
Hai, aku Niwi ๐ Aku seorang Dokter Muda yang sedang menjalani Kepaniteraan Klinik di sebuah Rumah Sakit Pemerintah di kota ini. Aku sudah menyelesaikan Pendidikan Sarjana Kedokteran, dan sedang menjalani masa co-assistant sebelum akhirnya layak untuk ikut Ujian Kompetensi Dokter, dan mendapatkan Surat Tanda Registrasi untuk bisa menjalankan tugas sebagai Dokter Umum ๐
Ribet yak? tahapan Pendidikan Kedokteran memang seberliku itu, tapi aku sangat2 menikmatinya..
Aku bercita cita suatu saat nanti dapat menjadi seorang Dokter Bedah Kardiovaskuler ๐
Aku dibesarkan oleh seorang wanita yang luar biasa๐ wanita yang telah bertahan selama 22tahun menjadi seorang Ibu dan Ayah untukku.. yaah.. kami memang tidak terlalu dekat secara personal.. tidak seperti Ibu ibu lain dengan anak gadisnya yang hubungannya seperti teman baik. tapi apapun itu, aku menyayanginya.. sangat ๐
Aku dan Ibuku tinggal di sebuah rumah sederhana, tapi sangat nyaman. Sedari aku kecil, kami memang hanya tinggal berdua saja. Ibuku adalah seorang anak yatim piatu, yang menghabiskan masa kecilnya di Panti Asuhan. Ibuku bernama Dini, Adhyaningrum Rahasti ๐.
__ADS_1
Kedua orangtua Ibuku sudah meninggal sewaktu Ibuku berusia 4 tahun. Kakek dan Nenekku meninggal dalam kecelakaan mobil, dan meninggalkan Ibuku yang saat itu dititip di rumah Oma Wid, adik dari Nenekku. Oma Wid tidak menikah, sampai di akhir usianya. Oma Wid yang akhirnya dengan sangat terpaksa menitipkan Ibuku di Panti Asuhan, karena ketika itu sedang berjuang melawan penyakit kanker mulut rahim, dan tidak mampu lagi merawat Ibuku.
Sehari-hari Ibuku bekerja sebagai asisten Dokter Sera, seorang Dokter kecantikan yang juga sahabat lamanya di Panti Asuhan. Dulu Ibuku sempat menjadi mahasiswi walaupun hanya bertahan selama 2 semester saja. Sangat disayangkan, karna aku tahu persis Ibuku adalah seorang yang sangat pintar. Aku sudah melihat nilai rapornya semasa sekolah, dan juga berhasil masuk di Peeguruan Tinggi melalui jalur undangan. Setiap kali aku bertanya 'mengapa', Ibuku selalu menjawab, "rezeki Ibu hanya sampai disitu saja.."
Ada terlalu banyak 'mengapa' yang terlintas di benakku, hanya saja aku tak pernah mendapatkan jawaban memuaskan.
Aku sangat mengenal Ibuku.
Di awal aku mencoba peruntungan mengikuti Seleksi Penerimaan Mahasiswa, dan memilih Fakultas Kedokteran, Ibuku menentangnya.
__ADS_1
"Menjadi Dokter adalah pengabdian seumur hidup, belajar sepanjang hayat.. bukan hanya sebatas foto cantik dengan jas putih, bukan hanya sekedar pamer gelar yang letaknya di depan nama..", begitu alasannya.
Tapi aku meyakinkannya, bahwa aku mau, aku siap, dan aku benar-benar ingin menjadi seorang Dokter.
Dan di sinilah aku sekarang ๐ Hampir menyelesaikan pendidikanku, dan aku sangat bahagia bisa memakai jas putih ini walaupun masih sebagai koas, yang belum punya Surat Izin Praktik.
Dalam menjalani masa koas, aku akan masuk ke berbagai spesialisasi ilmu kedokteran. Aku akan bertemu dengan para Konsulen (Dokterยฒ Spesialis di bidangnya masingยฒ), Resisen (Dokter Umum yang sedang menempuh pendidikan Spesialis), dan juga rekan-rekan Dokter Muda dari Universitas lain.
Masa Koas adalah masa dimana para Dokter Muda bisa mengaplikasikan teori ilmu kedokteran yang sudah dipelajari di bangku kuliah. Ahh..aku sudah tidak sabar untuk segera berbaur dan belajar banyak hal dengan para Tenaga Kesehatan lainnya.
__ADS_1
Saat ini, aku sedang ada di Bagian Ilmu Penyakit Dalam.
semoga hari-hari ku akan sangat mengesankan ๐