Dimana Kebahagiaan Ku Tuhan?

Dimana Kebahagiaan Ku Tuhan?
eps 13


__ADS_3

Disebuah hiburan malam diLondon nampak Raka tengah berbincang bincang santai dengan ke dua temanya itu.


"hey rak lu cuma minum itu doang, ga mau coba yang lebih lagii" ucap robbert (dalam bahasa inggris ).


"Raka liat deh sexyy" bisik calvin ditelinga raka sembari menunjuk ke arah gadis yang tengah asik menikmati musik dj itu.


"Hey ayolah, aku disini hanya bosan saja tak berniat untuk hal lain" balas raka sembari meneguk sedikit wine di tangannya itu.


(anggap aja mereka ngomong bahasa inggris okey😄 karna kan mereka di London jadi bahasanya inggris😅)


"kau itu seperti orang tua saja" ucap robbert dengan tawanya.


"apa kau tidak butuh wanita rak" tanya calvin


"aku sudah punya wanitaku sendiri, buat apa bersenang senang dengan wanita lain lagii"


"hey ayolah jangan kolot, jaman sekarang mana ada laki laki yang puas dengan satu wanita" tambah robbert.


"tentu saja ada, aku buktinya" jawab raka sembari menghabiskan wine nya itu lalu bergegas melenggang pergi. Kedua temannya yang melihat pun hanya bisa menggelengkan kepala mereka.


"hay fii, aku merindukanmu" ucap raka sembari memejamkan matanya dikamar apartemenya itu.


Pagi ini nampak raka sudah bersiap untuk pergi kekampusnya, raka berjalan santai menuju ruang makan sembari membawa ranselnya.



"pagii sayang", ucap ibu raka


"pagi ma," jawab raka datar.


"oh iya nanti mama bakal balik ke indonesia, kamu bisa kan anterin mama ke bandara"


"maa kapan raka juga bisa pulang" ucap raka tanpa menatap mamanya itu sembari menikmati sarapannya.


"nak bersabarlah sampai kuliah mu selesai" ucap ibu raka sedih". Keheningan pun seketika terjadi mereka hanya menikmati sarapannya itu.


####


"Fiii, kamu ngga penasaran sama orang yang suka ngasih kamu coklat" tanya ditaa dari sambungan telfn.


"gue tu penasaran banget palah,"


"gimana klo besok kita intai dia, besok berangkat 1 jam lebih awal aja oke"


"boleh juga si, gue sebenarnya juga pernah mikir gitu cuma ga pernah gue lakuin aja hehe"


"dah besok gue jemput lu, dah ya gue mau bobo cantik duluu ba bay baby". Dita pun langsung menutup panggilan telfnnya.


Jam masih menunjukan pukul 8 pagi, hari ini sesuai rencana memang mereka akan mengintai siapa fans fifi ( anggap aja gitu lah yaa).

__ADS_1


"gimana klo dia ngga dateng hari inii coba," tanya fifi yang mulai ragu. Mereka berdua sudah bersiap menunggu dibalik lemari dikelas mereka.


"udah yakin aja sii, dia pasti dateng"


"ngapp bngt gue disini dit"


"samaa gue jugaa".


Setelah menunggu kurang lebih sekitar 10 menit akhirnya muncul sosok pemuda dengan membawa bunga seperti biasa



Fifi dan dita yang menyadari sosok tersebut langsung berlari keluar dari lemari, fifi dengan gerak cepat menangkap tangan pemuda tersebut yang nampak mencoba kabur.


"Lo siapa? kenapa selalu ngasih ini buat gue!"


Pemuda itu pun hanya diam mematung menatap fifi dan dita.


"jawab ngga lo, kalo ngga gue bakal teriak disini" ancam dita. Tanpa aba aba pemuda tersebut tiba tiba menarik tangan fifi, wajah mereka sudah sangat dekat hanya menyisahkan jarak sejengkal jarinya sajaa. Mereka berdua pun saling tatap membuat kegugupan fifi semakin bertambah. Perlahan tangan fifi mulai membuka masker yang menutupi wajah pemuda tersebut. Alangkah terkejutnya fifi begitu mengetahui siapa sosok pemuda tersebut.


...flasback...


