Different World

Different World
Chapter 7


__ADS_3

Perjalanan dalam diam itu terhenti ketika Kate mengangkat tangannya. "Ada apa?" Tanya Lay. "Ini terlalu larut untuk melanjutkan. Kita akan istirahat disini. Ditambah Luhan perlu memulihkan tenaganya" kata Kate santai. "Aku akan mencari makanan. Tunggulah disini" kata Kate hendak pergi. "Aku ikut" kata Luhan santai. "Tidak, kau istirahat" kata Kate tidak setuju. "Aku ini hunter. Sangat memalukan membiarkan orang mencari makanan untukku lagipula .." perkataan Luhan terhenti. "Baiklah. Kau boleh ikut" kata Kate. Luhan tersenyum senang. "Aku akan mencari kayu bakar disekitar sini" jelas Suho. "Aku akan pergi denganmu" kata Kris pada Suho. "Aku akan ikut juga" kata Lay senang. "Kau istirahat disini, Xingxing. Kau terlalu banyak menggunakan kekuatanmu hari ini" kata Kris tegas. Lay cemberut karena diperlakukan seperti anak kecil. "Tidak ada protes. Aku sudah berjanji pada ayahmu menjagamu. Chen, jaga Lay untukku." Kata Kris tegas. Chen mengangguk. "Bolehkah aku ikut Kate?" Tanya Mijin pada Kate. "Tidak" kata Kate dingin. Mijin nampak sedih. "Kurasa lebih baik kau istirahat Mijin. Kau pasti lelah, jaga dia baekhyun" kata Luhan tersenyum. Baekhyun mengangguk. Kate berjalan pergi diikuti Luhan. Begitupun Kris dan Suho masuk kedalam hutan.


"Jangan terlalu dipikirkan. Dia bukan orang jahat hanya saja kadang sikapnya memang begitu" kata Baekhyun menenangkan. Mijin mengangguk. "Apa kau baik baik saja?" Tanya mijin pada Lay yang diam. Lay menatap Mijin dan mengangguk. "Hanya sedikit lelah saja. Apa pipimu masih sakit?" Tanya Lay ramah. "Sudah tidak sakit lagi. Terima kasih" kata Mijin. "Sama sama" kata Lay tersenyum manis.


Chen nampak berpikir. "Apa yang kau pikirkan Chen?" Tanya Lay penasaran. "Sebenarnya dia memintaku menjaga Luhan saat kami bicara waktu itu. Dia bilang tidak ingin kehilangan orang yang berharga baginya. Termasuk kita semua yang datang bersamanya. Kurasa dia tidak sepenuhnya, tidak peduli hanya saja ada sesuatu yang menahannya menunjukkannya perasaannya" jelas Chen. "Aku tidak tahu banyak. Hanya saja aku pernah mendengar, ayah Kate dari keturunan murni dari kaum vampire dan ibunya seorang hunter karena suatu insiden. Mereka jatuh cinta dan menikah. Kaum vampire maupun kaum hunter sangat menentang pernikahan ini tapi mereka tetap melaksanakannya itulah yang kutahu." Jelas baekhyun. "Kurasa pilihan itulah yang menyebabkan hal ini terjadi bukan? Terlahir Kate yang berbeda dari yang lain" kata Lay. "Lalu apa yang terjadi dengan ibu Kate?" Tanya Mijin penasaran. "Tidak ada yang tahu. Ada yang mengatakan ibunya tewas dalam insiden kebakaran vampire village, ada yang bilang tewas dalam tugas ada juga yang bilang mati saat melahirkan" kata baekhyun miris. Mijin terdiam sedih. Setelah itu sunyi tidak ada yang membuka pembicaraan. Hanya hembusan angin dan suara daun bergesekkan serta suara hewan malam.


