
Kate menatap chen dingin dan berdiri. "Kau gila?" Teriak sehun yang melihat adegan pemukulan itu marah. Kate berdiri menatap chen dingin dan mendorong chen menyingkir dari pintunya. Chen terpental cukup jauh dan menabrak tembok, tembok itu retak. "Tolonglah, jangan bertengkar disini. Aku lelah memperbaiki tembok dorm" teriak Tao yang baru datang kesal. Tao memutar waktu kembali mengembalikan temboknya. Tao datang dengan luhan. Kris, baekhyun dan Lay juga datang bersama. Sedangkan Chen kembali dalam posisi menyerang. "Hentikan yang kau lakukan. Bukan Kate yang melakukannya" kata Luhan santai. Chen menatap Luhan tidak ramah. "Kenapa kau bisa yakin itu?" Kata Chen kesal. "Dia juga pergi selama seminggu tanpa kabar. Dia bisa saja menyiapkannya selama seminggu ini" tambah Chen. Baekhyun nampak diam tanpa bersuara. Kate tersenyum miris. "Rencana? Kalau aku ingin hari pertama dia datang. Aku sudah membunuhnya didepan kalian semua. Mengerti?" Kata Kate membuka pintu kamarnya dan masuk ke dalam. "Kau keterlaluan. Kate tidak akan melakukan hal buruk seperti itu" kata Lay cemberut menatap chen. "Kau juga baekhyun harusnya kau membela soohyun" kata lay mempout bibirnya kesal. Luhan berbalik pergi. "Kau mau kemana?" Tanya kris pada luhan. "Bersiap" kata luhan pergi. Semuanya pun bubar dari depan pintu kate.
Taklama kemudian kate turun ke ruang depan dengan jaket hitam, baju putih, celana jeans hitam dan sepatu hitam. Sebuah pedang kuno mengantung dipunggungnya. Sedangkan luhan memakai pakaian serba hitam dan juga sepatu hitam sebuah pedang bersarung putih. Sebuah tas ransel berada dipunggungnya. "Kau mau kemana?" Tanya Kate sinis. "Ikut denganmu" kata luhan santai. "Cih, itu bukan tempat dimana para hunter seperti kalian bisa datang" kata kate dingin. "Manusia saja sudah masuk kenapa aku tidak boleh?" Kata Luhan kesal. "Karena itu aku akan membawa pulang manusia itu" kata kate menghela nafas. Mendengar keributan beberapa murid datang. "Ada apa?" Tanya Kai bingung. "Tidak ada apa apa" kata kate datar. "Kau mau kemana? Kau tidak biasa berpakaian seperti ini ditambah pedangmu itu. Kau akan pergi kemana?" Tanya suho serius. "Menyelamatkan manusia" kata kate datar. "Maksudmu Mi jin? Kau tahu dimana dia?" Tanya baekhyun serius. "Tentu saja dia tahu. Dia yang menculiknya. Menyelamatkan apanya? Dia yang melakukannya" kata Chen pedas. "Tutup mulutmu!" Kata Kate dengan mata merahnya. Suasana menjadi tegang dan berat.
Suasana cukup mencekam membuat semua terdiam tapi tidak dengan Chen. "Kau memang melakukannya" kata Chen marah. "Aku bisa jamin soohyun tidak melakukannya" kata xiumin yang datang dengan Kris dan Lay. "Hyung!" Teriak chen tidak terima. "Saat dia mendapat penglihatan tentang Mijin setelah kalian kembali ke kelas kemarin. Aku masih disana bersamanya saat itu. Itu alasannya ingin Mijin pergi" kata xiumin serius. "Apa itu benar soohyun?" Tanya Suho. "Iya, saat itu aku dan xiumin sedang berdiskusi tentang dinding pertahanan yang terbuat dari es" kata Kate datar. "Kau harus minta maaf untuk hal ini, Chen" perintah Kris. Chen menghela nafas berat tapi menurut. "Maaf" kata Chen santai.
