
Rein marah,karena monster itu mengaku sebagai dewa,dan seenak jidatnya dia meminta persembahan manusia dari manusia itu sendiri,agar monster itu mengabulkan keinginan para manusia itu.
*
Terlihat sosok yang mengaku sebagai dewa itu masih mengunyah manusia yang dia makan.
"Hahaha,tidak buruk juga manusia ini rasanya,tapi sayang dia tidak memiliki mana yang besar,namun sepertinya kalian membawa persembahan yang sangat bagus kali ini jadi akan kukabulkan permitaan kalian itu,tentang membunuh semua para pemburu."
Sosok yang mengakui dewa itu tertawa menyeramkan namun para anggota guild terlihat bahagia melihatnya.
*
"Baiklah..,sekarang kalian semua boleh pergi manusia,kami semua akan melakukan yang kalian inginkan nanti,setelah kami memakan daging persembahanmu yang terlihat enak ini."Sosok yang mengaku dewa itu mengambil tubuh rein yang telah dibungkus kain hitam,dan kembali masuk kedalam gua untuk makan bersama teman-temannya.
*
"Pendeta suci benarkah para dewa itu akan mengabulkan permohonan kita."Anggota black legacy itu bertanya pada pendeta suci.
"Tentu saja,!,dewa kita tidak akan pernah mengingkari janjinya.",Pendeta suci itu berbicara dengan percaya diri.
"Mari kita kembali ke desa sekarang."Pendeta suci berbicara kepada semua anggota black legacy.
Pendeta dan para anggota black legacy pun akhirnya kembali kedesa,karena mereka sudah menyelesaikan ritualnya.
*
"Kaka lihatlah para manusia bodoh itu membawakan kita makanan yang sangat bagus!."Sosok yang mengakui dewa itu menunjuk ke tubuh rein dan berbicara pada kakanya.
"kamu sepertinya sekarang tidak berbohong!,manusia itu benar-benar bodoh,memberikan manusia yang penuh dengan mana ini kepada kita padahal jika manusia ini masih hidup kita tidak mungkin bisa melawannya. Hahaha.... tidak salah kita sudah mengancam manusia yang berada didesa itu. Sekarang ayo kita berpesta karena kita mempunyai makanan bersumber kekuatan ini dan membaginya menjadi sepuluh bagian."Kaka dari sosok yang mengaku dewa itu senang dan tertawa karena sekarang mereka akan memakan sumber kekuatan.
Mereka berniat membagi tubuh rein menjadi 10 bagian,karena monster yang ada di gua itu berjumlah sepuluh,namun pada saat mereka ingin membuka bungkusan kain hitam yang membalut rein,rein sudah menghilang dari dalam bungkusan itu dan digantikan oleh sepotong kayu yang dipenuhi kristal mana.
__ADS_1
"Brengsek!,para manusia bodoh itu telah membohongi kita,mereka harus diberi pelajaran karena telah membohongi kita."Monster yang mengaku sebagai dewa marah kepada para manusia yang berada didesa,dan dia berniat menyerang para manusia itu.
Akhirnya 10 monster itu pergi,untuk memberi pelajaran kepada manusia yang berada didesa,namun pada saat mereka berjalan mengitari lorong gua tiba-tiba sosok siluet bermata biru menyala menghadang mereka.
"Apakah kalian akan pergi?."Siluet bermata biru itu berbicara dengan lembut.
"Siapa kau?!,sepertinya ada manusia bodoh yang berani datang kerumah kami."Monster itu mengancam,meskipun dia tahu bahwa yang ada didepannya itu tidak dapat mereka kalahkan.
"Apakah kamu mengancamku?,Hahaha,aku tidak menyangka sekarang monster bisa berbicara dan dapat mengancam."Sosok silhuet bermata biru itu tertawa.
"Hei...monster sudah berapa manusia yang kalian makan?,apakah rasanya itu enak?!."Sosok silhuet kemudian berbicara dingin kepada para monster itu.
