Dreamination

Dreamination
Just Friend


__ADS_3

Isi percakapan :


๐Ÿป : Din, bsk kita bljr brng lgi ya ๐Ÿ˜‰


๐Ÿป : Banyak materi yang perlu kita bahas untk lombanya nantik๐Ÿ™Œ


^^^Ah.. iya bisa : ๐Ÿ˜ผ^^^


Aku tidak punya alasan untuk menolak Aiden si aneh itu. hanya bisa meniyakan saja.


Lalu aku lanjut untuk membaca buku dan setelahnya pergi tidur.


.......................


....................................


.......................


Ku...kuruyukkkkk... kukuruuyukkk...


Pagi yang cerah, aku bangun dari tidurku, setelahnya bersiap menuju sekolah.


Semuanya berjalan cukup aman pada awalnya, tidak ada masalah yang menimpa.


Sampai suatu ketika, tibanya aku di sekolah, aku berjalan menuju lobby yang tidak jauh dari tempat parkir.


Aku berjalan normal, namun dari kejauhan aku melihat sesosok yang mungkin membuatku berada dalam masalah. Sirine bahaya dalam benakku berbunyi.


NGIYUNG... NGIYUNG...


Perasaan sensitif akan bahaya seketika muncul dan pikiran negatif tidak bisa terelakkan.


Berdiri sesosok pria tinggi yang menggendong ransel.di pundaknya, bersandar di tembok dengan satu lengan membawa hand phone. Dia menatap hand phonenya dengan serius.


Seolah terlihat serius namun nyatanya tidak sama sekali, karena matanya berulang kali melihat-lihat orang yang baru saja melewatinya, seperti mencari seseorang.


Kemudian Dia mulai merasa tidak sabar dan ingin beranjak pergi namun, dia tetap berusaha diam di tempat dan berdiri cukup lama.



Perasaanku mulai tidak enak setelah melangkah semakin dekat kearah laki-laki itu.


Aku berjalan sedikit menjauh darinya.


Langkahku yang kecil, aku percepat setelah di dekatnya.


"Pagi, din๐Ÿ˜Š๐Ÿ‘‹." Sapanya dengan ramah,


Ya, laki-laki itu adalah Si Aiden orang aneh.


"pa-gi juga๐Ÿ˜…".


"ngapain di sini?." Tanyaku penasaran dan agar tidak canggung.


"Nungguin-... maksudnya."


"???"


"itu,,.. kita kekelas yuk, udah mau bel." tungkasnya dengan cepat, membuatku binggung.


Dia berjalan pergi dengan menarik tanganku dan membuatku terkejut dan membeku.


kepalaku tersus berputar-putar memikirkan apa yang salah dengan naskah si Aiden, kenapa sikapnya aneh dan berubah. Sebelumnya dia tidak begitu memperhatikanku tapi sekarang tingkahnya seakan aku teman dekatnya.


Ada yang aneh tapi apa, aku tidak bisa menemukan jawabannya. Sungguh memusingkan.

__ADS_1


Kami berjalan menuju kelas, sekali lagi banyak mata memandang ke arah kami, Aiden terlihat biasa saja.


Aku yang kesal hanya bisa memutar bola mataku.


Di tengah perjalanan, kami diberhentikan oleh sekelompok gadis, mereka menyerbu Aiden dengan membawa kotak makan dan surat cinta. Kerumunan itu membuatku terdorong menjauh dari sisi Aiden.


Aku memperhatikan Aiden yang di kerumuni oleh gadis-gadis itu dari samping. Aku sangat senang dapat menghindar darinya.


Aku berjalan pergi meninggalkan Aiden yang kesusahan mengatasi para fansnya itu.


"Din.. Tunggu..."


Dia memanggil namaku beberapa kali, karena melihatku pergi menjauh.


Sedangkan aku pura-pura tidak mendengar panggilannya dan langsung pergi meninggalkan dia di sana.


Sangat lega rasanya. Aku menuju kelas dengan damai.


Aku meletakkan tasku di atas meja dan pergi menghampiri Nira yang sedang membaca novel.


"DARR..!"


DUG, Ekspresi kaget terlukis di wajah Nira, matanya membulat dan seakan-akan matanya akan loncat keluar, bibirnya mengerut kesal dan tidak lupa dia memukulku dengan buku yang ada di tangannya karena terkejut.



BUG...!


"IHHH...., Ngagetin jaaa."


"hehehe..."


Aku yang mengagetkannya tertwa kecil,lalu duduk di sebelahnya dan ingin bercengkrama ria.


