
Rein terlihat menunggangi kuda dan melewati hutan yang lebat,dia membeli kuda itu seharga 1 koin emas di desa stein, sebelum ia berangkat.
'Hmm?apakah disini yang duran katakan itu banyak monster?.'Rein sambil melirik kekiri dan kekanan.
Namun rein tidak takut karena dia sudah biasa jika melawan monster,dan malah dia berharap agar ada monster yang menyerang dia,dan malah monster terlihat berdiam diri disarangnya disaat rein melewatinya.
'Hmm?Mana mereka terdeteksi tapi kenapa mereka diam saja?'Rein sedang merasakan mana para monster disekitarnya,namun rein merasa aneh kenapa monster disekitarnya seakan-akan menjauh dari sesuatu yang menakutkan.
'Apakah mereka takut dari sumber mana besar itu?tapi aku rasa dia juga sama sedang tidak bergerak.'Rein menemukan sumber mana besar,namun sumber mana itu pun sama tidak bergerak.
'Hahh...,'Rein menghela nafas,karena dia pikir untuk apa dia memikirkan monster,lebih baik dia pergi ke kota secepatnya.
Kyaaaaaa.....!
'Hmm?'Rein mendengar,suara teriakan dari arah depan,tapi dia mengacuhkannya,karena dia pikir mungkin itu hanya perasaannya saja.
Rein yang berjalan santai dengan kudanya, tiba-tiba melihat seseorang terkepung oleh monster.
'Ternyata itu bukan hanya perasaanku saja!,
ternyata benar ada manusia yang berteriak disekitar hutan ini,aku harus menyelamatkan nya.'Rein memacu kudanya agar lebih cepat, setelah melihat seseorang sedang terkepung oleh monster.
"Hei...!apa kamu tidak apa-apa?."Rein langsung loncat dari kudanya dan menghalangi monster itu untuk menyerang wanita yang berteriak itu.
"Uhuk...uhuk..syukurlah ada yang menyelamatkanku."Wanita itu batuk-batuk karena pendarahan,dan langsung pingsan.
"Hei...,bangunlah!."Rein berteriak dan sambil berusaha mengacungkan pedang api birunya kepada monster yang ada dihadapannya, rein tegang bukan karena dia takut,tapi dia tegang karena wanita yang dibelakangnya itu sedang sekarat dan pendarahan hebat.
*
Namun ada yang aneh dengan monster didepan rein,monster-monster itu menggigil dan mengeratkan giginya sambil berjalan mundur seperti ketakutan. Dan monster- monster itu mulai mundur satu persatu dari hadapan rein dan menghilang.
__ADS_1
'Fiuh..,untungnya mereka kabur,meskipun aku penasaran mereka kabur karena apa tapi,tapi aku bersyukur karena tidak harus melawan monster terlebih dahulu,akan berbahaya bagi wanita itu jika aku harus melawan para monster.' Rein menghampiri wanita yang sedang pingsan lalu dia mengobatinya dan menghentikan pendarahannya dengan sihir yang dia punya.
"Syukurlah aku masih sempat menghentikan pendarahannya."Rein mengusap keningnya yang berkeringat karena takut wanita itu tidak sadar lagi.
Terlihat wanita itu mulai siuman,dan mulai terbangun.
"Anu..terimakasih telah menyelamatkanku tuan!."Wanita itu duduk sambil membungkuk kepada rein dan terlihat gugup.
"Sama-sama,sudah sewajarnya aku menolong orang yang membutuhkan. Tapi aku heran kenapa wanita sepertimu berada dihutan belantara seperti ini?."Rein berdiri setelah melihat wanita itu terbangun.
"Sebenarnya aku tidak ingat apapun tuan, bahkan aku tidak tahu ada dimana sekarang." wanita itu berbicara sambil menurunkan wajahnya karena merasa sedih.
"Eh?apa kamu tahu dimana rumahmu?."
"A-aku tahu tempat tinggalku tuan itu berada di ibukota gargan,tapi...,aku tidak tahu jalan dari sini kesana."
"Baguslah kita searah,mari ikut denganku, naiklah."Rein sambil naik kuda mengulurkan tangannya kepada wanita itu.
