
"Lepaskan dia, baekhyun!" Perintah Luhan. "Atas dasar apa kau memerintahku manusia!" Teriak baekhyun marah. "Aku perintahkan kau lepaskan dia!" Kata Luhan tegas. Mijin tanpa berpikir berlari ke arah baekhyun dan memeluk baekhyun dari belakang. "Kumohon" kata Mijin tulus. Baekhyun melepaskan cengkraman di leher miso dan berbalik menyentuh pipi Mijin yang sudah sembuh itu. Mereka berdua saling menatap dalam. Miso berdiri dan berteriak marah. "Apa hebatnya manusia itu?! Dia hanya sampah! Dia harusnya makanan kita para vampire bukan untuk kau cintai!!" Teriak Miso kesal. Chen hendak menghajarnya dan dihentikan Kris. "Tugas kita adalah menjaga keselamatan Mijin. Ini adalah daerah kekuasaan para vampire. Lebih baik simpan tenagamu, kita masih harus menyelamatkan Kate. Ingat itu!" Kata Kris tegas.
"Ah, iya tumben aku tidak melihat 'dia'. Apa dia sedang terlibat masalah dengan paman kandungnya sendiri. Paman yang bahkan tidak mengakuinya. Kalau dia diakui tidak mungkin pamannya menunjukkan jalan padaku agar sampai disini dengan selamat. Dia juga sama menjijikkan. Mahkluk percobaan, dia itu adalah hasil paling kotor ciptaan manusia. Beraninya kalian manusia menggoda kami, kaum vampire. Dia bahkan berani memakai marga dari vampire keturunan murni." Kata Miso dengan nada mengejek yang ditujukan pada Kate. "Cukup! Tutup mulutmu!" Kata Luhan marah. Hal yang sangat jarang ditunjukkan oleh Luhan membuat Kris, Lay, Chen, Suho, Baekhyun bahkan Mijin kaget. "Apa yang kukatakan salah? Itu memang benar. Kalau manusia tidak menggoda vampire keturunan murni. Maka tidak akan ada mahkluk setengah jadi itu! Lagipula ..." perkataan Miso terpotong karena Luhan sudah melemparnya keluar dari gubuk tua itu. Chen nampak senang melihatnya. "Aku mau ikut menyiksanya!" Teriak Chen semangat. Chen mengunakan sulur listrik mengikat Miso di pohon tua. Suho jadi ikut bersemangat dan menguyurnya dengan air membuat kontak air dan listrik menjadi sengatan yang tidak main main. "Dimana soohyun?" Tanya Mijin penasaran setelah mendengar perkataan Miso. "Dia sedang bertarung dengan dengan vampire" kata baekhyun khawatir sama halnya dengan Mijin.
at same time
@back to soohyun side
Seragam putih soohyun penuh dengan bercak darah tapi soohyun masih berdiri dengan golden eyesnya. Soohyun kembali ke mode manusianya dia terlalu banyak mengeluarkan darah untuk kesembuhan lukanya. Pedang kuno itu dipegangnya. "Kau masih menyimpan pedang kotor milik ibumu?! Harusnya ibumu memang mati saat itu dengan begitu adikku tidak usah jatuh cinta pada ibumu kemudian meninggal dengan tragis!!" Teriak James marah. "Jangan salahkan orang tidak bersalah! Ayahku michael hart tidak pernah menyesal mencintai ibuku Lee Soo Ri jadi kau tidak berhak mengatakan hal jelek tentang ibuku!" Teriak Kate marah. "Aku berhak karena dialah penyebab kematian adikku!" Teriak James kesal. "Kalau soal kematian ayahku! Kau bisa menyalahkanku! Jangan bawa nama ibuku yang sudah meninggal karena melahirkanku!" Kata Kate dengan tahap emosi yang akan meledak sebentar lagi. "Kau dan ibumu sama saja!" Teriak James final. "Sudah kubilang jangan menyalahkan ibuku!" Kata Kate marah besar. "Ah, aku baru ingat. Bukankah manusia itu orang yang penting juga untukmu?! Kurasa kau akan tahu bagaimana perasaaanku kalau dia meninggal sama seperti adikku bukan? Kau harus merasakannya!" Kata James dalam sekejap menghilang dalam pandangan Kate. "Sial!" Gerutu Kate kesal. Kate mengambil jubah dan tasnya sebelum menyusul dengan mata merahnya. Kalau Kate tidak mengambil resiko ini. Luhan akan dalam bahaya. Semua yang datang dengannya akan dalam bahaya besar.
