
"Yunho seongsengnim?" Teriak mereka semua senang. Luhan, Tao, Sehun, Mijin, Chen, Kai, D.O dan Baekhyun segera menghampiri Yunho. "Kate dimana?" Tanya Luhan to the point.
"Dia ada dikantor kepala sekolah" kata Yunho tersenyum. Luhan langsung berlari pergi. "Kalian tidak pergi?" Tanya yunho bingung. "Kurasa lebih baik membiarkan kakakku menemuinya dulu" kata sehun santai. "Dibanding itu, aku pernah dengar kalau jalan itu bukan jalan biasa. Bagaimana Kate bisa keluar?" Tanya D.O membuat Yunho terdiam. "Kondisi Kate tidak terlalu baik?" Tanya Tao curiga. "Kau benar. Kondisinya buruk" kata Yunho membuat yang lain cukup shock mendengarnya.
@ruang kepala sekolah
"Aku mengerti permintaanmu itu. Sekarang kembalilah ke kelasmu, soohyun. Selamat datang kembali." Kata yoochun tersenyum. "Terima kasih" kata wanita yang dipanggil soohyun itu. "Lalu kau harus banyak istirahat. Aku yakin selama di memories road banyak yang muncul bukan?" Kata yoochun khawatir. "Tidak usah khawatir. Aku baik baik saja. Dengan cukup tidur, aku akan kembali pulih" kata soohyun tersenyum lalu berjalan ke arah pintu.
Pintu kepala sekolah terbuka kasar. "Luhan?" Gumam soohyun bingung. "Kate, syukurlah kau sudah pulang" kata Luhan memeluk soohyun erat. "Lihatlah hampir setahun kau tidak pulang. Ada yang sangat rindu padamu" goda Yoochun. Soohyun tersenyum. "Kate .." perkataan luhan terpotong. "Soohyun Lee soohyun. Aku akan nyaman bila kau memanggilku dengan nama itu." Jelas soohyun. Luhan menatap soohyun bingung. "Nanti akan aku jelaskan." Kata soohyun tersenyum.
"Tapi bagus kau kembali. Kau akan bisa ikut festival, tahun ini" kata yoochun santai. "Kau benar. Tahun kemarin aku tidak ikut. Akan menyenangkan" kata soohyun santai. "Ayo, kita ke kelas" kata Luhan menarik soohyun. "Tunggu, aku masuk kelas pertama. Kau kembali ke kelasmu." Kata soohyun membuat luhan bingung. "Dia tidak mengikuti pelajaran yang harus di ikuti jadi dia akan tinggal kelas" jelas yoochun. Luhan mengangguk mengerti. "Kami pergi dulu" kata soohyun dan luhan kemudian pamit pergi. "Aku harap semuanya baik baik saja" kata yoochun khawatir.
@kelas (semester 4)
"Mengesalkan! Kenapa kita tidak bisa sekelas dengan soohyun!" Kata Tao marah. Luhan sudah memberitahu detail pertemuannya dengan soohyun minus dirinya memeluk soohyun tentunya. "Aku rindu pada soohyun" rengek sehun. "Aku juga mau bertemu dengan dirinya" kata Mi jin tersenyum.
__ADS_1
"Dia bilang padaku, kau harus menemuinya nanti saat self study. Dia menunggumu di atap" tambah Luhan. "Kenapa di atap?" Tanya baekhyun curiga. "Karena mungkin dia tidak ingin kau ikut campur urusan ini" kata Luhan malas. "Benar, kau itu suka menganggu" kata Chen setuju. "Kau!" Kata baekhyun marah. "Berisik!" Kata D.O kesal melihat tingkah Chen dan Baekhyun. Keduanya terdiam. Nampaknya D.O mampu menghentikan dua orang yang suka bertengkar itu.
@atap sekolah
Soohyun bersandar di dinding pembatas dan menatap mi jin yang masuk. "Kau sudah datang" kata soohyun. "Iya, ada apa?" Tanya mi jin bingung. "Ambillah" kata soohyun menyerahkan sebuah kalung. "Apa ini?" Tanya mi jin bingung sambil menerima kalung itu. "Peninggalan kakekmu" kata soohyun menatap langit. "Jadi kakek buyutku memang ada hubungan dengan kematian keluargamu?" Kata mi jin sedih. "Kalung itu tanda perjanjian yang dibuat oleh anggota keluargamu sebagai imbalan bisa keluar dengan selamat dari memories road. Ayahku yang membawanya dengan syarat" kata soohyun sendu. "Syarat apa?" Tanya mi jin penasaran.
"Kau akan kembali ke pulau saat kau berumur 17 tahun sebagai siswi dan bertemu kakakku. Kalian akan dijodohkan. Itu syaratnya. Karena kakak ku penerus untuk pulau ini" kata soohyun tersenyum miris. "Lalu sekarang bagaimana?" Tanya mi jin sedih. "Tidak usah begitu khawatir. Kalung itu adalah ikatan perjanjian. Karena aku mengembalikannya padamu artinya perjanjian itu batal." Kata soohyun menatap mi jin. "Apa tidak apa apa?" Tanya mi jin khawatir.