@suho and kris side


Suho nampak mengumpulkan kayu bakar ditemani kris, ketika suho mulai gelisah. "Ada apa denganmu?" Tanya Kris menatap Suho. "Kau tidak dengar suara itu?" Tanya Suho merinding. "Suara apa maksudmu?" Kata Kris bingung. "Suara sesuatu bergerak ke arah sini." Kata Suho semakin gelisah. "Itu perasaanmu saja. Ayo cepat kalau kau tidak mau teman manusia kita kedinginan" kata Kris santai. "Baiklah" kata Suho mulai sedikit tenang. Suara itu semakin jelas membuat Suho berbalik dan menjerit. "Kyaa" jerit Suho memeluk Kris ketakutan. Kris menatap arah pandangan Suho. Suho menutup matanya karena ketakutan tanpa sempat melihat benda itu. Kris tertawa melihatnya.

__ADS_1


"Hey, buka matamu." Kata Kris masih terkekeh. Perlahan Suho membuka matanya dan menjadi malu sendiri. Hanya kelelawar yang berterbangan keluar dari sarang mereka. "Aku tidak tahu. Vampire bisa begitu mudah takut" ejek Kris. "Tutup mulutmu! Menyebalkan!" Kata Suho mempout bibirnya kesal. Kris tersenyum melihat tingkah anak kecil dari Suho. Sebuah seringgai jahil terbentuk dari bibir Kris. "Apa aku begitu hangat sehingga kau terus memelukku begitu erat? Bahkan tidak mau melepaskanku. Apa perlu kuhangatkan dirimu?" Goda Kris. Otomatis suho melepaskan pelukannya pada Kris. "Tutup mulutmu! Aku memelukmu karena takut!" Kata Suho malu. Muka suho nampak memerah. "Jangan mempout bibirmu terus. Kau membuatku ingin menciummu saja." Goda Kris lagi. "Tutup mulutmu dan kita kembali. Kayu bakarnya sudah cukup" teriak Suho kesal dan mulai berlari pergi. "Ternyata dia vampire yang mulai digoda" kata Kris senang. Kris kemudian menyusul Suho yang duluan pergi karena malu. Bukankah menyenangkan kau bisa menggoda ketua vampire yang selalu serius dan taat peraturan itu? Jawabannya tentu saja menyenangkan.


@luhan and Kate side


Luhan dan Kate sampai disebuah kolam. "Aku tidak tahu ada danau yang begitu indah" kata Luhan takjub. "Ini danau temuanku dan kakak kembarku." Jelas Kate terjun ke kolam itu. "Hey" panggil Luhan khawatir. Kate kembali muncul kepermukaan. "Aku baik baik saja. Ingat aku vampire." Kata Kate berenang hingga tubuhnya bersih dan naik kembali. Seluruh tubuhnya basah kuyup. "Tapi aku baru tahu kau punya kakak kembar" kata Luhan menatap Kate kemudian segera melihat kearah lain. Kate melihat bajunya dan kemudian tersenyum. "Tunggu sebentar" kata Kate berdiri, pergi dan kembali dengan pakaian kering dan juga bersih. "Tentu saja kau tidak tahu. Dia sudah meninggal seratus tahun lalu dan dirinya adalah vampire murni. Namanya John Hart atau bisa dibilang Lee Jo Hyun. Dia tewas bersama ayahku dalam insiden Vampire Village. Aku ingin menyelamatkan mereka tapi ketika aku kembali semuanya sudah terlambat. Mereka sudah terlahap api. Begitupun dengan Kyuhyun seongsengnim, Yunho seongsengnim dan Yoochun headmaster. Kami gagal menyelamatkan keluarga kami" kata Kate miris. "Itu bukan salahmu" kata Luhan menghibur. "Itu salahku karena percaya pada manusia pendatang dan membawa mereka ke vampire village seandainya aku tidak melakukan itu. Semuanya masih akan hidup" kata Kate menangis. Luhan memeluk Kate sambil mengusap punggungnya. "Itu bukan salahmu. Jangan salahkan dirimu. John pasti tidak suka kau menyalahkan dirimu sendiri" kata Luhan menenangkan Kate. 'Itukah alasanmu begitu membenci manusia?' Pikir Luhan miris.


