Dreamination

Dreamination
Dandelions 1


__ADS_3


~Dandelions~


Aku mulai banyak bicara, mulai menjadi anak yang aktif, punya banyak teman dan lain-lain.


Tidak hanya itu, aku juga ingin perubahan dengan nilai pelajaran di sekolah.


Jadi aku mulai juga dengan belajar untuk memperbaiki nilaiku, aku menjadi kutu buku, aku tau otakku tidak sebagus itu, sekali dua kali baca mana bisa langsung mengerti, jadi aku berusaha lebih keras lagi. Agar aku bisa memahami materi lebih baik dari sebelumnya.


Bahkan penilaian orang padaku berubah dengan cepat, aku terlihat menjadi anak yang bertampang judes, karena raut wajahku yang murung dan tatapanku yang tajam, ditambah dengan aku yang pendiam saat bertemu orang baru.


Tapi tenang saja, saat sudah mengenalku, maka jiwa bobrokku akan keluar sendirinya.


Aku masih heran kenapa, seseorang menilai terlalu awal mengenai diriku maupun orang lain.


Langsung saja mereka mengatakan kata-kata seperti


"Kamu anaknya pendiem banget ya"


Aku belike : πŸ‘οΈπŸ‘„πŸ‘οΈ


"Terusss, waktu kenalan pertama kali aku harus kayak"


πŸ€ΈπŸ€ΈπŸ‘»πŸ‘ΊπŸ™‰πŸ’ƒπŸ’₯πŸ’ƒπŸ€ΈπŸ‘»πŸ‘Ί


"Haahhhh?!?!!!" 🀼🀾


Hal ini masih menjadi misteri tersendiri.


Mungkin karena aku anak yang susah untuk bersosialisasi dan sedikit bicara dengan orang baru, ditambah dengan otakku yang loding.


Banyak penilaian salah terlontar untukku, tapi aku melikmatinya selagi tidak melewati batas normal.


Tidak buruk dikatakan "judes", "pendiam/introvert", "bodo amatan" dan "cerewet".


Judes bukan berarti tidak bisa ramah ya.


Pendiam it's not polos, okey.


Yang ada harus hati-hati sama anak yang pendiam, bisa aja dia pemain.


Cenderung anak pendiam itu lebih tau situasi, lebih bisa menilai seseorang dengan hanya melihat tingkah lakunya, dia bisa membaca tujuanmu selanjutnya dengan memperhatikan gerak-gerikmu, si paling bisa mengamati dalam diamlah, ygy.


Anak yang introvert bukan berarti tidak ingin berteman, melainkan mereka takut akan salah berbicara atau sejenisnya, mereka menunggu lawan bicaranya yang bicara terlebih dahulu, anak introvert tidak suka suasana canggung dan keramaian, itu menguras tenaga mereka.


Mereka ingin memiliki teman, tapi mereka itu akan srek jika bertemu dengan teman yang sefrekuensi. Karena menurutnya, orang yang sefrekuensi dengannya lebih bisa untuk berkomunikasi.


Seseorang yang bodoamatan cenderung belum tentu tidak peduli sesama, malainkan mereka sangat tau jelas kondisinya.


Mereka merasa bahwa mereka itu tidak bisa membantu melainkan hanya takut akan membuat masalah tambah runyam.


Tapi jika dia bisa, dia akan benar-benar membantu. Biasanya orang yang terlihat bodoamat dia lebih sering memberikan perhatian-perhatian sederhana. Dan lagi mereka bisa memposisikan yang mana masalah mereka dan yang mana masalah orang lain.


Terakhir dia orang yang biasanya pendiam berubah menjadi cerewet artinya dia mempunyai sebuah kekahwatiran terhadap seseorang, makannya dia cerewet, tapi sikap ini akan ditunjukan ke pada orang yang dianggapnya penting saja.


Jadi usahakan tidak menilai seseorang dari sampulnya saja, lihat juga isinya.


Bukan berarti kalian tidak boleh menilai sampulnya dulu baru melihat isinya.


Bagaimanapun juga kalian akan tertarik dengan melihat sampulnya terlebih dahulu, baru kemudian kalian akan bisa menilai isi di dalamnya.


"KRIINGG... KRINGGG...KRINGG...."


"Ahh udah bel ternyata, duh kepalaku sakit"

__ADS_1


sebari berusaha membangkitkan badan yang tertepar di atas meja.


Seseorang pria terlihat datang dari bilik pintu yang terbuka lebar, dengan baju yang rapi dan badan yang berisi, tidak lupa dengan eyes simlenya saat memasuki ruang kelas, tapi mata itu bagaikan bunglon yang seketika bisa berubah kapan pun dan di mana pun, berubah menjadi menakutkan.



~Pak Gong~


Dan ternyata dia adalah Pak Gong guru matematika.


Saatnya belajar MATEMATIKA😡.