__ADS_1
@back to suho dkk
"Bukankah kita harus pergi menolongnya?! Bagaimana kalau dia terluka?!" Kata Mijin panik. "Sekarang khawatirkan diri kita dulu" kata Luhan waspada begitu juga yang lain. Tapi gerakan cepat James berhasil menangkap Luhan dalam cengkramannya. Taring James sudah menancap di leher Luhan menghisap darahnya ketika sebuah pedang juga sama cepatnya mengenai jantung James. Pedang kuno itu nampak bersinar seperti pedang cahaya yang perlahan di cabut Kate. James perlahan menjadi abu. Luhan terjatuh dan mulai kejang. "Sial! Lay bersiaplah. Begitu aku selesai sembuhkan luka Luhan" perintah Kate mengeluarkan pisau dan menyiramnya dengan alkohol sebelum pisau itu merobek bagian leher luhan. Setelah sebelumnya Kate menjatuhkan pedang kunonya itu.
"Tidak!" Teriak Mijin hendak menghentikan Kate tapi ditahan Baekhyun. "Tenang saja. Dia mau menyelamatkan Luhan" kata Baekhyun memeluk Mijin untuk menghalangi pandangan Mijin dari apa yang dilakukan kate. Kate menyedot semua darah yang terkontaminasi racun dan meminumnya dengan cepat. Lay mendekati Kate bersiap membantu. Begitu Kate menjauhkan mulutnya. Lay langsung mulai menyembuhkan Luhan.
Perlahan Luhan bangun dan Lay membantunya. "Lebih baik kau istirahat dulu. Kau kehilangan setengah darah dari tubuhmu" kata Kate santai. "Kau .." kata Luhan terpotong. "Hey, istirahatlah dan berhenti keras kepala" kata Chen menghampiri Luhan. "Cih, aku berharap kau mati disana! Mahkluk setengah jadi sepertimu tidak pantas hidup! Dan kau manusia jalang menjauh dari baekhyun!" Teriak Miso marah. "Sayang sekali harapanmu tidak terkabul. Aku masih hidup!" Kata Kate sinis. Kate mendekati Mijin yang masih dipelukan baekhyun. "Apa mijin baik baik saja?" Tanya Kate pada Baekhyun. "Untuk sekarang dia sudah membaik" kata baekhyun. Mijin perlahan mengintip ke arah Kate. Kate tersenyum melihatnya. Mijin yang melihat luka di tangan kanan Kate langsung melepaskan pelukan dan menarik tangan Kate. "Kau terluka" kata Mijin cemas. Kate langsung menarik tangannya pergi. "Kalau sudah, kalian pergilah duluan. Ada urusan yang harus kuselesaikan. Chen, bawa luhan bersamamu. Kris dan Lay tinggal denganku" kata Kate kembali datar. Sebelum sempat protes, Luhan dan Mijin segera dibawa Baekhyun dan Chen. Disusul yang lain juga.
