
"Siapa dia?." bisik salah satu siswa.
"kenapa bersama Aiden?!." berbicara berbisik-bisik
"..???.."
Aku melirik ke arah Aiden, dia terlihat begitu santai seperti tidak mengetahui bahwa kami sedang menjadi pusat perhatian banyak siswa, terutama menjadi pusat perhatian dari fansnya itu.
Karena merasa sedikit kesal kepada responnya, aku juga berusaha tidak memperdulikan tatapan-tatapan tajam itu. Aku berjalan santai seolah tidak terjadi apapun.
Sesampainya kami di depan kelas, seluruh teman kelasku terlihat menatap kami tajam, ruangan menjadi sunyi bahkan suara lalatpun tidak terdengar.
Kembali lagi aku menatap Aiden, lalu dia menatapku juga dan merespon dengan memiringkan kepala, mengangkat bahunya dan menekuk bibirnya, seolah tidak tau masalahnya.
Kami tidak berani melangkah lagi untuk duduk, kami seolah akan di hakimi.
Aku menatap Nira, bertanya dengan mimik wajah "Apa yang terjadi?."
Nira merespon dengan menunjuk-nunjukku dan Aiden. Aku masih tidak memahami maksud dari tingkah Nira.
Grettt- (suara bangku di geser).
Tak.. Tak.. Tak..
Terdengar langkah kaki yang memenuhi ruangan yang sunyi.
Mataku tertuju ke arah sesosok gadis yang berjalan mendekat ke arahku dan Aiden.
Gadis itu memiliki mata yang besar, kulit yang putih, rambut yang panjang dan satu hal yang menjadi perhatianku yaitu tahi lalatnya yang berada di dekat bibir.
Dia adalah Mothya Queyi, salah satu dari 5 Wanita tercantik di sekolah ini.
"Kalian merasa aneh bukan?." dengan menekuk lengan dan menatap tajam ke arahku.
"iya, ada apa ini?." tanyaku dengan nada normal dan merasa terheran-heran.
*Mothya Menatap Aiden kesal sebelum kembali berbicara
"Baiklah jika kalian masih tidak mengerti, aku akan menjelaskannya." kekeh mothya.
"Semua orang melihat berita panas beberapa menit lalu dengan judul pria populer dan gadis cantiknya." berbicara dengan serius dan menekan nada suaranya.
"Lalu?." tanyaku dengan polosnya.
Prfft..-
Aiden yang melihat tingkahku hampir tertawa, dia menahan bibirnya dengan kepalan tangan dan memalingkan wajahnya ke arah berlawanan.
Sontak Mothya sedikit merasa kesal terhadap respon kami berdua. Namun dia masih ingin mencoba mengorek informasi dari kami.
π’"Semua orang ingin tau apakah kalian sedang pacaran?."π’ Tanya Mothya dengan senyum memaksa menekan kekesalannya.
"Hah?..Pacaran?...Aku?.. sama Aiden?." Jawabku dengan nada mengolok dan ekspresi yang mengatakan "Apakah kalian Bodoh?".
"Tentu tidak, kami hanya membaca buku untuk mempersiapkan lomba quis." jawabku santai dengan sekilas melirik Aiden.
OooWwHhhh.......! Seluruh teman di kelasku menjawab serempak dan mengangguk-anggukkan kepala mereka.
"Baguslah jika benar hanya itu." seru Mothya dengan sinis ke arahku.
Tidak menghiraukannya, lalu aku pergi menuju bangkuku.
"A-iden......." panggil Mothya dengan ingin meraih seragamnya.
Aiden yang berdiri di sebelahku lalu pergi ke bangkunya menghindar dari Mothya. Aku meliriknya sekilas dan melihat ekspresi Aiden yang kesal.
Aku tidak tau kenapa ekspresinya tiba-tiba berubah. Membuat kepalaku memunculkan banyak tanda tanya.
Apa karena bicaraku yang menentang berita pacaran dengannya atau karena Mothya yang mengganggunya sehingga membuatnya pergi dengan kesal.
Memutar bola mataku dan langsung duduk di sebelah Nira dan menghentikan jalan pikiranku.
"Niraaa..." Sapaku senang.
"Yoo.." jawab Nira santai dengan menaikan alisnya.
"Nir.. kok bisa ada berita kayak gitu sih? padalah baru aja aku keluar dari perpus." perasaan ingin tauku muncul dan bertanya terus kepada Nira.
Dengan tidak enggan Nira menjawab.
"gak tau ya..~~~." Saut Nira dengan menyipitkan matanya dan telunjuk tangannya memutar-mutar di depan wajahku.
"Hadehhh..."
"Jadi gini, sekolah kita punya club siaran berita gitu, paling salah satu anggotanya, ngefoto terus di kirim deh ke forum sekolah."
"Mereka juga nyarik sensasi kalik."
__ADS_1
"Owhh...." memahami sebari menekuk bibirku ke bawah.
*Guru akhirnya tiba, pelajaran dimulai.
.......................................................
...^^^............^^^...
............
Ding...ding....ding...ding...
Bel pulang sekolah berbunyi, semua siswa bersiap untuk pulang.
Bu Guru : Kalian harus giat belajar ulangan kenaikan kelas 2 minggu lagi sebelum lomba kelas di adakan.
BAIK BU GURU! Saut semua siswa di kelas.
Aku pergi menuju lobby setelah mengucapkan selamat tinggal kepada teman-temanku.
Tidak lama setelahnya. Dirorong kelas, Mothya menghalangi jalanku dengan mengulur tangannya di depan wajahku.
