
@kamar soohyun
"ARRGGGHHHHHH" Jerit soohyun kesakitan. 'Aku harus menahan ini. Aku harus melakukannya. Aku pasti bisa' pikir soohyun menahan sakit. 'Tubuhku seakan terbakar dan terbelah. Ini sangat sakit bahkan melebihi apapun. Seluruh bayangan masa lalu ini. Ada apa denganku?' Pikir soohyun. "Kau tidak boleh kehilangan dirimu. Ingatlah kau lee soo hyun" perkataan jonghyun kembali terngiang di telinga soohyun. "Benar, aku lee soo hyun. Aku adalah aku" gumam soohyun. "ARRRGGGGGHHHHH" Jeritan memilukan itu akhirnya berakhir. Jonghyun mengecek tubuh soohyun. "Bagaimana?" Tanya minhyun penasaran. Jonghyun tersenyum sambil mengangguk.
@depan kamar soohyun
Setelah guanlin dan dongho mengeluarkan pedang mereka akhirnya pada vampire memilih bubar. "Keras kepala sekali mereka" gerutu dongho kesal. "Aku tidak tahu kalau kau juga akan mengeluarkan pedang suci guanlin ah" goda minki.
Guanlin menunduk malu. "Berhenti menggodanya. Lagipula kau juga tahu kan para vampire itu harus di ancam baru pergi" kata dongho membela guanlin. "Wuah, aku merindukan aron hyung" rengek minki. "Kenapa tiba tiba kau merindukan aron hyung?" Tanya minhyun yang keluar.
"Kurasa tidak usah di tanya lagi. Setiap dongho membela guanlin yang digoda olehnya. Dia pasti akan merindukan aron hyung. Sudah jelas aron hyung yang akan membantunya" jelas jonghyun ikut keluar. Minki cemberut mendengar perkataan jonghyun.
"Bagaimana? Apa noona baik baik saja?" Tanya guanlin cemas. "Adik kecil kita khawatir pada noona" kata minhyun memeluk guanlin gemas. "Dia sudah berubah seperti kita. Itu kabar baik bagi kita. Kalau sampai dia kehilangan dirinya maka dia akan menjadi kaum vampire. Tapi kurasa yang ditakutkan ketua tidak terjadi" kata jonghyun tersenyum. Dongho, Minki, dan Guanlin ikut tersenyum.
keesokkan harinya
@aula makan
Soohyun turun ke bawah menemui Dongho, Guanlin, Minki, Jonghyun dan Minhyun yang sarapan. "Kita bisa berangkat sekarang?" Tanya soohyun. Luhan datang bersama Baekhyun dan Mijin. "Sarapan dulu dan kita berangkat bersama" kata luhan santai.
"Berangkat bersama? Dengan manusia?" Tanya minki menyerngit. "Memangnya kenapa dengan manusia?" Tanya mijin kesal. "Biarkan mereka ikut" kata soohyun duduk. Semuanya mulai sarapan dalam diam. Taklama Lay bergabung bersama yang lain. "Lay, kau ikut" kata soohyun. Luhan, mijin dan baekhyun nampak bingung. 'Kenapa dia mengajak lay?' Itulah pikiran ketiganya. Setelah sarapan, mereka berangkat.
@East Forest
__ADS_1
Soohyun memimpin jalan di ikuti jonghyun, minhyun, baekhyun, mijin, luhan, lay, dongho, guanlin dan minki. Mereka ikut sedangkan yang lain soohyun pastikan mereka tidak ikut mereka. Walaupun awalnya chen dan kris protes. Alasan kris protes karena lay ikut sedangkan dirinya tidak. Kalau chen jangan ditanya itu masalah mijin.
"Berhenti" kata soohyun. Semuanya ikut berhenti. Di depan mereka ada sebuah sungai yang luas. Soohyun menatap diagram yang ada disampingnya. Soohyun mengambil pedang kunonya dan mengiris telapak tangan kirinya. Darah soohyun jatuh tepat diatas diagram itu. Perlahan darah soohyun mengaliri diagram itu.
"Tangan" kata lay. Soohyun mengulurkan tangannya dan disembuhkan oleh lay. Perlahan diagram itu bercahaya seakan aktif. "Diagram apa ini soohyun?" Tanya mijin. Soohyun hanya menatap mijin dalam diam. "Guanlin, dongho, minki, minhyun dan lay tetap di sini. Yang lain ikut aku" kata soohyun. "Baiklah" kata dongho sebelum minhyun buka suara.
