Dimana Kebahagiaan Ku Tuhan?

Dimana Kebahagiaan Ku Tuhan?
eps 10


__ADS_3

"fii ntar abis kelas lo mau kemana?" tanya dita sembari menatap layar ponselnya.


"eee gue mau kesuatu tempat! kenapa emngnya?"


"gue pengin jalan jalan, gatel tangan gue pengin belanja hehe"


"tapi jangan abis kelas yah, mungkin sekitar jam 3 gue bisa"


"oh ya udah ntar lo langsung aja ke mall xxx.."


"okee siap".


Kemana kali fifi pergi, sendirian lagii? Kemana lagi klo bukan ke tempat favorit meraka, yaa raka dan fifi tentunya. Fifi masih saja termenung dikursi panjang itu. Kali ini ia sendiri tanpa ada raka yang disampingnya.


"Kemana kamu rak? apa tidak bisa memberi kabar sebentar? jika kuliah keluar negeri apa tidak bisa memberi kabar dulu! apa aku sudah tidak penting bagimu? Aku merindukanmu rak" kata rindu fifi yang diakhiri dengan isak tangisnya sembari menundukan kepalanya dikursi.


###


Sementara itu di tempat raka matahari baru saja menampakan sinarnya, raka yang baru saja selesai berolahraga ditaman dekat apartemennya. Raka melirik sebuah bangku panjang untuk sekedar istirahat mengatur nafas setelah berkeliling taman. Diambilnya ponsel yang ada disakunya, kembali menatap dalam foto meraka berdua saat upacara kelulusan.


"Fii aku merindukanmu, maaf kan aku yang seperti ini aku pengecut fii aku masih belum bisa jadi yang terbaik buat kamu" ucap raka sedih. "Percaya lah fi setelah semua ini selesai aku akan segera menemuimu😙."


Setelah kurang lebih 30 menit raka duduk akhirnya ia memutuskan untuk kembali ke apartemen miliknya.


"sayang udah selesai olahraganya" tanya ibu raka.


"udah mah, raka mau langsung mandi yah soalnya nanti ada kelas pagi " ucap raka datar


" iyaa nak, ini mama juga udah siapin sarapan".


Raka pun hanya pergi berlalu meninggalkan ibunya dan bergegas menuju kamar untuk mengambil handuk dan segera melangkahkan kakinya menuju kamar mandinya.


apa kamu tidak suka nak disini? mama liat dari kemarin sejak mama disini kamu selalu saja begitu, tidak seperti biasanya.. Bantin ibu raka yang menatap dalam pintu kamar raka.


Kini raka sudah bersiap untuk pergi ke kampus



yaa kiraa kira seperti ini lah outfit raka pergi kekampus. Raka melaju kan mobil nya cepat memecah jalanan kota london menuju ke Kampusnya. Hari hari yang ia lalui memeng hanya seputar itu sekarang, jarang bergaul dengan teman sekampusnya dan lebih memilih menyibukan diri dengan belajar atau pun sekedar mencari angin sendiri untuk ketenangan hatinyaa.


####

__ADS_1


"woy lu dimana, gue udah dimall inii" tanya dita


"sabar napa, lagi dijalan inii" jawab fifi


"hehe yaa maaf, gue kira lo ga jadi kesini"


"bentar lagi gue sampe, ini udah masuk parkiran"


"oh ya udah gue tunggu di depan eskalator lantai 1 ya bay. Setelah membayar ongkos ojek onlinya fifi bergegas menemui dita.


"emang mau belanja apaa?" tanya fifi.


"Baju, make up, sepatu dll"


"buset dah banyak juga ya duit lu" ledek fifi


"hehe iya dong biasa kebutuhan bulanan, udah disiapin sama ayah gue"


"beruntung lo"


"yaa gitu dehh". Setelah hampir satu jam berbelanja, dita pun mengajak fifi untuk makan.


"lo pesen aja nanti gue yang bayar" ucap dita


"ihh apaan si, jangan gitu dong ngomongnya!" ucap dita cemberut.


"iyaiyaa ga maksd gitu kok". Mereka berdua pun segera memesan makanan. Nampak dari jauh bastian sedang memperhatikan dita dan fifi.


"lo liatin siapaa bro" ucap dimas sembari memperhatikan ke arah dita juga fifi.


" enggak, eh lo duluaj aja baliknya gue masih ada urusan." jawab bastian


"yaa udah gue cabut dulu yaa" sembari menepuk bahu basrtian. Setelah punggung dimas nampak menghilang, bastian pun bergegas menghampiri dita dan juga fifi yang tengah makan.


"hey dit fii" sapa bastian sembari menarik kursi di sebelah fifi


"eh kak tian, ngapin disini?" tanya dita


"hay kak" sapa fifi manis


"abis nongkrong tadi sama temen"

__ADS_1


"terus kesini mau ngapain?"


Mau liat fifi lah ya kali nemuin lu.. batin bastian


"mau duduk, emang ga boleh"


"ngga jelas lu". Sekilas bastian melirik ke arah fifi yang sedang menikmati makannya.


"astaga fii gue lupa, gue mau nemenin mama gue ke rumah nenek"


"lah gue ntar pulangnya gimana"


"kak tiann" menatap memelas kak tian


"iyaaa" jawab tian pura pura pasrah.


"yaa udah gue bayar duluu yah" Dita pun bergegas membayar makanannya kekasir dan langsung bersiap untuk pergi


"bay fii, kak tian titip fifi yah" dita pun bebegegas pergi meninggalkan fifi dab bastian yang masih duduk sembari menatap ponselnya.


"kak fifi ga papa kok, nanti bisa pulang sendiri"


"ga usah nanti kaka yang anterin aja"


"tapi kak.." belum sempat melanjutkan kalimatnya telunjuk bastian tiba tiba sudah menempel dibibir fifi.


"udah diem, nanti kaka anterin. Udah ayo pulang udah mau jam lima" tangan bastian pun mencoba untuk memegang tangan fifi namun masih ragu ragu hingga bastian mengurungkan niatnya.


"iyaa kak makasih yah". Fifi yang masih merasa canggung pun hanya berjalan dibelakang bastian. Sesampainya diparkiran bastian langsung mencoba memaikan kan helm dikepala fifi.


"ehh kak, biar fifi ajaa"


"shuttt dah diem ajaa". Fifi pun hanya diam menatap bastian yang bersikap manis padanya hal itu tentu saja mengingatkanya pada raka dulu sewaktu masih bersama, fifi masih mengingat jelas bagaimana raka memakaikan helm dikepalanya saat digerbang sekolah,diparkiran sekolah mau pun ditempat umum. Tanpa sadar fifi pun meneteskan air matanya yang masih menatap bastian. Bastian pun heran dengan sikap fifi yang seperti itu.


"Fii kok nangiss" tanya bastian sembari memegang kedua bahu fifi.


"ehhh kak" ucap fifi yang tersadar dari lamunannya itu.


"kenapa nangis" melepas tanganya dibahu fifi


"engga kak enggaa" ucap fifi sembari mengusap kecil air matanya itu.

__ADS_1


"Ayo kak pulang". Bastian pun langsung menyalakan mesin motor nya, melaju dengan kecepatan sedang memecah jalanan ibu kota disore hariii. Sekilas bastian melirik ke arah fifi yang masih diam


__ADS_2