"Ya...,itu terasa enak!dan kami juga sudah makan beribu-ribu manusia yang rasanya berbeda-beda,Dan jika dibandingkan itu semua sepertinya tubuhmu itu lebih enak daripada mereka."Monster itu sambil menjulurkan lidahnya.
"Tch...,Kambing bersifatlah layaknya kambing!."Silhuet itu berbicara dengan dingin lagi.
"Torment of misery" Silhuet itu mengucapkan skill sihir.
Fuuuuuuh...!Sosok Silhuet itu meniupkan sihir torment of misery,karena itu adalah sihir ilusi.
Tiba-tiba pergerakan monster itu menjadi aneh,dan insting binatang buasnya pun keluar tidak seperti tadi saat dia sedang berbicara, mereka pun saling bertarung satu sama lain dan saling memakan satu sama lain karena efek sihir ilusi torment of misery,sosok silhuet itupun berjalan keluar gua,dan terlihatlah wajahnya saat keluar dan ternyata itu adalah rein.
"Binatang bersikaplah layaknya binatang,mereka hanyalah domba yang tidak bisa memangsa,terkuburlah didalam rumah kalian sendiri."Dia keluar sambil merasa jijik melihat para monster itu.
"Blue flame explosion"Rein mengucapkan skill sihir.
Booooom.....!
Seketika gua itu runtuh karena efek dari skill sihir rein yang meledakannya.
'Fiuuhh..akhirnya urusan dengan monster sudah selesai,nah sekarang hanya harus membereskan masalah yang ada didesa.'Rein pergi dari gua yang runtuh akibat skillnya,sekarang dia menuju desa offerrings.
__ADS_1
*
*
'Hmm?sepertinya ada sesuatu yang kulupakan?.'Rein teringat sesuatu yang dia lupakan namun dia tidak tahu apa itu.
'Sudahlah nanti saja aku pikirkan kembali.'Rein pun melanjutkan lagi setelah berhenti sebentar.
*
*
"Yo...!para warga desa offerings atau yang bisa disebut para anggota black legacy dan juga pendeta agung?apakah kalian mengingatku."Rein tiba-tiba muncul di tengah-tengah warga yang sedang berkumpul didepan rumah ketua desa.
"A-apa!bukankah kamu.....seharusnya...sudah mati!"Mereka semua kaget karena melihat rein tiba-tiba muncul dihadapan mereka.
"Hahaha....,mati?apakah aku terlihat selemah itu untuk mengalahkan monster minotaur yang kalian sebut dewa itu."Rein tertawa dihadapan para warga desa atau anggotak black legacy.
"Bukankah kamu terkena racunku yang ku masukan kedalam makanan yang kamu makan."Pendeta suci bertanya pada rein.
"Ssttt....!Lebih baik kalian tidak usah berbicara lagi,aku tidak tahu kalian mempunyai dendam apa terhadap para pemburu,tapi..,satu yang harus kalian ketahui!kalian salah mangsa dan terlalu banyak orang yang kalian bunuh atas keegoisan kalian jadi terimalah hukuman dariku."Rein menatap dengan mata yang mengintimidasi dan mengancam pada orang-orang yang ada disitu,dan orang-orang itu langsung diam tubuh mereka bergetar sampai ada yang kencing dicelananya hanya karena tatapan rein.
"Torment of misery"Rein mengucapkan skill sihirnya dan meniupkan sihirnya ke orang-orang yang ada disitu.
Tiba-tiba semua orang yang ada disitu berteriak seperti kesakitan dan tersiksa. Namun itu hanyalah ilusi,mereka tidak benar-benar disiksa oleh rein,melainkan hanya ilusi penyiksaan yang diberikan oleh rein kepada mereka,karena rein masih menganggap mereka manusia.
'Ahh aku ingat sekarang!,aku lupa membawakan kuda kepada perempuan itu untuk pergi dari sini!."
Rein pun pergi untuk mengambil kuda,dan pergi ke tempat tenda yang dia tinggalkan, karena perempuan yang ia tinggalkan pasti masih berada disitu pikir rein.
Namun rein tidak menggunakan skill teleportnya,bukan karena dia tidak bisa tapi karena dia tidak ingin menggunakannya.
__ADS_1