"SEELAMAT PAGI PAK GURU!" semua murid berdiri dan mengucapkan salam.


"Selamat pagi, silahkan duduk" ucap pak guru sebari meletakkan penggaris panjangnya di atas meja.


Pelajaran dimulai


"minggu lalu sampai di mana materinya??"


"sampai di.....~~~"


~tik tok tik tok tik tok~


"KRIINGGG .... KRIINGGG .... KRINGG ...."


Bel istirahat berbunyi.


"Baik anak-anak mari kita ahkiri, kalian bisa bertanya dengan Dianna mengenai tugas yang bapak berikan, selamat pagi" Pak Gong berbicara sebari merapikan barang-barangnya yang berada di atas meja lalu pergi meninggalkan kelas.


"Baik Pak Guru" ucap semua siswa di kelas.


Setelah itu aku merasa bahwa diriku sedang di tatap dengan puluhan mata setelah Pak Gong mengatakan kalimat itu, karena saat pelajaran berlangsung aku cepat memahami materi yang diberikannya dan beberapa kali menjawab soal dengan benar.


Banyaknya lontaran pertanyaan diarahkan kepadaku.


"Dianna tugas yang tadi..."


"Din ini gimana ngerjainnya..??"


"Din..."


"Ana..."


"ini ngerjainnya..."


"Yang ini gini kan..??"


"kalau yang ini?.."


"Dinn....?"


"Tugasnya..."


"mintak jawabannya dong.."


"no 1 sampai 10 apa?"


Dengan pusingnya aku menjawab semua pertanyaan mereka satu persatu.


"Okey jadi yang ini itu......."πŸ’¦


"iya ini gini..."πŸ’«


"No 1 sampai 10 tanya mamamu sana...πŸ˜’"

__ADS_1


____________Rip Dianna___________


"Arghh ahkirnya mereka pergi juga😭😡"


sebari membaringkan badan di atas meja dan menghembuskan nafas perlahan lalu bangun dan meregangkan badan.πŸ’«


Aku sudah seperti tahu yang sangat lembek.


syhuut-πŸ‘οΈ


"Eh..." Seketika aku menoleh kearah samping.πŸ‘€


Aku merasa sedang diperhatikan seseorang.


Tapi tidak ada siapapun di kelas selain anak itu.


"Mana mungkin dia memperhatikanku kan?" Di dalam pemikiranku sebari dengan wajah meledek kebodohan diri sendiri.


"Udahlah, cuman perasanku aja kalik" Dengan suara kecil.


"Semangat dianna pasti bisa" dengan suara yang kecil namun dengan gerakkan yang besar.🐽


"πŸ‘€" "🌚"


___________


Aku membaca buku sebari memakan roti di tanganku. Aku benar-benar fokus belajar.


Di sisi lain aku juga lebih sering bercanda dengan teman-temanku. Bermain dan sebagainya.


Ini sungguh menyenangkan.


Sampai dengan waktu pulang sekolah. Semuanya berlalu dengan menyenangkan sampai-sampai aku melupakan bahwa aku sedang terpuruk karena melintas lagi.


Semua berlalu terus seperti itu...


Dan nyatanya aku lebih suka menghabiskan waktu di sekolah dibandingkan di rumah. Di rumah aku hanya merasakan tekanan.


Merasa tempat itu akan membuatku mengingat masalalu, aku merasa bahwa aku akan tercekik. Sewaktu-waktu akan terjerumus kedalam lautan kegelapan.


Tapi di sekolah itu berbeda, semuanya sangat menyenangkan, bahkan aku merasa diriku yang sesungguhnya itu berada di sekolah.


Tidak bisa dipungkiri bahwa aku, pada saat malam hari akan susah untuk tertidur pulas, otakku terus berbicara.


Aku tidak tau bagaimana cara menghentikan otak yang berbicara hal-hal yang menyakitkan hatiku.


Sampai aku tertidur sendirinya, entah kapan aku tertidur, aku sendiri tidak menyadari bahwa aku tertidur.


Saat terbangun mataku terasa sangat berat dan seperti ada ribuan butir pasir berada di mataku.


Aku merasa belum tidur sama sekali.


Tidurku seperti hanya menutup dan membuka mata saja.


Hari-hariku berputar di sana saja, seperti bangun pagi, mandi, siap-siap ke sekolah, bermain, belajar, pulang, mandi lagi, berih-bersih rumah, dan tidur. Bangun lagi dan seterusnya.


Dari titik awal dan kembali lagi ke awal.


Aku merasa kehidupanku semakin hampa.


"kenapa hanya seperti itu.?" sebari dengan berbaring di atas kasur berusaha untuk tertidur.


Lalu saat larut malam....


Tolong dukungan untuk Author ya yeorobunnn.....!πŸ™ŒπŸ’

__ADS_1


__ADS_2