Beberapa bulan yang lalu fifi menemani ibu mia ke rumah sakit untuk menjenguk saudara mereka, saat dirumah sakit fifi meminta izin kepada ibu nya untuk berjalan jalan sebentar diarea rumah sakit. Fifi berjalan jalan diarea sekitar taman rumah sakit itu, tiba tiba pandangan matanya tertuju pada sosok pemuda yang tengah duduk diatap rumah sakit. Fifi tanpa berfikir panjang kemudian berlari menghampiri pemuda tersebut, melewati tangga tangga yang ada dengan tergegas gesa hingga nafasnya tersegal senggal sesampainya diatap rumah sakit tersebut. Fifi yang masih melihat pemuda yang masih mengenakan pakaian pasien tersebut kemudian bergegas menghampiri dan memeluknya dari belakang.


"jangan matii, bodohhh !!!. Apa kau tidak sayang nyawamu, jangan mati kumohon". Ucap fifi dengan lantang, tak perduli jika dirinya dianggap orang gila karna memeluk orang sembarang seperti itu, baginya menahan agar pria ini tidak jadi bunuh diri adalah sebuah keharusan. Pria tersebut sontak kaget dengan kehadiran fifi yang tiba tiba.


"heyy kenapa kau dian"


"gue cuma mau nahan lo biar ga jadi bunuh diri"


"bunuh diri!!? gue gitu maksd lo" dengan sedikit gugup pria itu mencoba membalikan badannya.


"iyaa lo, ngapain coba disini klo ga bunuh diri" perlahan fifi mulai melepas pelukannya karna menyadari pria itu mencoba menghadap ke arah fifi. Akhirnya mereka berdua pun saling tatap.


Cuppppp... pria tersebut tiba tiba saja mencium bibir fifi. Plakkkkk.. sebuah tamparan mendarat di wajah pria itu.


"Bodoh kenapa lo nyium gue"


"baru kali inii gue ngerasaain ada orang yang perduli sama gue" ucap pria itu yang kemudian berjalan pergi meninggalkan fifi.


"yahkkkkk" teriak fifi. Pria itu pun hanya melambaikan tangan ke atas tanpa melihat ke arah fifi.


flashback off


"looo!!! manusia bodoh yang ada diatas rumah sakit kan" ucap fifi sembari melangkahkan kakinya kebelakang.


"apahh, bodoh!!!"


"jadii lo yang tiap hari ngirimin inii" sembari menunjuk ke arah coklat dan bunga.

__ADS_1


"iyaa kenapaa?"


"luu tanya kenapa"


"iyaalah, bukanya cewe sukaa diberi kaya ginii"


"iyaa itu klo cewe lain, gue mah kagak!"


"kenapaa, lo itu dah jadi milik gue jadii lo ga boleh apa pun yang dah gue kasih"


"hah milik lo?" tanya dita ditengah perdebatan.


"iyaa dia tuh dah jadi milik gue"


"heyy sejak kapan, bahkan nama gue pun lo ga tau kan!"


"lo fifi laraswati kan jurusan manajemen bisnis dan ini kelas lo"


"lo mata matain gue yah!" tegas fifi.


"Bentar bentar, ini maksudnya apaa si? dia pacar lo fii?" sela dita.


"BUKAN!!!"


"hey lo ga inget ciuman kita dulu" jawa pria itu dengan enteng sembari melipat kedua tangannya.


"hah ciuman!" ucap dita heran.


"ehh ngga gitu dit, dia tu yang tiba tiba nyium gue!" kembali menatap pria itu dengan tajam.


"iya dan sejak saat itu lo milik gue!


"jadi mksd lo tiap hari ngasih ini itu karna lo anggep gue milik lo gitu!" jelas fifi.


"Norak tau ngga" sambung dita


"yaa!! lagian mana ada si cewe yang ga suka dikasih begituan, atau itu kurang?"


"gue ga sukaa!" ucap fifi.


Pria itu pun hanya menatap fifi dalam, tiba tiba ia mulai melangkahkan kaki nya mendekat ke fifi dan berbisik ditelingan fifi.


"lo itu milik gue jadi jangan deket deket sama cowo lain oke" ucap pria itu santai dan diakhiri dengan mencium pipi fifi.


"Maaf tuan Riko kita harus kembali" ucap asisten pribadi riko.


"Baiklah ayoo". Riko pun meninggalkan fifi yang masih diam mematung, tak percaya ada orang segila riko dihidup fifi.


"fii itu maksudnya apaa coba" tanya dita sembari mengguncang pelah bahu fifi.

__ADS_1


"gue ga tau, gue ketemu dia itu dulu waktu dirumah sakit. Waktu itu gue pikir dia itu mau bunuh diri makannya gue cegat dia eh palah gini jadinya. Dasar orang gilaaaaa!" teriak fifi sembari menatap pintu ruangan itu.


.


__ADS_2