
Di kantin kampus nampak sedikit terkejut mendengar cerita fifi.
"lo seriusan inii ngga boong fii!" tegas ditaa.
"iyaa gue serius, gue kira waktu gue nawarin buat mampir kak bastian ngga mau eh malah sebaliknya. Terus yang lebih parahnya waktu pulang dia ngusap kepala gue dit"
" wahh wahh fiks inii kak tian suka sama lo"
"hissh ga mungkin lahh"
"kalo iyaaa gimanaa, kalo kak tian suka sama lo!" ucap dita dengan sedikit keras karna menyadari kak bastian tengah mencoba menghampiri dita dan fifi. Sontak bastian yang mendengarnya pun langsung kaget dan mencoba menarik kursi dibelakang fifi tanpa sepengetahuannya.
"ngga mungkin lah kak tian suka sama gue, ya kali ama gue." tegas fifi
"teruss klo kak tian beneran suka sama lo gimana? apa yang bakalan lo lakuin coba" menyadari pembicaran dita yang mencoba memprovokasi fifi, bastian pun sekilas melirik ke arah dita dengan tatapan tajam. Dita yang menyadari hal itu pun hanya mencoba menahan tawanya.
"Engga tau dit, hati gue masih nunggu seseorang!" jawab fifi dengan sedikit sedih.
"apaa itu raka yang dulu temen lo sebutin itu"
Fifi pun hanya menjawab dengan anggukan pelan.
"Dia pacar lo fii?"
"Bukan dit, hanya seseorang aja yang spesial! gue sma raka emng belum ngresmii in hubungan kita"
berarti gue masih ada kesempatan dong..batin bastian
"kok gitu, ah kalo kya gitu mah lo digantungin fii. klo gue si ogah banget dah"
"Dia tiba tiba ngilang dit, gue binggung tentang semua ini. Yang gue pikirin sekarang mungkin dia lagi kuliah diluar negeri, tapi yang gue heran dia ngga ada sama sekali buat ngehubungin gue atau pun temen yang lain"
"mungkin raka punya alesan fii kenapa kaya gitu"
"iyaa itu yang coba gue pahami selama inii"
"jangan jangan dia cinta pertama lo lagi fii" ucap dita semangat.
"entahlah, gue ga yakin" ucap fifi malas.
"yee lo mah, gue yakin banget klo cinta sama dia".
Apaa fifi cinta sama cowok itu.. batin bastian yang mulai tak tenang.
"mungkin jugaa si"
"emang sebelum ini lo belum pernah pacaran?
__ADS_1
"belum, gue emng lebih fokus dulu buat belajar"
"Klo suatu saat raka kembali apa yang bakalan lo lakuin fii?"
"Gue ga tau kapan dia kembali, dan gue ga tau keadaan seperti apa yang mempertemukan gue sama raka. Yang jelas yang pertama gue cuma minta penjelasn aja"
"klo gue jadi lo, mending gue cari yang lain. Yang jelas jelas ada disisi kita, kek kak tian gitu yang suka sama lo". Mendengar hal itu kembali bastina sontak langsung melirik tajam ke arah dita.
"ihh sok tau banget deh".
Tenang fii, perlahan gue bakal buat lo jatuh cinta sama gue.. batin bastian.
drettt drettt dering ponsel hp fifi berbunyi dengan segera fifi pun mengangkat panggilan dari sandara
"halo san"
"haloo fii, maaf ya gue ga jadi kerumah lo"
"kenapa"
"biasa datang bulan gue, mager banget asli ga boong" ucap sandara manjaa.
"ahh ya udah nanti gue aja yang kesitu gimana"
"boleh boleh" jawab sandara semangat.
"yehh lu ngikut ajaaa!"
"hehe biarin dong"
"ngga papa kesini aja ntar sama fifi, tapi jangan lupa bawa camilan yang banyak oke"
"wahh parah lu, yang ada tu tamu yang disambut". Fifi pun hanya tertawa renyah mendengar kedua temenya iniii.
"yaa suka suka gue dong, hhehe"
"iyaa udah nanti gue belii" ucap fifi.
