Dreamination

Dreamination
Dandelions


__ADS_3

Kenapa semuanya terjadi?


Kenapa aku harus melintas lagi?


Lalu apa gunanya hal yang aku lakukan, jika aku melintas dan aku melakukan perubahan lagi, tapi perubahan itu hanya untuk mengundur waktu saja. Apa gunanya?.


Semua yang aku alami itu, apakah hanya ilusi?.


Lalu sekarang apa, kenapa ini terjadi padaku, sekarang apa yang harus aku lakukan.


Inginku berkata kasar.:) Tapi tetap tidak berguna.


Semuanya membuatku bingung. Seketika Aku teringat bahwa.


Semua hal di dunia ini sudah diatur. Entah apa yang aku lakukan itu sudah di atur. Tidak berguna mau aku melintas sejuta kalipun pada akhirnya akan tetap kembali ketitik awal dengan cara yang berbeda.


Seharusnya aku menyadari ini dari awal, aku terlalu bersemangat untuk merubah alur hidupku, aku lupa siapa diriku, apa diriku, berasal dari apa diriku, aku benar-benar lupa diri, aku hanya manusia biasa.


Bagaikan sekuntum bunga dandelion, tidak bisa melakukan apapun saat angin berhembus.


Terombang-ambing entah kearah mana akan dibawa. Dandelion, Hanya bisa mengikuti arah angin yang membawanya.


Seharusnya aku menyadari konsep ini dari awal agar aku tidak berharap lebih. Aku memang bodoh.


Semua yang berlebihan itu sungguh tidak baik. Apapun itu yang berlebihan sungguh-sungguh tidak baik dan sangat merugikan.


Tapi aku masih tidak mengerti kenapa aku dibawa kembali kesini. Apa tujuannya, aku melintas lagi.


Tidak mungkin tidak ada tujuan atau maksud, pasti ada sesuatu. Enatah apa yang direncanakan Tuhan untukku.


Tidak ada yang bisa mengerti Dia.


Dia mengerti kita tapi kita tidak mengerti Dia.


Konsep yang membagongkan.


Aku menyadari bahwa kehidupan masa kecilku sangat mengasikan setelah perubahan, walaupun tidak bisa merubah hal yang paling ingin diubah ;).


"It's okey" dengan senyum kecil di wajah dan berusaha untuk tenang kembali.


Ini lah hidup, walau kita sudah merencanakan sesuatu, tapi rencana sesungguhnya bukan kita yang membuatnya.


Kita tidak punya kendali penuh pada diri kita sendiri. Yang mengendalikan tetaplah Tuhan.


Aku cukup terpukul dengan kenyataan, aku menenangkan diri cukup lama.


Aku meyakinkan diriku bahwa semuanya hanya ilusi, aku tetaplah aku, entah apa yang terjadi itu tetap akan terjadi.


Aku terus meyakinkan diriku bahwa aku perlu melupakan semuanya.


Melupakan kehangatan itu, senyum itu, tawa itu, semuanya.


Semakin diingat semakin menggores hati.


Rasa kesal, sedih, marah, hancur. Semua menjadi satu.


Tidak bisa berkata-kata lagi. Aku ingin rasanya berteriak.


Tidak ada kebahagiaan yang kekal di dunia ini. Semakinku ingat semakin aku tidak mempercayai sebuah kebahagiaan.


Aku sangat ingin keluarga yang bahagia itu, aku kira semua akan dimulai dari awal, tapi tidak. Hal itu bagaikan mimpi.


Aku di terbangkan sangat tinggi, lalu dihempaskan dengan kuat ke tanah.


"AHAHAHAHAHAH..." Aku tertawa bagaikan orang gila dengan wajah yang basah karena air mata di atas lantai yang dingin.


Aku hampir dibuat gila oleh takdir.

__ADS_1


Dia mempermainkan perasaanku, hidupku, semua tentang diriku.


"Sungguh sial."


"Lalu sekarang apa lagi?"


Sebari menghapus air mata dan berusaha berdiri, aku terlihat sangat lemas, mataku menjadi terasa kecil dan pinggirannya membengkak.


Penuh usaha aku meyakinkan diriku untuk melanjutkan kehidupan ini dan berhenti menangis.


Waktunya mandi dan berangkat ke sekolah.


Aku memukul-mukul pipiku sambil mengatakan.


"Dianna Wake up."


"Go dianna, Go dianna."