@back to Mijin, Baekhyun, Chen and Lay


"Chen bisa menghangatkan Mijin" kata Kris santai. "Tidak boleh" protes Baekhyun. "Kenapa tidak boleh? Itu usul bagus tahu" kata Chen kesal. "Hentikan ini" mohon Mijin. "Tidak bisa. Aku .." kata baekhyun terpotong. "Buka mulut sekali lagi. Aku akan menghajar kalian berdua" kata Lay marah. Baekhyun dan Chen terdiam. Ingatkan mereka jangan membuat masalah didepan Zhang Yixing. Orang yang tidak pernah marah bahkan lebih menakutkan ketika marah. "Kumohon nyala api unggunnya" mohon Suho dengan puppy eyesnya pada Kris. Kris tersenyum senang melihat tingkah suho setelah sebelumnya terdiam. Kris menyalakan api unggun. Perlahan mereka duduk di sekitar api unggun menghangatkan dirinya walaupun sebenarnya beberapa dari mereka memang tidak perlu. Kris kembali pada sisi Lay. "Sudah lebih baik?" Tanya Kris. Lay mengangguk. "Dimana Kate dan Luhan?" Tanya Suho bingung. "Belum kembali. Kurasa mereka perlu waktu sendiri. Di banding itu, kurasa kau dan alpha kami jadi lebih dekat sekarang" jawab dan tanya chen. "Bukan urusanmu" kata suho membuang mukanya kesal. Kris hanya tersenyum.

__ADS_1


Kate dan Luhan kembali dengan beberapa ikan yang cukup untuk mereka makan. "Kalian sudah membuang isi perutnya dan membersihkannya?" Kata mijin takjub. "Iya, kami menguburnya didepan pohon. Ayo makan sekarang" kata luhan semangat. "Kita perlu memanggangnya" kata Kate mengoreksi. "Kau benar" kata Luhan mengaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Kami akan sedikit menjauh karena makanan kami darah" usul Suho. Kate dan baekhyun mengangguk. "Kau akan minum darah malam ini?" Tanya Luhan sedikit kecewa. Kate mengangguk kemudian mundur begitupun dengan suho dan baekhyun.


Acara makan itu sunyi tapi taklama terdengar suara siulan dan kemudian suara kepakan sayap burung mendekat dan terbang di bahu Kate. Kate mengikat sebuah surat di kaki elang itu. "Bawakan pada senior. Sekarang pergilah" kata Kate tenang. Burung elang itu perlahan terbang menjauh. "Apa yang kau rencanakan Kate?" Tanya baekhyun penasaran. "Tanpa senior, kalian tidak akan bisa keluar. Malam ini aku harap kalian berjaga. Beritahu yang lain istirahat" jelas Kate. Suho pun memberitahu yang lain.


Pagi sudah datang. Semua sudah bersiap berangkat. Kate bersiul dengan nada yang berbeda dari kemarin. Taklama terdengar suara datang membuat mereka waspada. "Itu temanku." Kata Kate santai. Perkataannya membuat semua orang mulai rileks. Kuda terbang mendarat taklama kemudian. "Baekhyun dan Mijin naik kuda pertama. Kris dan lay kuda kedua. Chen dan luhan kuda ketiga dan suho bersamaku naik kuda terakhir" kata Kate. Mereka naik sesuai urutan ketika Kate mulai bicara pada kuda terbang itu dengan bahasa yang tidak mereka mengerti. Perlahan satu per satu kuda itu terbang sesuai urutan. "Kate ayo naik" kata Suho. "Tidak bisa. Aku harus melewati jalan ini." Kata Kate menatap Suho yang ada diatas kuda. "Kalau begitu kita bersama sama" kata Suho menolak pergi. "Tidak, jalan ini bernama Memories Road. Kecuali kau punya kepribadian pengontrol yang kuat. Kau tidak akan bisa lewat. Sekali kau masuk tidak ada jalan keluar. Kalau aku ikut kalian, Memories Road akan mencari dan menghisap kalian. Dulu kami semua sering melewati jalan ini jadi tenang saja. Aku akan kembali sampai hari itu berjanjilah. Kau harus membantu Luhan" kata kate tersenyum manis. Kate mulai memberi aba aba dan kuda terbang itu pergi tanpa bisa suho prediksikan. "Maaf dan terima kasih" gumam Kate sebelum masuk ke dalam Memories Road.


