Dragond Disaster

Dragond Disaster
Kehidupan baru.


__ADS_3

Rein bingung,setelah dia tahu bahwa dia bukan didalam game,namun dia sedang berada didunia yang dia tidak ketahui sama sekali. Dan dia berpikir tidak ada gunanya lagi mencari pemain lain setelah dia tahu itu.


'Aku benar-benar sial!sekarang aku tidak tahu ada dimana dan juga tidak bisa bertanya pada siapapun sekarang.'Rein menggaruk kepalanya karena merasa kesal.


*


Rein akhirnya memutuskan untuk bertanya kepada orang yang yang menyapanya tadi.


"Anu..,maaf."Rein memegang kepalanya dan tersenyum canggung.


"Ah,tuan rein,ada perlu apa padaku tuan." Wanita yang bertanya menjawab.


"Eng..,boleh aku bertanya?kamu tahu namaku darimana?"Rein tersenyum dan bertanya dengan gugup.


"Eh?siapa yang tidak kenal anda disini tuan, bukankah tuan rein adalah pemilik tanah dari desa ini."Wanita itu menjawab dan keheranan atas pertanyaan rein.


"Pemilik?aku pemilik tanah ini?"Rein kaget sambil menunjuk dirinya sendiri,karena pernyataan wanita itu.


"Benar tuan,apakah tuan tidak ingat bahwa tuanlah yang menyelamatkan kami."Wanita itu keheranan atas tingkah laku rein.


"Ahh..,kamu benar! aku sudah ingat sekarang."Rein tersenyum sambil menggaruk belakang kepalanya,karena dia berusaha berbohong.


"Syukurlah jika tuan ingat."


"Ya,terimakasih karena mau berbicara denganku."Sambil tersenyum rein berterimakasih.


Rein karena telah mengetahui bahwa dia disitu sebagai pemilik tanah,karena itulah mengapa wanita itu tau nama rein,dia pun akhirnya pergi setelah bertanya,namun banyak pertanyaan yang ada dipikiran rein.


*


'Hahh...,pemilik tanah?Terbangun didunia berbeda?Dan tidak tahu apapun?Haiih..,sial..! aku jadi merasa lelah setelah banyak pertanyaan dikepalaku ini,lebih baik aku kembali dulu ke mansion,dan membuat rencana untuk mencari tahu tentang dunia ini.'


Rein akhirnya kembali ke mansionnya,untuk mencari tahu kenapa dia bisa berada didunia ini,dan mencari cara agar dia bisa kembali.


"Hahh...,pertama aku harus buat rencana, namun aku belum tahu apapun tentang kehidupan disini. kalau tentang sihir aku masih bisa menggunakannya,tapi aku belum tahu mata uang disini,apakah masih sama dengan koin emas dalam game?jika masih sama dengan koin emas dalam game maka aku tidak perlu khawatir lagi tentang uang, Mungkin ada 3 milyar koin didalam gudang mansionku. Jika dunia ini mirip dengan dunia game maka skill blacksmith dan alkemisku masih bisa dipakai,tapi...,aku tidak tahu apakah disini masih ada dragon atau tidaknya,tapi jika hanya monster biasa aku masih sanggup melawannya tanpa terluka sedikitpun,namun jika dragon maka akan sedikit susah dilawan."

__ADS_1


Rein berbicara sendiri,karena sedang membuat rencana.


"Mungkin yang pertama harus kucari tahu adalah mata uang disini,setelah itu mari kita lihat apakah dunia ini benar-benar mirip dengan dunia game atau tidaknya. Hahh..., aku harus kembali lagi ke pedesaan untuk mencoba koin emasku,jika saja ini sama dengan dunia game maka aku tidak harus berjalan kaki ke pedesaan itu. tapi sihir ruangku masih bisa digunakan?bukankah seharusnya berlaku sama dengan sihir yang lain. Baiklah mari kita coba"


"Light transition"Rein mengucapkan skill.


Seketika keberadaan rein menghilang dari mansion,dan tiba-tiba dia berada didekat sebuah desa.


"Hmm!berhasil!,syukurlah aku tidak perlu berjalan,mari kita coba koinku sekarang."


Rein coba mencari seseorang pedagang namun dipedesaan itu hanya ada satu pedagang,dan pedagang itu hanya menyediakan makanan.


"Permisi,bibi apakah aku bisa membeli ini dengan koin ini?."Rein sambil menunjukan koinnya bermaksud untuk membeli.


"Hah?!,bukankah itu koin emas tuan rein?aku tidak mempunyai banyak kembalian untuk itu, apakah tuan rein mempunyai koin perak atau perunggu?."Bibi penjual makanan kaget setelah rein mengeluarkan koinnya.


"Eh?,Memangnya berapa harga dari makanan ini bibi.?"Rein kaget dan bertanya kembali.