#####
"wahh seriusan beli ternyata hahaha" ucap sandara.
"iyaa ni si dita yang tlaktir"
"hehe biasa buat salam kenalan" ucap dita enteng.
"uwahh lu kagak ada temen lain apa selain fifi, fifi tu milik gue tau" ledek sandara.
__ADS_1
"adaa, luu"
"dihh liat fii pede banget ni anak satu"
"udah udah ditaa emng gitu blak blakn orangnya"
"gimana klo kitaa nonton film ajaa" ucap sandara semangat.
" boleh jugaa" jawab fifi.
Hari hari berlalu dengan cepat tak terasa sudah satu tahun fifi menikmati masa masa kuliahnya dengan ditemani dita fifi melangkahkan kakinya menuju kekelas mereka. Nampak sebuah coklat berukuran sedang lengkap dengan bunga dan secarik kertas dimeja fifi.
"hehhh, lagi lagi seperti inii! siapa coba yang naro?" ucap fifi heran. Yah sejak sebulan yang lalu fifi rutin melihat pemandangan ini dimeja nya, murid yang lain pun tidak ada yang tau siapa yang meletakanya.
"udah fii fans mah gitu, sini biar gue aja yang makan kali inii!" ucap dita semangat. Tak lama jam kuliah pun dimulai, fifi nampak serius saat dosennya menjelaskan materi materi yang diberikan. Sedangkan ditaa, yah bisa dibilang setengah setengah tidak.
beruntung banget lo fii, punya penggemar rahasia kaya gitu. Lo tu sempurna fii cantik, pinter, ramah pantes aja kak tian suka sama lo...batin dita yang masih memandang fifi sekilas.
....flasback...
"hayo lo kak suka kan sama fifi" ucap dita yang sedang duduk disebelah bastian.
"dah tau nanya lagi" ucap bastian yang masih sibuk memandangi foto kebersamaan meraka saat acara kampus beberapa bulan lalu.
"kenapa ga ditembak aja coba"
"hey lu pikir gampang apa! fifi tu masih belum bisa nglupain cinta pertamanya itu lu kan tau sendiri"
"yaa cobaa aja dulu ya kan, siapa tau luluh. Ehh iya kak lu punya saingan tau!"
"maksudnya" tanya bastian bingung.
"jadi tuh beberapa hari lalu ada yang terang terangan naro coklat,bunga sama surat cinta gitu deh dimeja fifi. Dan parahnya hampir tiap hari ada tau nggak"
"gue tu punya cara gue sendiri buat deket sama fifi, dia tu ga gampang buat nerima orang baru dihati nya makanya selama ini gue berjuang buat dia biar dia bisa liat ketulusan hati gue"
"wahh bener bener nih, udah tua tambah dewasa aja lu bang" ucap dita meledek.
"emang lu pacaran melelu kerjanya."
Siapa coba sosok orang yang selalu ngasih gue coklat... batin fifi. Fifi yang tengah berbaring diranjang kamarnya itu pun masih terus berusaha mengingat ngingat dengan siapa saja ia bertemu selama inii.
"apaa ini dari raka? ahh ga mungkin raka kan diluar negeri, bagaimana dia mengirimkannya. Bahkan hanya sekedar membalae chat saja dia tidak bisa!" fifi kembali gusar dengan pertanyaan yang terus dipikirannya. " Raka bagaimana kabarmu, aku sangat merindukanmu" gumam fifi sembari menutup matanya perlahan.
Bagaimana dengan raka, ya tentu saja semakin lama sikapnya semakin dingin. Hari hari yang dia lalui di London hanya seputar kuliah belajar dan sedikit bersenang senang dengan temenya.
"Paaa, apa papa nggak khawatir dengan perubahan Raka. Raka setiap hari selalu saja begitu sikapnya dingin pa berbeda dengan raka yang dulu" ucap ibu raka dengan cemas.
__ADS_1
" Maa tenang lah itu hanya fase pendewasaan nya saja, dia memang harus fokus padaa kuliahnua juga untuk masa depan perusahan kita nantinya maa!"