@back to Mijin dan Friends


Disana Yoochun dan Kyuhyun sudah menunggu mereka. "Selamat datang kembali" kata Kyuhyun. "Headmaster dan Cho Seongsengnim kenapa ada disini?" Tanya baekhyun aneh. "Mereka diberitahu Kate" kata Luhan curiga. Kuda terbang yang ditumpangi Suho mendarat. "Dimana Kate?" Tanya Mijin bingung. "Dia masuk ke Memories Road" kata Suho miris. "Apa maksudnya?" Tanya Mijin kurang mengerti. "Memories Road adalah jalan penuh dengan kenangan menyenangkan maupun buruk. Kalau kau tidak bisa menghadapi kenyataan maka kau akan terkurung selamanya disana" jelas yunho yang baru datang. "Ini tidak bagus. Kate sedang tidak stabil. Kita harus menolongnya" kata Luhan panik.

__ADS_1


"Sekali seseorang masuk kesana. Akses semua tempat itu terkunci hanya soohyun yang bisa menyelamatkan dirinya ditambah aturan ratusan tahun lalu kembali dilanggar" kata kyuhyun datar. "Apa maksudmu?" Tanya Chen bingung. "Ada hukum yang dulu dibuat oleh Soohyun, aku, Kyuhyun dan Yoochun. Hukum dimana tidak ada boleh manusia yang boleh masuk ke Vampire village. Dan hukum dilanggar oleh kami artinya akan ada pengorbanan untuk itu" kata yunho datar. "Tapi itu bukan kemauan mijin" protes baekhyun. "Kami tahu. Tapi aturan tetap aturan. Lagipula kasus kali ini bukan hanya tentang Mijin tapi banyak siswa dan siswi day class menyusup kesini. Karena itulah Memories Road menagih janji pada kami berempat." jelas Yoochun. "Karena keserakahan manusia dari day class. Kate harus menderita!" Teriak Suho marah. "Sekarang kita harus kembali dan berharap soohyun kembali secepatnya" kata Kyuhyun tegas. Walaupun awalnya beberapa menolak termasuk Mijin tapi akhirnya mereka kembali karena ancaman yoochun bahkan dia akan mengeluarkan Kate dari sekolah dan ancaman itu efektif.


Waktu cepat berlalu sering berjalannya waktu Kate masih tidak kembali sampai sekarang. Kehidupan mereka masih sama tidak ada yang berubah dari semester 4 yang sudah dimulai. "Aku yang akan duduk dengan Mijin!" Teriak Chen kesal. "Tidak. Aku yang akan duduk disamping Mijin. Kau lebih baik menjauh werewolf!" Kata baekhyun marah. "Kalian bisakan tenang sedikit!" Kata Sehun sedingin es. "Apa yang kalian ributkan, eoh? Baekhyun duduk dikanan mijin sedangkan chen bisa duduk disebelah kiri. Masalah selesai" kata Tao final. Baekhyun dan chen menurut. Seperti biasa Luhan tetap diam dikelas. Sejak kepergian Kate, Luhan menjadi pendiam dan itu membuat Tao dan sehun khawatir. Tapi Luhan tidak mau berbagi. Sedangkan hubungan Mijin dan Baekhyun lebih ke tahap lebih serius walaupun belum sampai tahap pacaran. "Merindukanku?" Tanya seseorang dari ambang pintu. Semua melihatnya dengan wajah shock.


__ADS_2