
Aku menjalani hari-hari ku seperti biasanya meskipun aku harus menahan menkonsumsi makanan-makanan cepat saji atau pun sejenis jajanan toko. setiap hari hanya makan sayur dan buah, rasanya sungguh sangat menyiksa.
Hampir satu minggu sudah aku melakukan terapi jus ini dan ini ku jalani dengan tertatih tatihh, yahh demi sehat kembali. mengyiksa sih tapi yahh haris bagaimana lagi.
Hari ini tiba-tiba saja aku ingin makan keripik singkong udang balado. Aku pun pergi ke hypermart terdekat, untuk beli keripik tersebut. ketika aku hendak mengambilnya tiba-tiba ada sebuah tangan nenahannya.
"Jangan makan, makanan yang seperti itu"
DEG!!! suara yang tidak asing di telinga ku.Aku pun menoleh kearah pemilik suara tersebut dan benar saja dugaan aku bahwa ia adalah pangeran tampan ku, Riduan.
"Kamu tidak boleh mengkonsumsi sembarangan jajanan apalagi yang mengandung MSG, itu akan berpengaruh terhadap kesehatan mu"
Aku hanya menatapnya tanpa berkedip sedikit pun dan sungguh tampannn sekali makhluk Tuhan yang satu ini.
"Dug dug dug"
Oh tidak!!!! Jantung ku? semoga saja dia tidak mendenvar degub jantung ku.aihh sunggung memalukan sekali,,, tolong lahh duhai jantung...berkompromilah pada sotuasi ini.
"Kamu paham kn?"
"He eh,,, iya aku paham kok"
lalu ia pun mengambil sebuah biskuit sari gandum yang letaknya tak begitu jauh dari kami.
"Ini saja,ini biskuit bisa menambah energi mu" Kata Riduan Sambil menyodorkanya kepada ku. Manik mata hanzel itu pun sungguh memikat hati, rasanya aku melayang terbang ketika menatap mata indah tersebut.
"Iyaa Terimakasih"
Setelah itu ia berlalu pergi meninggalkan aku yang masih seperti orang bodoh.
Aku pun segera membayar biskuit tersebut, dan kembali ke rumah. Belum lama aku sampai di rumah tiba2 ada seseorang yang mengetuk pintu ku.
"Tok! Tok! Tok!..."
__ADS_1
Aku pun membukakan pintu, namun aku dan melihat siapa pun, yang ada hanyalah sekantong kresekbuah, buahan. Aku pun menoleh kiri dan kanan namun tak ada siapa pun. Bodo amat lah pikir ku, akhirnya makanan itu pun aku bawa masuk.
"Eh ehh,,, apa jangan-jangan makanan ini ada guna-gunanya lagi? Ihh seremmm. Tapi sayang kalo di buang, udah deh Bismillah aja"
Dari kejauhan aku melihat gadis itu mengambil keresek berisi buah-buahan yang ku beli kan untuk dirinya. Sengaja aku memberikannga secara diam-diam. Betapa aku sedih, ketika teringat dia menangis pilu, merantau dan jauh dari keluarga.Benar-benar wanita mandiri dan kuat. Wanita yang ku cari selama ini, namun apakah aku bisa membuatnya terus tersenyum seperti itu. Aku takut senyumnya menghilang ketika bersama ku nantinya. Tetapi ku sangat ingin bersamanya dan dekat dengannya. Apa yang harus aku lakukan.
Sosok lelaki memakai jas putih itu pun pergi meninggalkan tempat tersebut dengn bibir tersenyum.
Hari ini benar-benar ku lewati dengan perasaan yang tak menentu.Dia tiba-tiba datang tak terduga, ahh sungguh membuat ku merasa gilaaaa.
Ting...
📱Kakak kapan pulang kampung?
📱Belum tau Ndu, kakak masih sibuk.
📱Sakit apa? udah berobat belum.
📱Udah kok kak, kakak apa kabar? Sehatkan?
📱Iya kakak baik-baik2 aja, kamu jagain Ibu yaa
📱Siap kak, kakak tenang aja Randu bakal jagain ibu kok
📱iya, makasih y Randu
📱😊
"Hhufff... kamu adalah harapan akak untuk menjaga ibu Ndu, sedangkan Rara, dia sangat sulit untuk di harapkan, mengingat sikap dia yang sangat egois"
__ADS_1
Katika mendengar kabar ibu sakit, perasaan ku pasti tak tenang. Apalagi sekarang aku jauh dari Ibu, tapi harus bagaimana lagi namanya juga pejuang rupiahh...
Tiba-tiba
Tok tok tok tok tok!!!!
Suara ketukan pintu,entah siapa yang bertamu di sore hari seperti ini. Aku pun keluar dengan masih menggunakan Mukena dan membawa tasbi. Yahh wakau oun bukan termasuk yang taat banget dalam beribadah tapi ngak seringbolong juga sih hihihi.
Tok tok!
"Assalamualaikum,"
"Wa'alaikum salam"
"Eh ibu kosss,,, ada apa gerangan ?
Ternyata pemilik kontrakan datang berkunjung entah ada niat apa.
"Begini nak Ifa, saya dengar dari ponakan saya kalau kamu itu guru?"
"Iya Bu"
"Nah kebetulan sekali saya sedang mencarikan guru lest untuk anak bungsu saya, nak ifa bersedia tidak"
katena aku merasa pembicaran ini akan cukup panjang, lalau aku pun mempersilahkan ibu kos masuk dan aku pun menyempatkan diri untuk melepaskan mukena.
Aku pun berbincang bincang dengan Ibu kos tak kuduga jika orangnya sangat ramah sekali dan baik. Aku merasa sangat cocok mengobrol dengannya sampai2 tak terasa matahari mulai terbenam.
"Nak ifa, ibu pamit dulu ya, ngak terasa y matahi udah mau tenggelam, karena terlalu asik mengobrol."
"Ngak papa kok bu"
"Nanti kabarin ibu y kapan kamu bersedia ngelestnya, ibu permisi dulu Assalamualaikum"
__ADS_1
"Iya bu wa'alaikum salam, hati di perjalanan"