Dragond Disaster

Dragond Disaster
Pelayan dan penjaga.


__ADS_3

Hoamm...!Rein bangun pagi,dia langsung pergi kekamar mandi untuk membasuh badannya,dan segera bersiap-siap.


'Sekarang aku harus mencoba semua skill sihirku.'Rein yang sedang memakai pakaian berbicara didalam hati,bahwa dia akan mencoba semua skill sihirnya,karena dia penasaran apakah sihir-sihir lain yang dimilikinya masih berkerja didunia lain itu atau tidak.


*


*


'Yosh...mari keluar,dan mencari area luas.' Rein keluar mansionnya dan mencari area yang luas agar sihirnya tidak menghancurkan apapun. Rein pun berjalan menuju halaman belakang mansionnya. Dan akhirnya dia berhenti dihalaman belakang mansion,karena seingatnya halaman belakang mansionnya sangat luas,dan ternyata dia benar. diapun mulai bersiap-siap untuk mencoba sihirnya.


*


*


'Blue flame sword.' Rein mengucapkan skill sihir. Tiba-tiba terlihat api biru mulai keluar di hadapan rein,dan api itu mulai membentuk sebuah pedang. Dan percobaan pertamanya pun berhasil.


Karena percobaan pertamanya berhasil dia pun mencoba semua skill sihir Blue flame, dan semuanya berhasil. Tapi skill sihir rein bukan hanya itu saja,dia memiliki skill yang sangat banyak,namun dia tidak ingin menggunakannya sekarang karena dia takut mana yang dia punya habis dan akan lelah jika mananya terkuras. Karena dipedesaan stein tidak ada yang menjual potion penyembuh mana jadi,dia pun berhenti setelah mencoba semua skill sihir terlemah yang dia punya yaitu blue flame.


'Fiuh..,'Rein kembali kemansion dan duduk untuk berpikir apa yang harus dia lakukan sekarang.


Tok....tok...tok.


"Hmm?"Rein berbalik kearah pintu,karena mendengar suara ketukan.


Tok....tok...tok.


"Ya tunggu sebentar."Rein menyaut kepada orang yang mengetuk pintu. Lalu dia menghampiri pintu depan mansionnya,dan membuka pintunya dan orang tidak asing bagi rein sedang menunggu sambil mondar mandir didepan pintu.


"Ah,paman regnas!?apa ada perlu padaku?." Rein kaget ternyata yang mengetuk pintunya adalah regnas.


"Maaf tuan rein,mengganggu istirahatmu,aku kesini ingin memberitahu tuan rein bahwa para pekerja yang tuan minta itu,sudah ada yang menanyakannya padaku,apakah tuan rein bersedia berbicara padanya terlebih dahulu."Regnas menjelaskan maksud kedatangannya pada rein.


"Benarkah!syukurlah,aku kira perlu waktu yang lama untuk mencari seorang pekerja, baik aku akan berbicara dengan para pekerja itu,dimana mereka sekarang?."Rein senang karena dia akan segera mendapatkan pekerja.


"Soal itu...,mereka ada didepan gerbang mansion mu tuan."Regnas berbicara agak gugup.

__ADS_1


"Didepan gerbang mansionku?."Rein langsung menengok kearah gerbang yang berada dibelakang regnas.


"Eh?"Rein kaget karena banyak orang yang ada didepan gerbangnya,dan dia bingung apakah itu semua para pekerja yang ingin bekerja ditempatnya.


"Anu..,paman regnas apakah itu semua para pekerja yang kamu maksud."Sambil menunjuk rein bertanya.


"Ya..,tuan rein."Regnas menjawab dengan nada bersalah karena dia membawa banyak sekali orang ke rumah rein.


"Hahh..,baiklah suruh mereka masuk satu persatu saja paman,agar lebih mudah berbicaranya."Rein berusaha tenang agar tidak terlihat malas.


"Baik tuan rein."Regnas langsung menghampiri para pekerja yang berniat bekerja di rumah rein.


Dan satu persatu,orang pun masuk kedalam rumah rein dan diwawancarai oleh rein dan menjelaskan tugas-tugas yang harus mereka kerjakan selama mereka bekerja dirumahnya.


"Baiklah,kalian berempat yang akan bekerja di rumah ini,karena profesi kalian sebelumnya sangat cocok untuk bekerja disini,tolong beri tahu aku nama kalian."Rein berbicara didepan orang yang akan menjadi pelayan dan penjaga rumahnya.