"Kakakku sudah meninggal. Lalu aku wanita bukan pria jadi tidak ada yang bisa meneruskannya. Kau bisa memilih pilihanmu sendiri" kata soohyun datar. "Kau masih marah?" Tanya mi jin sedih. "Tidak hanya saja. Walaupun kakek buyutmu tidak terlibat tapi fakta manusia yang membunuh keluargaku tidak berubah. Jadi aku masih tidak suka dengan manusia" kata soohyun santai. "Maaf" kata mi jin menyesal. "Tidak usah khawatir. Itu bukan salahmu" kata soohyun datar. "Lalu kau yang berada di balik pintu keluarlah" kata soohyun dingin. Baekhyun membuka pintu dan masuk. Mi jin kaget melihat baekhyun.
Baekhyun menarik tangan mi jin agar ikut dengannya. Soohyun tersenyum, Luhan berpapasan dengan baekhyun dan mi jin dan menatap mereka bingung. "Kau sudah datang?" Tanya soohyun santai. "Iya, kenapa dengan mereka?" Tanya Luhan. "Mereka pasangan serasi bukan?" Tanya Luhan tersenyum. "Menurutmu?" Tanya soohyun santai. "Kurasa iya" kata luhan tersenyum manis.
"Kau datang karena mau jawaban bukan?" Tanya soohyun to the point. Luhan mengangguk. "Dulunya aku merasa bersalah pada ibuku karena kelahiranku dirinya meninggal tapi setelah masuk memories road aku mempelajari sesuatu yang berharga. Kenangan yang dibuat ayah dan ibuku. Maka sekarang aku berani menggunakan nama koreaku secara luas" kata soohyun tersenyum. "Tapi orang itu .." perkataan luhan terhenti.
"Dia itu tahu dari ayahku" kata soohyun tersenyum. "Festival sudah tiba. Aku tidak sabar untuk ini" tambah soohyun. "Bukannya kau benci berkumpul dengan manusia?" Tanya luhan heran. "Benci tapi tidak ada pilihan. Lagipula hanya karena mereka, aku harus melewatkan festival? Tidak mau. Itu satu satu kesempatan aku bisa bebas berkeliaran di pagi hari" kata soohyun senang. Luhan tersenyum mendengarnya.
__ADS_1
"Kau banyak berubah. Besok libur, apa yang akan kau lakukan?" Tanya luhan tersenyum. "Aku akan pergi ke danau. Kurasa aku akan tidur disana" kata soohyun santai. "Danau yang agak jauh dari dorm kita?" Tanya luhan kaget. "Iya, disana kau bisa berbaring di rumput. Sangat menyenangkan" kata soohyun senang. Luhan menggelengkan kepalanya tidak percaya.
"Besok kita libur sebelum festival. Apa yang mau kau lakukan?" Tanya baekhyun pada minji. "Kurasa aku akan jalan jalan ke desa" kata min ji. "Desa? Kau mau ke sana? Banyak murid yang juga ke sana. Mau ku temani?" Tawar baekhyun. "Bolehkah?" Tanya minji semangat. "Tentu saja. Besok di sana juga ada event. Aku penasaran event macam apa" kata baekhyun tersenyum.
"Wow, hebat. Bagaimana bisa baekhyun tersenyum begitu?" Goda chanyeol yang lewat. "Ya!" Teriak baekhyun kesal. "Kita harus memberikan minji hadiah" kata xiumin senang. "Sejak kapan kalian hang out bareng?" Protes baekhyun. "Kau tidak tahu?" Tanya chanyeol aneh. "Iya juga. Kau terlalu sibuk dengan minji dan tidak tahu." Tambah chanyeol membuat baekhyun tambah kesal. "Sejak ketua kami dan ketua kalian sering hang out bareng" tambah chen yang baru datang. Kai juga menarik lay ikut dengannya. "Kau tidak boleh membawa yixing sesukamu!" Kata kris yang datang dan menjitak kepala kai. "Kenapa? Kami ini ada dancer. Jangan ganggu date kami!" Kata Kai kesal.
"Carilah wanita lain untuk kau kencani. Jangan dekati yixing!" Kata kris kesal. "Kau menanggapinya terlalu berlebihan" jelas suho yang datang. "Dia selalu menyeret yixing ke sana kemari. Nanti kalau yixing terluka bagaimana?" Protes kris tidak terima. "Kau ikut aku!" Kata suho menyeret kris pergi.
"Aku akan melanjutkan dateku dengan xiumin." Kata chanyeol menarik xiumin pergi. "Ayo kita pergi, XingXing" kata Kai menarik tangan lay pergi. "Aku tidak tahu mereka berkencan" kata minji polos. "Mereka bukan berkencan tapi mereka menyindirku" kata baekhyun mengertakkan giginya kesal. Minji menatap baekhyun bingung.
esok harinya
@kereta api
Baekhyun dan minji sedang berada disalah satu ruangan. "Apa kau sering ke desa?" Tanya minji penasaran. "Jarang. Bila aku pergi biasanya aku di awasi oleh soohyun" kata baekhyun menatap keluar jendela. "Kenapa?" Tanya minji bingung. "karena aku vampire, mereka takut aku membuat masalah" kata baekhyun santai. "itu tidak adil" kata minji protes. "lama tidak bertemu baekhyun?" kata seorang pria pada baekhyun menyeringai. "kau!"geram baekhyun marah.
__ADS_1