Different World

Different World
Chapter 13


__ADS_3

"Apa yang dimulai?" Tanya mijin bingung. "Sebelum itu minum ini" kata aron mengeluarkan dua botol keramik kecil. "Apa ini?" Tanya baekhyun curiga. "Yang jelas itu bukan darah kami, vampire." Kata aron datar. Baekhyun memyerngit. "Dia salah satu dari kami." Jawab dongho. "Itu penawar racun. Minumlah kalau kau masih mau hidup lama" jelas guanlin menatap ke seberang sungai.


"Penawar racun?" Tanya baekhyun bingung. "Reaksi tubuhmu itu menunjukkan kalian terkena asap racun. Karena itu kami memberikanmu penawar racun. Minum sekarang atau kau mau kupaksa minum" ancam minki. Yang nampaknya berhasil mijin dan baekhyun langsung mengambil botol itu. Keduanya segera meminum penawar racun.


Lay nampak menghentikan pendarahannya  sekaligus menyembuhkan luka luhan dengan kekuatannya. Jonghyun perlahan memeriksa detak jantung luhan. Perlahan luka itu sembuh. Luhan bernafas terengah engah. "Minum ini" kata jonghyun menyodorkan botol keramik. Luhan menurut dan meminumnya. Perlahan luhan terjatuh setelah meminum penawar racun itu.


Lay nampak panik. "Kurasa dia sekarang tidur. Dia akan baik baik saja" kata jonghyun membuat lay bernafas lega begitu juga dengan kai, chanyeol, mijin dan baekhyun. "Kalau begitu sekarang kalian akan menjawab pertanyaan kami?" Tanya mijin lagi.


"Kalian terlalu mau tahu banyak." Sindir guanlin. Baekhyun dan mijin mendeathglare guanlin. Guanlin nampak cuek seakan tidak peduli. "Evolusi soohyun belum selesai sempurna. Mungkin fisiknya sudah mendekati sempurna tapi tidak sepenuhnya" jelas jonghyun.


"Orang yang kau panggil princess itu siapa?" Tanya baekhyun. Guanlin, dongho, minhyun, minki dan aron otomatis menatap baekhyun. "Apa?" Tanya baekhyun bingung. "Kau bilang princess?" Tanya aron. "Iya, jonghyun memanggilnya begitu" kata baekhyun jujur. "Lee Soo Ra. Ibu dari soohyun. Putri mahkota dari Sapphire Island yang hilang di pulau ini" jelas aron.


"Putri mahkota?" Tanya chanyeol, kai dan lay bingung. "Bukannya ibu soohyun manusia?" Tanya lay lagi. "Kalian tidak tahu? Soohyun termasuk dalam golongan kami. Kaum exorcist" kata aron santai. "Maksudmu soohyun putri dari lee soo ra yang merupakan putri mahkota? Lalu soohyun menuruni garis keturunan ibunya exorcist. Maka dari itu kalian bilang evolusi?" Kata kai bingung.


"Itu benar. Karena itu dia perlu ke sana sendirian tapi banyak dari kalian yang memaksa ikut. Ujian sebenarnya baginya dimulai. Antara hidup dan mati. Kalau dia gagal maka mati kalau dia berhasil maka dia hidup. Aku tidak menyangka princess memunculkan diri didepan kalian" kata minhyun santai. "Dia hanya berterima kasih pada jonghyun" jelas mijin. Para kaum exorcist tersenyum.


Mereka ingat jonghyun berusaha sekuat tenaga menyakinkan ketua mereka yang agak keras kepala agar mereka bisa datang ke sini mengunjungi soohyun. "Sekarang waktunya kalian pulang" jelas jonghyun. "Apa?!" Tanya chanyeol, kai, mijin dan baekhyun. "Pulang ke dorm" kata jonghyun datar. "Kami ..." perkataan mijin terpotong.

__ADS_1


"Tidak ada yang bisa kalian lakukan disini lagi. Dari sini semuanya tergantung soohyun. Pulanglah" kata minki kesal. "Tapi kami .." perkataan chanyeol terpotong. "Kurasa hemat tenaga kalian untuk perang, itu ide bagus." kata dongho membuat chanyeol, mijin, kai, dan baekhyun menatap dongho aneh.


"Kalian tidak tahu? Ada invasi para vampire ke pulau ini. Dipimpin 3 orang yang dulu pernah hampir melukai mijin itu" kata Lay yang tidak ingat nama mereka. "Mereka lagi?" Tanya chanyeol dan kai malas. "Tapi kali ini dalam jumlah besar. Aneh sekali. Kenapa kalian tidak tahu? Aku sudah tahu" kata lay polos.


"Soal itu, aku ingin guanlin, dongho, minki dan aron hyung membantu mereka" kata jonghyun. "Kenapa? Ini pertarungan mereka." Tanya minki bingung. "Itu permintaan soohyun pada kita. Disini cukup minhyun dan aku yang berjaga." Jelas jonghyun. Walaupun awalnya mereka tidak terlalu suka dengan ide ini, mereka akhirnya menurut bagaimanapun itu permintaan soohyun, teman baru mereka yang sedang bertaruh nyawa.


Setelah seharian luhan terbaring di kasurnya. Luhan akhirnya bangun.


