Dreamination

Dreamination
Ex Crush


__ADS_3

Saat melihatnya aku mengingat saat dimana dia berusia 18 tahun. Benar-benar tampan.😶


Dia adalah siswa populer di unit sekolahku, dia tampan dan pintar, dia selalu mendapatkan peringkat pertama.



~Aiden Zhen Ruo 18 tahun~


Selain dengan sisi tampan dan pintarnya, dia juga sangat friendly, sopan dan ramah.


Banyak gadis yang terpikat olehnya, tidak hanya gadis yang ada di unit kami, bahkan kakak-kakak senior unit sebelah juga sering mengiriminya bekal makanan, bunga dan surat cinta.


Biasanya dia tidak menolak jika diberikan bekal makanan, karena dia akan membagikannya kepada teman sekelas.


Sedangkan untuk bunga dan surat cinta dia tidak menerimanya, jika dia menerimanya biasanya karena sudah ada di bangkunya, dan tidak ada nama pengirimnya, dan pasti benda-benda itu sudah berada di tempat sampah yang berada di depan kelas kami.


Dia merasa sangat terganggu tapi dia tetap saja ramah. Karena secara bersamaan dia menyukai perlakuan seperti itu.


Jadi, alasan kenapa aku menjadi sensitif mengenai dirinya, karena dia adalah mantan Crushku, maksudnya dia dulu adalah pria idamanku di sekolah tapi sekarang udah tidak lagi.


Tapi aku tetap gerogi setiap bertemu dengannya, namun aku udah tidak menyukainya lagi. Aku tidak tau kenapa tapi itu lah kenyataannya.


Dulu semua teman di kelas tau bahwa aku menyukainya, hal itu di sebabkan karena salah satu temanku yang membocorkannya, aku tidak tau siapa, tapi berita itu tersebar di dalam lingkungan kelasku. Sangat memalukan.😣


Tapi Aiden tidak menghiraukannya, mungkin karena dia sudah terbiasa mendapatkan perhatian seperti itu.


Dan karena hal ini lah aku tidak menyukainya lagi, benar-benar menyebalkan. Dia menganggapku bagaikan fans gilanya.


"Huuh"


Tetap saja walau bagaimanapun sikapnya entah baik atau buruk, aku merasa sangat canggung setiap bertemu dengannya. Ketika di kehidupan yang dulu maupun kehidupan yang sekarang.


Waktu menunjukan bahwa sekarang belum waktu di mana ada yang membocorkan mengenai aku menyukai Aiden fan tidak ada yang tau hal ini juga.


Perasaan tenang dan gerogi beradu bersamaan di dalam hati dan benakku.


"DDAAARRRR!!!!...."


"Ah..., Kaamjagiiyaaaaaaa" Teriakku dengan mengelus dadaku dan menghembuskan nafas kesal, mataku sudah akan loncat di buatnya.


Hampir saja buku di tanganku melayang ke wajah dua orang gadis yang mengagetkanku dengan jailnya.


"Stella, Thara?!, apaan sihhhh ngagetin aja." ujarku sambil menekuk bibirku kesal.


"abisnya bengong sih pagi-pagi." ujar stella dengan wajah jailnya.


"kasik je, suka-suka gue." celetuk kesalku dan kembali membaca buku.


"hahahahah"


"hihihi"


Mereka tertawa dengan bahagianya.


"Ding... ding... ding... ding..."


"Eh belnya kok beda??."


"eh iya kok gtu?".


"kayak mau naik stasion aja."


"lumayan sih, dari pada yang dulu kayak dering telepon rumah gue."


*Kebisingan yang dibuat oleh teman-teman kelasku.


Setelah bel sekolah berbunyi aku baru menyadari bahwa, sudah banyak siswa yang datang ke kelas. Sekarang mereka semua sedang heboh karena bel masuk kelas yang berubah.


Aku tidak tau kenapa bel itu berubah, dulu tidak berubah sama sekali. Entah ada apa sekarang. Aku tidak memperdulikannya sekarang.


...~Waktunya belajar~...


..................


...........


.........


Saat sedang dalam proses pembelajaran tiba-tiba, terlihat sesosok wanita memasuki ruang kelasku, aroma tubuhnya menyelimuti seluruh ruangan. Wajahnya sangat cantik dan elegan.

