
Dirumah nampak fifi tengah asik sibuk bermain dengan ponselnya, tentu saja semenjak Raka mulai mendekati fifi lagi kini mereka berdua pun sering chatingan. Tiba tiba adit adik fifi masuk dengan membawa koas kesayangan fifi.
"Kaa, aku mau pinjam inii ya. Males aku baju aku udah jelek semua. "
"Apaan si dit, baju lo kan banyak ngpain pake punya kaka segala" sembari merebut kaos kesayangan nya itu.
"kaka pelit bangt si"
"udah dit sana keluar, ga usah ganggu kaka" teriak fifi pada adit.
"ngga mau ka, pokoknya aku mau pake kaos itu besok. " ucap adit seraya merebut kaos nya dari tangan fifi tapi tentu saja fifi masih menahannya sekuat tenaga.
"apaa si inii ko ribut ribut fiii" teriak ibu mia kepada mereka berdua.
"maa adit mau pinjem baju kaka tapi gaa boleh" ucap adit memelas.
"dit baju kamu tu lebih banyak dari punya kaka, lagian inii juga sama bajunya kaya punya mu cuma beda warna doang." tegas fifi pada adit.
"udahh si fii, kasih aja. Baju kamu kan jugaa banyak." sambung ibu mia.
"maa apaan si, ini tu baju kesayangan aku, mama tau kan klo adit yang make tu ujung ujungnya rusak trs ga tau dikemana in". Sedang adit hanya mencoba menarik narik bajunya dari tangan fifi.
"Fiii udah fii kasih aja baju nya kenapa si" teriak ibu mia kepada fifi.
"maaaa... " ucap fifi sedih. Ibu mia yang mulai marah itu pun akhirnya menarik baju tersebut kemudian memberikannya padaa adit, hingga membuat adit tersenyum jahat.
"Udahh dit sana keluar," ucap ibu mia.
"Mama tu ya selalu kaya gitu, ngga pernah ngehargain apa yang fifi punya. Semua nya aja mama kasih ke adit" teriak bela sembari membanting pintu kamarnya.
"Fii ga usah kaya anak kecil deh" ucap kak ela sembari menggedor kamar fifi.
"apaaa!! kak ela jugaa sama aja kan sama adit, apalagi ayah yang cuma bisanya ngebela kak ela terus.."
"Fii lo tuh yaa bener bener ga tau diuntung bngt si"
__ADS_1
"Apaa kak, apa karna kak ela ngasih ngasih barang ke aku, trs giliran kak ela marah semua nya aja diambil tanpa merduliin aku gimana lagi butuh atau enggaa. "
"Fifi... " teriak ibu mia dengan nada kesal
"udahlah.." ucap fifi sembari menahan tangis nya yang mulai pecah. Fifi tidak ingin terlihat lemah didepan semua nya itu sebabnya ia menutup pintu kamar dan menguncinya.
#####
"Bentar lagii istirahat fii, lo ga pengin ke kantin gitu" tanya raka perhatian. Dari tadi raka memang hanya diam memandang fifi yang murung.
"rak udah sana lo aja yang istirahat"
"yaa lo murung gitu, crita dong kenapa?"
"gue ngga papa raka, emng lagi males aja" ucap fifi datar untuk menyembunyikan lukanya itu.
"yaa udah gue beli makanan dulu, ntar gue anterin deh kesini, gimana? "
"ihh lo mah, ini tu perpustakaan ga boleh lah makan disini"
Sejenak fifi dapat melupakan masalahnya dirumah, saat diatas motor dengan raka yang memang beberapa hari terakhir ini raka jadi lebih perhatian terhadap fifi.
"pegangan dong fii"
"hahh" ucap fifi gugup
"pegangan, gue mau ngebut inii"
"gaa usah ngebut titik. "
raka pun hanya menahan tawa nya.
"mau mampir dulu kemana gitu? " tanya raka
"engga ah aku mau langsung pulang aja ka"
__ADS_1
"yaa udah ayo ayo.. pegangan tapi" ledek raka pada fifi, diikuti juga gerakan tangan fifi yang mulai melingkar di pinggang raka.
#####
"maa, aku mau pergi sama raka boleh ngga? nanti ada sandara jugaa kok"
"kemana" tanya ibu mia heran
"main ma"
"main main...! "ucap ibu mia dengan sedikit geram.
"yaa udah mah aku pamit dulu,"
"iya"
"ehh fii lo ga dimarahin mama lo tadii" tanya sandara
"lumayan" jawab fifi singkat
"dihh gitu, "
"yaa udah ni kita mau kemana si, mana dio sama raka coba? "
"ciee udah ga sabar nih ye ketemu rakaa" ledek sandara pada fifi. Fifi pun tak kuasa menahan rona merah dipipinya. Tak lama nampak raka dan dio menghampiri mereka berdua.
"fii kenapa ga mau dijemput aja tadi? " tanya rakaa pada fifi.
"engga papa aku tadi udah sma sandara".
Tanpa mereka sandari karna tengah asyik menonton bioskop hingga waktu sudah mulai menunjukan petang.
"ehh rak pulang yuk" ucap fifi.
"tunggu nih bentar lagi selasai inii"
__ADS_1
"iyaa fii tanggung nih 5 menit lagii" sambung sandara. Fifi pun hanya menghela nafas pasrah.