Different World

Different World
Chapter 3


__ADS_3

Sudah beberapa hari sejak kedatangan Mijin di asrama night class juga menghadiri kelas malam. Tapi tidak ada yang bisa ditemukannya. Alasan Mijin berada di asrama dan kelas yang diikuti murid night class untuk mencari tahu rahasia mereka.


16.40


@halaman belakang sekolah


Mijin dan Jaeyong sedang berbincang serius. "Kurasa sampai saat ini tidak ada yang mencurigakan. Mereka makan seperti layaknya orang normal hanya tirai asrama mereka memang selalu tertutup." Jelas Mijin jujur. "Kau yakin? Setahuku vampire hanya meminum darah. Sial! Apa kau tidak bisa menerobos kamar mereka untuk mencari tahu?" Tanya Jaeyong frustasi. "Itu dilarang. Bertemu mereka pun harus diaula makan" kata Mijin ikut frustasi. "Bagaimana kalau aku menyelinap ke asrama mereka malam ini?" Kata jaeyong berambisi. "Kau yakin? Kurasa tidak akan mudah" kata Mijin ragu. "Pastikan mereka tetap dikelas. Semua akan baik baik saja" kata Jaeyong yakin. Mijin agak ragu. "Saat kalian self study itu sudah jam 22.00 jadi aku akan menyusup diam diam. Saat itu asrama kami sudah selesai pemeriksaan kamar." Jelas jaeyong. "Aku akan berusaha semampuku" kata mijin yakin. "Sudah diputuskan kalau begitu" kata jaeyong senang.


Waktu berjalan cepat bagi Mijin. Ini sudah waktunya self study. Artinya tugas mijin menjaga teman sekelasnya tidak ada yang keluar. Mijin hanya berharap murid semester lain juga tidak ada yang keluar.

__ADS_1


Kai adalah orang pertama yang berdiri. "Aku menantangmu bermain denganku Oh Sehun!" Kata Kai senang. "Tidak tertarik" kata Sehun cuek. "Bagaimana bisa kau menolak tanpa berpikir?!" Kata kai marah. Kate berdiri kemudian berjalan menuju pintu. "Ini self study. Kau tidak boleh keluar" larang Mijin sambil berdiri. "Kau tidak tahu? Hari jum'at self study itu setiap siswa bebas melakukan kegiatan apa saja. Tergantung apa pilihanmu? Karena kelas malam tidak ada kelas olahraga biasanya kami memanfaatkan hari ini untuk kegiatan olahraga" kata chen menjelaskan. Kate menatap Mijin dingin. Luhan juga ikut berdiri dan berjalan. "Luhan kau juga?" Tanya mijin mulai gugup. "Kurasa lebih baik kau tidak berbohong. Itu hal buruk" kata Luhan menatap dingin Mijin untuk pertama kalinya. Kate dan Luhan melangkah pergi. Mijin jatuh terduduk lemas. Rencana mereka ketahuan.


Taklama kemudian semua siswa pergi menuju sebuah tempat yang menurut mereka ada akan hal menarik.


