
Rein,dia telah selesai mendaftar jadi pemburu dikerajaan,namun dia tidak mengetahui rank pemburunya saat ini,karena tadi alat untuk mendeteksi kualitas mana nya tidak ada ditempat pendaftaran itu. Dia sekarang sedang menuju guild untuk mencoba melihat dan untuk mengetahui rank dia saat ini. Karena alat pendeteksi mana ada di guild.
*
'Hahh...,padahal selama aku main game aku tidak pernah masuk kedalam guild.'Rein sudah didepan guild dan melihat nama guild setelah itu dia pun masuk.
*
Tap....tap...tap.
Terlihat seseorang memasuki guild,Dia berbadan tinggi dan ramping,mempunyai
kulit yang putih dan memakai pakaian yang berwarna hitam bercorak biru di bagian dalam,Para pemburu mulai memperhatikan orang itu,karena mereka merasa aneh dan mereka berpikir,nyasar dari mana anak itu hingga dia berani datang ke guild.
"Hei...,bocah!mau apa kamu datang ke guild huh?!"Seorang pria besar botak menghadang bocah itu.
"Huh?bolehkah kamu minggir?aku datang kesini hanya untuk mendeteksi manaku karena aku juga seorang pemburu."Berbicara dengan dingin dan terlihat mata birunya dari balik topeng sedang menatap mata si pria besar.
"A-aaa."Pria besar besar dan botak itu seakan- akan tidak bisa bicara dan merasa menggigil karena ketakutan hanya karena tatapannya itu.
"Terimakasih jika kamu mengerti."Dengan lembut dia berbicara dan melewati pria besar dan botak itu.
*
Para pemburu disitu terdiam setelah melihat kejadian itu,dan mereka berhenti menatap rein lagi.
*
"Anu..,maaf aku datang mendeteksi manaku."
Rein berbicara pada penjaga depan guild.
__ADS_1
"Eh!Baik,ini cobalah kamu pegang bola ini dan alirkan manamu kedalam bola ini."penjaga itu membawa bola kristal dan memberikannya pada rein,untuk mengetes mana rein.
"Baik."Rein mengambil bola kristal dari tangan si penjaga dan dia mulai fokus dan mengalirkan mananya kedalam bola itu.
Crang...!
Bola kristal itu pecah karena tidak kuat menahan mana yang terlalu banyak dari rein.
"Eh?anu..,maaf bola kristalnya pecah."Rein menggaruk belakang kepalanya dan senyum, tidak terlihat terhalang topengnya.
Udara sekitar guild pun berubah seketika, karena rein menghancurkan bola kristal itu. dan untuk si botak berbadan besar itu dia kencing sambil berdiri terdiam ditempat tadi.
"Anu..?"Rein masih menggaruk belakang kepalanya,dia merasa bersalah karena memecahkan bola kristal itu,sampai membuat orang terdiam seketika.
"Ah!ya!"Penjaga kaget karena sedang melihat pecahan kristal didepannya.
"Bagaimana dengan rankku?apakah harus diulang lagi?."Rein bingung,dan bertanya.
"Ah!tidak,anda tidak perlu tes ulang lagi hasilnya sudah jelas,namun rank anda tidak akan diberikan oleh kami,itu bukan karena kami tidak mempunyai tanda ranknya,tapi tanda rank itu akan diberikan langsung oleh raja,karena tuan adalah salah satu pemburu istimewa.kembalilah kesini dalam 3 hari lagi tuan."penjaga menjelaskan.
*
Setelah rein pergi semua pemburu pun panik dan tidak akan ada yang mengganggunya lagi karena rein berada dipuncak rank atau yang disebut rank legenda. Dan seluruh kota pun gempar dengan kemunculan baru seorang pemburu legenda.
'Hahh..,padahal aku sudah menekan manaku sampai ke titik terendah tapi bola kristal itu masih saja hancur.'Rein berjalan sambil mengeluh karena perbuatannya tadi.
'Sudah sore?,aku kira mendaftar jadi
pemburu tidak akan selama itu.