Kate memutus sulur listrik itu dengan pedang kunonya sebelum mundur beberapa langkah. "Kau mau bertarung?" Kata Miso meremehkan Kate. "Kris, kalau aku menang. Bisakah kau membakar mahkluk ini?" Tanya Kate. "Kurasa itu bukan hal sulit. Aku dan Lay akan jadi penonton" kata Kris santai. Lay mengangguk senang. Bukankah hal langka melihat vampire asli dari pulau ini bertarung? Itu pengalaman langka sebab kaum vampire dari pulau ini sudah sangat jarang kalau diumpamakan maka mereka adalah species langka sekarang ini. "Kau akan kalah" kata Miso meremehkan. Tepat saat itu, Kate sudah berada dibelakang Miso dengan taring menancap dileher Miso. Tidak butuh waktu lama, Miso tergeletak tak bernyawa setelah Kate mematahkan lehernya setelah menghabiskan seluruh darah dalam tubuh Miso. Mayat itupun dibakar oleh Kris. "Pertarungan yang cepat dan singkat" kata Lay kagum. "Tapi aku masih kalah dari kalian kaum werewolf yang lebih kuat. Ayo kita pulang" kata Kate santai. Kris dan Kate baru akan berangkat tapi perkataan Lay menghentikan mereka. "Tunggu, ganti dulu bajumu Kate. Bajunya terlalu banyak darah tidak bagus" kata lay cemberut. "Tunggu sebentar" kata Kate tersenyum dan menghilang sekejap sebelum kembali dengan pakaian bersih miliknya. T-shirt putih dan celana jeans hitam serta jubah kebanggaan sekolah mereka juga tangan kanannya yang diperban. "Ayo pergi" kata Kate nampak santai. "Sudah sekarang?" Tanya Kris pada Lay. Lay mengangguk semangat.
__ADS_1
@back to Mijin and friends
Suho dan lainnya berhenti sekitar 50 meter dari tempat Kate, Kris dan Lay berada. "Kenapa kita berhenti?" Tanya Chen bingung. "Kami walaupun vampire tidak pernah masuk daerah ini. Daerah terlarang sejak seratus tahun yang lalu. Insiden dimana vampire village ini terbakar kenapa tempat ini terbakar masih menjadi misteri karena itu lebih baik kita menunggu Kate yang lebih banyak tahu akan hal yang berhubungan dengan tempat ini" Jelas suho.
"Tapi aku penasaran akan sesuatu. Setahuku bagian leher itu paling sensitif. Kenapa Kate bisa memotong bagian leher tanpa melukai syaraf yang ada ditubuh Luhan?" Tanya Mijin bingung. "Itu salah satu keahlian Kate. Bisa dibilang dia hebat dalam hal ini tapi keakuratannya juga sangat bagus maka itu dia sering membantu kerja rumah sakit" jelas baekhyun santai. "Sehebat itukah dia?" Tanya Chen ragu. "Bisa dibilang begitu. Kami bahkan pernah melihatnya mengoperasi manusia dengan cepat." jelas suho santai. Seketika mereka menjadi diam setelah mendengar jeritan. Mereka berlari ke arah suara itu dan melihat dua murid day class. Salah satunya menjadi vampire yang sedang meminun darah temannya. "Kau!" Kata Suho marah. "Jadi ini rasanya seperti kalian. Setelah meminum darah manusia aku jadi kuat" kata vampire itu. Manusia yang tergeletak itu mulai kejang, menunjukkan tandanya mulai berubah menjadi vampire. Vampire itu mulai mendekati baekhyun dan mijin. "Aneh sekali kenapa kau membiarkan manusia itu masih hidup" ejek vampire. "Kau juga mantan manusia jadi tutup mulutmu" kata Chen kesal. "Bukankah kalian para vampire hanya tahu membunuh? Bahkan kakek buyutku kalian bunuh? Kalian tahu berapa lama aku menunggu hari pembalasan ini? Aku akan membunuh kalian semua para vampire untuk membalas dendam tentang kakek buyutku yang tidak pernah kembali" teriak vampire itu marah. "Apa bedanya kau dengan kami sekarang? Kau juga vampire sekarang" kata baekhyun santai. "Tentu berbeda. Akulah yang akan merubah revolusi vampire dengan menghancurkan kalian" kata vampire itu bangga. "Harusnya kau tutup mulut kotormu? Revolusi? Kau sudah gila?!" Teriak suho marah. Luhan berdiri hendak melawan vampire itu. Chen menghentikannya. "Kau perlu istirahat sekarang." Kata Chen menahan luhan.