Soohyun mengambil sebuah seruling giok keluar dari tasnya. Tasnya diberikan pada guanlin. "Aku mohon bantuannya" kata soohyun. "Tentu saja" kata guanlin semangat. Dongho tersenyum melihat guanlin yang semangat. "Ayo berangkat" kata soohyun sudah nampak siap. Seruling di tangannya dan pedang kunonya di punggungnya. "Jaga minhyun untukku" kata jonghyun menepuk pundak lay. Lay tersenyum manis.
"YA! Kau pikir aku anak kecil" marah minhyun kesal. Jonghyun mencuekinya dan ikut menyusul soohyun, luhan, baekhyun dan mijin yang sudah duluan naik perahu. "Dasar" gerutu minhyun. Dongho, Guanlin, Lay dan Minki nampak tertawa melihat tingkah minhyun yang ngambek. Biasanya dia selalu bertingkah cool di depan mereka. Minhyun tambah kesal dengan mereka.
Taklama kai datang dengan chanyeol. "Kenapa kau mengajaknya?" Tanya minhyun menatap kai. "Dia menempel padaku jadi aku tidak punya pilihan" jelas kai. Chanyeol nampak melihat perahu yang sudah berangkat. Chanyeol hendak ikut tapi guanlin mencengkram bahunya keras. "Jangan bergerak" kata guanlin. Dongho memberi kode yang lain mundur dan di turuti oleh yang lain.
Sebuah tangan hampir saja mencengkram kaki chanyeol kalau chanyeol bergerak lebih dekat lagi. Perlahan guanlin menjauhkan chanyeol dari daerah itu. "Apa itu?" Tanya chanyeol kaget. "Itu manusia yang menyeberangi sungai ini dulunya. Manusia serakah yang mengingin treasure pulau ini tanpa tahu apa apa" kata minhyun santai.
@perahu
Sejak perahu berangkat, tidak ada yang bicara. Baekhyun dan mijin merasa suasana yang tidak bagus. "Jonghyun ssi" panggil mijin. "Iya, ada apa?" Tanya jonghyun. "Tempat apa yang akan kita datangi ini?" Tanya mijin. "Kuil suci" jawab jonghyun. "Kuil suci" tanya luhan tertarik.
"Kuil ini dibuat untuk kaum kami. Tepatnya untuk soohyun. Dibuat oleh ibu soohyun" jelas jonghyun. Luhan terdiam. Memang selama perjalanan dirinya diam dengan berbagai pemikiran yang ada. "Maksudmu kuil ini khusus untuk soohyun?" Tanya baekhyun. "Benar, mungkin bagi kaum kami ini adalah sebuah tempat di mana. Hal ini tidak berbahaya tapi para vampire, manusia dan werewolf ini adalah neraka bagi mereka" jelas jonghyun. "Terutama bagi yang serakah" kata soohyun lalu diam.
Perlahan perahu bergerak tidak beraturan. Gelombang besar dan tekanan semakin besar. Baekhyun menahan mijin agar tidak terjatuh. Luhan menahan keseimbangan tubuhnya agar tidak terjatuh hanya jonghyun dan soohyun yang nampak biasa saja dengan hal ini. Soohyun mengambil seruling gioknya dan mulai meniupnya dengan sebuah melodi lagu secara perlahan. Perlahan tapi pasti suara itu menenangkan aliran yang ada dan kembali normal seperti semula.
Mereka pun mendarat di daratan taklama kemudian. "Aku punya peringatan terutama untuk kau baekhyun. Jangan pernah gunakan mode vampiremu di dalam sana. Apapun yang terjadi, kau di izinkan bertarung tapi tidak dengan mode vampiremu. Mengerti?" Tanya jonghyun tegas. Baekhyun nampak kesal walaupun akhirnya dirinya setuju.
__ADS_1
Perjalanan dalam diam terjadi lagi. "Soohyun" panggil Luhan. "Ada apa?" Tanya soohyun. "Kaum kami? Apa maksudnya itu?" Tanya luhan. Jonghyun menatap soohyun. Soohyun tersenyum menatap jonghyun seakan menyakinkannya. Semua akan baik baik saja itulah pesan yang soohyun sampai pada jonghyun dengan pandangannya.
