
Pagi itu aku berangkat kerja seperti biasanya. Berangkat pagi ditemani kuda besi kesayangan ku, honda beat berwarna biru. Aku memasuki kawasan sekolah, memarkirkan kuda besi ku lalu langsung memasuki ruang guru. Setelah sampai di pintu ruang guru, tak ku dapati seorang pun guru pun di sana. Yahh itu karena aku datang terlalu pagi, sehingga belum ada satu pun guru yang datang. Betapa semangatnya aku hari ini, bukan tanpa alasan aku betangkat pagi sekali. Hal tersebut karena aku ingin cepat-cepat bertemu dengan peserta didik agar aku tak begitu memikirkan masalah yang ku hadapi saat ini.
"Huhhh...masih sepi, buka sosmed dulu ah, siapa tau ketemu yang bening-bening, wkwkwkkw"
Itu lah salah satu kebiasaan ku, siapa tau aku berjumpa dengan sang pujaan hati. Bagi ku hari-hari yang ku jalani cukup membosankan, yang ku lakukan selama enam bulan ini hanyalah berkerja-berkerja dan berkerja. Niat hati masih ingin melanjutkan study ke jenjang berikutnya, tapi entahlah hal itu bisa terlaksana atau tidak.
"Pagi Bu Raifa..."
"Yampun,,, kaget saya pak" Kata ku sambil mengelus dada.
"Maaf Bu, hehehe ibu lagi mikiran apa sih kok sampai kaget gitu pas saya datang"
"Yahh biasa lah pak, mikirin duit, hehehe"
"Jangan mikirin duit mulu bu. sesekali mikirin calon masa depan"
"Mikirin calon masa depan? Maksudnya gimana sih pak?"
"Maksud saya sesekali pikirin calon pemdamping hidup Bu"
"Bapak bisa aja, urusan itu gampang pak. nanti saja"
"Iya deh Bu, nanti kalau ibu buka pendaftaran saya juga mau daftar ya bu"
"Heheheh"
Seseorang yang tiba-tiba datang membuat ku terkejut tersebut adalah pak Devan, seorang guru olah raga yang usianya kurang lebih terpaut 5 tahun dengan ku. Pak Devan memang sering bersenda gurau dengan ku, sikapnya yang ramah dan ceria membuatnya di sukai oleh peserta didik mau pun guru-guru. Bagi ku pak Devan adalah sslah satu senior yang patut di teladani, karena selain ramah dan ceria, ia juga termasuk salah satu guru yang berprestasi dan bijak sana srkakigus sabar dalam menghafapi peserta didik.
Tepat pukul 07.00 WIB satu parsatu guru-guru pun mulai bedatangan ke sekolah, begitu juga dengan peserta didik. Aku masih sibuk dengan telepon seluler ku. Namun tiba-tiba rasa nyeri itu oun ku rasakan kembali, berdenyut dan menusuk hingga aku pun terasa hilang tenaga.
"Ssssstttt nyeri bangettt" Aku pun memengang dada sebelah kanan yang terasa begitu nyeri.
"kenapa Bu?" Tanya Bu Erna guru ips yang mejanya berada di belakang ku.
"Dada saya terasa nyeri Bu"
"Kalau sakit, tidak usah masuk kelas bu, cukup memberi tugas kepada peserta didik saja"
__ADS_1
"Iya Bu"
Hari itu pun dada ku tak henti-hentinya terasa nyeri, pada akhirnya aku pun tak bisa masuk kelas dan hanya menitipkan tugas-tugas untuk mereka kerjakan. Ketika jam pulang aku pun segera membereskan meja dan buku-buku bersiap untuk kembali ke kontrakan ku. Dengan langkah yang gontai aku pun menyusuri koridor yang cukup panjang.
Sepanjang perjalanan pikirkan ku berkecambuk, hingga beberapa kali hampir menambrak kendaraan yang lain.
"Brukkk!!!"
"Mbak hati-hati dong kalau naik motor! Nggak usah melamun mikirin pacarnya"
"Maaf bu, saya beneran nggak sengaja"
"Untung cuman lecet dikit doang, kakau lecet banyak saya minta ganti rugi"
"Iya bu sekali lagi saya benar-benar minta maaf, saya nggak sengaja"
"Ya sudah, sana"
Aku pun segera melajukan sepeda motor ku kembali, sebelum ibu-ibu tersebut berubah pikiran, hehehehe.
