Dokter Muda Penuh Pesona

Dokter Muda Penuh Pesona
Teman lama


__ADS_3

Setelah beberapa hari di kampung, ini aku kembali ke Kontrakan ku.Aku memang tak begitu betah jika berlama-lama di kampung. Selain karena aku tidak punya teman, karena teman-teman ku sudah menikah, akses internet cukup sulit membuat Ku terasa jengah.


Hari ini aku berangkat jam 14.00 wib agar tak terlalu malam, sampai ke kontrakan nanti.


"Ayah, Ibu, Raifa berangkat dulu yah" Aku pun pamitan kepada kedua orang tua ku sambil mencium tangan mereka srcara bergantian.


"Iya hati, Fa"


"Jangan suka telat makan kalau di sana nanti"


"Iya Ayah. Ibu"


Ayah dan Ibu ku selalu mengantar keberangkatan ku hingga teras rumah. Ahh seperti anak kecil saja, namun begitu lah cara kedua orang tua ku menyayangi aku. Rara dan Randu? Tentu saja mereka asik fengan kegiatan meteka masing-masing.


Aku pun melajukan sepeda kotor ku dengan kecepatan seperti biasanya. Setelah 2 jam berlalu akhirnya aku pun sampai di kontrakan ku.


"Alhamdulillah,,, akhitnya sampai juga. Uhhh pegel banget dehhh" Ucao ku sambil meregangkan otot-otot tubuh ku.


Tepat pukul 16.00 Wib. Aku pun sampai tujuan dengan selamat. Aku oun segera mengabari kedua orang tua ku, agar mereka tidak mengkhawatirkan aku.


Aku pun segera membersihkan tubuh ku yang lengket karena keringat.Setelah itu aku oun melanjutkan dengan makan malam drngan msakan ibu yang telah ibu siapkan untuk ku. Tak perlu repot masak lagi hanya butuh dipanaskan lagi saja.


"Drtt...Drrttt..."


"Siapa sih ini, kok no baru?" Aku pun mekihat ada panggilan masuk dengan no baru di layar handphone ku.


"Halllo?"


"Halo Faa?, Kamu dah balik kontrakan yahh?"


Terdenger suara yang tak asing di kuping ku yang tak lain tak bukan adalah dokter Sandi.


"Iya aku dah balik nih"


"Oh ya? tapi kok aku nggak denger suara motor kamu yah?"


"Kuping kamu aja kali yang budek"


"Heheh aku serius kok Fa, emng jam brapa sih nyampe nya?"


"Jam 16.00 kurang lebihh'


"Pantesan aja, aku kan masih di RS"


"Hemmm,,,"


"Ya udah kalau gitu, istirahat yang cukup terus pola makannya juga harus di jaga"

__ADS_1


"Iyaaa pak dokterrr,,,"


"Hehehe Yasudah Selamat malam" klik


Obrolan aku dan dokter Sandi pun berakhir.Aku pun melanjutkan makan ku kembali. Setelah itu pun membereskan kembali peralatan makan ku.


Aku pun membuka ikat rambut ku dan betapa terkejutnya aku ketika melihat betapa banyaknya rambut ku yang rontok. Bahkan biasanya mengumpal seperti itu.Pikiran ku pun menerawang ke penyakit tersebut.Tanoa terasa air mata ku pun mengalir membasahi pipi ku, aku pun terisak dalam kesendirian ku.


Apakah aku bisa melewati semua ini? Ketakutan ku terus menghantui pikiran ku. Apakah secepat itu akarnya menyebar, dan


separah itu kah?


Dua minggu berlalu setelah menjalani pemeriksaan awal, aku sama sekali belum, melakukan pengobatan apa pun. Hari-hari ku, ku jalani dengan rasa nyeri yang terus menjalar di bagian dada ku, bahkan beberapa hari ini menjalar ke area lengan dan punggung


Setelah beberapa menit meluapkan emosi ku akhirnya aku pun mencuci muka dan bergegas berbaring di ranjang tidur ku, malas untuk melakukan aktivitas apa pun.


Ting!


Tiba-tiba notifikasi handphone ku berbjnyi menandakan adanya pesan masuk. Aku pun membukanya dengan malas.


"Hai curut genit apakabar?"


Aku pun melihat isi pesan tersebut dengan heran. Lalu pikiran ku menerawang, ke pada teman-teman ku dan aku pun ingat kepada sahabat SMP ku Nita. Seingat ku hanya dia yang memanggil ku dengan sebutan seperti itu.


"Hai ulat bulu, aku baik-baik saja. Bagaimana dengan kamu?"


Tak berapa lama handphone ku pun berbunyi.


"Hallo?"


"Hallo Curut genit apa kabar mu?"


"Aihh ulat bulu, aku baik-baik saja kamu apa kabar?"


"Aku juga baik kok, eh kamu kerja dimana sekarang?"


"Sesuai jurusan aku dong,, aku jadi guru di sebuah sekolah swasta"


"Wihhhh dah jadi ibu guru nihhh"


"Kamu gimana Nit, kamu kerja di mana?"


"Ahhh aku baru aja lulus dan aku lagi nungguin keterima apa nggak nya lamaran aku"


"Kamu lamar di mana?"


"Di rumah sakit, kota x"

__ADS_1


"Wahhh semoga keterima yahh, kebetulan aku juga ngontrak nggak jauh dari rumah sakit itu"


"Kebetulan banget yahh"


Aku dan Nita pun terus berbincang di telepon hingga tak sadar waktu terus berlalu dan malam pun mulai larut. Kami terus ngobrol sambil tertawa terbahak-bahak. Maklum sudah lama tidak berkomunikasi.


"Fa, kamu udah punya pacar belum?"


"Hehehe belum, tapi bakalan ada, karena aku ada icaran"


"Dasar curut genit, siapa orangnya, profesinya apa?"


"Mau tau apa mau tau bangettt sihhh"


"Mau tau bangett dong"


"Dia itu dokter ganteng di rumah sakit tempat kamu ngantar lamaran itu"


"Ahhhh jadi penasaran dehhh, moga aja aku keterima di sana biar nanti aku bisa ketemu"


Aku pun tertawa geli mendengar ucapan Nita.


"Tapi inget ya ulat bulu, kamu nggak usah gangguin dia, karena dia udah jadi milik aku, eh bakal jadi milik aku maksudnya"


"Percaya diri sekali Anda Nona, buktikan dulu dong"


"Tenang saja ini masih proses penggaetan"


~Penggaetan ? hihihi usaha aja nggak ada, jalan di tempat doang


"Sumpah dehhh aku penasaran banget sama orang itu"


"Nanti kamu juga bakal tau sendiri kok, doa'ain aja biar aku bisa dapetin dia"


"Iya aku doa'in kok, apa sih yang nggak buat sahabat aku ini, Hehhe"


"Kapan kita bisa ketemunya Nit? aku tuh kanget banget sama kamu, hampir satu tahun ini kamu hilang ditelan alam."


"Akhir minggu ini aku ke tempat mu yahh, kamu nggak sibukk kan?"


"Oke aku tunggu akhir minggu ini, di kontrakan aku yah, sekalian aja kamu nginep aja"


"Boleh tuh palingan aku nginep dari jum'at sampai minggu aja"


"Siappp bos ku di tunggu ya, awas kalau bohong"


"nggak kok, aku serius nihh"

__ADS_1


Tepat pukul 23.00 aku dan Nita pun menghentikan obrolan menutup telepon masing-masing.


__ADS_2