
Mereka pun akhirnya melepas pelukan hangat itu, fifi yang masih terlihat sedih itu pun kini mulai melunak hatinya.
"tidak apa fifi mama sama papa yang salah disini"
"engga maa fifi yang salah, fifi minta maaf"
"sudah tidak usah dibahas lagi, semuanya salah" sambung ayah fifi sembari tertawa kecil.
"iyaa iyaa paa" senyum manis terukir diwajah fifi.
Raka dan lainya yang melihat hal itu pun kini sudah mulai merasa legaa.
"ehh kalian ayo sini masuk, " ucap ka ela yang menyadari teman teman fifi sudah diujung pintu kamar. Mereka bertiga pun hanya membalas dengan senyuman.
"Sandara, sudah lama nk disini?" tanya ibu mia.
"engga juga tante baru saja kami tiba"
..Padahal mah udah 10 menit yang lalu...
"ohh iya tan, ini rakaa ini dio" ucap sandara memperkenal kan temen temannya itu, kemudian diikuti oleh keduanya yang bergantian mencium punggung tangan orang tua fifi.
"ayok mah keluar dulu, ela kamu juga ikut" ajak ayah fifi.
"gimana keadaan lu" tanya sandara
"ya ginii"
"yaa gimana, lu tu ya buat orang cemas aja tau gak" sembari menunjukan wajahh sedihnya.
"nggak papa sayangku" membuka kedua tanganya kecil agar sandara bisa memeluk fifi. Baru saja fifi hendak mendekat sudah dihentikan oleh raka yang langsung memeluk fifi hangat.
"ngga papa gimana, ga liat itu lukanya banyak kaya gitu" ucap raka ditelinga fifi. Fifi pun hanya bisa membelalakan kedua matanya.
"Aku khawatir tau". Fifi pun akhirnya membalas pelukan raka.
"aku ngga papa". Sedangkan dio dan sandara pun hanya saling tatap heran.
"ehememm rak" suara dio memecah kemesraan raka dan fifi. Raka pun hanya tersenyum salah tingkah begitu juga dengan fifi.
"orang lagi sakit juga main peluk peluk aja lu rak"
"ya udah si dio biarin ajaa" ucap sandara sembari tertawa kecil.
"fii gimana ceritanya bisa kaya gini,padahal kan semalem kita nganterin lo sampe rumah"
"eee,panjang dio cerita"
__ADS_1
"ya udah singkat aja kan hehe"
"gue juga lupa kejadiannya dimana" ucap fifi sembari memegang keningnya untuk mencoba mengingat ingat kembali.
"tuh kan sayang fifi jadi sakit lagii kan" ucap sandara sembari menggoyangkan lengan dio.
"ehhh fii ngga papa" ucap dio panik.
"fiii.." ucap raka sembari mengelus rambut fifi.
"ehh engga papa "🙂
#####
Sudah hampir 2 minggu fifi dirawat akhirnya hari inii ia bisa kembali pulang.
"ahhhh.. menarik nafas dalam"
"ayo masuk kamar dulu trs istirahat yah" ucap ibu mia.
"sebentar mah fifi masih pengin diluar, fifi masih kangen sama udara dirumah"
"iyaa udah mama masuk dulu"
"kamu yakin besok mau masuk sekolah" imbuh kak ela sembari berjalan menghampiri fifi didepan rumah.
"ingat belajar yang rajin jangan kaya kaka"
"hehe kaka jangan gitu dong" sembari memeluk bahu kak ela."
"dasar kamu itu"
"hehehe"
"oh iya besok berangkat sekolahnya gimana? kaka ga bisa nganter soalnya besok kaka berangkat pagi banget"
"kemarin si raka bilang mau jemput kak" ucap fifi pelan dengan rona merah diwajahnya.
"hayoo jangan pacaran duluu lo"
"ihh apaan si ya engga lahh, fifi tu nanti pengin kuliah kaya kaka dulu sambil kerja"
"dihh udah punya gambaran msa depan nih" ledek kak ela.
"iyaa dong" ucap fifi semangat.
Tak terasa akhirnya fifi sampai juga diparkiran sekolah, sandara pun sudah menunggu didekat motor dio
__ADS_1
"nanti pulang nya aku antar lagi yaaa" ucap raka sembari melepaskan helm fifi
"iyaaa" sembari memberikan senyum manisnya
"hee heyyy.. gue dicuekin nih" ucap sandara disebelah.
"ih apaan si ngga lah"
"yaa udah ayo masuk kelas, sayang aku ke kelas duluu yaa"
" loh ngga jadi sarapan bareng nih" ledek dio
"ehh iyaa jadi dong tapi mau naro tas dulu ke kelas hehe" ucap sandara manja
"yaa udah aku sama raka tunggu dikantin yaa" sembari mengusap kepala sandara.
Waktu sudah menunjukan pukul 06. 55, itu berarti mereka harus segera kembali kekelas setelah selasai dengan sarapan dan tentu nya perbincangan manis antara pasangan itu tentunya.
"aku balik dulu yaa" ucap sandara sembari menepuk pelan bahu dio.
"aku ikut" sambung raka.
"lahh bro kelas lu kan disana bukan disono"
"udah diem aja si" raka pun langsung bangkit dan menggandeng tangan fifi untuk meninggalkan kantin.
"ehhh ehh itu si Raka kan, ya ampun ganteng nyaa kalo dari deket" ucap seorang murid wanita di hadapan temen temannya
"eh kok gandeng fifi si?"
"duhh kek nya kita telat deh buat gebet raka"
"ahhh cuma fifi ini" terdengar meremehkan.
Fifi yang mendengar semua perkataan murid lain pun berusaha melepas tangan raka
"kenapa fi"
"gue ga enak sama yang lain rak"
"ngapain mikirin mereka, udah ayo "
sampai didepan kelas fifi pun, mereka berdua tak lepas dari pandangan murid yang lain.
"aku pergi dulu, jangan lupa nanti pulang bareng oke" ucap raka sembari mengacak pelan puncak rambut fifi. Fifi pun hanya terdiam ditempat sembari menatap punggung raka yang pergi menjauh.
"ciieeee cieee fifi" teriak beberapa murid di dalam kelas.
__ADS_1