalah" kata dongho santai. "Walaupun mereka dari kaum yang berbeda dari mereka" tambah guanlin. "Itu sudah terjadi lama sekali. Mungkin saja kalau kita tahu lebih cepat. Soohyun masih punya ayah dan kakaknya. Soohyun juga tidak mempermasalahkan hal ini lagi. Lebih baik kita juga move on" Kata minki.


"Lagipula temanmu akan pulang dengan mungkin luka tapi tidak mengancam nyawa" kata minki. Tapi bagaimanapun chanyeol dan kai sangat khawatir sedangkan lay menatap minhyun dan dibalas anggukan. Itu alasan mereka butuh lay bersama mereka. Untuk penyembuhan.


@ruang bawah tanah


"Apa yang datang?" Tanya luhan berdiri menahan sakit diperutnya. "Segerombolan orang" jelas baekhyun. "Tepatnya zombie" jelas jonghyun. "Byun baekhyun, apa kau bisa bertarung dengan mereka?" Tanya jonghyum santai. "Tentu saja" kata baekhyun semangat. "Kalau begitu luhan dan mijin dibelakang" kata jonghyun santai. "Jangan pakai mode vampiremu di daerah ini" kata soohyun. "Aku tahu" kata baekhyun.


"Aku akan membantu" kata luhan mengeluarkan pedangnya. Soohyun menatap luhan. "Tugasmu melindungi mijin. Kami bisa menghandle tugas menyerang" kata soohyun sambil menatap luhan. Perlahan golden eyes miliknya berubah warna menjadi sapphire. Mijin dan luhan nampak shock. Para zombie mulai datang. Soohyun siap dengan pedang kunonya.

__ADS_1


Pertarungan pun dimulai. Soohyun menebas para zombie yang datang. Jonghyun dengan pedang suci emerlardnya ikut menebas dan baekhyun sibuk memukul mundur mereka agar tidak mendekat ke arah luhan dan mijin. Dua zombie lolos dan menuju arah luhan dan mijin. Luhan mulai melawan dua zombie itu sambil melindungi mijin.


Seperti yang diduga. Lukanya kembali terbuka dan membuatnya terjatuh. Luhan mengunakan pedangnya menahan berat tubuhnya agar tidak roboh. "Luhan" teriak mijin histeris. Dua buah panah berwarna sapphire dan emerlard mengenai dua zombie itu perlahan zombie itu berubah menjadi debu. Mijin menatap soohyun dan jonghyun yang memegang busur panah mereka.


Para zombie di daerah mereka sudah tidak tersisa. Baekhyun segera berlari ke arah mijin. Mijin hampir saja jatuh kalau baekhyun tidak menahannya. Mijin nampak ketakutan. Soohyun dan jonghyun nampak menghampiri luhan. Jonghyun membaringkan luhan dan memeriksa luhan. "Kita harus cepat" kata jonghyun. Soohyun mengangguk.


Mijin gemetar ketakutan. "Ini salahku. Harusnya aku tidak mengusulkan datang ke sini" kata mijin menyalahkan dirinya sendiri. "Aku salah, maafkan aku. Ini salahku kalau luhan .. kalau terjadi sesuatu pada ... kalau sesuatu .." perkataan mijin terus terhenti. "Kalau sampai luhan .." perkataannya kali ini dihentikan oleh ciuman baekhyun.


Mata mijin melebar. Jonghyun dan soohyun memutar bola matanya malas. "Kalian bisa menyatakan cinta setelah keluar dari sini" sindir jonghyun. Baekhyun melepaskan ciumannya. Seakan berada di dunia mereka sendiri. "Kita akan keluar dengan selamat jadi jangan takut. Luhan akan selamat setelah kita keluar. Ingat ada lay bukan?" Kata baekhyun lembut.


Wajah mijin memerah karena malu. "Kalian benar, tapi kalau kalian mengundur waktu. Luhan akan meninggal karena kehabisan darah" sindir soohyun kesal. Baekhyun dan mijin merasakan perubahan ekspresi dari soohyun yang selalu bertampang dingin dari mereka datang. "Baiklah" kata mijin dan baekhyun bergandengan tangan. Jonghyun memapah luhan.


"Setelah kita lewat dari lorong ini. Jangan ada yang bernafas. Kita harus menahan nafas sampai lorong selanjutnya" kata soohyun serius. "Kalau kami tidak berhasil menahannya?" Tanya mijin bingung. "Kalian akan mati" kata jonghyun membuat yang lain terdiam selain soohyun yang sudah tahu jawabannya.


Perlahan mereka melewati lorong itu. Asap mulai keluar saat mereka masuk ke dalam. Sampai setengah jalan baekhyun, mijin dan luhan kesulitan menahan nafas mereka. Perlahan mereka terbatuk dan menghirup gas itu. Jonghyun segera mempercepat jalannya sedangkan soohyun menarik baekhyun dan mijin segera keluar.


@zona tanpa gas


Soohyun menuju diagram di tengah ruangan. Soohyun mengiris telapak tangan kirinya dan menempelkan telapak tangan kirinya dalam diagram itu. Diagram itu perlahan aktif. Jonghyun memapah luhan kesana.


"Apa kalian bisa jalan ke sana?" Tanya soohyun pada mijin dan baekhyun. Baekhyun mengangguk sambil mengendong mijin bridal style. Mijin tadi terduduk akibat asap itu. Mijin mengalungkan tanganya di leher baekhyun. Perlahan keduanya memasuki diagram aktif itu. "Soohyun?" Panggil baekhyun. Sebuah sosok muncul. Jonghyun membungkukkan kepalanya.


"Lama tidak bertemu jonghyun. Sudah lebih dari seratus tahun. Aku senang kau mengirimiku pesan walaupun kau selalu menolak datang kesini. Aku juga bersyukur, kau datang untuk soohyun. Kita tidak perlu bersikap formal. Angkat kepalamu" kata sosok itu. "Terima kasih princess" kata jonghyun mengangkat kepalanya. "Princess?" Gumam luhan lemah. Baekhyun dan mijin juga nampak bingung.


"Saatnya kalian pergi. Soohyun ah" panggil sosok yang disebut princess oleh jonghyun itu. Soohyun mengangguk. Mata sapphirenya muncul menggantikan mata golden eyesnya. Pedang kuno itu perlahan berubah menjadi pedang cahaya berwarna sapphire. Soohyun menancapkan pedangnya di lubang yang terhubung ke diagram itu. Perlahan jonghyun, luhan, baekhyun dan mijin berteleport. "Eomma" gumam soohyun menatap princess.


@tepi sungai


Diagram itu menyala dan jonghyun memapah luhan keluar. Sedangkan baekhyun keluar dengan mijin berada digendongannya. "Dimana soohyun?" Tanya chanyeol. Baekhyun menggeleng setelah menurunkan mijin di dekat pohon agar mijin bisa bersender.


Aron mendekati mijin dan baekhyun. "Lay, aku butuh bantuan" kata jonghyun setelah membaringkan luhan. "Aku mengerti" kata lay menuju arah luhan dibaringkan. "Sudah di mulai" kata minhyun menyeringgai. Selain kaum exorcist yang ada disana menatap minhyun bingung.

__ADS_1


[Eomma: panggilan untuk ibu]


__ADS_2