Dokter Muda Penuh Pesona

Dokter Muda Penuh Pesona
Kesiangan


__ADS_3

Sesampai di kontrakan aku pun langsung mencuci muka dan menggosok gigi. Terlintas di ingatan ku kejafian memalukan yang terjadi beberapa jam tadi. Sungguh tak percaya jika aku berbuat memalukan begitu.


~Uhhh kenapa aku jadi bodoh gitu sih? What?! Pangeran kuuu. Kenapa aku jdi begni sihhh? akkkkhhh malu banget tau.


....


Riduan memandang langit-langit kamarnya sambil senyum-senyum tak jelas, ingatannya kembali kepada kejadian saat dia di kerubungin orang-orang dan tiba-tiba ada seorang gadis memanggilnya dengan sebutan "Pangeran ku" di tengah keramaian.Alhasil ia pun terbebas dri kerubungan itu.


"Ckckckc lucu sekali sihhh itu cewek, huhh baru kali ini aku ketemu seseorang seperti dia. Hemmzz siapa namanya tadi yahh? Rai rai...? Sandi kan memanggilnya Ifa, yahh Ifa, mungkin namanya Raifa kali yahh..."


back Raifa~


Setelah selesai mencuci muka dan menggosok gigi, akupun bergegas tidurkarena besok aku harus bekerja seperti biasanya. Ku rebahkan tubuh mungil ku dan ku selimuti dengan selimut berbulu kesukaan ku.


"Good night Ifa"


Trinnggggggggg!!!!


"Hallo Selamat pagi Bu Raifa,mohon maaf Bu, Ibu hari ini tidak mengajar, kenapa ? Apa ibu sakit?" Pertanyaan suara di telepon tersebut mengagetkan ku dan membuat ku terperanjat. Kangsung ku melihat, jam dan nama pemilik panggilan tersebut di handphone ku. Pukuk 08.30. WIB dan yang menelpon ku adalah Pak wakasis.


"Hemzzz maaf pak saya lupa mengabari kalau hri ini saya tidak bisa masuk pelajaran karena harus melakukan pemeriksaan ke dokter. Srkali lagi mohon maaf pak saya lupa memberitahukannya kepada bapak malam tadi" Jawab ju sekenanya.


"Tidak apa-apa pun lain kali janga lupa lagi ya, dan untuk tugas siswanya juga jangan lupa ya Bu"


"Iya pak nanti saya kirim via what up saja"


"Baik Bu trimakasih, selamat pagi"


"sama-sama pak, pagi kembali"


Aku pun merutuki kebodohan ku untuk pagi ini. Kenapa bisa aku terlambat bangun padahal sudah ku setel alarm. Hari ini aku harus kehilangan pundi-pundi rupiah ku lagi. Kalau begini caranya nanti uang gaji ku hanya cukup buat, bayar kontrakan saja.


Setelah itu aku pun bergegas mandi dan sarapan pagi. Entah aktivitas apa yang akan ku lakukan hari ini sama sekali belum terpikirkan oleh ku.Otak ku masih terlalu panik dengan apa yang terjadi pagi ini. Tiba-tiba aku pun merasakan nyeri di area dada ku bahkan nafas oun terasa sedikit sesak. Aku pun menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya secara berulang-ulang. Mengatur nafas ku berkali hingga akhirnya sesaknya pun berkurang.


"Huhh....Syukur lah,,,,"


Aku pun bergegas mangambil air minum, ku teguk air tersebut hingga tak tersisa. Aku teringat jadwal yang di berikan oleh Dokter Sandi beberapa hari yang lalu. Aku pun berniat untuk melihat isi kertas tersebut.


"Ehmm,,, apa harus rutin seperti ini yah? Apa lagi harus tiap minggu. Nggak deh, aku nggak mau ke rumah sakit tiap minggu, mana bau obat-obatan semua" Aku pun merasa kesal dengab jadwal yang telah di buat oleh dokter Sandi. Tapi tiba-tiba aku teringat kalau pangeran ku juga bekerja di rumah sakit tersebut. Jika aku sering ke rumah sakit, otomatis aku juga akan bertemu dengannya.


"Ahkk tidak apa-apa lah kalau jadwal ku begini, kan bisa lebih sering bertemu sama pangeran ku,ckckckck"


Aku pun tersenyum senang seperti orang yang habis memenangkan lotre saja.


Hampir setengah hari ku habiskan waktu ku untuk bersih-bersih kontrakan ku, dan tiba-tiba ada notifikasi masuk ke handphone ku.


"Kak, kapan pulang? Ibu undah nanyain tuh. Apa udah lupa sama keluarga?"


"minggu depan kakak pulang"


Begitu lah bunyi pesan yang di kirim adik ku Rara. Rara memang sedikit ketus dalam berbicara dan aku sudah terbiasa dengan hal itu. Pada akhirnya minggu depan aku harus pulang untuk menjengung keluarga ku di kampung.


