Dilema Diandra

Dilema Diandra
Luka yang kembali (2)


__ADS_3

Seperti biasa, Tommy menjemputku untuk berangkat kuliah. Di sepanjang perjalanan aku hanya membisu tak mampu mengatakan apapun karena otak dan hati yang berada di tempat lain .


Hanya mendengarkan setiap ucapan Tommy dan mengangguk sebagai tanda setuju. Sampai akhirnya, kami pun sampai.


"Jangan lupa nanti malam ya, sayang." Ucap Tommy seraya mengecup keningku sebelum berpisah.


Aku hanya mengangguk sembari tersenyum , lalu bergegas pergi .


Karena tak cukup fokus saat berjalan tak sengaja aku menabrak seseorang yang ternyata seorang gadis muda, dan aku menjatuhkan beberapa buku yang sedari tadi ku pegang . Ia pun membantuku mengambil kembali buku - buku ku sembari meminta maaf . Wajah kami bertemu, dan rasanya wajah yang tak asing bagiku.


"Ma, ma ... maaf ya!" Ucapnya dengan sedikit tercengang saat melihatku.


"Iya, gapapa saya juga yang salah karena kurang fokus jalannya." jawabku sembari merapihkan rambut yang tertiup angin dan mengambil bukuku yang jatuh .

__ADS_1


Saat aku melanjutkan kembali berjalan , tiba-tiba dia memanggil namaku dengan jelasnya hingga membuat langkahku terhenti.


"Kak Diandra!"


Aku pun menoleh, dan dia pun menghampiriku dengan mata berkaca-kaca , lalu memelukku erat .


"Akhirnya ketemu juga sama kamu , kak!" Ucapnya bahagia dengan nada haru.


Panjang lebar ia menceritakan perihal Arjuna perwira Mahendra, kakak kandungnya yang adalah cinta pertamaku yang hilang selama ini.


"Kenapa sih, Jun. Kenapa harus seperti ini? Kalau saja aku bisa sedikit lebih sabar nunggu kamu, aku ga mungkin serendah ini. Iya, aku ngerasa aku adalah manusia teregois dan terjahat sekarang , Jun. Tau kalau kamu pergi, aku malah menerima hati lain, tapi saat tau kamu dalam keadaan seperti ini, aku malah punya rindu yang kuat buat kamu. Aku jahat kan, Juna? Aku ga bisa mempertahankan cinta kita lebih lama, dan malah goyah hanya karena kamu pergi . Aku ga pantes buat kamu kan, Jun?" Dengan terisak kata-kataku terlontar begitu saja disampingnya, berharap ia mendengarku dan membuka matanya.


"Meskipun mungkin kita ga bisa bersama lagi, aku harap kamu mau kembali bangun, Jun . Ada begitu banyak orang yang ingin liat kamu lagi seperti dulu. Aku mau kamu bangun, dan aku mau liat senyum kamu yang teduh itu. Aku mohon, bangun ya, Arjuna perwira Mahendra ."

__ADS_1


dengan refleknya aku mencium keningnya.


Entah, aku mungkin jahat juga egois .Tak bisa mengontrol hatiku dengan baik saat seharusnya aku menjaga hati seseorang, aku malah merindukan orang yang tak seharusnya ku rindukan. Tapi aku pun sadar, Juna bukan orang jahat yang harus kuhindari, dia pergi selama ini bukan tanpa alasan. Tapi, aku saja yang terlalu lemah dalam mencintainya , sehingga dengan mudahnya berpaling pada Tommy yang kini hatinya harus ku jaga. Ya Tuhan, andai bisa aku putar kembali waktu, bisa kah aku bahkan tak bertemu mereka yang harus kulukai hatinya karena keeogiasan ku ini?


***


Malam semakin dingin, Tommy bahkan tak bisa menghubungi nomor kekasihnya, Diandra. Ia pun mencoba menghubungi sahabatnya, Dena. Dan hanya jawaban nihil yang didapatinya, Dena pun tidak tau keberadaan Diandra karena memang sedari kemarin belum bertemu .


Dan hanya angin malam yang kini menyapanya dengan penuh tanya.


"Kamu dimana, Di ..."


***

__ADS_1


Karena mencintai, tak hanya butuh suka tapi juga luka yang harus dan akan selalu menghantui


Dilema Diandra


__ADS_2