"Sudah cukupkah dramamu?" Kata Kate yang baru datang dengan Kris dan Lay. "Kris, aku serahkan manusia yang sekarat itu padamu" kata Kate lalu menghampiri vampire itu. Kris berubah menjadi werewolf dan merobek manusia yang masih bertransformasi itu. "Drama kau bilang?! Kakekku memberitahuku semuanya. Kalian membunuh ayahnya saat itu. Saat dirinya masih kecil?!" Teriak vampire marah. "Pasti ada alasan kenapa mereka melakukannya" bela mijin. "Kau tidak tahu apa apa! Kau tidak tahu vampire dalam pulau ini monster" teriak vampire itu marah. "Mereka bukan monster! Mereka sama dengan manusia hanya saja makanan mereka berbeda" kata Mijin marah mendengar perkataan vampire itu. "Itu karena kau tidak merasakan penderitaan kehilangan orang yang kau cintai" kata vampire itu hendak menyerang Mijin dan dihentikan Baekhyun. Vampire itu terhempas menjauh. "Jangan menyentuh Mijin dengan tangan kotormu!" Kata Baekhyun datar dan menatap vampire itu marah. "Cukup sudah drama ini! Kau mau lihat bagaimana kakek buyutmu meninggal? Akan kutunjukkan!" Kata Kate berada tepat didepan vampire itu. "Seperti ini!" Kata Kate dingin dan tangan kanannya menerobos ke jantung vampire itu dan menariknya keluar. Mijin berteriak histeris melihatnya membuat baekhyun segera memeluk Mijin menenangkannya.
"Sekarang! Matilah kau!" Kata Kate meremas jantung vampire itu kuat membuat jantungnya hancur. Darah terciprat ke seluruh tubuh Kate dan jubahnya. "Mundurlah!" Kata Kris. Kate menjauh membiarkan Kris membakar mayat vampire itu. "Kate harusnya kau tidak melakukannya!" Marah Baekhyun. "Kenapa? Karena manusia itu?! Aku merasa sayang sekali. Aku tidak bisa membunuh keturunannya!" Kata Kate menatap mijin yang ada dipelukan baekhyun dengan mata merahnya kemudian berjalan pergi. "Jangan memprovokasinya sekarang! Perasaannya sedang kacau" peringat Luhan membuat semuanya terdiam. 'Sebenarnya apa yang kau sembunyikan? Mata merahmu menunjukkan kemarahan dan kesedihan sekaligus. Pikiranmu dipenuhi dengan keinginan membunuh' pikir luhan sedih. "Kurasa Mijin ada hubungan dengan pelaku pembakaran vampire village" kata Suho final. "Apa maksudmu?" Teriak Chen tidak terima. "Kalian lihat sendiri? Kate selalu tenang tapi apa yang dia lakukan tadi dan perkataannya setelahnya menjelaskan sedikit alasan ketidak tahuan kita" kata suho tenang. "Kalian mau sampai kapan berdebat?!" Kata Kris kesal. Mereka terdiam. "Kurasa Baekhyun dan mijin dibelakang saja dulu. Agar tidak memprovokasi soohyun. Aku dan .." perkataan Lay dipotong. "Kau ikut denganku. Chen dan luhan yang akan dibelakang" kata Kris menarik Lay pergi. "Dia suka memerintah" kata Suho cemberut. "Sudahlah. Ayo jalan kalau tidak mau tertinggal" kata Baekhyun mulai tenang. "Kau sudah baikan?" Tanya baekhyun pada mijin. Mijin mengangguk walaupun banyak pertanyaan tentang Kate yang muncul. Dengan itu mereka melanjutkan perjalanan pulang didalam malam yang sunyi.
__ADS_1