"Nama saya sulis tuan."Salah satu perempuan maju dan memperkenalkan diri.


"Baik,selanjutnya."


"Nama saya Duran."


"Nama saya adalah eneth tuan."Orang terakhir memperkenalkan diri.


"Sulis dan eneth,tugas kalian adalah menjadi seorang pelayan disini,dan kalian harus membersihkan dan merapihkan semua yang ada disini,jika kalian membutuhkan sesuatu, bilang saja padaku."Rein berbicara serius.


"Dan untuk duran dan kyra karena kalian lelaki,kalian seharusnya sudah tahu tugas kalian jagalah rumahku saat aku pergi atau tidak ada,dan jika kalian butuh sesuatu juga bicaralah padaku."Rein masih berbicara dengan serius.


"Baik tuan Rein."Keempat orang menjawab secara bersamaan.


Setelah selesai berbicara dan memperkerjakan empat orang,Rein sekarang berencana untuk pergi kekota terdekat,Untuk mencari informasi. Dia pun segera bersiap- siap dikamarnya.


Tok...tok...tok.


Rein menengok,karena ada yang mengetuk pintunya.

__ADS_1


"Masuklah keneth,ada perlu apa kamu mendatangi kamarku?."Rein mempunyai mata yang tajam dia langsung tahu siapa yang ada dibalik pintu dan menyuruhnya masuk.


"Eh!Anu..,maaf tuan mengganggu apakah tuan mau meminum secangkir teh terlebih dahulu sebelum pergi."Dengan gugup keneth berbicara pada rein dibalik pintu.


"Aah,masuklah dan tuangkan satu cangkir untukku."Rein menyuruh keneth masuk.


"Baik tuan rein."Keneth langsung masuk kekamar rein.


Cluuurp...!Suara air teh dituangkan ke cangkir.


"Tuan saya telah menuangkan tehnya."Keneth berbicara kepada rein yang sedang bersiap- siap.


"Mmh..,baiklah."Rein menghampiri keneth untuk meminum teh nya dan sambil duduk dekat jendela mansion.


"Tuan bolehkah aku bertanya?,bagaimana tuan bisa tahu saya yang berada dibelakang pintu tadi?."


"Ahh,itu karena aku punya sesuatu yang istimewa dimataku."Rein bercanda sambil tersenyum.


"Apakah itu..,sejenis sihir istimewa tuan." Keneth antusias mendengar apa yang dikatakan rein.


"Hehe,ya mungkin. Baiklah keneth aku sudah selesai meminum tehnya,sekarang aku harus segera pergi."Rein tersenyum sambil berdiri, karena telah selesai meminum tehnya.


"Baiklah tuan rein,kalau begitu aku pamit kembali ke tempat kerjaku."Keneth membungkuk dan berjalan kembali ketempat dia kerja.


*


Rein pun berjalan keluar dan teringat bahwa kedua penjaganya itu adalah mantan pemburu dan dia pun bergegas ke tempat mereka.


"Duran,kyra!apakah kalian mempunyai peta untuk kekota terdekat dari sini."Rein menghampiri duran dan kyra sambil bicara.


"Tuan rein!,ya aku mempunyainya,tapi jalur kekota sangat berbahaya,akan banyak monster dijalur yang akan anda lewati,apakah tuan rein kesana sendirian?. Jika bisa ajaklah salah satu dari kami untuk menjaga tuan." Duran berbicara pada rein.


"Hmm,baguslah jika kamu mempunyai petanya,tapi aku akan tetap pergi sendirian meskipun jalur kekota dari sini banyak monster,karena aku sedang ada urusan penting jadi tidak boleh ada yang ikut denganku."Rein menjelaskan maksudnya dia ingin pergi kekota kepada duran.


"Baiklah,ini tuan petanya,berhati-hatilah dijalan tuan semoga anda selamat."Doran mengeluarkan peta dari sakunya dan memberikannya pada rein.

__ADS_1


"Baiklah,jagalah rumahku dengan baik duran, kyra,aku akan pergi dulu."Rein mengambil petanya dan pergi sambil melambaikan tangannya.


Rein pun akhirnya pergi kekota terdekat,untuk mencari informasi yang ia butuhkan.


__ADS_2