Dokter Muda Penuh Pesona

Dokter Muda Penuh Pesona
kejutan yang pahit


__ADS_3

Setelah pulang dari rumah sakit, aku dan Nita pun segera membeli bahan-bahan yang akan di gunakan untuk membuat jus.


"Sepertinya ini sudah cukup"


"Kalau begitu aku dan Nita pun segera pulang"


Aku dan Nita pun memutuskan untuk segera pulang namun saat sampaike kontrakan, betapa terkejutnya aku ketika melihat begitu banyak jenis sayur dan buah-buahan tergeletakdi depan pintu kontarankan


"Punya siapa ini Fa?" Tanya Nita


"Aku juga nggak tau Nit"


Aku pun mengambil sebuah kertas putih yabg di selipkan di kantong sayuran tersebut.


~UNTUK RAIFA~


"Wahhhh...ternyata ada yang ngefans sama kamu yahh. Uhh kira-kira siapa yahh jadi penasaran deh..." Nita pun menjadi histeris sendiri.


"Iya yahh kira-kira siapa? kalau dia ganteng mah aku mau banget"


"Dasar yahh,,, mandang fisik doang"

__ADS_1


"Ganteng itu perlu Nit, seperti kata Roma irama, ganteng pun perluuntuk gairah cintaaa...."


"Iyaa sih tapi amal ibadah yang paling utama...."


"Hahahaha iya iyaaa benar sekali..."


"Ya sudah, Fa bawa aja tuh barang-barang masuk ke dalam, aku mau ke kontrakan ku mau rebahanan..."


"Oke Nita, makasih bnyak yahhudah nemenin, engkau lah sahabat aku yang paling baik"


"Hehehe iya Ifa sama-sama"


Lalu kami pun masuk ke kontrakan masing-masing....


Prove Riduan~


Hari itu aku mengobrol dengan Sandi mengenai penyakit gadis tersebut, entah kenapa aku merasa amat tertarik dengan kehidupannya. Aku mencari tau mengenai pengakit yang di deritanya. Kanker payudaya, sungguh ujian yg luar biasa bago seorang gadis muda seperti dirinya. Hidup di perantauan dan jauh dari orang tua, sungguh mandiri dan luar biasa.


Setelahmengetahui dengan jelas tentang penyakit Raifa, kuputuskan untuk membeli beberapa buah2an untuk dirinya. Karena ia menginginkan terapi jus untuk pengembuhannya. Aku paham betul bagaimana kehidupan seorang perantau apa lagi masih awal-awal merantau, aku hanya ingin meringankan sedikit pengeluarannya.


Aku berencana untuk terus membantunya hingga ia sembuh total.Semoga sengum indah itu selalu terukir di wajah manisnya. Ahh sungguh menawan.

__ADS_1


Ku lihat dari jauh, dia sedang mengobrol bersama adik sepupu ku, sambil sedikit tertawa, aku pun ikutan tersenyum melihat mereka. mereka pun namapah terkejut melihat bingkisan yang ku letakan di depan pintu kontrakannya. Namun setelah melakukan sedikit obrolan, akhirnya ia pun membawanya masuk ke dalam rumah.


"Kamu pasti bisa sembuh total,Raifa, bersabar lah"


Back Raifa


"Huh...benar-benar melelahkan" Sambil merebahkan tubuh di atas ranjang.


Setelah beberapa menit rebahan akhitnya aku pun beranjak. Aku pun berniat membuat jus wortel yang sudah ku beli di pasar tdi.


"Blerrrrrrrrr"


" Selesai...."


Aku pun mencoba meminumnya.


"Uwekkk, uwekkk, ya ampun rasanya sungguh tidak enak"


Aku baru minum seteguk saja rasanya mau muntah. Ya ampun, ini sungguh menyiksa . Namun aku harus meminumnya, harus menyukai sesuatu yang tak ku sukai. Aku pun berusaha menghabiskan jus tersebut.


"Akh...uwekkk, benar-benar tidak enak...ya Allah"

__ADS_1


Setelah selesai meminum jus tersebit aku pun cepat-cepat mengupas buas apel dan memakannya supaya lidah ku terasa lebih baik.


__ADS_2