
Pagii ini fifi sudah siap untuk berangkat ke kampus, masa orintasi nya pun juga sudah berlalu sejak seminggu yang lalu.
"Fii udah siap semuanya" tanya ayah fifi
"udah pa, ayo berangkat nanti papa telat lagi ke kantor nya"
"iyaiyaa"
Sesampainya dikampus fifi pun langsung berpamitan dengan ayahnya, kemudian ia berjalan sembari meraih ponsel nya untuk menelfon seseorang.
"Halo dita, lo dimana?" tanya sandara pada teman baru nya itu, yah mereka berteman sejak masa orientasi siswa baru dan untungnya lagi mereka satu jurusan.
"ehh gue udah didepan lobi inii, buruan lu dimana" jawab dita.
"ehh iyaa bentar lagi gue ke sono, dahh ya bay. eh jangan lupa tungguin gue."
"iyaa bawel". tutt tutt sambungan telfn pun berakhir dengan cepat fifi melangkahkan kakinya.
"nah akhirnya nongol jugaa lu, yuk buruan ke kelas" sahut ditaa
"eh iya sabar, cape gue"
"yaa elah jalan doang ga lari hehe"
"ah lu mah". Mereka berdua pun berjalan beriringan di sela sela itu tiba tiba seorang pria tanpa sengaja menabrak bahu fifi karna asyik memainkan ponselnya.
"ahww" rintih fifi pelan
"hehhh klo jalan liat liat dong" sahut dita. Ya memang dita suka sekali nge gas ke orang kalo ngomong, maklumin aje yee😀.
"ehh maaf," ucap pria itu sembari menoleh ke arah fifi dan dita. Mata pria itu tak lepas untuk menatap wajah manis fifi.
"Lohh kak Tian" ucap dita kaget
"ehh lo dit" ucap Bastian. Bastian pun kembali menatap fifi. Dia gadis yang waktu itu kan yang dilampu merah.. Batin bastian.
"lo kenal dia dit," sembari menunjuk Bastian.
"iyaa dia kaka sepupu gue"
"maaf ya gue ga sengaja, buru soalnya" ucap bastian
__ADS_1
"eh iya kak ngga papa"
"ternyata dunia sempit yah" ucap bastian yang menoleh ke arah dita
"hahh, mksd kak tian apa" tanya dita heran
"engga papa, kaka pamit dulu ya ada yang ketinggalan dimotor soalnya". Bastian pun berjalan pergi meninggalkan dita dan fifi, senyum merekah pun tak luput dari wajah bastian yang sangat antusias itu, apalagi klo bukan karna fifi gadis yang ia cari selama ini, bisa di bilang bastian langsung jatuh cinta pada pandangan pertama saat melihat fifi beberapa minggu lalu dilampu merah.
"Ahhh akhirnya selesai juga kelas pertama" ucap ditaa sembari meregangkan tubuhnya.
"Dit ayo ke kantin, gue laper"
"yaaa elah baru jam 10 dah laper aja lu" ledek dita.
"yee biarin". Mereka berdua pun berjalan ke arah kantin, sembari meliat liat meja kosong. Tiba tiba mata dita tertuju pada meja Bastian.
"ehh fii ayo kesana" sembari menunjuk meja bastian.
"ehh iyaa". Sedangkan bastian masih saja menatap layar komputernya sembari menikmati secangkir capucino panasnya.
"Kak tian" ucap ditaa sembari menarik kursi didepan bastian. Bastian hanya menatap fifi yang menarik kursi disebelah kanan bastian tanpa memperdulikan dita berbicara kemudian melanjutkan menatap layar komputer lagi.
"udahh, cuma nanti jam 11 ada kelas lagi"
"ohhhh".
"ehh fii katanya mau makan, ga jadii?" tanya dita
"iyaa bentar" fifi hanya menatap sedih layar ponselnya, berharap raka membalas setiap chat yang iya kirimkan lewat akun media sosialnya. Tiba tiba saja sambungan vidio call muncul dilayar hp fifi membuat nya senyum.
"Hay san, lagi ngapain. Kangen gue yahh" ledek fifi pada sahabat nya itu.
"hee ehh kanget banget gue" ucap sandara manja.
"lah dio manaa? ga barengan nih"
"adaa kok, lagi ke toilet. Oh iya kamu sama siapa dikantin.
"hay kenalin gue dita," baru saja ingin mengarahkan ke dita tapi udah disrobot aja.
"hay gue sandara, wahh udah ada gantinya gue nihhh" ledek sandara
__ADS_1
"hehehe, udah dulu ya gue laper, oh iya kapan kapan lu main aja kerumah oke"
"iyaa sayangku, oh iyaa raka gimana udah adaa kabar?
fifi pun menggelengkan kepala nya pelan, " belum" dengan wajah mulai sedih. Bastian yang mendengar nya pun sekilas melirik fifi.
Rakaa, siapa dia? apa pacar nya fifi.. batin bastian.
"yaa udah yah aku matiin dulu bay fifi emuahh". Tuttt tuutt sambungan telfn pun berakhir.
"Raka siapa fii?" tanya dita
"seseorang, dah ya gue mau pesen makan dulu" sembari bangkit dari duduknya.
"dihh pelit luu" .
"Kak ngerjain apaa si?"
"biasa tugas"
"kak bayarin minuman dita yahhh" ucap dita semangat"
"dih bayar sendiri lah, udah gede jugaa"
"bodoamat, aku mau pesen jus nanti kaka yang bayar." ucap dita menuju ke meja pemesanan.
"heyy heyy bocil" terik bastian namun tidak di hiraukan oleh ditaaa.
Fifi pun selesai dengan pesanannya,begitu juga dengan ditaa yang berjalan dengan jus alpukat ditangannya.
"marii makan" ucap fifi semangat membuat bastian tersenyum melihat fifi yang begitu menggemaskan baginya.
"yee lu doang mah yang makan" ucap ditaa
Fifi pun hanya melirik dita sembari tersenyum manis dengan mulut yang sudah mulai menguyah sepageti pesanannya itu.
Astaga manis banget sii, lu orang atau perii si..batin bastian yang melirik ke arah fifi.
"ehh iya kak, aku fifi" ucap fifi sembari mengulurkan tangannya untuk berkenalan dengan bastian.
"aku bastian, panggil aja tian." sembari menerima uluran tangan fifi. Jantung bastian mulai berdetak tak karuann, gugup tentu saja.
__ADS_1