
Rein setelah bebicara panjang lebar dengan perempuan itu dia bermaksud untuk segera kembali ke rumah ketua desa offerings,
karena sudah terlalu lama rein pergi keluar,dia takut ketua desa offerings mengetahui bahwa rein sedang tidak ada dikamarnya.
"Baiklah aku akan pergi sekarang,dan kamu tunggulah disini,sampai aku kembali lagi kesini,dan membawakan kuda untukmu."Rein berbicara kepada perempuan yang diselamatkannya,dan dia sedang bersiap untuk pergi menggunakam skill teleportnya agar cepat.
"Shadow transition"Rein mengucapkan skill teleport yang berbeda,karena sekarang sedang tidak ada cahaya disekitarnya,jadi dia tidak bisa menggunakannya.
*
"Eh?anu..."Perempuan itu kaget karena keberadaan rein seketika menghilang dihadapannya seperti tertelan kegelapan.
*
Rein pun langsung sampai dikamarnya, dengan begitu dia berhasil lembali kekamarnya tanpa ketahuan oleh ketua desa.
*
'Syukurlah aku tidak ketahuan,tapi aku penasaran dewa apa yang mereka sembah? dan mengapa juga persembahannya harus manusia?'Rein duduk di tempat tidurnya dan memikirkan apa yang warga offerings ini sembah dan mengapa harus manusia sebagai persembahannya.
Rein terus memikirkan cara agar dia mengetahui dewa mereka,dan rein terpikirkan satu cara namun agak beresiko,dia berniat untuk menjadi persembahan para dewa yang warga sembah.
*
Tok...tok....tok.
Seseorang mengetuk kamar yang dipakai rein untuk beristirahat.
"Tuan pemburu,apakah anda sudah bangun."
Terdengar seorang lelaki memanggil rein dibalik pintu.
"Ya..aku sudah bangun,apa ada sesuatu ketua desa?"Rein menjawab lalu menghampiri pintu untuk membukanya.
"Ahh,tuan pemburu sebelum anda berangkat memburu para minotaur itu alangkah baiknya anda untuk sarapan terlebih dahulu,supaya anda nanti tidak kewalahan saat melawan minotaur itu."Ketua desa tersenyum dan terlihat perhatian kepada rein.
"Baiklah aku akan bersiap-siap terlebih dahulu,kamu duluan saja paman kepala desa."Rein ikut tersenyum dan menyuruh ketua desa untuk duluan.
ketua desa pun pergi lebih dulu untuk sarapan,sedangkan rein sedang bersiap-siap.
*
"Mmmh?,apakah ini sarapan untukku paman, sepertinya sangat enak."Rein setelah keluar dari kamar melihat makanan yang ketua desa itu siapkan.
"Ya...tuan pemburu itu makanan untuk anda yang sengaja ku persiapkan persiapkan sendiri."Ketua desa menunjuk makanan dan menyuruh rein memakannya.
"Baiklah paman."Rein duduk dan mulai menyantap makanan itu.
*
*
__ADS_1
"Mmmh,ini lezat paman bolehkah aku tambah lagi?."Rein makan dengan sangat lahap.
"Tentu saja tuan,silahkan anda tambah lagi agar anda mempunyai tenaga yang cukup untuk nanti."ketua desa tersenyum lembut kepada rein.
Rein masih melanjutkan makannya dengan lahap,dan ketua desa masih menunggunya sampai rein selesai makannya.
*
*
Bruuuuukk....!Rein yang sedang makan tiba-tiba tidak sadarkan diri dimeja makan.
*
*
"Ahh,akhirnya selesai juga makanmu tuan pemburu!."ketua desa tersenyum lagi kepada rein yang sedang tidak sadarkan diri.
*
Terlihat kepala desa itu mulai beranjak dari tempat duduknya dan pergi keluar rumahnya dan meninggalkan rein yang sedang tidak sadarkan diri.
*
"Pendeta suci apakah dia sudah tidak sadarkan diri."Seseorang bertanya kepada orang yang disebut pendeta suci.
"Hmm,dia sangat lahap dengan makannya, jadi sudah bisa dipastikan bahwa dia sudah tidak sadarkan diri sekarang."Pendeta suci itu sangat percaya diri berbicara pada pengikutnya.
"Benar kita bisa melaksanakan ritual lagi pada malam ini,kumpulkan semua anggota Black legacy,dan bersiap-siaplah kita akan mengadakan ritual besar saat ini kepada dewa kita karena kita telah mendapatkan persembahan kedua untuknya."Pendeta suci itu bahagia karena telah mendapatkan persembahan kedua untuk dewanya.
*
*
Para anggota black legacy pun akhirnya berkumpul dengan pakaian bertudung yang berwana hitam,dan sebelum mereka mengadakan ritualnya,mereka mengadakan pesta terlebih dahulu,karena pencapaian pendeta suci yang mendapatkan dua persembahan sekaligus.