@taman belakang


Jaeyong terikat pada sebuah pohon besar tidak bisa bergerak. Kepalanya terdapat sebuah apel. Semua murid nampak bersemangat melihatnya. "Ayo panah dia ketua. Dia sudah berani bermain kotor dengan kita" teriak seorang murid. "Benar. Kita bahkan tidak pernah menyusup ke dorm mereka. Beraninya mereka ke dorm kita melakukan hal tidak terpuji" marah beberapa yang lain. "Kumohon maafkan dia. Dia tidak bermaksud melakukannya" kata Mijin berlutut didepan kate yang memegang busur. "Kau bahkan tidak berhak meminta pengampunan bagi dia. Kaupun akan bernasib sama" kata kate dingin dan kejam. Mijin tertunduk sambil menangis. Kate mengambil panah dan mulai membidik target. Begitu panah dilepas, panah itu tepat menancap pada apel di kepala jaeyong. "Kali ini kau kumaafkan. Lainkali kau akan mati!" Kata kate dingin dan datar. "Bawa wanita ini ke tempat yang sama setelah kalian melepaskan jaeyong!" Perintah kate dingin. Mijin berbalik menatap kate setelah menghapus air matanya. Lalu berdiri menantang kate. "Katakan apa salah kami hingga harus dihukum begini!" Kata Mijin tidak mau kalah. "Kau memang tidak salah kalau kau dari day class tapi aturan asrama night class. Penjahat atau pengkhianat yang bersekutu dengan murid day class harus mati detik itu juga" kata soohyun meremehkan. "Kau sama saja dengan seseorang yang kutahu. Munafik dan pembohong!" Kata kate tajam dan dingin. Mijin ketakutan tapi tetap bertahan dari rasa takutnya. "Itulah alasan kalian dianggap monster oleh murid day class" kata Mijin mengejek. Suho baru akan memukul mijin tapi ditahan baekhyun. "Hentikan hyung!" Kata baekhyun tidak suka. "Bagaimana kau bisa membela pengkhianat!" Geram suho. "Kurasa kali ini kita tidak akan membuat pengecualian bukan?" Tanya kris. "Hyung!" Teriak Chen kesal. Chen langsung menjadi tameng bagi Mijin.


Seminggu setelah itu sang ketua murid tidak terlihat di asrama maupun dikelas membuat Chen waspada. Terutama ketika self study kali ini adalah pelajaran memanah. Sebuah panah melaju ke arah Mijin dan berhenti tepat di depan mijin yang berhasil ditangkap luhan setelah menghentikan laju panah itu.

__ADS_1


"Keluar kau! Jangan mengacau kelas kami!" Kata Tao kesal. Bayangan empat orang datang dan berdiri dilapangan. "Mengesalkan! Harusnya aku bisa membunuh manusia itu dan menjadikannya santapanku!" Kata seorang wanita kesal. "Jaga ucapanmu, Park Hyo Jin" kata Suho yang baru datang. "Demi manusia ini kau bahkan datang dengan musuhmu!" Ejek Kim Jin Soo. "Kaulah musuh kami! Bajingan!" Teriak Chen emosi. "Chen" kata kris datar. 'Tapi .." kata chen terpotong."Tahan dirimu" tambah Kris. Baekhyun berdiri didepan Mijin menjadi tameng. "Kenapa kau melindungi manusia itu, baekkie?!" Teriak Miso tidak suka. "Bukan urusanmu!" Jawab baekhyun dingin. "Kau suka padanya?! Tega sekali kau! Kenapa manusia itu?! Kau selalu menolakku!!" Teriak Miso tidak terima. Mijin kaget mendengar tuduhan Miso. 'Baekhyun menyukaiku? Tapi selama seminggu ini dia memang selalu menjagaku karena luhan sekarang menjelma menjadi pengawas bukan teman lagi' pikir Mijin bingung juga miris. "Kalau iya kenapa? Masalah buatmu!" Jawab Sehun dingin. "Kau bocah hunter ini bukan urusanmu!" Kata Kyungmin ikut kesal. "Katakan saja tujuanmu kesini!" Kata Luhan to the point. "Itu yang kuhormati darimu bocah" kata Hyo jin. "Seret wanita brengsek itu kesini. Aku mau memberinya pelajaran" kata Hyojin memerintah. "Wanita brengsek itu?! Beraninya kau menghina kate!!" Kata Kai marah tapi ditahan D.O agar tidak menyerang. "Tahan dirimu" kata D.O tenang. "Kami tidak akan menyeretnya kesini. Lagipula jaga ucapanmu kalau kau mau pulang hidup hidup setelah mengejek teman kami" kata chanyeol jengkel. "Kau!" Geram Hyojin bergerak cepat hendak menyerang chanyeol tapi terlambat. Tubuh Hyojin terangkat, seseorang mencengkram lehernya. Semua orang terkejut melihatnya. "Kate!" Teriak semuanya kaget termasuk Mijin. Kate menghempaskan Hyojin layaknya sampah. "Jangan pernah datang kesini lagi! Kalau kau mau selamat!" Kata Kate hendak berjalan pergi tapi terhenti. "Sikap kasarmu inilah yang membuatku memutuskanmu seratus tahun yang lalu soohyun!! Kau terlalu kejam!!" Teriak Jinsoo marah dan membantu Hyojin. "Pacar?! Omong kosong!! Lee Soohyun yang kau kenal sudah mati" kata Kate berjalan pergi. Semua murid ikut pergi.