Dengan susahnya aku bangkit lagi. Dari perasan campur aduk. Aku memulai lagi dari nol.


Aku menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan.


Saat hendak pergi ke kamar mandi, sekilas aku melihat sosok, ternyata itu cermin.


Sosok yang aku lihat itu adalah diriku sendiri, aku melihat Dianna yang baru berusia 12 tahun, rambutku masih sebahu, kulitku berwarna sawo mateng, dengan wajah yang bulat dan aku masih kurus hanya terlihat tulang dan kulit.


Aku masih tidak menyangka akan kembali ke sini lebih awal. Aku kira akan membutuhkan waktu yang cukup lama, aku seperti kodok yang melompat kesana kemari.


"Huuuuh"


Aku mengatakan pada diriku sendiri bahwa, tidak akan terlalu merubah sesuatu, jika aku merubah sesuatu aku akan berusaha tidak terlalu berharap, semua itu kekal.


Aku bergegas mandi karena waktu sudah semakin siang untuk ke sekolah.


Selesai mandi, aku berisap-siap untuk berangkat ke sekolah. Dengan mood yang berantakan.



Saat hendak berangkat ke sekolah.


Kakakku bertanya ada apa dengan mataku yang bengkak, aku hanya bisa menipunya bahwa aku kemarin menonton drama yang menyedihkan, sehingga aku menangis.



Hentah ada apa, dia percaya begitu saja.



Sampailah di sekolah.



Aku menatap ruangan kelasku dan mengatakan. "I'm back" dengan senyuman 1 detik berubah menjadi murung setelahnya.



Aku duduk dan membaca buku untuk menghilangkan rasa kesalku, karena merasa dipermainkan.



Aku tidak terlalu terpuruk untuk hal ini karena itulah faktanya, aku hanya kesal karena dipermainkan. Ucapan pemikiranku yang berlawanan dengan isi hatiku yang sudah hancur.



Kalian mengerti bukan?


__ADS_1


Coba kalian di permainkan seperti ini, dilempar kesana kemari. Aku dipermainkan sampai melintas waktu. Apa Gak kesel?๐Ÿ™„



Aku sampai berfikir, apakah takdir sedang gabut padaku?, Dan mempermainkan orang sepertiku ini.



Sungguh inginku tampol si takdir. Dengan kesalnya aku sampai ngedumel dan tidak fokus membaca buku, bukunya hanya aku pegang sambil menatap tajam kearah buku itu, seakan buku itu adalah sebuah takdir.



Temanku yang baru datang sampai terheran-heran melihatku mengomel sendirian.



Agar tidak terlihat gila, aku mencoba menahan diri dan berusaha tenang.



"Dianna you can do it, ini bukan pertama kalinya, okey" dalam hati aku mempertegasnya.



Berusaha memper kokoh hati yang sedang rapuh. Is another level.



Aku membangunkan semangat, dan aku berfikir bahwa tidak begitu buruk melintas waktu ke tahun di mana aku masih Sekolah Menengah Pertama (SMP).



Karena di masa SMP adalah masa yang paling menyenangkan dalam kehidupan persekolahan.



Masa di mana ingin di ulang sekali lagi, tapi tidak dengan cara, tidak naik kelas. Jadi masa ini sangatlah ingin di ulang lagi bagi sebagian teman-temanku dulu.



Sungguh indah di setiap harinya, mau itu ada masalah atau tidak, semua di lalui dengan rasa bahagia.



1 kelas adalah teman, saling membantu, kompak dan seperti 1 geng ygy. Kompak saat ada masalah yang menyinggung kelas wkwkw.



Apa lagi kelasku adalah kelas favorit guru, karena ada murid juara umum di kelas itu padahal kelas ini adalah kelas dengan urutan nem masuk terrendah loh.



Jadi setiap kelas, siswanya dikumpulkan berdasarkan nem terrendah dan tertinggi dari SD.



Semua murid di kelasku ternyata anak yang pintar wkwk, jadi aku juga ketularan pinternya pas dulu belajar di sini, walau yaaa,,, tetap gak pinter-pinter banget.



Tapi di kelas tetap ada anak bandelnya, makannya kelas terasa hidup.



Tidak hanya aku, tapi temanku juga merasakan hal yang sama makannya ingin mengulang kembali masa-masa ini.


__ADS_1


Selain kesal aku juga bahagia, bisa mengulang kisah SMP. Karena dulu, waktu SMP lah perubahan dalam diriku di mulai.


__ADS_2