__ADS_1


Seperti Nyonya muda dalam komik-komik, dia sangat berwibawa.


Dia adalah Bu Xia, wakil kepala sekolah di setiap unit Garden high school.



~Bu Xia~


"Maaf menganggu semuanya." ucapnya dengan elegan dan membuat semua orang di kelas terdiam dan terpaku akan kecantikannya.


"Saya mengumumkan bahwa akan di adakannya beberapa acara di ahkir bulan ini, untuk memperingati ulang tahun sekolah kita."


"Ini rincian kegiatannya, ketua kelas tolong di ambil." Menyerahkan sepucuk kertas dari tangannya.


"Sekian, saya permisi, kalian bisa melanjutakan pembelajarannya." diahkiri dengan senyuman yang lembut, dia pergi meninggalkan kelas dengan membawa aura yang berwibawa.


"Syuut👀".


Sebelum keluar, Bu Xia berdiri beberapa detik di depan pintu dan menatap ke arahku dengan senyum tipis terlontar untukku.


Aku bingung apa benar dia tersenyum ke arahku dan dengan sengaja berhenti di depan pintu hanya untuk melihatku.


Dan anehnya mengapa seorang wakil kepala sekolah yang datang ke kelasku menyampaikan pengumuman, bukannya dia bisa memanggil ketua kelas keruangannya atau menyuruh seseorang untuk menyampaikan suratnya.


Lebih anehnya lagi, hanya ada 1 surat di tangannya, seperti sudah di khususkan untuk dia yang datang ke ruang kelasku dan menyampaikan pengumuman itu.


"Apa hanya perasaanku?." dengan suara kecil dan wajah kebingungan. Lalu karena tidak begitu penting aku melanjutkan pembelajaranku.


"Baik anak-anak mari kita lanjutkan, kalian membuat kelompok beranggotakan 2 orang untuk tugas halaman 23, minggu depan dikumpulkan."


................


............


"Tolong di catat dan setelah itu istirahat." Pergi setelah memberikan sejumlah tugas.


..."Ding.. Ding.. Ding.. Ding..."...


"Arghh Ahkirnya istirahat" ucapku dengan lega sebari meregangkan badan. Tidak lupa mencari rekan untuk membuat tugas.


Aku memikirkan 1 orang yang tepat, yaitu Nira. Di kehidupan dulu dia adalah teman dekatku, setelah kami lulus dari Garden junior high school dan kembali bersekolah di Garden senior high school, kami sefrekuensi hal itu membuat kami cukup dekat.


Lagi pula ada yang aneh dengannya tadi pagi, sekalian aku ingin bertanya dengannya.


"Nira." teriakku sebari melambaikan tangan ke arahnya.


"Iya?." Melangkah mendekat ke arahku.


"Mau gak sekelompok ma aku buat tugas yang tadi?." tanyaku dengan pelan, takut akan tolakan terucap dari mulut Nira, karena dia punya bestie yang seharusnya akan 1 kelompok dengannya.


"....."


"Em.. Boleh." ucapnya dengan santai.


"haahh..., kirain gak mau." merespon dengan lega.


"Ya soalnya temenku dah pada punya kelompok, gue aja yang belum." tungkasnya dengan santai lagi.


"Nira, ada yang mau aku tanya, tadi pagi, kenapa tumben nyamperin aku?." tanyaku dengan penasaran.


"eng..., Gak tau sih, kayak pengen nyamperin aja sih, kayak sering gue lakuin dulu."


"Dulu?." tanyaku semakin penasaran.


"hah?, eh.. dulu?, gak maksudku gak gitu, tadi kayak ketarik aja, kayak ada perasaan akrab aja gitu, gak tau kenapa🙌💦💦." tungkasnya terkejut dengan perkataan sendiri.


"ohh gitu." jawabku dengan herannya.


"Nira ayok." terdengar suara memanggil Nira dari depan pintu kelas.


"Oh yaa benatar......., gue duluan ya." Melangkah pergi keluar.


"Owh... iya.."


Sebenarnya ada apa dengan Nira, aku masih bingung, apa mungkin perasaan yang menariknya itu, perasaan akrab di kehidupan yang dulu.


Aku mulai berfikir bahwa semuanya berhubungan, walaupun dengan selang waktu yang berbeda hubungan yang sudah terjalin tetap akan terasa.