"Exorcist. Kami dari kaum Exorcist yang berada dipulau Sapphire Island. Itulah tempat kami dibesarkan." Jelas jonghyun. "Lalu apa hubungannya dengan soohyun? Bukannya soohyun vampire? Dan ibunya manusia?" Tanya mijin bingung. "Kalian salah." Kata jonghyun. "Apa maksudmu? Ibu soohyun dari kalangan hunter yang masuk golongan manusia." Tanya baekhyun bingung.
"Ibu soohyun adalah Exorcist dari pulau Sapphire Island" kata jonghyun membuat Luhan, Mijin dan Baekhyun shock. "Apa maksudmu? Bagaimana bisa?" Tanya Luhan bingung. "Dalam kunjung kakek dan nenekku ke pulau ini. Ibuku yang masih bayi hilang dicuri kaum vampire yang serakah saat kakek dan nenekku sedang berbicara dengan para kaum exorcist yang lainnya di kapal yang mereka tumpangi ketika mereka kembali untuk menengok ibuku yang ditaruh dikamar yang ada dikapal. Ibuku sudah hilang. Izin mereka sudah habis untuk berkunjung ke pulau ini dan mereka tidak bisa kembali" jelas soohyun.
"Sejak saat itu kami semua tidak pernah mau datang ke sini lagi. Tapi karena soohyun, kami datang kembali" kata jonghyun. "Jadi maksudmu soohyun bukan setengah manusia setengah vampire?" Tanya mijin. "Dirinya sekarang bukan lagi vampire." Jelas jonghyun. "Apa maksudmu?" Tanya luhan. "Exorcist. Dia sudah sepenuhnya berevolusi menjadi Exorcist." Jelas jonghyun. Luhan terdiam.
Mijin mengeratkan gengam tangannya pada baekhyun. "Kaum kami tidak pernah menyentuh manusia. Kaum yang diburu kami hanya vampire dan werewolf. Tentunya kalau mereka melanggar aturan" jelas jonghyun tapi mijin masih saja takut. Baekhyun nampak menenangkan mijin. Luhan menatap punggung soohyun sendu.
"Aku penasaran bagaimana kaum vampire yang diburu malah menjadi pasangan kaum exorcist?" Tanya baekhyun. "Itu karena ayahku pernah menyelamatkan ibuku saat ibuku berevolusi. Mereka jatuh cinta dan menikah" kata soohyun. "Ada satu hal yang aneh, kenapa ayah soohyun tidak menyelamatkan ibu soohyun saat dirinya meninggal? Bukannya racun vampire bisa membuat ibu soohyun tetap hidup walaupun dirinya menjafi vampire juga?" Tanya Luhan.
"Darah kaum Exorcist adalah darah yang suci. Kalau ayah soohyun berani menancapkan taringnya pada ibu soohyun walaupun untuk menyelamatkannya. Ayahnya akan ikut mati. Darah kaum exorcist mampu membunuh kaum vampire dalam sekejap mata" jelas jonghyun. Baekhyun nampak kaget.
Mereka semua perlahan memasuki tangga menuju ruang bawah tanah.
@back to minhyun dkk
"Suara seruling itu?" Tanya chanyeol bingung. "Soohyun yang meniupnya." Kata dongho santai. Mereka perlahan kembali ke tepi sungai. "Benar benar kembali tenang" gumam lay. "Hanya soohyun yang bisa melakukan hal ini diantara kami" jelas minki. Lay mengangguk mengerti.
"Tapi apa mereka akan baik baik saja?" Tanya kai cemas. "Aku tidak bisa menjaminnya" jelas dongho. "Kenapa?" Tanya chanyeol bingung. "Tempat disana penuh dengan jebakan dan bahaya yang bisa dilalui oleh kami tapi bagi manusia dan vampire bisa saja akan punya taruhan sangat besar" jawab minhyun.
"Nyawa" kata seseorang yang muncul dari diagram itu. "Nyawa mereka dalam bahaya karena mereka terlalu keras kepala" jawab pria itu melangkah keluar dari diagram aktif itu.
__ADS_1
[Noona: panggilan untuk kakak perempuan]