
'Fiuh...,akhirnya selesai membuat 100 potion ini.',Rein mengusap dahinya yang berkeringat karena telah membuat 100 potion.
Rein berjalan keluar kamar dengan membawa 100 potion yang dibuatnya,lalu rein memberikannya kepada orang-orang yang sedang terluka.
'Hmm?sebentar lagi malam hari aku harus segera pergi ke pemukiman warga desa stein.'Rein berencana untuk membunuh para monster itu,dan dia sekarang ingin menunggu para monster itu dipemukiman warga desa stein.
*
"Aku akan pergi sebentar ke desa,aku takut monster itu datang lagi pada malam hari untuk menyerang."Rein berbicara pada duran yang sedang membukakan pintu.
"Baik tuan rein,semoga anda baik-baik saja."Duran sedang menutupkan lagi gerbang mansion.
*
Rein pun pergi sendirian ke pemukiman warga desa untuk menunggu monster datang, dia sebenarnya tidak tahu berapa jumlah monster itu,yang pasti untuk saat ini tidak ada monster yang tidak dapat dikalahkan oleh rein.
*
'Hmm?mungkin aku tidak sadar pada saat pertamakali kembali ke desa ini.'Rein berbicara dalam hati setelah melihat rumah warga desa ada sebagian yang hancur akibat serangan monster.
Rein sedang menunggu para monster itu dijalan pintu masuk utama ke desa stein yang ia lalui sebelumnya.
*
'Mmh,Mungkin aku mengerti sekarang kenapa pemukiman warga desa sampai gampang sekali terserang oleh para monster,pertama mungkin ini kesalahanku,kedua desa ini sangat jauh dari perkotaan dan malah didalam hutan,dan yang terakhir didesa ini tidak ada benteng yang membatasi desa dari hutan tentu saja monster jadi semakin mudah masuk ke pemukiman warga desa.'Rein mulai mengerti kenapa monster itu menyerang dengan mudah ke pemukiman warga desa,dan dia mengakui kesalahannya karena dia meninggalkan warga desa yang sedang berlindung ditempatnya.
*
Akhirnya malam pun telah tiba tapi rein masih menunggu dijalan masuk utama desa karena, dia tahu bahwa monster itu akan datang dari arah sana.
*
'Hmm?mungkinkah jumlah mereka ada 100?'Rein merasakan mana monster dikedalaman hutan sedang menuju kearahnya.
'Sepertinya mereka hanya thunder wolf,mungkin ini akan terlihat sangat mudah jika aku menggunakan sihir,lebih baik aku menggunakan senjataku sekarang.'Rein mengeluarkan senjatanya dari sihir ruang,dan senjata itu adalah katana.
*
Terdengar lolongan-lolongan thunder wolf sebelum mereka menyerang desa stein,diserangan kali ini mereka memperbanyak kawanannya setelah mereka melihat sebuah pembatas sihir yang ada dimansion rein,tapi mereka saat ini sedang sial karena rein sudah kembali ke desa stein dan sedang menunggu mereka di jalan utama masuk desa,namun para thunder wolf itu tidak menyadari keberadaan rein yang menunggu mereka karena rein menyembunyikan mana nya hingga tidak terasa sama sekali.
*
__ADS_1
Grrrrrr......!Raungan thunder wolf.
Terlihat thunder wolf mulai berdatangan dari arah hutan,setelah para thunder wolf itu melihat keberadaan rein,mereka pun langsung mengepung rein karena ingin menyantap rein.
'Setelah kulihat-lihat sepertinya yang berwarna hitam pekat itu adalah pemimpin para thunder wolf ini.'Rein melihat kearah thunder wolf yang berwarna hitam pekat sedangkan thuder wolf lain berwarna abu-abu,rein pun menyangka bahwa yang hitam adalah pemimpinnya.
Grrrrrr........!Thunder wolf meraung dan mengeratkan giginya.
"Hooo,sepertinya kalian terlalu percaya diri pada jumlah kalian."Rein memprovokasi thunder wolf sambil memesatkan katana dari sarungnya dan bersiap untuk menyerang.
Swooooosh........!Rein lompat kearah thunder wolf dengan sangat cepat.