@kamar luhan


"Soohyun bagaimana?" Tanya luhan pada minki. "Seperti yang kau lihat dirinya belum pulang artinya testnya belum selesai" kata minki santai. "Kau terlalu santai untuk disebut temannya. Dia bertaruh nyawa disana" kata luhan kesal. "Kau yang berlebihan, hyung" kata sehun kesal dengan sikap kakak kembarnya. "Apa maksudmu? Kau pasti juga merasakan hal yang sama denganku" kata luhan kesal.


"Bukan hanya kau tapi semua orang menunggu kepulangan soohyun. Terutama para exorcist. Soohyun milik mereka. Soohyun adalah putri dari pemilik sah Sapphire Island. Kau pikir mereka tenang. Tapi mereka dan kami semua percaya pada soohyun. Kau terlalu meremehkan kemampuan soohyun, hyung" kata sehun kesal. Sehun menarik minki untuk ikut keluar dengannya.


Lay menatap luhan menghela nafas. "Aku tahu perasaanmu. Tapi kau terlalu berlebihan. Terutama pada sehun, dia menjagamu dari kemarin sore setelah kau dibawa pulang ke dorm oleh kai. Sehun nampak panik. Semalamam bahkan sampai siang ini dirinya di sini menjagamu." jelas lay. Luhan menyesal tidak mengontrol emosinya sekarang. "Istirahatlah dan pulihkan tenaga. Nampak perang besar akan segera terjadi dalam waktu dekat. Kita akan bertempur bersama" kata lay tersenyum.


"Bagaimana dengan day class?" Tanya luhan panik. "Kemarin sore, mereka semua dipulangkan kepala sekolah dengan alasan kalau sekolah akan di renovasi dalam waktu dekat. Jadi pelajaran mereka harus tertunda" jelas lay dibalas senyuman luhan. Nampaknya luhan membaik.

__ADS_1


@aula makan


Sehun masih saja mengerutu di depan Tao tentang sikap luhan. Dongho dan guanlin nampak sibuk dengan makan siang mereka. Minki dan aron taklama bergabung. "Bukankah ini terlalu lama?" Kata minki cemas. "Kau tidak ingat? Dia berbeda dengan kita. Dia dulunya vampire rasa sakitnya akan lebih besar daripada yang bisa kita bayangkan" jelas aron.


Dongho dan guanlin menatap ke arah jendela. "Mereka selalu menutup gorden." Kata dongho santai. "Karena mereka vampire" kata minki meneruskan makan. "Apa jonghyun hyung dan minhyun hyung sudah makan?" Gumam guanlin. "Tentu saja. Tadi aku sudah menyuruh temanku membuat bekal untuk teman kalian." Kata Kai bergabung. "Tepatnya audah diantar" kata D.O menatap teman baru soohyun.


"Aku tidak tahu vampire bisa memasak makanan enak" kata minki santai. "Itu karena sudah menjadi tugasnya memaksa soohyun makan dari dulu" jelas suho ikut bergabung dengan kris. "Aku tidak melihat dua yang lain" tambah kris. "Mereka menunggu soohyun" kata chanyeol ikut bergabung. Guanlin, dongho, minki dan aron menatap para vampire dan werewolf yang bergabung dengan mereka. "Kita harus mendiskusikan strategi perang" kata xiumin ikut bergabung.


"Jangan sampai kena panah atau pedang kami. Selain itu terserah kalian" jelas guanlin santai yang terdengar seperti menyindir. "Pedang dan panah yang nampak bercahaya itu?" Tanya baekhyun dan mijin bergabung. "Kalian sudah melihatnya?" Tanya dongho. "Panah soohyun dan jonghyun yang menyelamatkan mijin waktu di serang para zombie" kata baekhyun antusias. "Kurasa jonghyun sudah menyelamatkanku dua kali" kata mijin dibalas anggukkan baekhyun.


"Pedang mereka juga keren" kata mijin semangat. "Apa kalian semua juga punya?" Tanya mijin senang. "Maaf mengecewakan. Kami hanya punya satu senjata. Busuh panah atau pedang. Hanya salah satu" kata minki santai. "Tapi jonghyun dan soohyun punya dua?" Kata mijin bingung. "Mereka berdua special dibandingkan yang lain" kata dongho santai.


Mereka semua menyerngit bingung. Chen masuk layaknya mayat hidup. "Kenapa dengan dia?" Tanya minki. "Kalian tidak tahu? Baekhyun dan mijin sudah jadian jadi orang itu patah hati" kata sehun santai dibalas anggukkan. "Kalian sudah jadian? Kapan?" Tanya suho semangat.


"Kemarin setelah pulang dari East Forest. Ketika aku dan sehun sedang lewat. Kami melihat adegan itu. Adegan pernyataan cinta yang sangat canggung." Jawab Tao. "Setelah itu mereka berciuman di situ" kata sehun membuat mijin dan baekhyun malu. "Ya!" Teriak mijin dan baekhyun kesal. "Kenapa? Itu benar" kata sehun santai.


Setelah itu keributan besar terjadi di aula makan yang dulunya selalu sepi itu. Nampaknya banyak yang berubah sekarang ini. Semua perlahan berubah menjadi lebih berbeda dari sebelumnya.

__ADS_1


__ADS_2