"Mmmh,memangnya mengapa apa kamu tidak suka?,jika tidak suka maka aku akan turun."Dengan ekspresi tanpa dosa rein berbicara.
"Tidak..tuan ini adalah kuda tuan jadi tuan tidak usah turun,aku tidak apa-apa berada didepan."Wajah wanita itu masih memerah.
"Baguslah,mari kita berangkat."Rein memacu kudanya untuk melanjutkan perjalanannya kembali.
Rein melanjutkan perjalanannya dengan wanita yang baru dia selamatkan,dan dia sekarang sedang menuju ibukota gargan. Karena perjalanannya tidak terlalu jauh rein akhirnya sampai di ibukota gargan.
"Ahh!kita sampai,apakah kamu mau kuantarkan sampai rumahmu?."Rein turun dari kudanya.
"T-tidak,tuan ini sudah cukup,aku merasa tidak enak karena tuan menyelamatkanku dan mengantarkanku sampai sini tuan,jadi sampai jumpa tuan dan terimakasih."Wanita itu membungkuk dan tersenyum lalu pergi.
"Ahh!ya.....?"Karena rein terlalu fokus terhadap kudanya saat dia berbalik ingin menanyakan nama wanita itu,wanita itu sudah pergi.
__ADS_1
'Hahh..,'Rein menghela nafas karena dia selalu tidak sempat berkenalan dengan orang.
'Sudahlah dia sudah pergi,lebih baik aku mencari,informasi sekarang,pertama tentang guild,blacksmith dan juga alkemis. apakah ada tiga tempat itu didunia ini,tapi sepertinya itu ada,karena aku sudah memiliki bukti bahwa pemburu juga ada,mari kita bertanya saja pada orang-orang dimana guild berada.'
Setelah rein menitipkan kudanya di tempat penitipan kuda,dia langsung pergi mencari informasi tentang guild.
*
'Lebih baik aku memakai topeng penekan sihir agar nanti aku tidak terlalu mencolok saat masuk guild.'Rein memakai topeng rubah pemberian dari event game.
"Anu..,permisi apa paman tahu dimana guild berada.?"Rein bertanya pada salah satu pedagang dipasar.
"Hmm?ya aku tahu,kamu tinggal lurus saja dari sini sampai dekat istana itu,dan dekat dari istana kamu akan melihat bangunan yang bernama Dragon destroyer,dan itulah guild."
"Baik terimakasih paman."Rein membungkuk lalu bergegas pergi ke dekat istana yang ditunjukan si pedagang.
*
Rein berjalan dengan,dengan santai tanpa melihat sekitar,yang dia lihat hanya istana karena tujuan dia dekat dari istana. Namun tanpa sadar banyak orang yang memperhatikannya karena dia berpakaian berbeda dari orang lain,tapi rein tetap tidak menyadarinya. Sampai dia menemukan guild itu berada.
'Bukankah itu bangunannya'Rein melihat kearah bangunan yang pedagang itu sebutkan namanya tadi.
"Maaf paman prajurit apakah itu benar guild?."Rein menunjuk salah satu bangunan kepada prajurit istana.
"Ya kamu benar itu guild,apakah kamu ingin daftar menjadi pemburu nak?."Prajurit menjawab tanpa ekspresi dan tetap tegap.
"Nak?hehe..ya paman prajurit prajurit aku ingin menjadi pemburu."Rein mengangguk.
"Apa kamu tidak tahu nak memburu monster itu sangat berbahaya,lebih baik kamu menjadi prajurit seperti kami saja,tidak harus melawan monster setiap hari,dan juga kamu tidak bisa langsung daftar jadi pemburu di guild,karena semua wewenang atas pemburu dipegang oleh kerajaan jadi kamu harus mendaftar di kerajaan,guild hanyalah tempat orang untuk memberikan quest pada pemburu,dan untuk para pemburu dia kesitu hanya untuk mengambil quest dan juga bayaran saja." Prajurit menjelaskan pada rein.
"Ahh,Begitukah paman,kalau begitu terimakasih sudah mau memberitahuku, sampai jumpa lagi paman."
__ADS_1
Rein pergi setelah tahu bahwa guild tidak menerima daftar menjadi pemburu,dia pun bergegas,untuk pergi ke tempat pendaftaran didekat istana kerajaan.