Karena sosok rein tiba-tiba hilang didepan para monster,para monster itu kebingungan.
Dhuakkkk.....!
Salah satu thunder wolf tiba-tiba terpental jauh akibat tendangan rein.
"Satu..."Dengan nada dingin rein menghitung monster yang tumbang.
Swoooosh.....!
Srrrrrtttt......!
Terlihat kilapan katana yang menebas dengan sangat cepat diiringi dengan terjatuhnya satu- persatu thunder wolf.
*
"Fiuh....,ternyata lumayan lama juga jika aku membunuh satu persatu dari kalian."Rein mengusap dahinya yang berkeringat dan wajahnya yang terkena cipratan darah thunder wolf.
Grrrrrr.......!
Para thunder wolf itu meraung dan mulai bergidik,setelah melihat rein seperti menikmati pembantaian satu persatu dari kawanan mereka.
"Baiklah mari kita lanjutkan."Rein menatap para monster dengan matanya yang biru menyala disaat malam hari dan dibalut dengan cipratan darah yang mengenai wajahnya,membuat para monster semakin bergidik melihatnya.
*
Rein melanjutkan pertarungannya dengan para thunder wolf itu,meskipun thunder wolf merasa ketakutan melihat rein,tapi mereka berusaha melawan rein karena kawanan mereka dibantai satu-persatu oleh rein membuat para thunder wolf ini ingin membalaskan dendam kawanannya.
*
__ADS_1
"Akhirnya hanya tinggal satu lagi."Rein melihat kearah thunder wolf hitam.
Grrrr.......!
Thunder wolf itu sedang mempersiapkan serangan sihir listriknya untuk melawan rein.
Swooosh.....!
Thunder wolf tiba-tiba melompat dengan sangat cepat kearah rein.
"Eh!?."Rein kaget karena sihir listriknya tidak ditembakan langsung kearahnya melainkan dipakai untuk mempercepat gerak tubuh miliknya.
Treeeengk....!
Suara katana beradu dengan gigi thunder wolf.
"Semakin lama dibiarkan sepertinya kau semakin terlalu percaya diri dengan sihir listrikmu itu."Rein menatap mata thunder wolf hitam itu.
Dhuaaaak.....!
"Kau tahu tidak hanya katana saja yang kupunya."Rein memukul wajah thunder wolf dengan sangat keras hingga terpental,namun thunder wolf itu mempunyai ketahanan fisik yang lumayan kuat karena dia setelah menerima serangan fisik dari rein,masih bisa bertahan hidup.
"Hmm?kau masih bertahan hidup ternyata,fisik mu lumayan kuat juga huh?."Rein melihat thunder wolf itu terbangun lagi setelah rein memukulnya tetapi dia terlihat gemetaran karena mempertahankan tubuhnya.
"Body clutches"Rein mengucapkan skill sihir.
Kreetakkk...kretakk..!
Tulang thunder wolf hitam itu mulai remuk setelah terkena skill sihir rein.
*
Rein pun menyarungkan kembali katananya,karena pertarungan melawan para monster itu telah usai.
'Fiuh....,tidak kusangka membereskan 100 thunder wolf ini akan memakan waktu yang lama jika hanya memakai katana,tapi jika aku menggunakan sihir maka akan menjadi terlalu mudah,karena aku bisa membunuh mereka secara bersamaan dan itu tidak menyenangkan sama sekali.untukku'Rein berjalan kearah kudanya.
'Hmm?aku akan membiarkan para warga mengambil kristal monster yang mengandung mana itu,agar mereka bisa memperbaiki rumahnya yang telah rusak."Rein ingat bahwa monster memiliki kristal mana yang bisa dijual,tapi rein membiarkan kristal mana itu agar diambil oleh para warga.
Rein pun mulai berjalan untuk kembali kemansionnya,tapi dia tiba-tiba dia berhenti setelah baru beberapa menit dia mulai berjalan.
'Hmm?sepertinya ada hal yang aneh,monster itu mengapa masih ingin menyerang ke desa ini meskipun mereka sudah tahu bahwa para warga berada dimansion ku,dan jumlah mereka sungguh tidak masuk akal jika hanya ingin berburu manusia biasa?."
__ADS_1