"Dianna, gue mau ngomong bentar sama lo." dengan wajah yang murung.
Aku yang kebingungan hanya bisa mengiyakan untuk mendengarkannya.
"Ya silahkan." jawabku santai
"Lo jauhin Aiden, dia gak level sama lo." Serunya dengan sinis dan menunjuk-nunjuk diriku.
"lo itu cuman siswa yang masuk sekolah ini lewat jalur miskin."
"Lo bisa tenang di sekolah ini, itu juga karena tampang lo yang masuk nominasi 5 wanita cantik di sekolah! kalau gak, di sini lo bukan apa-apa." nada merendahkan.
"Jadi lo gak usah berharap lo bisa deket sama Aiden."
Mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Mothya aku menjadi kesal, setiap kalimatnya menusuk jantungku di bagian terdalam.
Aku menahan emosiku agar tidak terjadi kekerasan di sekolah. Mencoba menenangkan diri sebelum kembali menjawab Mothya.
Yang awalnya wajahku santai, seketika berubah menjadi dingin. Mataku menatap tajam ke arah Mothya.
Membuat Mothya sedikit ketakutan dan goyah.
"Gue emang orang miskin, tapi gue tau cara berbicara layaknya manusia."
Jawabku sinis dengan berjalan pergi dan menabrak dengan angkuh bagian tepi tangan Mothya.
"MAKSUD LOO!?, GUE ANJING?!." Teriak Mothya kesal dan mengepal kedua tangannya erat.
Aku berbalik dan menjawab kekesalan Mothya.
"Me-NuRuT LOE." Jawabku dengan mimik mengejek senang, dan pergi meninggalkan Mothya sendiran dengan kekesalan yang meluap-luap.
BRAKK!!
Terdengar barang yang di tendang tidak jauh dari tempat Mothya kesal.
"Sepertinya anjing itu menggila." dengan senyum puas.
"Siapa yang gila?."
"Hah?.., Aiden?." Sentak kagetku membuat mataku melotot.
"huhh.., anjing di jalan menggila." jawabku dengan memutar bola mataku dengan bergegas pergi menjauh.
"Hah??.."
Aku meninggalkan Aiden di tengah-tengah kebingungannya.
"An..- tunggu."
Aiden yang tertinggal, berusaha mengejarku dengan lari kecilnya.π¨
PLAK;
Dia memegang bahuku untuk berusaha menghentikan langkahku.
"Kenapa lagi?." tanyaku dengan malas.
"Pulang bareng yuk." ajak Aiden dengan ramah.
"Ogah...!"
Aku menolak dengan lantang dan berbalik ingin pergi meninggalkannya.
GREB; Aiden kali ini menahanku dengan menarik tanganku pelan, aku sedikit terkejut.
__ADS_1
"kenapa gak mau?." tanya Aiden dengan lembut.
"Gak mau aja ada berita panas lainnya." Dengan menepis tangan Aiden, melepaskan tarikannya.
Aiden terdiam tidak berkata apapun setelah mendengar kalimat yang aku ucapkan terakhir.
"Maaf terjadi kesalah pahaman." Ujar Aiden dengan merasa sedih.
Melihat hal itu aku merasa sedikit bersalah, karena bersikap sedikit kasar terhadapnya.
Dan lagi hal ini bukan kesalahan Aiden sepenuhnya, melainkan ada beberapa oknum lain yang terlibat menyebarkan gosip tidak jelas.
"Gak masalah." jawbaku santai dan sedikit tersenyum.
Mendengar hal itu wajah Aiden kembali tersenyum ramah.
"Baguslah kalau begitu, kau benar-benar gadis yang berbeda, aku sudah memperhatikanmu beberapa hari ini." (Senyum ramah dan masih belum sadar atas perkataannya).
"Hah?.. Gimana?."
Aku yang mendengar hal itu terlontar dari mulut Aiden merasa tidak percaya, seolah seketika pendengaranku bermasalah.
"Bukan gitu, emm aku." Aiden bertingkah aneh dan gugup.
"lo merhatiin gue?, ngapain?." tanyaku untuk memastikan kembali.
"Gak gitu, gue cuman.., ngeliat potensi lo, bakal rebut rengking gue ato gak." mata Aiden saat berbicara melirik kesan kemari dan sedikit terlihat memaksa untuk tersenyum.
"Jangan salah paham." lanjutnya dengan panik.
"Owhh..." Jawabku dengan santai dan sedikit malas karena tingkah Aiden yang terlihat aneh dan seudah terbaca olehku dia menyembunyikan sesuatu.
Aku pergi meninggalkannya dan kali ini dia tidak mencegahku.
Jadi perasaanku beberapa waktu lalu seperti diperhatikan seseorang ternyata benar dan orang itu adalah Aiden.
Aiden sepertinya sikapnya terhadapku berubah dan semuanya juga berubah. Di kehidupan dulu tidak seperti ini.
Sebenarnya apa yang terjadi----
.............................................................................................................................................................................................................................
...........................................................................................
.......................................................................
...........................................................
....................................................
....................................................
...........................................................
.......................................................................
........................................................................................
.............................................................................................................
......................................................................................................................
...Pengenalan karakter baru...
~Mothya Queyi~ visualisasi-Karina
~Shen Nira~ visualisasi: IU
~Tang Thara visualisasi: Giselle
~Qing Stella visualisasi: Somi
itu dia pengenalan tokoh barunya
ingat cerita ini hanyalah FIKSI
jangan lupa like and komen
dukung terus karya Digitor dengan Vote sebanyak-banyaknya
Terima Kasih.....!
__ADS_1