
Dibioskop terlihat banyak orang mengantri untuk menonton film. "dae Hyun" ujar seseorang memanggil nama adiknya itu, terlihat dua laki-laki datang menghampiri mereka.
melihat dua orang itu nabila merasakan perasaan yang tidak enak, "heh..kebetulan yang sangat aneh" ujar nabila menatap dae-hyun sambil menyipitkan kedua matanya
seketika dae-hyun merasakan ancaman di sampingnya, "yo... kalian disini" dae Hyun menyambut mereka dan mengabaikan nabila yang sedari tadi menatap nya
"harusnya gue yang nanya ngapain lo disini, katanya gak bisa dateng" ujar temannya dae-hyun
"a.. ni, gue dipaksa kakak gue"
"lah ko aku" ujar nabila dalam hatinya, sambil melihat mereka bertiga pergi ke dalam
Filmnya cukup seru, namun akan lebih bagus ditemani pasangan bukannya adik. Setelah film selesai nabila berencana pergi dari kumpulan brondong itu
"dae-hyun, kalau kamu mau main sama mereka silahkan, aku duluan yah"
"eitss" dae-hyun menahan tangan nabila, " kemana katanya mau mentraktir aku makan, lo berdua laper gak? " ujar dae-hyun pada temannya
"laper nih"
"yaudah ayo kita cari makan, tenang hari ini kaka gue yang traktir" dae-hyun mengatakannya tanpa ada persetujuan, ia tersenyum sambil menarik tangan nabila dan pergi menuju sebuah lestoran.
"nunaa mau makan apa lagi? "
"udah ini cukup, lagian kamu pesen begitu banyak kaya yang mau bayar"
"iya.. kan nuna yang bayar, lagian kapan lagi ditraktir sama nuna" dae Hyun tertawa bersama kedua temannya
__ADS_1
"Eumm...kurang asem" nabila menatap semua makan yang telah mereka pesan, "aduhh, abis uang ku" nabila menundukkan kepalanya
Seorang pelayan memberikan Bill pada nabila, seketika nabila langsung menatap adiknya itu setelah melihat total tagihan "bayar nya bisa pake transaksi online ga bak"
"bisa bak, didepan"
"oke.... aku bayar didepan ya bak,... ayo bak" ujar nabila mengajak pelayannya pergi kedepan meninggal Dae Hyun dan temannya
Setelah kembali nabila menghela nafas panjang kemudian menyenderkan badan pada dinding tembok, hal yang ia khawatirkan ternyata benar adiknya sengaja mengajak ia jalan.
"kamu ngajak aku supaya bisa gratisan kan, pake bilang aku yang maksa kamu. gak kebalik apa"
"udahlah jangan ngambek gitu, lagian kan tadi nonton tiketnya aku yang beli jadi impas dong"
"impas, aku kebobolan tiket 50 diganti 500 impas dari mana coba"
"yah, lo gak asik. yaudah sampai nanti" mereka semua pergi
"heh, anak jaman sekarang gak ada sopan santunnya pergi gitu aja, bilang makasih kek"
"hahha.." dae-hyun tertawa meliat kakanya yang terus menggeram
"dan yah kamu dari kapan pandai bohong, kecil-kecil sudah pinter bohong" nabila mengetuk kepala nya cukup keras
"Aaa.. sakit tau.. uhhhh" mengusap kepala kesakitan "aku males kalau diajak main kaya gitu"
"kenapa, apakah pria populer ini selalu jadi sasaran empuk temennya atau jadi bank berjalan mereka" nabila mencoba mengejek adiknya itu
__ADS_1
dae-hyun menatap nabila dengan wajah nya yang tidak senang, melihat itu nabila bingung lalu menarik tawanya dalam keheningan. "ya, gitulah.. sedih ya jadi gue" ujar dae-hyun yang tiba-tiba bersuara di tengah heningnya mereka
"eh.. serius"
nabila kaget dengan jawaban adiknya itu lalu berjalan cepat menyusul dae-hyun yang berjalan satu langkah didepan nya. Melihat adiknya yang tiba-tiba diam membuat nabila tidak enak hati, padahal ia tidak ada maksud membuat nya sedih.
"ahh sepertinya aku salah bicara" dalam hati nabila
"eum... Sini kamu ikut aku" nabila tiba-tiba menarik tangan adiknya itu, mereka masuk ke sebuah toko pakaian.
"nuna ngapain kita disini"
"pilih lah, aku beliin" ujar nabila menyuruh dae-hyun memilih baju
"hah.. gak usah aku tau kamu gak punya uang, lagian kan tadi kamu udah traktir aku dan teman-teman ku" menolak tawaran nabila namun nabila tidak menyerah begitu saja, dia terus memaksa dae-hyun.
"ini.. ini, bagus nih.. coba deh, ayo buruan coba" mendorong dae-hyun ketempat ganti
dengan terpaksa dae-hyun pun menuruti perkataan nya, setiap baju nabila pilihkan untuk adiknya dan ia terus bulak balik mencoba setiap pakaian yang dipilihkan.
"nuna, thankyou yah buat baju nya"
"hahah.. aneh rasanya kalau kamu bilang terimakasih lagian udahlah gak usah kaya gitu serem liatnya, kamu bersikap santai aja kan udah biasa kamu memeras uang ku" ujar nabila mengajak adiknya untuk kembali menjadi dirinya
melihat perhatian itu dae-hyun merasakan kehangatan dihatinya dia tersenyum, "nuna.. "
"apa"
__ADS_1
"eumm.. aku mau eskrim" mendorong nabila pergi membeli es cream, "aihh.. kamu mau ngerampok aku dae-hyun" ujar nabila menggeram namun senang melihat adiknya kembali.