Dokter Muda Penuh Pesona

Dokter Muda Penuh Pesona
Jumpa


__ADS_3

Tiba-tiba hanphone Riduan berdering.


"Hallo?"


"Kamu di mana Wan? dari tadi aku udah nungguin kamu kok belum datang-datang juga?"


"Iya maaf ini aku lagi di rumah sakit"


"Loh bukannya kamu udah pulang?"


"Iya sih, tapi tadi teman mu itu kecelakaan"


"Maksud kamu siapa?"


"Tetangga kontrakan mu itu loh"


"Ifaaa?"


"Iyaaa...."


"Ya udah aku kesana" Tut


Riduan pun masukan Handphonenya ke kantong.


"Emz...Riduan,,,aku ingin pulang" Kata ku sambil menatap Riduan.


Aku memang tidak suka jika harus berlama-lama di rumah sakit.Hal itu membuat ku merasa sesak saja, apa lagi ada bau obat-obatan yang membuat ku mau muntah.


"Apa! pulang? Nggak ***3h, kamu belum boleh pulang Ifa, harus di rawat dulu"


"Tapi saya nggak tahan dengan bau obat-obatan di sini"


"Jangan banyak alasan, kamu itu harus di rawat dengan benar, jangan menyempelekan penyakit yang ada di dalam tubuh kamu itu, lagi pula kamu tidak ada keluarga dekat di sini, aku cuman kawatir sama kondisi kamu"


Aku hanya bisa melongo mendengar ocehan Riduan, tidak ku sangka dia bisa secerewet ini.


"Maaf, aaku tidak bermaksud apa-apa. Ya sudah aku permisi ke toilet dulu"


"Ehh i-iyaa"


Riduan pun langsung berlalu pergi ketoilet. Aku pun merebahkan tubuh ku di ranjang rumah sakit tersebut. Menatap lanvit-langit rumah sakit yang berwatna putih. Otak ku terus berkelana kesana ke mari, bayabgan pisau bedah terus bergulir. Sungguh alu sama sekali tidak mau jika haris ke meja bedah. Huffff aku pun menghela nafas panjang sambil memejamkan mata ku.

__ADS_1


"krekkk !!!!!"


Kudengar ada seseorang membuka pintu. Aku pun langsung menoleh. Ternyta dia adalah Sandi, yahh dokter Sandi.


"Ifaaa? kamu kenapa bisa seperti ini?"


"Nggak tau, aku juga bingung"


"Ya ampun, ini pasti gara-gara kamu banyak pikiran kan?"


Aku hanya tersenyum sambil mengedipkan mata.


"kenapa kamu nggak dateng ke aku ketika jadwal pemeriksaan kamu kemarin?"


"Aku takut,,,,"


"Takut kenapa? penyakit kamu itu harus segera di obati"


"Iya aku tau, tapi jangan marah-marah gitu juga kali"


"Aku tuh cuman khawatir sama kamu Ifa"


~Khawatir sih khawatir tapi nggak usah ngegas seperti itu juga kali,,,


Tak lama kemudian munculah Riduan dengan seorang wanita cantik.


"Deg" Terasa hati ku sakit, tapi siapa wanita canti ini. Wajahnya tak begitu sing bagi ku.


"Sudah lama nyampai nya?" Tanya Riduan ke Sandi


"Belum lama, palingan 15 menit" Jawab Sandi.


"Oh yaa kenalin ini sepupu aku, tadi ketemu di sekitar sini"


"Haii, aku Nita" Wanita tersebut pun memperkenalkan diri


Aku pun merasa lega, ternyata wnita ini adalah sepupunya Riduan, aku berfikir dia adalah kekasih Riduan. Eit Nita? kok mirip? wajahnya juga, jangan bilang dia Nita yang sama?


Aku pun menelisik wanita tersebut bagitu pun dengan dirinya. Riduan dan Sandi hanya bisa menatap kami dengan kebingungan.


"Kok mirip banget yahh?"

__ADS_1


"Mirip sama siapa?" Tanya Sandi


"Nita teman aku, eh sahabat aku"


"Aku juga punya sabahat SMP namanya Raifa si ulat bulu"


"Aku Raifa..."


"Yaampun Ifa aku tuh kengen banget sama kamu"


Aku dan Nita pun saling berpelukan tanpa memikirkan dua orang yang melihat kami dengan tarapan kebingungan.


"Kamu kok bisa di masuk rumah sakit gini, gimana ceritanya?" Tanya Nita


"Nanti aku jelasin yahh, panjang ceritanya kalo cuma 1 atau 2 jam aja nggak cukup" Jawab ku.


"Kamu kapan nyampe ke sini, kok ngak ngabarin aku sihhh?"


"Heheh sebenarnya aku tuh mau ngasih kejutan kedatangan aku ke sini buat kamu, eh ternyata malah di pertemukan di sini"


"Owhh begitu...


"Iyaa,,, eh Fa tempat tinggal mu di mana?"


"Nggak jauh kok dri sini paling 15 menit doang..."


"Ehemmmzzz!!!!"


"Dari tadi ngobrol berdua mulu, masak kita di sini cuman dengerin aja" Riduan pun angkat bicara. Mungkin dia kesal mendengar celotehan kami berdua.


"Iya nih, begini nih kalau perempuan suda ketemu sesama jenis, ceritanya dari uajunv ke ujung" Timpal Sandi.


"Ihh biarin aja, namanya juga temu kangen" Kata Nita


"Ya sudah ini tuh rumah sakit jangan terlalu berisik. Ternyata kalian sudah saling kenal yah."


"Iyaa...."


"Karena kalian sudah saling kenal.Kita mau pamit dulu, ayo San"


"Ayoo, Ifa kamu baik-baik di sini yahh" Kata Sandi

__ADS_1


"Iyaa terimakasih yah Riduan, Sandi, atas pertolongannya."


__ADS_2