*
*
Para anggota black legacy sedang mengobrol dan pesta minuman,sampai mereka mabuk karena bahagia atas pencapaian pendeta suci kali ini.
*
Setelah mereka berpesta sampai larut mereka pun bersiap-siap untuk mengadakan ritua di altar dekat dengan gua.
"Hei..,cepat bawa kain hitamnya dan bungkus dia."Anggota itu berbicara pada anggota lainnya sambil menunjuk kearah rein.
"Aku sudah mengambilnya,cepat angkat dia dan tidurkan dibawah lantai."Para anggota black legacy itu mengangkat tubuh rein yang tidak sadarkan diri dimeja makan dan menidurkannya dilantai.
Mereka mulai membungkus rein dengan kain hitam dan menutupi sekujur tubuh rein yang sedang tidak sadarkan diri dilantai.
__ADS_1
"Hei cepat..,kalau tidak cepat pendeta suci akan marah kepada kita karena lelet mengerjakan tugas."Anggota lain berbicara pada orang yang sedang membungkus rein dengan kain hitam.
Mereka pun selesai,dan mereka membawa tubuh rein kepada pendeta suci yang sedang berada di altar persembahan.
"Pendeta suci...!kami sudah membungkus orang itu dan kami sudah membawanya kesini."Para anggota black legacy berbicara pada pendeta suci.
"Bagus!taruh dia diatas altar sekarang dan mari kita mulai ritualnya."Pendeta suci menunjuk kearah altar.
"Baik."
Mereka membawa tubuh rein kearah altar dan menaruhnya disitu.
setelah itu mereka ritual mereka pun dimulai.
*
'Mmmh,sabarlah rein.'Rein berbicara dalam hati karena dia merasa tidak sabar ingin keluar dari bungkusan kain yang membaluti semua tubuhnya.
*
Para anggota black legacy itu masih melakukan ritualnya,dan membaca mantra atau baca-bacaan yang rein tidak mengerti.
*
"Dewa...!kami telah membawakan persembahan lagi untuk anda,tolong terimalah rasa terimakasih kami padamu dan tunjukan dirimu."Pendeta suci itu berulang-ulang mengucapkan kata-kata yang sama seperti sedang menunggu para dewa itu keluar dari tempat tinggalnya.
Dhug...dhug..dhug...!Suara langkah kaki yang sangat berat dan sangat besar terdengar.
"Dewa...!apakah anda akan mendengarkan kami sekarang!."Pendeta suci terlihat bahagia setelah terdengar suara kaki yang berat itu berhenti.
"Dewa...!terimalah persembahan kami ini. Dan tolonglah kabulkan permintaan kami untuk membunuh semua para pemburu itu."pendeta suci menunduk dan memohon pada sosok yang disebut dewa itu.
"Hahaha....,manusia!apakah kalian sedang bercanda!aku kira kalian akan membawakanku lebih banyak persembahan, tapi bukankah ini terlalu sedikit untuk menerima permintaanmu itu."Sosok dewa itu menjawab dan tertawa merendahkan manusia.
"Maafkan kami dewa yang agung,jika anda menginginkan persembahan lagi maka bawalah salah satu dari kami dan jadikan dia sebagai persembahan untuk anda."Pendeta suci memohon dan menunjuka salah satu anggota black legacy agar diambil oleh sosok dewa itu.
"Hahaha,aku suka denganmu baiklah aku akan mengabulkannya,tapi setelah aku memakan persembahanku ini."Sosok dewa mengambil salah satu anggota black legacy.
"Aaaahhk....!pendeta suci tolong aku....!"Salah satu anggota black legacy meminta tolong kepada pendeta suci,namun pendeta suci memalingkan pandangannya.
Sreeeeet.....!Pedang yang dibawa sosok dewa itu menebas leher salah satu anggota yang akan dibawanya.
"Kau sangat berisik manusia jadi aku penggal! makanan tetaplah makanan jadi mari kita coba rasanya seperti apa manusia segar itu." Sosok dewa itu membuka mulutnya dan memakan tubuh manusia yang dia penggal.
*
'Tch..monster menjijikan dia memakan daging manusia secara langsung seperti itu.'Rein melihat seperti apa sosok dewa yang para anggota black legacy itu sembah,dan diapun tahu bahwa dewa bukanlah sosok seperti itu.
Dewa yang dihadapannya ini hanya terlihat seperti hewan buas yang sangat lapar dan sedang memperbudak manusia yang mempercayainya.
'Kamu bahkan tidak sebanding denganku monster!bagaimana bisa kamu menyebut dirimu ini sebagai dewa!.'Rein mulai marah dengan sosok dewa itu.
__ADS_1