
Rein terlihat tidak bisa tidur saat ini,karena dia tidak terbiasa dengan tempat tidurnya dari kayu.
'Aku harus keluar untuk menyegarkan pikiranku.'Rein beranjak dari tidurnya karena dia tidak merasa bisa tidur disitu.
Tap...tap..tap.
Rein berjalan kearah pintu untuk pergi keluar,
dan dia berjalan-jalan untuk melihat-lihat desa Offerings,karena dia takut minotaur menculik warga desa lagi.
"Hmm?apa itu?."Rein melihat cahaya dikedalaman hutan.
Rein yang melihat cahaya itu langsung mendekatinya untuk mengetahui sebenarnya darimana asal cahaya itu berada.
*
Rein berlari kearah cahaya itu berasal karena penasaran.
'Hmmm?itu bukankah para warga desa sedang apa mereka?apa yang dibawa mereka itu?.'Rein melihat bahwa cahaya itu berasal dari para warga yang sedang membawa sesuatu yang dibungkus oleh kain hitam.
Rein mengamati para warga dari balik pohon.
'Baiklah aku akan mengikutinya,karena aku penasaran akan kemana mereka pergi membawa sesuatu yang dibungkus kain itu.'Rein berniat mengikuti para warga yang mencurigakan,karena penasaran apa yang akan dilakukan oleh mereka pada tengah malam seperti ini.
Rein mengikuti para warga itu dengan skill penghilang suara. Dan para warga itu berhentilah disuatu tempat seperti altar persembahan untuk para dewa,dan disitu ada sebuah gua yang ditutupi oleh batu besar untuk menghalangi jalan masuknya.
"***********"Warga mengucapkan bacaan ritual persembahan.
'Hmm?bukankah itu yang mereka bawa tadi, Apakah dia akan menjadikan sesuatu yang dibungkus itu sebagai persembahan?.'Rein bingung karena dia tidak tahu sebenarnya apa yang akan dilakukan para warga itu.
Rein terus mengamati apa yang akan dilakukan para warga itu,sampai dia tertidur karena merasa kantuknya tidak bisa tertahan lagi.
*
"Aaaaaaa.....!,Hosh..hosh!."Rein bermimpi buruk dan berteriak.
'Hahh...,untunglah itu hanya mimpi.'Rein mengusap dadanya sambil menghela nafas.
'Eh!aku sampai lupa,bahwa tadi aku sedang mengamati para warga itu. Dimana mereka sekarang?apakah sudah selesai,bukankah itu persembahan mereka?."Rein menengok kearah para warga namun mereka sudah tidak ada,yang tersisa hanyalah bungkusan hitam itu.
__ADS_1
'Aku penasaran apa yang ada didalam bungkusan itu lebih baik aku melihatnya.'Rein karena penasaran dengan bungkusan hitam itu,dia langsung berjalan menghampiri altar dari tempat persembunyiannya tadi.
*
Rein sedang membuka bungkusan hitam itu.
"Eh!manusia!mereka persembahan mereka adalah manusia?."Rein kaget setelah membuka bungkusan hitam itu,karena dia melihat seorang wanita didalamnya,dan manusia itu memakai zirah besi namun wanita itu tidak sadarkan diri seperti terkena efek racun.
'Aku harus membawa perempuan ini untuk diobati,tapi kemana aku harus membawanya.'
Rein bingung dan melihat sekitar hutan kemana harus membawa perempuan itu.
'Ah aku ingat kalau tidak salah ada sebuah event yang pernah memberikanku tenda.' Rein mencoba membuka sihir ruangnya untuk mencari tenda yang ia dapat dari sebuah event dalam game.
*
'Syukurlah tenda ini masih ada,sebenarnya tenda ini tidak terpakai disebuah game namun tidak kusangka tenda ini akan berguna sekarang.'Rein tersenyum senang karena tendanya masih ada didalam sihir ruangnya.
Rein pun pergi membawa perempuan yang akan menjadi persembahan itu. untuk mencari tempat yang aman,agar tidak ketahuan oleh para warga,bahwa reinlah yang mengambil persembahan itu.
'Yosh..sepertinya disini aman.'Rein menemukan tempat yang cocok untuk mendirikan sebuah tenda,dan dia sekarang sedang mendirikan tendanya.