Jam menunnjukkan pukuk 16.30 WIB. Sore ini aku ingin joging karena sudah lama aku tidak pernah joging lagi.


"Mau ke mana bu?"


"Eh somprettt!!!!"

__ADS_1


"Semalam Setan dan sekarang sompreet, sedih amat sih hidup aku, di katain mulu. Padahal punya wajah ganteng gini"


"Kamu sih ngagetin aja, ngak pake salam segala malah tiba-tiba nongol di belakang aku, untuk aja ni sepatu ngk melayang ke kepala mu"


Yahh siapa lagi dia kalau bukan tetangga jail ku yaitu dokter Sandi. Muncul secara tiba-tiba ketika aku sedang fokus memakai sepatu olah raga.


"Iya dehh maaf bu guru, galak amet sih"


"iya..."


"Ehh Bu guru mau kemana nih, mau joging yahhh?"


"Udah jelas berpakaian kayak gini, masak mau renang"


"Yahh siapa tau aja mau main volly gitu"


"Aku mau joging, sekalian mau cari angin segar sumpek aku di kontrakan terus"


"Ya Udah bu guru kalau gitu barengan aja"


"Ehh nggak usah manggil aku dengan ada embel-embel bu gurunya, panggil aja Ifa atau Raifa"


"iya dehhh, cerewet banget dihhh ihh"


Aku pun langsung berlari tanpa memperdukukan sandi yang masih berada di tempat.


"Ehhh tungguin dong, katanya mau bateng kok malah di tinggal aja"


Aku pun terus berlari-lari kecil tanpa memperdulikan Sandi yang mengejar ku di belakang.


Kami pun joging bersama hingga merasa kelelahan dan aku pun berhenti istirahat.


"Capek tau,,, kamu kalo masih mau jonging yahh silahkan lanjut"


"Ya udah aku lanjut satu keliling lagi" Sandi pun melanjutkan jonging sedangkan aku duduj beristirahat.


Setelah beberapa menit, aku pun berangjak untuk membeli minuman.


"Pak aqua dinginnya satu"


"Iya dek"


"Pak ganti aja jangan aqua dingin, ajquanya yang biasa aja" Tiba-tiba ku dengar suara seseorang yang familiar di tekinga ku dan memang benar dia adalah pangeran ku.


"Ini minumannya "


"Makasih pak"


"Ini buat kamu, minumnya duduk jangan berdiri"


"Iya makasih"


Kami pun duduk di sebuah bangku sambil meminun minuman masing-masing.


~Ya ampunn seksi sekali dia, rambut di basahi keringat begitu. Ahhh tambah gemsss dehh sama pangeran ku ini.


"Kamu kenapa? kok botol minumnya di remes begitu?"

__ADS_1


"Hehehe nggak papa kok" Aku pun semakin menjadi salah saja mendapat pertanyaan tersebut. " Makasih ya minumannya"


"Iya sama-sama, lain kali kalau habis olah raga jangan ninum air dingin yah, nanti jantung mu bisa meledak" Riduan oun menasehati aku dengan kata-kata bijaknya.


"Iyaa,,,"Aku pun menjawab sambil menyengir kuda.


~Bukan jantung meledak karena minum ait dingin ini tapi meledajnya karena senyuman mu itu.


"Kalau begitu aku balik duluan yah"


"Iya dok,"


Riduan pun melangkah pergi meninggalkan ku yang masih setengah gila di buatnya.


Tak lama kemudian muncul lah Sandi.


"Kamu kenapa senyum-senyun nggak jelas kayak gitu? kayak orang gila aja"


"Iya,,, aku emang lagi gila" Jawab ku Sekenanya.


"Pasti habis ketemu sama Riduan kan?"


"Tuhh tau"


"Hemmmzzz, kalau mau kejar dong jangan cuman memandang dari jauh aja"


"Iya ini lagi berusaha kok"


"Berusaha gimana, kalau cuman senyum-senyum nggak jelas gitu"


"Ihhh...Biarin"


Setelah itu Aku dan Sandi pun memutuskan untuk pulang ke kontrakan masing masing.


"Ehhh Fa, kamu tadi pagi nggak kerja yah kok aku nggak ada dengar motor mu brangkat"


"Nggak, aku hari ini nggak masuk kerja"


"Kenapa?"


"Kesiangan..."


"What? Apa kamu bilang? Kesiangan?"


"Iya,,,"


"Wuahahahaha, kamu kesiangan bangun, makanya jangan tidur kayak kebo"


Tuk...


"Auhhh, sakit tau"


"Makanya jangan ngeledek aku. Aku kesiangan karena kalian ngajakin begadang semalem tau nggak"


"Ihhh siapa yang ngajakin juga, itu kan atas dasar kemauan masing-masing. jangan menyalahkan orang lain"


"Terserah!!! (Brakkk)" Aku pun langsung masuk sambil membanting pintu.

__ADS_1


"Ihh galak amet sih, dasarrr singa betina"


__ADS_2