Tadinya setelah menjadi pemburu,aku ingin pergi ke toko blacksmith atau alkemis,karena butuh informasi dari dua tempat itu juga, namun ternyata aku selesai daftar sore,dan aku belum mencari penginapan jadi aku harus mencari penginapan terlebih dahulu.'
__ADS_1
Karena sudah sore dan rein tidak sempat ke toko blacksmith dan alkemis,dia pun akhirnya pergi mencari tempat penginapan untuknya tidur,dan dia sangat lapar ingin makan karena sebelum dia pergi dia belum makan sama sekali.
*
Rein akhirnya menemukan penginapan itu, setelah lama mencari,dia menemukannya disekitar pasar agak jauh dari istana,tapi meskipun jauh yang penting murah menurut dia,itu bukan berarti dia tidak punya uang, namun dia berusaha agar pengeluarannya kecil, karena dia belum bisa menghasilkan lagi.
"Bibi tolong tambah satu mangkuk lagi."Rein berbicara kepada pemilik penginapan.
"Baik..,anak muda sepertimu ternyata besar juga nafsu makannya."Bibi pemilik menaruh satu mangkuk nasi dimeja rein.
Rein mengacuhkan pernyataan bibi pemilik penginapan itu,karena dia fokus makan dengan lahap,lalu bibi itu tersenyum pada rein karena pembicaraannya tidak dijawab oleh rein,bibi pemilik itu pun kembali,dan rein masih melanjutkan makan malamnya.
"Fiuh...,setelah makan,sekarang aku hanya tinggal tidur,dan besok kita pergi ke toko blacksmith dan alkemis untuk mencari informasi."Rein terbaring dikasurnya.
Hoaaamm......!Rein menguap.
Rein pun langsung tertidur dengan lelap setelah dia makan dan berpikir sebentar tentang apa yang harus dia lakukannya besok.
*
Keesokan harinya pun tiba,seperti biasa dia kekamar mandi bermaksud untuk membasuh badannya,namun kamar mandinya itu sangat tidak memungkinkan untuk rein membasuh badannya,dia pun hanya membasuh mukanya dan bersiap-siap untuk pergi.
*
Dia pun keluar dari kamarnya dan berniat untuk berangkat ke toko blacksmith dan alkemis,namun entah kenapa dipenginapan itu sangat berisik dan tidak ada waktu untuk rein berdiam disitu untuk sarapan karena rein tidak suka orang-orang yang sangat berisik pada saat makan, dia pun pergi,bergegas ke toko blacksmith terlebih dahulu,dan dia sudah tahu tempatnya,karena semalam dia bertanya pada pemilik penginapan.
*
Rein akhirnya sampai di blacksmith dan dia masuk kedalam toko blacksmith itu,dan tidak berselang lama dia pun keluar lagi,karena dia telah mendapatkan informasi yang dia inginkan. Dia pun pergi ke tempat selanjutnya dan itu pun sama tidak berselang lama dia pun keluar lagi dan sudah mendapatkan informasi yang dia butuhkan.
*
__ADS_1
'Ternyata tidak membutuhkan waktu lama untuk mencari informasi dari blacksmith dan alkemis karena yang ingin kutahu hanyalah pembuatan dan kualitas,juga bahan-bahan dan harga,dan aku mendapatkannya dengan sangat memuaskan,pertama untuk kualitas pedang didunia ini para blacksmith ini tidak ada yang bisa membuat senjata sihir kecuali tingkatan master,atau pandai besi yang berada dikerajaan,dan kualitasnya pun sangat buruk mungkin jika dibandingkan dengan senjata pertamaku didalam game mungkin lebih bagusan itu daripada senjata yang mereka buat,untuk harga?mereka menghargai kerajinannya paling besar 50 koin perak, dan untuk alkemis pun sama kualitas pembuatan potion mereka sangatlah jelek karena terbatas bahan-bahannya dan juga kurang pengalaman dalam pembuatannya. Dan untuk harganya....,30 koin perak 1 potion.'
Rein berpikir dan merasa ingin tertawa melihat pandai besi dan juga alkemis disini karena yang mereka buat bahkan tidak sebanding dengan senjata terendah atau potion terendah milik rein.