__ADS_1
"Sekarang aku boleh pergi bukan?" Tanya Kate datar. "Kemana?" Tanya Sehun yang dari tadi diam. "Aku ikut" kata Tao senang. "Tidak boleh. Aku akan pergi sendiri" kata Kate datar. "Tidak, kau harus pergi dengan beberapa orang" kata Yoochun datang. "Kepala sekolah" kata Kate tidak percaya. "Rumah kita mudah bagimu untuk pulang tapi kau juga harus ingat. Kau harus kembali membawa Mijin bukan? Karena itu butuh beberapa orang" kata yoochun tegas. "Baiklah. Jadi siapa yang akan masuk timku?" Tanya Kate malas. "Baekhyun, Lay, Kris, Suho dan Luhan" kata Yoochun santai. "Aku mengerti kau menyuruhku membawa Luhan untuk rasa aman bagi Mijin tapi Kris dan Lay?" Tanya Kate bingung. "Kau mempermasalahkan status werewolf mereka?" Tanya yoochun. Kate mengangguk. "Hutan barat, untuk perjalanan pastinya akan lumayan berat untuk manusia. Ditambah sekarang musim gugur, mereka akan banyak membantu" jelas yoochun. "Aku ikut" protes Chen. "Kenapa kau mau ikut?" Tanya Baekhyun tidak suka. "Karena aku tidak akan membiarkan Mijin dekat dekat dengan mahkluk penghisap darah sepertimu" kata Chen memanas. "Apa kau bilang?!" Kata baekhyun murka. "Punya request lain, headmaster?" Kata Kate memotong perang dingin mereka berdua. "Pakailah seragam kalian jadi aku bisa mengatakan kalian dapat tugas sekolah" kata yoochun santai. "Baiklah. Kalian dengar bukan? Bubar! Kembali dalam waktu 20 menit" kata Kate lalu pergi. "Untuk sekarang aku membiarkanmu!" Kata Chen pergi. "Cih, siapa takut!" Kata baekhyun kesal. Semua orang menggeleng kepala. Kurasa perjalanan kali ini akan cukup berat untuk soohyun.
20 menit kemudian
Semuanya sudah kembali ke ruangan depan. "Jaga kelas kita" kata soohyun pada sehun. "Serahkan padaku" kata Sehun semangat. "Kau juga Tao" tambah Luhan. "Aku mengerti" kata Tao semangat. "Xiumin, kuserahkan padamu" kata Kris serius. "Kembalilah dengan selamat itu sudah baik" kata xiumin. Kris dan Lay mengangguk setuju. "Chanyeol, kau bantulah xiumin, mengerti?" Kata suho serius. "Tenang saja. Kau harus baik baik menjaga dirimu" kata chanyeol santai. "Aku tahu" kata suho santai. "Kalian berdua, Chen dan Baekhyun kalau kalian mengacau dalam perjalanan. Aku akan mengirimi kalian hadiah istimewa setelah pulang." Kata D.O datar. Keduanya meneguk ludah sudah payah. Mereka berdua tahu, hadiah kiriman D.O pasti mengerikan. Setelah acara pamit mereka bertujuh pamit menuju Hutan Barat.
__ADS_1
@sebuah gubuk tua
Mijin duduk terikat disebuah kursi tua dengan seseorang didepannya. Orang itu Song Miso. Mijin terbangun perlahan dan kaget melihat Miso. "Kau takut? Tenanglah kau hanya tawanan agar baekhyun menerimaku" kata Miso tertawa senang. "Apa maksudmu?" Tanya mijin bingung. "Aku hanya akan memberinya dua pilihan menjadi pacarku atau kau menjadi mayat didepannya" kata Miso senang. Mijin menatap Miso tidak percaya. "Kurasa kau salah paham, aku dan baekhyun hanya teman sekelas" jelas mijin jujur. "Kau idiot?! Dia jelas menyukaimu sampai aku harus membawamu ke sini dengan susah payah" kata Miso geram. Dibeberapa bagian baju Miso memang ada yang robek ntah karena apa bahkan ada noda darah hanya tidak ada luka sama sekali. Mijin terdiam mendengar perkataan Miso. 'Mungkinkah?' Pikir Mijin bimbang.
@back to soohyun dkk
__ADS_1
Soohyun berjalan memimpin jalan dan tiba tiba dia mengangkat tangannya menyuruh yang lain berhenti dan melepaskan jubahnya. "Panah?" Gumam luhan bingung. "Benar, Miso lewat dari sini. Ini bau darahnya, hati hatilah dari sini. Tempat .." perkataan Kate terhenti ketika melihat Chen langsung berjalan maju. Beberapa panah muncul dan pagar bambu muncul dengan kecepatan tinggi melesat ke arah Chen.