
PROLOG
tiga jam setelah pertengkaran diantara suami istri itu meninggalkan bekas luka yang dalam, bukan hanya barang yang kacau namun hidup seseorang pun akan menjadi runyam.
suara insrak tangis dari dalam lemari terlihat seorang anak kecil menunduk meneteskan air mata yang terus terjatuh, takut dengan situasi yang dihadapi nya jantung berdekup kencang seakan lepas
"Hiks..Hiks.." suara tangisan itu terus terdengar semakin kencang, tak ada seorang pun memperdulikan nya begitu pun dengan kedua orang yang tengah bertengkar itu
setelah pertengkaran selesai mereka hanya pergi meninggalkan tempat itu tanpa memikirkan siapa dan apa yang telah di abaikan, anak itu terus terdiam didalam remari sambil menangis hingga sulit untuk bernapas
"hah.. hahh... " ia mencoba menarik napas namun sulit, terasa seperti ia akan mati tercekik kehabisan oksigen
"euu... euuuhh.. eeuu... eeuuu.. Aaaaa...HUUHuhuu..." Nabila isveriana terbangun, melirik sekitar dengan napas yang terengas ***** capek, setelah tenang ia kembali merileks kan tubuhnya yang kaku baru bangun tidur.
Driingg... Driingg... suara alarm bunyi
mematikannya pelan, berjalan menuju kamar mandi sambil membawa handuk di pundak nya. dengan santai melepaskan baju dan melakukan ritual mandi dengan benar
tak butuh waktu lama untuk dirinya bersiap menjadi wanita cantik dan harum, sambil melihat dirinya dalam cermin ia terus memoles kan bedak tipis di pipinya, memoles tinta merah muda dibibirnya.
"nuna.. buruan papah undah nunggu in" ujar seorang pria yang tiba-tiba masuk kedalam kamarnya tanpa mengetuk
__ADS_1
"kamu, bisa gak kalau mau masuk itu ketuk dulu" ujar nabila kesal
"mianhae....yo " meninggal kata yo dibelakang dengan jeda yang lama dan intonasi tak tulus
nabila terdiam mendengarkan, pria yang masuk kedalam kamarnya itu adalah adik tiri nabila Dae Hyun namanya, katanya si artinya bagus dan terhormat namun terlihat dari cara dia bicara dengan kakaknya agak meragukan.
Dae Hyun seorang pelajar SMA ia baru kelas 2 yang sebentar lagi menjadi senior tiga, di sekolah nya ia cukup populer dan banyak fansnya. nabila tidak begitu mengenal adik tirinya itu begitu pula sebaliknya, mereka hidup masing-masing walaupun tinggal diatap yang sama
pembatasan antara nabila bukan hanya dengan adiknya tapi semua keluarga, dan itu sedikit membuat aktivitas nya canggung saat berada di dalam rumah apalagi saat ibadah.
"nabila, hari ini papah akan melakukan pekerjaan dinas jadi kamu baik-baik ya dengan mamah dan adik kamu" ujar papah sambil mengusap kepala nabila
"tidak lama hanya dua hari, kamu mau oleh-oleh apa nanti papah belikan"
"aku mau handphone baru pah" ujar Dae Hyung dengan cepat menyerobot ucapan nabila
"oke, kalau kakak"
"gak usah pah, aku hanya ingin papah cepat pulang aja"
"kakak ini manja yah, papah belum juga pergi udah disuruh pulang" ujah mamah tiri nabila
__ADS_1
selesai sarapan pagi semua orang pergi menuju aktivitas mereka masing-masing, papah berangkat menggunakan mobil dengan dae Hyung sedang kan nabila menaiki bus.
karena arah tujuan yang berbeda terpaksa nabila harus pergi sendiri, nabila seorang mahasiswa hukum yang sedang menjalani akhir semesternya.
"Hallo nabila.. good morning" ujar Myung hee, teman dekat nabila yang selalu ceria tanpa henti
disamping Myung hee terlihat seseorang berambut panjang dengan pakaian nya yang menawan, Soo yun berjalan dengan lenggokan modelnya dan tinggi badannya yang melebihi kapasitas menurut nabila
Soo Yun memiliki tubuh tinggi diatara ketiga sahabat itu, ia seorang model majalah yang akhir akhir ini sedang naik daun karena wajahnya yang cantik dan tubuh nya yang bagus membuat nya bisa terkenal dikalangan laki-laki dengan cepat
"kamu kenapa si nabila, gue liatin murung aja pagi-pagi" tanya Soo Yun
"hah.. papah gue ada kerjaan keluar kota"
" jadi kamu sedih ditinggal sendiri dengan ibu dan adik tiri kamu" ujar Myung hee
"yah kalian tau sendiri gimana hubungan aku dengan keduanya" ujar nabila, sambil berjalan menuju ruang kelas, mereka duduk berdampingan.
disaat ketiga nya sedang asik dengan pembicaraan mereka tiba-tiba seseorang masuk dan melemparkan bola kertas kearah nabila dengan kaget semua melirik ke asal lemparan itu,
terlihat sekelompok anak muda berdiri disana sambil memegang tas mereka.
__ADS_1