*
'Hmm?pertama-tama mari kita coba dulu sihir penyembuhan karena aku tidak mempunyai potion.'Rein membaringkan perempuan itu dan dia mulai menaruh tangannya diatas perut wanita itu.
"Light healing."Rein mengucapkan skill sihir.
'Fiuh..,untunglah masih berhasil hanya dengan sihir,jika tidak maka aku harus membuat potion.'Rein lagi-lagi mengusap keringat yang ada didahinya.
Rein pun keluar dari tenda untuk mencari kayu bakar dan menyalakan api unggun untuk menghangatkan tubuhnya.
"Mmmm?dimana ini?."Perempuan yang diobati oleh rein siuman.
Lalu perempuan itu mengintip keluar dan melihat seorang lelaki sedang duduk didekat api unggun.
"Siapa dia?,apakah dia menculikku?."Perempuan itu mencurigai rein telah menculiknya.
Perempuan itu berjalan mengendap-ngendap ke arah rein dan menarik pedang untuk menebas rein dari belakang.
__ADS_1
"Ahh,kamu sudah sadar!,sebaiknya sarungkan lagi pedangmu itu agar sesuatu yang buruk tidak akan terjadi."Rein membalikan wajahnya menatap wanita itu.
"Ya...sesuatu yang buruk akan terjadi padamukan penjahat!."perempuan itu menebas rein tepat kearah wajahnya.
Swooosh.....!
Plakk.....!Rein menangkap tebasan perempuan itu dengan satu tangan.
"Apakah begini caramu berterimakasih pada seseorang yang menyelamatkanmu?."Tangan rein masih memegang pedang perempuan itu dan menatapnya lagi.
"Penyelamatku?apa aku ini bodoh!,kamu menyelamatkanku memangnya aku butuh diselamatkan olehmu dari desa yang meminta bantuan ke guild."Perempuan itu tidak percaya bahwa rein telah menyelamatkannya.
"Hahh...,apakah kamu tidak tahu bahwa kamu itu diracun dan akan dijadikan persembahan?."Rein menghela nafas dan mengatakan apa yang terjadi.
"Diracun?persembahan?Hmmm?apakah ketua desa yang meracuniku pada saat itu?."
Perempuan itu teringat sesuatu.
"Apa kamu ingat sekarang apa yang terjadi?." Rein bertanya kepada perempuan itu.
"Eh,ingatanku tiba-tibakabur,yang kuingat terakhir ketika ketua desa itu memberiku makan dan setelah itu aku merasa pusing dan..."Perempuan itu memegang kepalanya karena berusaha mengingat apa yang terjadi setelah dia tertidur.
"Hahh...,jadi begitukah?apakah kamu seorang pemburu?."Rein tiba-tiba mengerti apa yang sedang terjadi.
"Ya...aku adalah seorang pemburu rank emas."Perempuan itu memperlihatkan lencananya pada rein.
"Ternyata dugaanku benar!,aku juga adalah seorang pemburu rank ku adalah legenda,dan juga aku memiliki quest yang sama denganmu,jika tidal salah rank quest mu pastilah perak bukan?."Rein pun sama menunjukan lencananya dan juga menunjukan questnya.
"Ahh!kamu benar rank quest ku b,namun dari mana kamu tahu bahwa rank questku adalah b?."Perempuan bertanya pada Rein.
"Aku tahu karena kini kita sedang dijebak oleh warga desa itu."Rein berbicara bahwa mereka sedang dijebak oleh warga.
Rein menceritakan semua yang dia ketahui pada perempuan itu,sampai bagaimana cara rein menyelematkan perempuan itu,
"Apakah kamu sudah mengerti sekarang?." Rein bertanya pada perempuan itu.
"Ahh..ya aku mengerti sekarang,tapi bagaimana cara kita pergi dari sini sekarang sedangkan kuda kita masing-masing ada didesa."Perempuan itu mengangguk dan bertanya lagi kepada rein.
"Tentang itu aku akan mengambilkannya untukmu besok,dan kamu tunggulah disini,agar aku tidak perlu mencarimu nanti. Dan jika kamu berhasil kabur laporkanlah kejadian ini kepada ketua guildmu,agar nanti tidak akan ada lagi Seseorang korban persembahan didesa ini."
__ADS_1