"Hufff...lelahnya padahal aku nggak melakukan sesuatu yang cukup menguras tenaga, tapi kok selelah ini yah?" Ku pejamkan mata ku sembari pikiran melayang terbang ke segala arah.
"Lebih baik besok ku ke dokter spesialis saja, untuk memeriksa penyakit ini.Ah srmoga saja tidak benar. Huh aku takut sekali, semoga saja tidak benar-benar terjadi".
"Tok tok tok! " Suara ketukan pintu
" Siapa sih?" Aku pun bangkit sambil bertanya-tanya siapa yang mengentuk pintu.
"Sreeeetttt" Betapa kagetnya aku melihat siapa yang berdiri di depan ku. Ahh jantung ku terasa mau copot.
~Pangeran ku? Ahh kenapa dia begitu tampan hingga mata ku tak ingin lepas menatapnya. Eh eh kenapa dia ke sini yah? Apa jangan dia datang untuk melamar ju yah. Hihihi, halu banget sih ya aku. Ngak papa deh halu yang penting bisa bikin happy~
"Ehemz"
"Em,,, maaf cari siapa yah?" Aku oun bertanya.
"Maaf mbak, saya mau cari alamat kontrakan atas nama Sandi. Kira-kira pintu yang mana yah?" Suara bariton itu pun terdengar begitu indah di telinga ku.
__ADS_1
"Maaf mas, saya kurang tahu. Soalnya saya jarang berpapasan dengan penghuni kontrakan di sini.Maklum mas penghuni kontrakan di sini tuh orangnya pada sibuk jadi jarang bisa bertegur sapa" Jelas ku panjang lebar.
"Owh....begitu yah mbak, kalau begitu daya permisi dulu"
"Mas, saya minta maaf atas kejadian kemarin itu"
"Kejadian yang mana?"
"Itu lo mas, kejadian waktu saya menabrak punggung mas waktu dekat taman rumah sakit"
"Oh...yang itu, nggak papa kok, saya juga minta maaf, saat iti saya lagi buru-buru"
Lalu ia pun tersenyum manis kepada ku.
Aihh bikin aku tambah meleleh aja sih.
"Bro? Tumben kamu ke sini?" Tiba-tiba ada seorang pria yang memanggil dirinya dengan sebutan "Bro". Sebuah panggilan yang menunjukkan ke akraban. Pria tersebut tak kalah tampan dengan pangeran ku ini, hanya saja kulitnya lebih eksotis dan ramburnya kriting, di tambah lesing pipi di sebelah kanan menambah kesan manis.
"Kamu dari mana saja, kenapa di telpon nggak bisa-bisa ini aku mau nganter file yang ada di flashdisk ini ke kamu"
"Aihh kamu ini, ngak usah repot-repot gitu lah besok aku juga ke kantor kok"
" Aku tau tapi data-data itu harus kelar malam ini juga sebelum jam 12 malam"
"Siap laksanakan"
" Kamu nggak ada niatan nyurih akuasuk gitu?"
"Oh iya lupa, ayo sini, Kontrakan ku pintu sebelah sini" Pria keriting itu pun langsung mengajak si pangeran tampan ku masjk. ke kontrakannya.
"Mbak, saya permisi dulu ya"
"Iya mas"
~Kok aku baru tau yahh kalau tetangga depan pintu kontrakan ku itu adalah pria tampan juga, ohh ya ampunnn kan bisa jantungan aku kalau dekat-dekat sama pria tampat seperti mereka itu.Semoga aja aki dapat salah satuny, ckckckck
Akupun kembali menutup pintu dan melanjutakn aktivitas rebahan ku yang Sempat tertunda. Tak berapa lama kemudian aku pun terlelap dan masuk ke alam mimpi. Setengah jam kemufia aku pun terbangun, ternyata jam sudah menunjukkan pukul 22.00 WIB. Aku pun bergegas mengganti pakaian tanpa mandi lalu melanjuykan tidur ku kembali . wkwkwkwk.
__ADS_1