Kemudian, entah kenapa topik itu melenceng dan ahkirnya malah membahas mengenai Aiden dan Aku yang di gosipkan berpacaran.


"What the --!!. Kok bisa??? Ihh.."


"Iya.. ada yang nyebar gosip di Lambe Parah."


"Apa lagi tu Lambe Parah." tanyaku dengan memonyongkan bibirku dan mengerut kesal.



"Lambe parah itu, forum gosip di sekolah yang nyebar gosip kalian pertama kali pas keluar perpus itu loh." Ujar Nira serius.


"Ohhhh... sial, bisa-bisanya ada gosip kayak gitu." Celetuk kesalku dengan memukul meja yang berada di hadapanku.


"Kalian beneran pacaran ken?." tanya Nira memastikan dengan tatapan seriusnya yang ikonik.



"Haaaaa.~~.????." Tanya Nira dengan semakin mendekat ke arahku.


"Issss... Enggak yaaa." celetukku dengan kesal dan menampol wajahnya yang semakin mendekat.


Untung keadaan kelas saat ini sepi, belum ada siswa yang datang.


"Seriyyuussssss......, apa seriucus nihh...., kalian cocok lohhh." Goda Nira dengan senyum lebarnya.


"Apa yang cocok?."


DUG..!


Sontak aku dan Nira terkejut, Aiden tiba-tiba muncul dari belakang kami.

__ADS_1


"eh.. itu.., anjingku cocok pakek daster, hehe." Jawab Nira dengan ngawurnya.


"owhh.." ucap Aiden dengan wajah yang sedikit tidak percaya.


"Udah dari tadi di sini?." tanyaku memastikan.


"Baru aja sih, kenapa emang?."


Batinku dan Nira sontak berkata "Syukur gak di denger" dengan saling menatap lega.


"ah.. enggak kenapa." jawab Nira


Setelah itu kami terjebak dalam suasana canggung. Di anatara kami tidak ada yang membuka obrolan.


Sehingga hanya membatu beberapa saat, Aiden menyadari suasananya sangat canggung jadi untuk menghindari itu, Aiden pergi dan duduk di kursinya segera.


Aku yang melihatnya pergi menjauh, cukup lega.


Lalu aku menjelaskan kepada Nira bahwa aku dan Aiden tidak mempunyai hubungan apapun kecuali pertemanan.


Tidak lama setelahnya, Mothya datang. Dia menatapku dengan tatapan tajam dan sinis. Seakan aku ingin mengambil makanan milimnya untuk jatah 1 tahun.


Aku hanya bisa tersenyum ke arahnya. senyumanku bukanlah senyum ramah, melainkan full senyum.


full senyum๐Ÿ˜Š \= ๐Ÿ˜ˆ


Dia lalu duduk di kursinya.


Entah apa yang dia lakukan, dia lalu menghampiri Aiden yang sedang memainkan Ponselnya.


Aku melihat mereka dari kejauhan dan memikirkan kenapa berita mereka pacaran tidak tersebar, padahal mereka juga terlihat dekat.


Aku menatapnya cukup lama.


"Woi...." Seru Nira dengan melambaikan tangannya di depan wajahku.


"Katanya cuman temen, tapi kok cemburu."


"Apaan sih siapa yang cemburu." jawbaku sambil menyentil kecil dahi Nira.


"Aduh..."


"Aku lagi mikir kenapa yang kesebar gosipku sama Aiden, sedangkan Mothya juga dekat dengan Aiden."


"Eum.. entah, mungkin karena si Aiden keliatan gak suka sama Si Mothya." ujar Nira


"Heehh, emang dia keliatan suka sama gue, makannya ada gosip gituan?." tanyaku kesal.


"Maybe." ujar Nira dengan menaikan bahunya dan lanjut membaca buku.


Aku hanya bisa menghela nafas, dan akan berusaha untuk mencona menjauhi Aiden di kemudian hari agar tidak ada gosip lain yang tersebar.


Ding.... Ding.... Ding....


Bel masuk kelas berbunyi, aku menunggu guru memasuki ruang kelas dan balik ke bangkuku.


"Baik Anak-anak....."


Pelajaran dimulai, aku fokus belajar. Tapi tiba-tiba aku merasa diperhatikan oleh seseorang dan membuat instingku bergerak untuk menoleh juga ke arah orang yang memperhatikanku.


Ternyata yang memperhatikanku adalah Aiden.



"Ada apa dengannya." Gumamku kesal dan langsung memalingkan wajahku

__ADS_1


__ADS_2