
Setelah perjalanan panjang aku sampai di rumah dengan aman, aku bergegas menghampiri kasurku.
Aku melemparkan badanku di atas tumpukan bantal yang empuk dan dingin. Sangat lelah setelah berada di sekolah hampir seharian karena full day.
Sensasi dingin yang aku rasakan membuat badanku terasa nyaman, sehingga membuatku menggeliat seperti ulat.
"Ah.. nyamannya." Seruku dengan memejamkan mata dan memeluk bantal guling yang tersablon wajah actor favoritku, yaitu Song Joong-Ki Oppa.π
Kriyeett- terdengar suara membuka pintu.
Aku membuka mataku perlahan, sontak aku terkejut dengan apa yang ada di hadapanku sekarang. Aku kebingungan akan keberadaanku yang tiba-tiba berpindah tempat entah ada di mana ini.
Tak.. Tak... Tak..
Terdengar suara langkah kaki yang mendekat ke arahku. Membuatku ketakutan.
"Siapa?." Tanyaku dengan paniknya.
Hanya terlihat ruangan yang gelap dan sunyi di sekelilingku.
Aku semakin kebingungan akan keberadaanku yang entah ada di mana.
"Ada orang?." Teriakku dengan berputar melihat sekeliling ruangan gelap ini.
Tidak ada yang menjawab. Hanya terdengar desir angin.
Mendengr adanya suara angin, aku mengikuti suara itu berharap ada pintu keluar.
Aku melihat secercah cahaya dari kejauhan, aku bergegas berjalan menuju cahaya itu tanpa memperdulikan hal yang ada di sekelilingku.
Rasa takutku sedikit menghilang setelah melihat secercah cahaya itu.
Setelah aku semakin dekat, ternyata cahaya itu berasal dari sebuah jendela.
Aku berbalik untuk melihat jalan yang aku lalui sebelumnya. Aku melihat ruangan ini dengan penerangan langsung dari cahaya yang dipantulkan oleh jendela itu.
Mataku membulat untuk beberapa saat, tempat ini ternyata adalah sebuah kastil kuno.
Aku mulai merasa takut, badanku sedikit gemetar, jantungku berdebar dengan cepat. Aku benar-benar panik, tadi aku sedang berada di rumah dan menggeliat di atas kasur.
Tapi tiba-tiba aku sekarang berada di sebuah kastil. Mataku sudah berkaca-kaca karena ketakutan.
GREB..
"Ah ... "
Tiba-tiba dari belakangku, ada yang memelukku dengan erat.
Aku terkejut, air mataku langsung pecah saat itu, aku menutup mulutku agar tangisku tidak bersuara.
Aku memberanikan diri untuk berbicara.
"Si..siapa?." Tanyaku dengan gugup.
Pelukannya mulai melonggar, lalu aku melepaskan diri dan sedikit menjauh.
Saat aku menoleh kebelakang untuk melihat siapa orang yang memelukku.
Aku terkejut untuk kesekian ribu kalinya karena apa yang aku lihat di hadapanku itu.
Terlihat sesosok pria tinggi kekar yang mengenakan setelan jas hitam.
__ADS_1
Tidak menyangka pria itu adalah Aiden, dia tepat berada di depanku menatapku lembut penuh kasih.
"A-idenn?.. khe ngapain di sini?." Tanyaku bingung.
"Khe tau gak kita di mana?, Gimana cara keluar dari sini???." Tanyaku lagi dengan tergesa-gesa dan menggoyang-goyangkan badan Aiden.
Aiden tidak mengatakan sepatah kata pun, dia hanya tersenyum dan menatap dalam ke arahku. Dia juga mengelus lembut kepalaku.
Aku merasa tingkahnya sangat aneh, aku mundur selangkah demi langkah perlahan menjauhi Aiden.
BUG !?
Lagi dan lagi mataku membulat, aku mematung untuk beberapa detik. Jantungku berdegug kencang seolah akan loncat keluar.
Aku menabrak sesuatu yang keras di belakang badanku, tapi itu bukan sebuah tembok, melainkan aku menabrak tubuh seseorang.π¦
Selain Aiden ternyata ada seseorang lagi di kastil ini.
Saat aku mematung, mataku melihat ke arah Aiden yang ada di depanku sedang menatap lurus ke arah orang yang ada di belakangku dengan wajah penuh amarah dan benci.
Melihat hal itu aku semakin ketakutan.
Aku menoleh perlahan ke balik badanku, dan lagi-lagi ternyata ada pria menggunakan setelan jas dan dia sangat tinggi, wajahnya tertutup oleh kegelapan.
Aku mundur perlahan menjauh dari kedua pria yang ada di dekatku, saat aku mundur, aku merasakan ada yang salah dengan diriku.
Aku melihat kearah bawah, ternyata bajuku berganti menjadi sebuah gaun.
Sentuhannya membuatku tenang dan muncul perasaan familiar, membuatku terlena dan tertarik ke arahnya tanpa penolakan.
Namun di sisi lain, Aiden tidak ingin kalah dan menarik tanganku yang satunya lagi, sehingga membuatku tersadar dari perasaan aneh terhadap pria misterius itu.
Kenyataan bahwa keduanya sedang memegang tanganku dan menariknya ke arah mereka.