Sepertinya Nira merasakan perasaan akrab terhadapku karena hubungan kami di masa lalu, atau aku bisa mengatakan bahwa itu perasaan hubungan di masa depan.

__ADS_1


Ini aneh, semakin aku pikirkan semakin berputar-putar bagaikan bumi yang mengelilingi matahari, tidak ada ujungnya sama sekali dan bahkan tidak tau titik awalnya berada di mana apa lagi titik ahkir.


"Tak.. tak.. Tak.."


"Semuanya, tolong dengarkan, kali ini sekolah kita mengadakan perlombaan atar kelas. Ada lomba kebersihan kelas, lomba fashion berpasangan, lomba melukis estetik, lomba tarik tambang dan lomba quis antar unit."


"wahh lomba fashion aku mau deh pasangannya sama my ayang."


"wah gambar estetikk... gue gambar monyet kesambet kalik ya."


"lomba yang itu aku mau..."


"itu seru kayaknya deh."


Semua ribut membahas perlombaan.


"jangan berisik!."


"Yang ingin berpartisipasi silahkan mendaftar terlebih dahulu."


Banyak anak yang berpartisipasi dalam perlombaan itu, aku hanya diam dan tidak ingin ikut serta.


"Baik sudah banyak yang mendaftar, emm.. untuk lomba quis?, siapa yang berminat?." Tanya ketua kelas dengan serius.


Tidak ada satu orang pun yang menjawab.


"Kira-kira siapa yang bisa tolong beri saran?." tanya ketua kelas sekali lagi.


"Aiden deh dia ken pinter." tungkas salah satu anak.


Lalu banyak yang membenarkan, saran tersebut.


"Bagaimana Aiden?." tanya ketua kelas.


"Boleh aja, jawabnya dengan ramah."


"Wooahhh. Yeahhh..." sorak gembira semua anak yang ada di kelas.


"Lalu kita perlu satu orang lagi untuk mewakili lomba quis, siapa yang mau?."


Yang tadinya ramai sepontan menjadi sunyi. Walaupun Aiden bintang sekolah, tapi jika di hadapkan dengan lomba quis ini tidak ada yang ingin mempermalukan diri untuk mengikutinya walau banyak gadis dalam hati yang ingin bersama Aiden.


Mereka takut akan di salahkan oleh para fans Aiden yang tidak ingin nama idolanya tercoreng jika sampai salah menjawab quis. Walaupun Aiden kalah dia tidak akan di salahkan tapi fansnya akan berbalik menyerang rekannya yang ikut serta dalam quis.


Jika lomba ini hanya lomba antar kelas mungkin banyak yang berminat menemani Aiden apa lagi gadis-gadis fans gilanya itu, tapi ini lomba antar unit, susah melawan kakak-kakak senior yang lebih berpengalaman itu.


"Dianna!." anak yang menyarankan Aiden yang mewakili lomba quis kembali berteriak. Tidak hanya itu dia menyebutkan namaku.


Sontak aku terkejut bukan main, aku yang sedang meminum air hampir mati karena tersedak.


"Uhuk...uhuk.. Aku?!." Tanyaku dengan kaget.


"Gak aku gak bisa, yang lain aja." penolakan sepontan keluar dari mulutku untuk ikut quis bersama Aiden.


"Ya dianna aja...."


"Iya dia ken pinter Matematika."


" Iya dia aja."


Kelas kembali ramai menyerukan namaku untuk mengikuti lomba qius.


"Baik sudah di pastikan semua yang mengikuti lomba."


"Ehh.. aku gkk mau.. woiii.!" seruku dengan kesal.


"Udah ikut aja din." tungkas Stella dengan nada mengisyaratkan "gak ada jalan lain."


"Gak apa-apa kalah yang penting mewakili kelas bersama bintang sekolah." lanjut Thara yang kembali mengisyaratkan "jika kalah akan ke surga para fans Aiden."


"Arghh.. apa-apaan ini." tangisku sambil merebahkan badan di atas meja.


"Huhu... huhu...ã… ã… ."


"Uhuk..Emang gue malu-maluin banget ya sampek ikut lomba bareng sesedih ini?."


"Ahh.?"


Sontak aku terkejut seseorang yang baru saja bertanya kepadaku adalah

__ADS_1


...?????AIDEN?????...


__ADS_2