
"Kak bastian mau mampir duluu"
"ee boleh deh, sekalian istirahat bentar biar ga kejebak magrib dijalan"
ehh tak kira bakalan nolak, duh gimana nih reaksi mama sama papa.. batin fifi.
"ya udah ayo kak masuk". Fifi pun mempersilahkan bastian untuk duduk disofa diruang tamunya, rumahnya sederhana memang tapi tetap bersih dan elegan. Tiba tiba ibu mia pun keluar dari dapur menghampiri fifi yang baru saja pulang.
"ehh udah pulang fii, loh sama siapa itu" merilik ke arah bastian. Bastian pun bangkit dari duduk dan memberi salam kepada ibu mia dengan mecium punggung tangan ibu mia.
"saya bastian bu temennya fifi dikampus"
"iyaa bu, tadi fifi abis pergi sama dita trs ketemu sama kak bastian trs dianterin deh pulangnya, kak bastian ini kaka sepupunya dita bu" jelas fifi pada ibunya itu.
"ohh begitu, duduk dulu nak bastian ibu lagi nyiapin makan buat nanti makan malam. Nanti ikut makan sama sama yahh"
"beneran nih bu gaa papa" tanya bastian
"iyaa ngga papa nak, ibu permisi duluu yaa"
"ibuu aku itu bantuin yah biar cepet, seperti biasaa" sahut fifi semangat.
"iyaa udahh, tapi mandi dulu kamu". Ibu mia pun mulai kembali kedapur untuk menyiapkan makan malam.
"bentar yaa kak, aku mau mandi trs bantuin mama"
"iyaa fii". Setelah sekitar 20 menit fifi keluar dari kamarnya, rambut nya yang masih sedikit basah ia biarkan saja terurai.
outfit fifi malam inii, hehe tentu saja ada bastian malu dong klo hanya mengenakan kaos dan celana pendek. fifi pun perlahan melangkahkan kakinya kedapur untuk menyiapkan camilan dan teh hangat kemudian membawanya keruang tamu.
"kak sialahkan" meletakan nampan yang berisi camilan berupa kue kering dengan segelas teh hangat. Mata bastian pun tak lekat memandang fifi yang begitu manis ditambah dengan baju dresnya selutut membuatnya tambah lebih cantik dan elegan.
"ehh iya fii, ngrelotin ajaa"
__ADS_1
"maaf ya kak fifi tinggal dulu". Fifi pun bergegas pergi kedapur dengan perasaan yang masih gugup.
"astagaa cantik bngt kamu fii," ucap bastian liriih.
Setelah kurang lebih hampir setengah jam makanan pun sudah siap, semua orang pun sudah berkumpul dimeja makan kecuali kak ela dan ayah fifi.
"Bapak kemana bu?" tanya bastian memecah kegugupannya.
"oh ayah mah jam segini masih lembur, biasa jam 8 baru nyampe rumah" sahut fifi
"udah nak bastian makan ajaa"
"kak bastian pacarnya kak fifi" ucap dika jail.
"hustt anak kecil ngomong pacar pacaran" sahut ibu mia sembari menepuk pelan tangan dika itu.
"belum dek kaka belum pacaran sama fifi" jawab bastian sembari menatap fifi sekilas. Fifi pun hanya memadang heran mendengar jawaban bastian.
belummm?? kenapa belum bukanya harusnya jawabanya enggak yah!..batin fifi.
"udah udah mari makan" sambung fifi.
"sayang raka ngga belum juga ngabarin kamu?" tanya sandara pada dio.
"Belum yang, aku juga ga tau kenapa raka kaya gitu. Mungkin dia punya alasan entah apapun itu atau mungkin orangtuanya?"
"Mungkin jugaa sih, kasian tau fifi" ucap sandara sebal pada sosok raka.
"ya mau gimana lagi, tapi yang aku tau raka emng sayang bngt sama fifi."
"dari keliatannya sih emng gitu", sandara kembali meminum es capucinonya.
"kita tunggu aja raka kembali, abis itu kita beei dia pelajaran. Seenak nya aja pergi ga ngabarin!" ucap dio kesal
"Oh ya sayang besok aku mau kerumah fifi, kamu mau ikut?"
__ADS_1
"engga deh, besok aku mau nongkrong aja sama temen"
"awas loh klo ada cewenya"
"enggak lah, ini kan cowo semua" sembari mencubit kecil hidung sandara.
Waktu masih menunjukan pukul 7 malam, bastian kini tengah bersiap untuk pulang.
"Ibu bastian pamit dulu yaa" sembari mencium tangan ibu mia.
"iyaa ati ati di jalan ya nak, kapan kapan klo mau main kesini lagi juga boleh"
"hehe mamaa..." sembari memeluk ringan lengan ibu mia.
"iyaa bu terimaksih yaa". Fifi pun berjalan mengantarkan bastian sampai didepan gerbang rumahnya. Belum sempat pergi datang kek ela yang baru saja turun dari ojek onlinenya.
"lohh, ini siapa fii" menunjuk ke arah bastian
"Saya bastian kak" ucap bastian sembari tersenyum diatas motornya.
"lah raka lu kemanain fii" ucap kak ela dengan senyum jail kemudian pergi berlalu meninggalka fifi dengan bastian.
"kakk elaaaaa"
"Raka siapa fii, pacar kamu?"
"Bukan kak, hanya seseorang yang spesial gitu deh" ucap fifi malu malu.
"maksudnya"
"udah lah kak ga usah dibahas, udah sana kaka pulang"
"dihh ngusir nihh" ucap raka sembari memakai helmnya kembali.
"hehe engga gitu kak"
__ADS_1
"yaa udah kaka balik dulu yaa" ucap bastian lembut sembari mengusap kepala fifi. Fifi pun hanya diam mematung dengan kelakuan bastian. Selam ini yang bersikap manis seperti itu hanya raka saja tapi kini sosok yang sangat ia rindukan entah bagaimana kabarnya fifi pun tak tau. Fifi masih diam ditempat sementara bastian sudah pergi berlalu dari pandangan fifi.
"bodoh!! ngapin jugaa tadi kelepasan pake ngusap kepala fifi, gimana besok coba klo ketemu pasti fifi bakal canggung bngt sama gue!! ahh sial nunjukin banget dong klo gue suka sama dia, fifi peka ngga yah!" ucap bastian yang masih melajukan motornya.