Membuatku yang berada di antara mereka merasa gelisah dan risih.
Bagaimana tidak, aku merasa kebingungan kenapa bisa berada di sini di tambah lagi dengan mereka yang bersikap aneh terhadapku, dan kemana perginya bajuku kenapa bisa menggunakan sebuah gaun.
Tidak ada yang berbicara sepatah kata pun dan fokus menariku ke arah mereka. Bahkan diriku sendiri tidak bisa berbicara, entah sihir apa yang mengenaiku sehingga bibirku tertutup rapat.
Aiden mulai menarikku dengan kuat membuat genggaman pria misterius itu terlepas dariku.
Perasaanku tiba-tiba menjadi sedih dan kesal bukannya lega, aku malah merasa kesal terhadap pria misterius itu, mengapa dia menarikku dengan lembut sehingga saat Aiden menarik tanganku dengan keras, genggamannya terlepas dariku begitu saja.
Pemikiranku kacau saat itu sehingga aku merasakan perasaan aneh yang tidak terkontral, semuanya berada di luar kendaliku.
KREK.. KREK.. KREK.. PRAK..
Terdengar bunyi bangunan yang retak, sepertinya kastil ini akan roboh.
Aiden menarikku untuk keluar, tapi aku melihat pria itu hanya terdiam tidak berkutip, membuat hatiku semakin gelisah.
Aku melepaskan genggaman tangan Aiden dan berlari ke arah pria itu. Tanpa aku sadari kakiku terus melangkag tanpa ragu ke arahnya untuk menariknya keluar dari kastil dalam keadaan kastil sudah roboh setengahnya.
GREB! aku memegang tangannya dengan erat dan menariknya sekuat tenaga.
__ADS_1
"Ayo keluar, kastil ini akan roboh." Tungkasku dengan panik.
Aku melihat bibirnya yang hanya tersenyum, yang melihatku begitu panik. Kakinya tidak bergerak sedikit pun saat aku menariknya, dia sangat berat.
KREK.. BRAKK..
Kastilnya bergetar dan semuanya roboh. Di detik-detik terakhir Aku pikir bahwa sudah mengambil langkah yang salah untuk menyelamatkan pria aneh ini yang membuatku akan terkubur di reruntuhan kastil ini.
Kastilnya roboh dan tidak perlu waktu lama aku dan pria itu untuk mati terkubur.
GREB ?!
Pria itu memelukku dengan eratnya saat detik-detik kastil itu akan roboh sepenuhnya.
Tapi anehnya aku hanya merasa kesal dan aku tidak merasa panik atau takut sedikitpun, melainkan merasa aman dan damai. Aku memejamkan mataku dalam dekapannya yang hangat.
"DIANNA! Dianna?." Terdengar seseorang memanggil namaku samar-samar, aku beranggapan bahwa suara itu milik Aiden yang mencemaskanku.
"DIANNA!." Aku mendengar orang berteriak lagi, suaranya semakin jelas, sepertinya itu bukan Aiden.
PLAK !
"Ah..sakit." Sebari mengelus-elus pahaku yang di pukul seseorang.
"Tapi jatuh dari kastil gak sesakit itu ternyata." Mataku masih terpejam dan belum tersadar sepenuhnya.
"Kastil apa?!, Ganti baju abistu makan, malah tidorr." Teriak kakakku yang marah bagai singa betina.
"Eh..? Mimpi ya." Aku membuka mataku perlahan.
Terlihat sesosok gadis yang menekuk kedua tangannya di pinggang dengan ekspresi cemberut dan alis yang tertekuk ke bawah.
"Aahh...niss apaan sihh" Dengan menggaruk-garuk kepala dan berusaha bangun dari tempat tidur.
"Makaannnn, dasar keboo." Serunya sebari berjalan pergi keluar dari kamar.
Kemudian aku yang tersadar bahwa semuanya hanya mimpi, melamun untuk mengumpulkan nyawaku yang hilang di reruntuhan kastil.π
Semuanya hanya lah mimpi tapi masih menjadi tanda tanya di benakku siapa pria aneh itu yang mengajakku untuk tertimbun di reruntuhan kastil.π£π’
Sungguh membuat orang emosi.π¨
"Diannaaaa.....! BANGUN..!." Teriak kakaku dari kamar mandi.
"Argh.. UDAHH!." Jawabku dengan keras dan bangun terhuyung-huyung untuk membasuh wajahku.
Setelahnya aku baru tersadar.
"Argh....Dianna bego bangetzz seeh, jelas-jelas itu mimpi, ya kalik aku ketemu sama Aiden yang umurnya udah belasan tahun lebih tua." (sebari mengacak-acak rambutku).
................................................
....................................
......................
Tiba saat malam hari, aku sedang membaca buku untuk mepersiapkan ujian kenaikan kelas 2 minggu lagi.
Aku memfokuskan diri untuk belajar dan sekaligus membungkam mulut si Mothya itu.π’
Drett... Drett.. π¬
Aku mendapatkan pesan baru. Aku melihat notifikasi pesan dari layar hand phoneku. Notif itu dari Aiden.
__ADS_1
Melihat notif itu, aku teringat dengan mimpiku tadi siang. Aku mendengus kesal di buatnya.π£
Isi pesannya adalah dia ingin aku~~~~