@ruangan kelas


"Mukamu seperti orang hendak mati" kata Kai khawatir. "Kalian benar benar vampire?!" Tanya Mijin horror. "Memangnya kenapa?!" Tanya sehun tidak senang. "Sehun" kata luhan menatap sehun tajam. Sehun cemberut dibuatnya. "Beberapa iya, beberapa berbeda lagi. Tidak semuanya, sekarang kau harus menjaga rahasia" kata Luhan serius. Mijin mengangguk senang. "Aku janji. Lagipula kalian semua melindungiku tadi tapi soal Kate, dia .." perkataan Mijin terpotong. "Dia bernama Soohyun nama lainnya Kate. Kurasa banyak dari kami memakai samaran. Beberapa juga tidak" jelas kai kali ini.


"Begitu. Keempat orang tadi?" Tanya Mijin penasaran. "Mereka .." perkataan suho terhenti. "Pergilah dari sini" kata Kate dingin. "Tidak bisa. Mereka sudah mengetahui tentang Mijin. Mijin akan terluka nanti bila pergi" protes Chen. "Aku tidak minta pendapatmu. Secepatnya kau harus pergi dari sini" kata Kate lalu pergi. "Sikap macam apa itu?" Kata Chen kesal. "Otoritas hunter lebih punya kuasa penuh bila Mijin berada di lingkungan manusia. Kalau dia tetap disini, kami akan cukup repot." Jelas Tao. "Penjelasan macam apa itu?" Kata Chen kesal. "Ini jelas. Setiap semester punya setidaknya 3 hunter penjaga dari day class maupun night class dan Mijin masuk dalam lingkup tugas kami. Kami tidak bisa membiarkan hunter lain membantu karena mereka akan kerepotan dan mungkin mengacaukan tugas mereka" jelas Luhan. "Aku bisa melakukannya" kata Chen kesal. "Chen" peringat Kris. Chen mendengus kesal. "Kami memberimu waktu berpikir" kata Luhan. Mijin mengangguk sedih. "Luhan, apa soohyun tahu sesuatu?" Tanya Kai serius. "Kurasa iya. Kalau kau tetap disini, kami akan berusaha melindungimu" kata Luhan pada Mijin setelah menjawab pertanyaan Kai.


"Sebenarnya apa yang diketahuinya?" Gumam D.O penasaran. "Sekarang lebih baik kelas hari ini dibatalkan" kata Kris tegas. "Benar. Suasana seperti ini tidak bisa ditoleransi, kita tunda dulu" kata Suho setuju. "Ayo pulang" kata baekhyun pada Mijin. "Mijin akan ikut denganku" kata Chen kesal. Baekhyun menatap Chen dingin. "Cukup, aku akan pulang sendiri. Lagipula ada sesuatu yang mau kutanyakan pada kate." kata Mijin membereskan barangnya dan pergi.

__ADS_1


keesokan harinya


Pintu kamar Kate diketuk kasar oleh Chen seakan hendak menghancurkan pintu itu. Kate datang dan menatap Chen yang mengetuk pintu kamarnya kasar. "Apa yang kau lakukan di pintu kamarku? Menyingkirlah, kau menghalangi jalan" kata Kate dingin. Chen langsung meninju pipi Kate. Kate jatuh terduduk sambil menghapus darah yang keluar dari sudut bibirnya. Kate menatap Chen kesal.


__ADS_2