"Harga dari makanan ini hanya 1 koin perak atau 10 koin perunggu tuan."Bibi penjual memberitahu harga makanan yang dia jual.


"Tentu saja aku tidak mempunyai kembaliannya tuan,karena satu koin emas berarti 100 koin perak tuan,sedangkan aku tidak mempunyai kembalian sebanyak itu tuan."Bibi penjual menjelaskan.


"Ahh..,memangnya berapa koin yang bibi punya untuk kembalian."Rein tersenyum dan bertanya lagi.


"Tuan aku hanya mempunyai 20 koin perak jadi tidak bisa memberi kembalian untuk tuan."Dengan lemas bibi penjual itu menjawab.


"Baiklah,ini untukmu bibi aku akan mengambil satu makanannya dan tolong kembaliannya, kasih saja aku 10 koin perak yang bibi punya."


Dengan tersenyum rein memberikan koin emas itu pada sipenjual.


"Benarkah tuan!,terimakasih tuan,tuan tidak hanya menyelamatkan kami,tuan juga sangat baik hati,semoga tuan selalu dilindungi dari marabahaya."Bibi penjual kaget dan berterimakasih dan mendoakan rein.


"Ahh,sama-sama bibi."Rein memegang belakan kepalanya dengan satu tangan sambil tersenyum.


Rein akhirnya selesai mencari tahu apakah koinnya bisa digunakan atau tidak,setelah membeli makanan dia pun langsung pergi.

__ADS_1


"light transition return."Rein mengucapkan skill.


Rein kembali dengan sihir teleportasinya.


"Fiuuhh..,sekarang aku sudah tidak khawatir tentang uang,namun yang harus ku lakukan sekarang adalah mencari pelayan untuk mengurus mansionku, dan juga penjaga rumah untuk menjaga mansionku,agar tetap aman dan juga bersih.


aku tidak akan sempat menjaga atau membersihkan mansionku,karena aku harus berpergian,untuk mencari tahu tentang dunia ini."


Rein bermaksud untuk mencari seorang pelayan dan penjaga,agar dia tenang saat dia berpergian.


"Mmh...,tapi..,aku tidak tahu harus kemana mencari pelayan dan penjaga,apakah didesa itu ada yang mau menjadi pelayan dan penjaga mansionku?,jika harus kekota terdekat aku tidak tahu jalannya saat ini karena mungkin saja peta dunia ini berbeda dengan game dragon world. Semoga saja didesa itu ada,pertama aku harus ke rumah ketua desa itu terlebih dahulu dan menanyakannya."


Rein bemaksud untuk kembali lagi ke desa itu, untuk bertanya kepada ketua pedesaan disitu.


"Hahh...,padahal aku tidak tahu siapapun disini tapi orang-orang tahu siapa aku, aku merasa tidak enak dengan orang-orang itu, lain kali aku akan menanyakan namanya terlebih dahulu sebelum aku bertanya. Untunglah sekarang aku sudah tahu nama desa ini,dan desa ini bernama stein orang-orang bilang aku yang memberikan namanya. Padahal aku merasa tidak pernah memberikan nama itu."


Sambil berjalan menuju rumah ketua desa stein,Rein bergumam sendiri untuk mengatasi kebosanannya.


Tok...tok...tok.


"Permisi!apakah ada orang didalam?."Rein mengetuk pintu dan memanggil.


Tiba-tiba pintu rumah ketua desa pun terbuka.


"Ahh,tuan rein!,apa ada yang bisa kubantu tuan rein?."Seorang pria besar berkumis keluar dari pintu menjawab panggilan rein.


"Eh!paman apakah paman ketua desa ini?,jika benar,aku hanya ingin meminta tolong agar paman bisa membantuku mencarikan pelayan dan penjaga untuk Rumahku. Jika paman bisa,aku akan membayar paman agar paman tidak membantuku secara cuma-cuma."Rein berbicara dengan bijak.


"Ya benar tuan,aku adalah ketua dari pedesaan stein ini,dan juga aku selalu siap membantumu tuan meskipun itu tidak dibayar sekalipun,karena tuan pernah menyelamatkan kami."Ketua desa menjawab dengan sopan dan merasa terhormat jika bisa membantu tuan Rein.


"Syukurlah,terimakasih paman,ngomong nama paman siapa?aku merasa tidak enak jika aku tidak tahu nama paman."Rein menempatkan tangan kanannya didadanya karena merasa lega.


"Namaku tuan?,Namaku Regnas tuan."


"Baiklah paman regnas,kalau begitu aku pamit untuk pulang kerumahku,dan terimakasih sudah mau membantuku paman."

__ADS_1


Rein kembali dari rumah regnas dia pun beristirahat di kamarnya karena kecapaian. Setelah mencari informasi dan juga mencari para pekerja untuk membantu menjaga rumahnya dan membersihkannya.


__ADS_2