
"fii.. ".ucap bu mia
"iyaa ma ada apa? " sembari memasang wajah heran.
"mama ga suka ya kamu udah pacar pacaran"
"ma, fifi ga pacaran itu cuma temen sekolah fifi"
"mama tu pengin kamu lulus sekolah terus cari kerja sembari kamu kuliah"
"iyaa ma fifi tau,"jawab fifi dengan pelan. ibu mia pun perlahan melangkahkan kakinya menuju kamarnya.
#####
sementara itu didalam kelas nampak siswa siswi sedang sibuk belajar hingga tiba tiba keheningan itu pun buyar oleh suara bel istirahat.
kringggg kringggggg
"fii ayok ke kantin".ucap sandara sembari menggandeng fifi keluar.
"loh kok kita lewat sini, ngapin ke lorong perpustakaan"tanya fifi pada sandara.
"bentar gue mau ketemu dio dulu bentar, hehe"
"ahh lo mah gitu" ucap fifi kesal. sesampainya di depan perpustakaan fifi dan sadara disambut oleh dio yang ditemani oleh raka disebelahnya. Nampak raka mulai tersenyum saat melihat kehadiran fifi.
"Dioo,, kenapa si ngajakin ketemuan disini." tanya sandara pada kekasihnya itu.
"nihh tugas matematika nya udah selesai" sembari menyodorkan buku.
"hai fii, " sapa raka singkat pada fifi
"haiiii raka" jawab fifi sembari tersenyum renyah.
__ADS_1
"aiisshhh fifi doang nih yah disapa gue kagak?" ketus sandara pada raka.
"yaa lu mah udah ada yang punya san, mana berani gue hehe" jawab raka sembari tertawa pelan ke arah dio.
"hehehe.. "
"udahh ayok ke kantin laper gue" rengek fifi pada sandara.
"ya udah ayo bareng aja kita juga mau ke kantin ya kan rak"
"ayok ayok bareng" jawab sandara semangat.
jam pulang sekolah sudah sedari tadi, fifi yang masih berdiri didepan gerbang sembari menunggu raka. Memang sejak pertemuan nya tadi didepan perpustakaan Raka kini lebih berani mengajak fifi untuk ngobrol daripada harus memendam persaanya lagi seperti taun sebelumnya. Setelah sekitar 10 menit fifi berdiri akhirnya Raka pun tiba.
"maaf ya fii lama"
"iyaa udah ga papa, cuma 10 menit ini"
"iyaa raka ga papa". Perlahan motor raka pun mulai meninggalkan sekolah.
"oh iya fii ibu mu ga marah kan kemarin"
"engga"
"beneran"
"iya raka". Saat sudah setengah perjalanan raka tiba tiba berhenti disebuah supermarket.
"ngapin rak? "
"ayo turun". Fifi pun hanya mengangguk setuju, sembari turun dari motor dan bergegas menyusul raka.
"mau belii apa emngnya? "
__ADS_1
"nihh es crim"
"yakinnn? " tanya fifi heran. Tak butuh waktu lama mereka pun keluar dengan membawa es krim ditangan raka.
"nihh makan, gue ga tau lu sukanya rasa apa makanya gue ambil beberapa rasa lo tinggal milih aja"
"ha hhh.. " ucap fifi bingung
"udah nih makan aja"
"ehh iyaa maksih ya raka"
"yaa udah ayo gue mau ngajak lo kesuatu tempat" ujar raka semangat dan lagi lagi fifi pun hanya mengangguk tanda setuju sembari memegang es krimnya.
"Raka inii bagus banget, hemmm" fifi menarik nafas panjang sembari menikmati suasana hijau di depan mata.
"iyaa ini tu ke bukit terbengkalai gitu, tapi disebelah sana ada tempat wisatanya kok. Cuma gue lebih suka disini tenang aja gitu."
"Oh iya gue pernah denger si sandara cerita tempat itu"
"lo udah pernah kesana"
"Belum" ucap fifi singkat.
"lo tau klo gue lagi ada masalah apa pun itu gue pasti kesini, lo liat bangku panjang itu itu yang buat gue sama ayah gue" sembari menunjuk kearah bangku yang tak jauh dari meraka berdua. Fifi pun perlahan melangkahkan kakinya untuk duduk dibangku tersebut.
"Apa boleh gue klo lagi ada masalah duduk kesini, nangis disini" ucap fifi dengan menundukan wajahnya kebawah.
" fii, boleh gue jadi orang pertama yang menghapus air mata lo? ". ucap raka yang sudah jongkok didepan fifi sembari memegang tangan fifi.
"Kenapa rak? kenapa gue yang lo pilih? " ucap fifi dalam batin. Mata fifi pun tak lepas menatap Raka.
Sampai akhirnya 'Cupp' sebuah kecupan hangat mendarat di kening fifi. Fifi pun mulai membuatkan matanya menatap raka.
__ADS_1